Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?

Menkeu Baru Dilantik, Bagaimana Arah Kebijakan Kripto di Indonesia?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Jakarta, 15 September 2026 — Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian industri aset kripto Indonesia, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan perpajakan di sektor aset digital. Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski pengaturan dan pengawasan aset kripto berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan tetap memiliki peran dalam menentukan kebijakan fiskal dan perpajakan sektor tersebut.

Saat ini, ketentuan perpajakan aset kripto mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025. Regulasi tersebut menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan aset kripto, namun tetap mengenakan PPh Pasal 22 final sebesar 0,21 persen atas transaksi melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dalam negeri.

Dari rekam jejak publiknya, Suahasil belum secara spesifik menyatakan sikap mendukung atau menolak aset kripto sebagai instrumen investasi. Pandangannya selama ini lebih banyak berkaitan dengan perkembangan fintech, transformasi keuangan digital, serta pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas sistem keuangan.

Suahasil juga pernah terlibat dalam riset akademik mengenai central bank digital currency (CBDC) pada 2022. Namun, pembahasan mengenai CBDC tersebut tidak secara langsung menunjukkan sikap terhadap aset kripto terdesentralisasi seperti Bitcoin.

Industri Soroti Daya Saing Pasar Kripto Indonesia

Selain arah kebijakan fiskal, struktur perpajakan juga menjadi perhatian pelaku industri aset kripto. Pajak transaksi dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi daya saing platform domestik, terutama ketika industri Indonesia berhadapan dengan pasar global.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pelaku industri terus mencermati perkembangan kebijakan perpajakan aset kripto di Indonesia. Menurutnya, dialog antara industri dan regulator menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem aset digital yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami melihat pentingnya dialog yang konstruktif antara industri dan regulator untuk terus menyempurnakan ekosistem aset digital di Indonesia, termasuk dari sisi kebijakan perpajakan,” ujar Yudho.

Ia menilai kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal, kepatuhan, dan pertumbuhan industri akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem aset digital Indonesia.

Menurutnya, penyesuaian kebijakan tetap menjadi bagian dari pembahasan untuk menciptakan kondisi industri yang lebih sehat. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pelaku industri tetap perlu menjalankan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Yudho juga menilai tantangan Indonesia untuk berkembang sebagai pusat industri kripto global tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengguna maupun nilai transaksi domestik. “Menjadi pasar besar berbeda dengan menjadi pusat kripto global,” ujarnya.

Pandangan dia, Indonesia perlu membangun produk dan ekosistem yang kompetitif agar mampu menarik likuiditas serta pelaku industri dari pasar global.

Dengan fondasi regulasi aset digital yang semakin terbentuk, tahap berikutnya dinilai akan berkaitan dengan bagaimana Indonesia meningkatkan daya saing ekosistem domestik sekaligus menciptakan ruang bagi inovasi dan partisipasi pelaku global.

Potensi Pajak Kripto Global Capai US$457 Miliar

” />

Perhatian terhadap perpajakan aset kripto juga muncul di tengah besarnya potensi penerimaan pajak dari aktivitas aset digital secara global.

Laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis yang dirilis pada 26 Agustus 2026 mencatat aktivitas kripto on-chain global yang berpotensi dikenakan pajak mencapai sedikitnya US$457 miliar sepanjang 2025.

Aktivitas tersebut mencakup capital gain dari central exchange maupun terdesentralisasi, pendapatan dari staking dan mining, serta aktivitas pinjaman dan pembayaran berbasis aset kripto.

Amerika Serikat tercatat memiliki potensi terbesar dengan nilai US$112,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati Jerman, China, Inggris, dan India. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-12 dengan potensi aktivitas kena pajak mencapai sekitar US$10,1 miliar. Angka tersebut terdiri dari sekitar US$3,6 miliar capital gain, US$2,6 miliar pendapatan dari imbal hasil, dan US$3,9 miliar dari aktivitas pembayaran.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh sistem pengawasan pajak transaksi aset, seperti Bitcoin yang ada. Chainalysis memperkirakan kerangka pelaporan pajak internasional OECD, Crypto-Asset Reporting Framework (CARF), baru mencakup sekitar 14 persen aktivitas transaksi kena pajak di jaringan blockchain.

Sejumlah aktivitas seperti decentralized finance (DeFi), transaksi peer-to-peer, dan aktivitas melalui self-custody wallet juga menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas pajak karena tidak seluruhnya dapat dipantau melalui mekanisme pelaporan konvensional.

Pergantian Menteri Keuangan dan besarnya aktivitas ekonomi aset kripto yang berpotensi menjadi sumber penerimaan negara, arah kebijakan fiskal sektor aset digital diperkirakan masih akan menjadi perhatian industri.

Di tengah perkembangan tersebut, Yudho melihat Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di industri aset digital global, selama pengembangan ekosistem berjalan seiring dengan kepastian regulasi.

“Indonesia memiliki pasar dan potensi yang besar. Tantangan berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut dapat berkembang menjadi ekosistem yang kompetitif secara global, dengan tetap mengedepankan kepatuhan dan perlindungan konsumen,” pungkas CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    Cara Kuliah S1 Hemat ke Luar Negeri Ya Program 3+1!

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pernah terpikir untuk merasakan atmosfer kuliah di luar negeri, tapi masih ragu dengan biaya atau durasi studi yang lama? Kabar baiknya, kamu tidak perlu menunggu lulus kuliah S1 untuk bisa mendapatkan global exposure. BINUS International hadir membawa solusi cerdas melalui skema kurikulum unggulan yang disebut Program 3+1. Program 3+1 dari BINUS International dirancang khusus agar mahasiswa […]

  • BRI BO Kemayoran Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    BRI BO Kemayoran Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BRI BO Kemayoran melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Kemayoran. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme. Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai […]

  • Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

    Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Panduan dari Pandai Emas untuk masyarakat Jabodetabek yang ingin jual emas perhiasan, jual logam mulia, atau beli Logam Mulia Antam dengan perhitungan yang jelas Menjual emas sering dilakukan dalam kondisi terburu-buru. Ada biaya sekolah, renovasi rumah, modal usaha, atau keperluan mendadak lain yang harus segera ditutup. Dalam situasi seperti itu, banyak penjual hanya menanyakan satu […]

  • HUT ke-81 RI Makin Semarak, LRT Jabodebek Meriahkan bersama Pengguna

    HUT ke-81 RI Makin Semarak, LRT Jabodebek Meriahkan bersama Pengguna

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut terasa di LRT Jabodebek melalui berbagai kegiatan interaktif bersama pengguna pada Senin (17/8). LRT Jabodebek mengajak pengguna dengan permainan seru dan interaktif di 3 stasiun yakni : Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jatimulya, dan Harjamukti. LRT Jabodebek menghadirkan berbagai permainan interaktif yakni puzzle dan kuis seputar LRT Jabodebek. […]

  • KAI Divre III Palembang Update Penjualan Tiket Lebaran 2026 Hingga H+5

    KAI Divre III Palembang Update Penjualan Tiket Lebaran 2026 Hingga H+5

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Palembang, Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Sejak dibukanya pemesanan tiket pada 25 Januari 2026, hingga Senin (9/2), sebanyak 29.253 tiket telah terjual atau sekitar 50 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Manager […]

  • Selama Bulan Ramadhan, Kuliner Kereta Siapkan Menu Takjil untuk Penumpang Kereta Api

    Selama Bulan Ramadhan, Kuliner Kereta Siapkan Menu Takjil untuk Penumpang Kereta Api

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Maret 2026 – Selama bulan Ramadhan, Kuliner Kereta by KAI Services menyediakan menu khusus berbuka puasa untuk para penumpang kereta api yang berbuka puasa dalam perjalanan didalam kereta. Sajian menu khusus yang bisa dipesan penumpang antara lain Buko Pandan, Bubur Kacang Hijau, Kolak Pisang, Kurma, hingga Gorengan. Tidak hanya menu khusus, untuk menu-menu […]

expand_less