Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

CLARITY Act Terganjal di Senat AS, Indonesia Sudah Punya Fondasi Regulasi Kripto

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Jakarta, 16 September 2026 – Upaya Amerika Serikat membangun kerangka regulasi komprehensif untuk industri aset digital kembali menemui hambatan. Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act gagal melaju dalam voting prosedural di Senat AS pada 15 September 2026 setelah tidak berhasil mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembahasan.

Voting tersebut bukan merupakan penolakan final terhadap rancangan undang-undang, namun secara efektif membuat proses legislasi CLARITY Act kembali tertunda di tengah semakin terbatasnya kalender Kongres menjelang pemilu paruh waktu AS.

Padahal, CLARITY Act merupakan salah satu upaya terbesar AS untuk menciptakan kerangka federal bagi pasar aset digital. Regulasi tersebut dirancang untuk memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sekaligus mengatur registrasi pelaku usaha, keterbukaan informasi, pemisahan dana konsumen, serta perlindungan terhadap konflik kepentingan.

Perjalanan legislasi tersebut sebelumnya mendapatkan dukungan bipartisan. Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan CLARITY Act dengan suara 294 berbanding 134 pada Juli 2025, sementara Senate Banking Committee kembali meloloskannya dengan suara 15 berbanding 9 pada Mei 2026. Namun, perbedaan pandangan mengenai perlindungan investor, stabilitas sistem keuangan, keamanan nasional, hingga ketentuan etika bagi pejabat publik menjadi bagian dari perdebatan menjelang voting terbaru di Senat.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tertundanya CLARITY Act menjadi perkembangan yang disayangkan bagi industri aset digital global karena kepastian regulasi merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan industri secara berkelanjutan.

“Kami menyayangkan CLARITY Act belum dapat melangkah lebih jauh. Industri kripto membutuhkan kepastian mengenai aturan main, bukan hanya untuk pelaku usaha, tetapi juga untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada konsumen dan membuka ruang yang lebih jelas bagi institusi untuk berpartisipasi. Namun, proses di Amerika Serikat juga memperlihatkan bahwa regulasi aset digital memang membutuhkan keseimbangan antara inovasi, perlindungan konsumen, integritas pasar, dan kepentingan sistem keuangan,” kata Yudho.

Indonesia Sudah Jalankan Kerangka Regulasi Kripto

Di tengah proses legislasi yang masih berlangsung di AS, Indonesia telah lebih dahulu memiliki kerangka regulasi aset kripto yang berjalan secara operasional.

Sejak 10 Januari 2025, pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto resmi beralih dari Bappebti kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK. Kerangka tersebut kemudian diperkuat melalui POJK Nomor 27 Tahun 2024, serta POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang memperluas pengaturan terhadap aset keuangan digital dan perdagangan derivatif aset digital.

Pada 2026, OJK juga menerbitkan ketentuan pelaksanaan lebih lanjut melalui PADK Nomor 3 Tahun 2026 yang antara lain mengatur mekanisme pelaporan, evaluasi aset keuangan digital, manajemen risiko, hingga pelaporan kegiatan penyelenggara perdagangan aset digital.

Ekosistem tersebut terus berkembang. Data terbaru OJK menunjukkan jumlah akun konsumen aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026. OJK juga telah memberikan izin kepada 33 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri atas dua bursa, dua lembaga kliring, dua kustodian, dan 27 pedagang aset keuangan digital. Nilai transaksi aset kripto pada Juli 2026 tercatat sebesar Rp20,52 triliun.

Secara global, tingkat adopsi Indonesia juga masih tergolong tinggi. Chainalysis menempatkan Indonesia di posisi ketujuh dunia dalam Global Crypto Adoption Index 2025, sementara aktivitas kripto di Indonesia tumbuh sekitar 103% dalam periode 12 bulan hingga Juni 2025.

Menurut Yudho, kondisi tersebut memberikan Indonesia kesempatan untuk memperkuat posisinya dalam perkembangan ekonomi aset digital global, terutama apabila kepastian regulasi dapat berjalan beriringan dengan inovasi industri.

“Indonesia memiliki momentum yang sangat menarik. Ketika banyak negara masih mendiskusikan seperti apa struktur regulasi kripto yang ideal, kita sudah memiliki regulator, bursa, kliring, kustodian, hingga pedagang aset digital yang bekerja dalam satu ekosistem pengawasan. Tantangannya sekarang bukan sekadar memiliki regulasi, tetapi memastikan regulasi tersebut terus adaptif mengikuti inovasi yang berkembang sangat cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tertundanya CLARITY Act seharusnya menjadi pengingat bahwa keunggulan dalam industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga oleh kemampuan sebuah negara menghadirkan kepastian bagi konsumen, investor, dan pelaku usaha.

“Ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus bergerak maju. Dengan regulasi yang jelas, pengawasan yang kuat, serta ruang inovasi yang sehat, Indonesia memiliki fondasi untuk membangun industri aset digital yang semakin kompetitif dan dipercaya, baik di tingkat regional maupun global,” tutup YCEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan

    Menabung buat Self Reward, Boleh Kah? Ini Cara Menyiapkannya Tanpa Mengganggu Keuangan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Self reward bisa menjadi salah satu cara untuk menikmati hasil dari kerja keras. Setelah menyelesaikan target pekerjaan, mendapatkan penghasilan, atau melewati periode yang cukup melelahkan, membeli sesuatu yang diinginkan tentu boleh saja. Namun, self reward tetap perlu masuk dalam perencanaan keuangan. Jangan sampai keinginan menikmati hasil kerja hari ini justru membuat kebutuhan bulanan atau target […]

  • Bagaimana Harga Saham Terbentuk di Bursa Efek untuk Pemula

    Bagaimana Harga Saham Terbentuk di Bursa Efek untuk Pemula

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Bagi masyarakat awam atau mereka yang baru saja menginjakkan kaki di dunia investasi, melihat pergerakan angka-angka pada papan bursa efek sering kali menimbulkan rasa penasaran yang besar. Harga saham sebuah perusahaan bisa melonjak tinggi atau justru merosot tajam hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Fenomena ini bukanlah sebuah kebetulan atau hasil dari permainan acak, melainkan […]

  • BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BRI BO Rawamangun melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Rawamangun. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai rasa kebangsaan serta semangat nasionalisme. Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus menghayati kembali nilai-nilai […]

  • Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Terus Melemah, Bittime Hadirkan Aset-Aset Tokenisasi RWA Sebagai Alternatif Diversifikasi Portofolio

    Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Terus Melemah, Bittime Hadirkan Aset-Aset Tokenisasi RWA Sebagai Alternatif Diversifikasi Portofolio

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Mei 2026 – Kondisi ekonomi nasional saat ini sedang menghadapi tantangan besar seiring dengan nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini menyentuh level Rp17.600. Bertepatan dengan ini Bittime, menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) berbasis Stocks. Sebelumnya, investor seringkali menghadapi berbagai hambatan birokrasi dan […]

  • Dukung Stimulus Pemerintah 30 Persen, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Lebih dari Setengah Juta Tempat Duduk selama Angkutan Lebaran

    Dukung Stimulus Pemerintah 30 Persen, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Lebih dari Setengah Juta Tempat Duduk selama Angkutan Lebaran

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Salah satu moda transportasi yang diberikan stimulus adalah kereta api. Pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Salah satu moda transportasi yang diberikan stimulus adalah kereta api. Melalui stimulus tersebut, pemerintah menetapkan diskon tarif sebesar 30 persen untuk moda transportasi kereta api guna menjaga daya beli […]

  • Kelas Brevet: Platform Pelatihan Brevet Pajak Online Berizin Resmi

    Kelas Brevet: Platform Pelatihan Brevet Pajak Online Berizin Resmi

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 90
    • 0Komentar

    (Jakarta) – Di tengah kompleksitas regulasi perpajakan Indonesia yang terus berkembang, kebutuhan akan profesional yang kompeten di bidang perpajakan semakin meningkat. Kelas Brevet hadir sebagai solusi pelatihan Brevet Pajak AB online yang terdaftar resmi, memberikan kesempatan bagi para profesional untuk meningkatkan kompetensi mereka secara fleksibel. Lembaga Terdaftar Resmi Kelas Brevet merupakan platform pelatihan Brevet Pajak […]

expand_less