Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Student Leaders Conference 2026: Empat Bekal untuk Menjadi Student Leader yang Siap Memimpin dan Berdampak

Student Leaders Conference 2026: Empat Bekal untuk Menjadi Student Leader yang Siap Memimpin dan Berdampak

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

Student Leaders Conference (SLC) 2026 diselenggarakan Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 10 September 2026, di Auditorium D-501 di Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 student leaders secara daring dan luring, SLC 2026 menjadi ruang bagi para pengurus organisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

Menjadi pemimpin
organisasi mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja. Seorang student
leader
perlu memahami lingkungan tempat ia memimpin, membangun sistem yang
terarah, menyampaikan gagasan dengan tepat, dan menjalin kolaborasi dengan
berbagai pihak. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar kepemimpinan
mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu berdampak.

Hal tersebut menjadi
fokus dalam Student Leaders Conference (SLC) 2026 yang diselenggarakan
Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 10 September 2026, di Auditorium D-501 di
Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Diikuti oleh lebih dari 300 student
leaders
secara daring dan luring
, SLC 2026 menjadi ruang bagi para
pengurus organisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

SLC 2026 membekali
para student leaders melalui empat aspek utama, yaitu memahami konteks,
membangun sistem, membawa pesan, dan menciptakan kolaborasi.

Memahami
Nilai UPH untuk Menjalankan Kepemimpinan

Sebelum memimpin
orang lain, seorang pemimpin perlu memahami bahwa dirinya merupakan
representasi organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap
lingkungan universitas menjadi dasar penting bagi student leaders dalam
menjalankan organisasi.

Pada sesi “UPH
Knowledge”
, Dr. Andry Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate
Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH,
menekankan pentingnya memahami visi, misi, nilai, profil lulusan, tujuan,
hingga kode etik universitas. Pengetahuan tersebut membantu mahasiswa
menjalankan organisasi dan mengambil keputusan dengan melihat konteks yang
lebih luas dari sekadar kepentingan program kerja.

“Kalian bukan hanya leaders
biasa, tetapi transformational servant leaders. Kepemimpinan kalian
bukan sekadar tentang memimpin, tetapi tentang bagaimana kalian melayani dan
melalui pelayanan itu memberikan dampak. Karena itu, menjadi pemimpin
organisasi juga berarti mengambil bagian dalam menyiapkan pemimpin masa depan,
sekaligus membangun kolaborasi dan sinergi dengan organisasi lain,” ujar Dr.
Andry.

Dr. Andry menambahkan
bahwa UPH mengembangkan kurikulum holistis yang mencakup aspek akademik,
kehidupan kemahasiswaan, hingga pembentukan spiritual. Pendekatan pendidikan
ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa tidak hanya dari sisi pengetahuan dan
kompetensi, tetapi juga karakter, serta nilai yang perlu diwujudkan dalam
kehidupan mereka, termasuk ketika menjalankan peran sebagai student leaders.

“Untuk itu, sebagai
student leaders
kalian tidak hanya bertugas untuk menggerakkan kegiatan,
tetapi juga harus menjadi teladan bagi komunitas kampus melalui sikap dan nilai
yang kalian bawa,” tambah Dr. Andry.

Memimpin
dengan Sistem yang Terarah

Ide dan program yang
baik membutuhkan tata kelola yang jelas agar dapat dijalankan secara
bertanggung jawab. Melalui sesi “Organizational Governance”, Shera
Anthony, S.E.
, Student Development and Alumni Engagement (SDAE) Operation and
Compliance Officer UPH, membekali para student leaders dengan pemahaman
tentang tata kelola organisasi, mulai dari penyusunan program kerja, pembuatan
proposal, pelaporan, hingga pengelolaan keuangan yang transparan.

Tata kelola yang baik
tidak hanya membuat organisasi berjalan lebih tertib, tetapi juga membangun
kepercayaan dan menciptakan sistem yang dapat diteruskan oleh kepengurusan
berikutnya.

“Ketika terjun langsung dalam organisasi, kalian belajar merencanakan
dan mengeksekusi program, mengelola keuangan dan sumber daya manusia, serta
bertanggung jawab atas setiap prosesnya. Karena itu, penting untuk memegang
prinsip kewajaran, keterbukaan, kemandirian, akuntabilitas, dan
responsibilitas. Organisasi adalah wadah untuk belajar tata kelola yang baik
dan bertanggung jawab, termasuk mendokumentasikan setiap proses agar dapat
menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya,” jelas Shera.

Membawa
Pesan dengan Komunikasi Strategis

Bagi
student leaders, kemampuan menyampaikan informasi dan gagasan menjadi
bagian penting dalam menjalankan organisasi. Dalam sesi “Strategic
Communication for Student Leaders”
, Alexandra Tatgyana Suatan, S.Gz.,
M.Si.
, Head of Corporate Communications UPH, mengajak mahasiswa melihat
komunikasi bukan sekadar tentang mengikuti aturan, tetapi juga memahami intensi,
tujuan, kejelasan pesan, dan tanggung jawab di balik setiap konten yang dibuat.

Menurut
Alexandra, membangun komunikasi organisasi tidak cukup hanya dengan memastikan
logo ditempatkan dengan tepat. Brand lebih dari sekadar elemen visual; brand
adalah tentang bagaimana sebuah organisasi dikenali dan dirasakan oleh
khalayaknya. Hal ini dibangun melalui identitas visual, voice and tone,
pesan yang disampaikan, nilai yang dibawa, serta standar yang diterapkan secara
konsisten. Bagi organisasi kemahasiswaan yang merupakan bagian dari UPH,
konsistensi tersebut menjadi penting karena setiap konten yang diproduksi tidak
hanya merepresentasikan organisasi masing-masing, tetapi juga turut menjadi
bagian dari identitas dan cerita besar UPH.

“Create with purpose. Be creative. Berani mengeksplorasi,
mencoba hal-hal baru, dan bereksperimen. Be intentional, pahami betul
apa yang ingin kalian komunikasikan, bagikan, atau publikasikan. Be
responsible,
karena ketika kalian berkomunikasi sebagai bagian dari
organisasi, kalian membawa nama organisasi dan juga nama UPH. Tetapi lebih dari
itu, ingatlah bahwa pada akhirnya kita hidup dan berkarya di hadapan Allah.
Kita diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, sehingga apa yang kita buat dan
bagaimana kita berkomunikasi juga seharusnya mencerminkan penghormatan kita
kepada-Nya dan kepada sesama. Setiap konten yang kalian buat menjadi bagian
dari cerita UPH, tetapi lebih dari itu, biarlah apa yang kita komunikasikan menjadi
kesaksian yang dirasakan tentang siapa yang kita representasikan. Jadi, buatlah
dengan kreatif, bermakna, dan bertanggung jawab,” ujar Alexandra.

Mengubah
Dukungan Menjadi Kolaborasi

Kepemimpinan juga
membutuhkan kemampuan membangun relasi serta mengubah dukungan menjadi
kolaborasi yang bermakna. Hal ini disampaikan oleh Evangli Jiferly Langkun,
S.I.Kom.
, Corporate Relations Officer UPH, melalui sesi “Strategic
Sponsorship”
. Ia mengajak para student leaders memahami
bahwa sponsorship bukan sekadar upaya mencari dukungan, melainkan proses
membangun kemitraan strategis yang mampu menciptakan nilai bagi kedua belah
pihak.

Jiferly
menjelaskan bahwa sponsorship perlu dipahami sebagai hubungan yang
saling menguntungkan sehingga organisasi perlu menawarkan manfaat yang jelas
bagi mitra. Organisasi juga perlu membangun komunikasi dan negosiasi yang baik
untuk mencapai kesepakatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Hubungan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi perlu dijaga
melalui pemenuhan komitmen dan penyampaian laporan kepada sponsor.

“Sponsorship
bukan tentang meminta bantuan, tetapi membangun kerja sama jangka panjang yang
memberikan value bagi kedua belah pihak. Jadi, jangan hanya datang untuk
meminta, tetapi pikirkan juga apa yang bisa kita berikan. Karena pada akhirnya,
sponsorship bukan hanya tentang berapa banyak yang kita dapatkan, tetapi
berapa besar value yang bisa kita ciptakan bersama,” ujar Jiferly.

Membawa Bekal SLC ke Perjalanan Organisasi

Bagi para student leaders, SLC 2026 menjadi ruang untuk memahami
arah dan nilai UPH sekaligus memperkuat kesiapan dalam menjalankan tanggung
jawab organisasi selama satu periode kepengurusan. Hal ini dirasakan Gwen
Josephine Ho Lase
, mahasiswa Hubungan Internasional 2024 sekaligus Ketua
Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UPH periode 2026/2027, yang menilai
pembekalan ini membantunya semakin siap menjalankan peran dan tanggung jawab
sebagai pemimpin organisasi.

“Student Leaders Conference ini menjadi bekal penting bagi kami,
terutama bagi leaders yang baru mulai menjalankan kepengurusan. SLC
mengingatkan kembali pada visi dan misi UPH serta bagaimana organisasi kami
menjadi bagian dari lingkungan UPH. Berbagai pembekalan yang diberikan juga
membantu kami lebih siap menjalankan tanggung jawab, menghadapi proses selama
satu tahun ke depan, dan menjalankan peran sebagai pemimpin dengan lebih
percaya diri,” ujar Gwen.

Melalui
SLC 2026, para student leaders mendapatkan pembekalan untuk memahami
bahwa kepemimpinan berarti melayani, bertanggung jawab, bekerja sama, dan
berkontribusi. Bekal tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk
menjalankan perannya sebagai pemimpin organisasi dengan lebih siap. Hal ini
sejalan dengan komitmen UPH untuk menghadirkan pendidikan holistis dan berbagai
program pengembangan diri yang mampu mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin
masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Internet Rumah Terbaik untuk Keluarga Modern, Ini Faktor yang Kini Jadi Prioritas Pengguna

    Internet Rumah Terbaik untuk Keluarga Modern, Ini Faktor yang Kini Jadi Prioritas Pengguna

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Mei 2026 – Kebutuhan internet rumah di Indonesia kini mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika beberapa tahun lalu masyarakat hanya mencari koneksi internet untuk browsing dan media sosial, kini internet rumah sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup digital sehari-hari. Mulai dari aktivitas bekerja hybrid, streaming film berkualitas tinggi, belajar online, menjalankan bisnis […]

  • Mengupas Sektor Perdagangan Afrika Selatan di Kelas BINUS International

    Mengupas Sektor Perdagangan Afrika Selatan di Kelas BINUS International

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kini, kamu bisa belajar strategi bisnis langsung dari sang pakar bersama BINUS International. Melalui Hatchery Project, mahasiswa BINUS International diberi wadah inkubasi agar bisa merasakan pengalaman belajar bisnis global sesungguhnya. Program ini berisi simulasi dan riset mendalam yang menantang mahasiswa untuk membedah peluang pasar dari berbagai belahan dunia. Pada edisi kali ini, Hatchery Project membawa […]

  • MLV Teknologi Bangun Command Center Canggih untuk Kementerian Koperasi dan UKM RI

    MLV Teknologi Bangun Command Center Canggih untuk Kementerian Koperasi dan UKM RI

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    MLV Teknologi memperkenalkan Command Center baru Kementerian Koperasi dan UKM yang diresmikan pada 15 Desember 2025—sebuah pusat kendali modern yang menghadirkan pemantauan koperasi secara real-time dan integrasi data lintas lembaga. Dibangun dengan teknologi AV over IP, audio Dante, serta perangkat seperti Extron DSP, Turtle AV Chazy 4K, Crestron control system, AVer PTZ camera, dan Omada […]

  • CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

    CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Bittime menyoroti perkembangan CLARITY Act setelah Senat AS gagal memajukan RUU regulasi aset digital tersebut. Di tengah dinamika regulasi dan pasar kripto global, Bittime Futures turut menjadi bagian dari ekosistem Bittime untuk perdagangan kontrak futures aset kripto dengan posisi long maupun short. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, […]

  • Dari Stasiun hingga Dalam Kereta, Pengawasan LRT Jabodebek Berjalan 24 Jam

    Dari Stasiun hingga Dalam Kereta, Pengawasan LRT Jabodebek Berjalan 24 Jam

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek dalam operasionalnya terpantau dalam pengawasan baik di dalam kereta maupun di stasiun selama 24 jam. Pantauan ini meliputi 1.129 CCTV secara real-time dari Operation Control Centre (OCC), dan 494 petugas keamanan bersiaga secara bergantian di berbagai titik operasional. Dari 1.129 CCTV, tersebar di kereta maupun di area stasiun, dengan rincian : 434 CCTV […]

  • Memasuki Gelaran Ke-4, Superstar Affiliate Revolution 2026 Kumpulkan 700 Kreator Bersama VRITIMES

    Memasuki Gelaran Ke-4, Superstar Affiliate Revolution 2026 Kumpulkan 700 Kreator Bersama VRITIMES

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Surabaya, 6 September 2026 — Pesatnya pertumbuhan industri affiliate marketing di Indonesia kembali ditegaskan lewat suksesnya penyelenggaraan ajang brand matchmaking Superstar Affiliate Revolution (SAR) 2026 yang berlangsung pada 5–6 September 2026 di Surabaya. Ajang yang diinisiasi oleh CV Digimaru dan Superstar Agency ini berhasil mendatangkan 700 content creator dan affiliate partner selama dua hari pelaksanaan. […]

expand_less