Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Bittime menyoroti perkembangan CLARITY Act setelah Senat AS gagal memajukan RUU regulasi aset digital tersebut. Di tengah dinamika regulasi dan pasar kripto global, Bittime Futures turut menjadi bagian dari ekosistem Bittime untuk perdagangan kontrak futures aset kripto dengan posisi long maupun short.

Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyoroti perkembangan terbaru pergerakan perdagangan di pasar kripto serta peluang bagi investor setelah Digital Asset Market CLARITY Act belum memperoleh dukungan yang cukup untuk melanjutkan proses pembahasannya di Senat Amerika Serikat. 

Bittime turut mencermati perkembangan CLARITY Act sebagai bagian dari dinamika regulasi aset digital di Amerika Serikat. Berdasarkan pemberitaan dari Reuters, Senat AS pada 15 September 2026 waktu AS gagal memajukan CLARITY Act setelah voting prosedural menghasilkan 50 suara berbanding 49. 

Hasil tersebut berada di bawah ambang tiga perlima suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan proses pembahasan. Catatan resmi Senat AS mencatat bahwa cloture on the motion to proceed terhadap H.R. 3633 ditolak.

Voting tersebut merupakan proses prosedural dan bukan penolakan final terhadap keseluruhan RUU. Reuters juga melaporkan bahwa Senator Thom Tillis mengubah suaranya menjadi “no” dalam voting tersebut, sehingga RUU masih dapat dipertimbangkan kembali melalui proses berikutnya.

CLARITY Act sendiri dirancang untuk membentuk kerangka regulasi federal bagi aset digital, termasuk mengatur pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Regulasi Menjadi Bagian Penting dari Perkembangan Industri

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa perkembangan CLARITY Act menunjukkan proses pembentukan kerangka regulasi aset digital masih berlangsung secara dinamis.

“Perkembangan CLARITY Act menunjukkan bahwa pembentukan kerangka regulasi aset digital membutuhkan proses dan pembahasan yang cukup kompleks. Meskipun procedural vote terbaru belum memungkinkan RUU tersebut untuk maju, pembahasan mengenai struktur pasar dan pembagian kewenangan regulator tetap menjadi bagian penting dari perkembangan industri aset digital,” ujar Ryan.

Sebelum voting, terdapat sejumlah perubahan pada rancangan CLARITY Act. Berdasarkan rilis resmi Senator Cynthia Lummis pada 14 September 2026, versi terbaru RUU tersebut mencakup 126 perubahan substantif hasil pembahasan bipartisan. Perubahan antara lain mencakup ketentuan mengenai stablecoin, etika, peran jaksa agung negara bagian dalam penegakan aturan, serta pembaruan terhadap Blockchain Regulatory Certainty Act.

Bitcoin dan Ethereum Melemah di Tengah Perkembangan Clarity Act

Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pergerakan pasar kripto yang mengalami tekanan. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, pada 16 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$75.513, turun 3,07% dalam 24 jam dan 4,10% dalam tujuh hari.

Sementara itu, Ethereum berada di kisaran US$2.400, turun 4,58% dalam 24 jam dan 3,65% dalam tujuh hari.

Pergerakan harga aset kripto tidak dapat dikaitkan hanya dengan perkembangan CLARITY Act karena pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam laporan Reuters terkait reaksi pasar setelah voting Senat, Bitcoin dan sejumlah saham terkait kripto dilaporkan mengalami tekanan setelah voting tersebut.

Ryan menambahkan bahwa perkembangan regulasi perlu dilihat sebagai salah satu bagian dari dinamika pasar secara keseluruhan.

“Regulasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga aset kripto. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi pasar, karakteristik aset, serta risiko dari setiap produk tetap menjadi bagian penting bagi pelaku pasar,” jelasnya.

Perdagangan Derivatif Menjadi Bagian dari Dinamika Pasar Kripto Global

Perkembangan pasar kripto global tidak hanya tercermin dari perdagangan spot, tetapi juga dari aktivitas di pasar derivatif, di mana pelaku pasar dapat mengambil posisi long maupun short berdasarkan ekspektasi terhadap pergerakan harga.

Sejalan dengan berkembangnya berbagai instrumen dalam pasar aset digital, Bittime menyediakan Bittime Futures yang memberikan akses kepada pengguna untuk memperdagangkan kontrak futures aset kripto.

Berbeda dengan perdagangan spot yang melibatkan pembelian atau penjualan aset secara langsung, futures memungkinkan pengguna mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga suatu aset melalui kontrak. Pengguna dapat mengambil posisi long maupun short, sementara penggunaan leverage dapat meningkatkan eksposur sekaligus memperbesar potensi kerugian.

Karena itu, penggunaan futures perlu disertai pemahaman terhadap mekanisme kontrak, leverage, margin, volatilitas, serta risiko yang melekat pada perdagangan derivatif. Bittime Futures merupakan bagian dari ekosistem perdagangan aset digital Bittime yang penggunaannya perlu disesuaikan dengan pemahaman dan toleransi risiko masing-masing pengguna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telkom AI Center of Excellence Dukung Peluncuran Program Gig Economy, Perkuat Peran AI dalam Pengembangan Talenta Digital

    Telkom AI Center of Excellence Dukung Peluncuran Program Gig Economy, Perkuat Peran AI dalam Pengembangan Talenta Digital

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Telkom AI Center of Excellence menegaskan komitmennya dalam mendukung peluncuran Program Gig Economy melalui penguatan peran kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing talenta digital Indonesia di tengah transformasi ekonomi berbasis proyek dan teknologi. Bandung, 29–30 Januari 2026 — Rangkaian kegiatan Program Gig Economy yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik […]

  • Krakatau Steel Gandeng Jamdatun Kejaksaan Agung RI untuk Perkuat Mitigasi Risiko dalam Ekosistem Danantara dan Proyek Hilirisasi Strategis

    Krakatau Steel Gandeng Jamdatun Kejaksaan Agung RI untuk Perkuat Mitigasi Risiko dalam Ekosistem Danantara dan Proyek Hilirisasi Strategis

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 80
    • 0Komentar

    JAKARTA, 13 Februari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group memperkuat komitmen terhadap kepastian hukum dan tata kelola perusahaan yang baik. Semangat ini hadir melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung RI yang dilaksanakan beberapa hari lalu di minggu ini. Langkah […]

  • Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis

    Native Grup Perkuat Jejak di Industri F&B Lewat Inovasi dan Ekspansi Bisnis

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Industri food and beverage (F&B) di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan pengalaman dalam menikmati makanan dan minuman. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi, tidak hanya melalui produk, tetapi juga konsep, pelayanan, serta strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Industri food and beverage (F&B) […]

  • BRI Finance Raih Penghargaan Yearly Excellent Performance – State-Owned Enterprise Subsidiary 2026

    BRI Finance Raih Penghargaan Yearly Excellent Performance – State-Owned Enterprise Subsidiary 2026

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Oktober 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) meraih penghargaan Yearly Excellent Performance – State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 (Based on Financial Performance Assessment 2025) dari The Asian Post, bagian dari Infobank Media Group. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keuangan perusahaan berdasarkan hasil penilaian tahun 2025. Penghargaan diserahkan dalam ajang […]

  • Maujual Gandeng AXIS, Hadirkan Promo Bundling Smartphone 5G Bekas Berkualitas dengan Bonus Kuota hingga 300 GB

    Maujual Gandeng AXIS, Hadirkan Promo Bundling Smartphone 5G Bekas Berkualitas dengan Bonus Kuota hingga 300 GB

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Pelanggan AXIS kini bisa upgrade ke smartphone 5G bergaransi 365 hari di Maujual, lengkap dengan kartu perdana spesial. JAKARTA, 5 Agustus 2026 — Maujual, platform jual-beli gadget bekas di bawah naungan Laku6 (Carousell Group), telah berkolaborasi dengan AXIS untuk menghadirkan program bundling yang membuat perpindahan ke jaringan 5G lebih terjangkau. Lewat program ini, setiap pembelian smartphone 5G […]

  • Strategi Price Action yang Digunakan Trader Profesional

    Strategi Price Action yang Digunakan Trader Profesional

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Dalam dunia trading, price action menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan oleh trader profesional karena dianggap lebih murni dalam membaca pergerakan pasar. Berbeda dengan strategi berbasis indikator, price action hanya berfokus pada pergerakan harga yang terlihat langsung di chart. Pendekatan ini memungkinkan trader memahami bagaimana market bergerak berdasarkan supply dan demand, tanpa bergantung […]

expand_less