Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Jakarta, 28 September 2026 – Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September dengan momentum yang masih relatif kuat setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pergerakan menuju Oktober diperkirakan tidak akan sepenuhnya mulus, dengan area US$82.900–US$83.000 menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan apakah reli berlanjut atau pasar memasuki fase koreksi.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (28/9), Bitcoin diperdagangkan sekitar US$83.400, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam. Meski terkoreksi secara harian, BTC masih menguat sekitar 7,5% dalam 30 hari terakhir.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Bitcoin memasuki Oktober dalam posisi yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya, tetapi investor perlu memperhatikan kemampuan harga mempertahankan area support terdekat.

“Setelah reli yang cukup kuat, konsolidasi atau koreksi jangka pendek merupakan bagian yang wajar dari pergerakan pasar. Area US$83.000 menjadi menarik untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di sekitar level tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih relatif terjaga dan peluang untuk kembali menguji level yang lebih tinggi tetap terbuka,” ungkap Yudho.

US$83.000 Jadi Level Kunci

Secara teknikal, area US$82.900–US$83.000 dipandang sebagai support penting memasuki Oktober. Selama area tersebut bertahan, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji US$88.600 hingga US$92.200.

Sebaliknya, penurunan yang konsisten di bawah US$83.000 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$81.600, sebelum area rata-rata 50 pekan di kisaran US$78.700 kembali menjadi perhatian.

Yudho menilai koreksi tidak selalu berarti berakhirnya tren naik. Setelah kenaikan yang cepat, pasar justru membutuhkan periode konsolidasi untuk mengurangi leverage dan membentuk basis harga yang lebih sehat.

“Perlu dibedakan adalah koreksi normal dan perubahan tren. Penurunan singkat di bawah US$83.000 belum otomatis mengubah outlook menjadi bearish. Namun, jika harga gagal kembali ke area tersebut dan tekanan jual meningkat, pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan konsolidasi yang lebih dalam,” jelas Yudho.

Dana Institusi Masih Mengalir Deras

Salah satu faktor yang masih menopang prospek Bitcoin adalah permintaan dari investor institusional.

ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan yang berakhir 25 September, menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025. Arus dana tersebut bahkan membuat posisi net flow ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif.

BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan sekitar US$1,2 miliar inflow selama sepekan, diikuti Fidelity FBTC sekitar US$701,7 juta. Secara keseluruhan, spot Bitcoin ETF mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk positif hingga 25 September.

“Arus dana ETF memberikan sinyal bahwa demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting dalam pemulihan Bitcoin. Akan lebih konstruktif lagi apabila inflow tetap bertahan ketika harga bergerak sideways atau mengalami koreksi, karena itu menunjukkan investor tidak sekadar mengejar momentum kenaikan,” kata Yudho.

Bitcoin sebelumnya sempat menembus US$86.000 dan menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan pada pekan lalu, bahkan setelah The Fed menaikkan suku bunga. Reli tersebut antara lain didukung arus dana ETF, short covering, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.

Oktober Punya Sejumlah Katalis Besar

Meski faktor teknikal dan institusional masih mendukung, arah Bitcoin pada Oktober tetap berpotensi ditentukan oleh kondisi makro AS.

The Fed pada 16 September telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, dengan alasan inflasi masih berada pada level yang tinggi.

Selanjutnya, pasar kripto akan menghadapi laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober, disusul rilis risalah FOMC pada 7 Oktober dan data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober. The Fed kemudian kembali menggelar pertemuan kebijakan pada 27–28 Oktober.

Menurut Yudho, kombinasi data tersebut membuat Oktober berpotensi tetap menjadi bulan dengan volatilitas tinggi.

“Pasar saat ini sudah melewati satu kenaikan suku bunga, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah The Fed masih perlu mempertahankan sikap agresif. Data tenaga kerja dan inflasi Oktober akan sangat menentukan ekspektasi tersebut. Jika tekanan inflasi mulai mereda tanpa pelemahan ekonomi yang tajam, kondisi itu dapat memberikan ruang lebih baik bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” terangnya.

Di sisi lain, inflasi yang kembali meningkat atau sinyal pengetatan lebih lanjut dari The Fed dapat mendorong yield obligasi AS naik dan membuat investor kembali lebih defensif.

Peluang Reli Masih Terbuka, tapi Waspadai Koreksi

FLOQ melihat prospek Bitcoin memasuki Oktober masih konstruktif selama harga mampu menjaga struktur support utama dan permintaan institusional tetap kuat.

Area US$83.000 menjadi level pertama yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali mendapatkan momentum dan menembus resistance berikutnya, area US$88.600–US$92.200 dapat menjadi zona yang kembali diperhatikan pasar.

Namun, skenario koreksi tetap perlu diperhitungkan, terutama setelah kenaikan kuat sejak Agustus. Penembusan support secara berkelanjutan dapat membawa Bitcoin menuju US$81.600 hingga area US$78.700 sebelum pembeli kembali menguji kekuatan pasar.

“Outlook Oktober menurut kami bukan soal apakah Bitcoin harus terus naik tanpa koreksi. Yang lebih penting adalah apakah setiap koreksi masih direspons oleh permintaan spot dan institusional. Selama struktur tersebut terjaga, peluang melanjutkan tren kenaikan tetap terbuka. Tetapi investor tetap perlu disiplin karena volatilitas berpotensi meningkat menjelang data inflasi dan pertemuan The Fed berikutnya,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

    Hilirisasi Nikel di Sulawalesi Potensi Dorong Ekonomi Lokal Tangguh

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hilirisasi nikel dinilai akan mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan produksi hasil tambang, sekaligus berdampak langsung dalam mendorong ketangguhan ekonomi lokal yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diamanatkan kepada PT Vale […]

  • Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menyiapkan Sistem ERP di Cabang Baru

    Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menyiapkan Sistem ERP di Cabang Baru

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan sistem ERP di cabang baru bergantung pada kompleksitas sistem, jumlah pengguna, dan kebutuhan integrasi. Dengan perencanaan yang tepat, proses implementasi dapat dilakukan lebih cepat dan minim gangguan terhadap operasional. Lokasi cabang baru sudah disewa dan renovasi berjalan sesuai jadwal. Tanggal pembukaan pun sudah diumumkan kepada pelanggan. Namun, pertanyaan soal kesiapan […]

  • Indonesia Peringkat 5 Asia dalam Publikasi Ilmiah 2024, Konsistensi Publikasi Bereputasi Jadi Tantangan

    Indonesia Peringkat 5 Asia dalam Publikasi Ilmiah 2024, Konsistensi Publikasi Bereputasi Jadi Tantangan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Indonesia menempati peringkat ke-19 dunia dan peringkat ke-5 di Asia dalam jumlah publikasi ilmiah tahun 2024 berdasarkan data SCImago Journal Rank yang bersumber dari Scopus. Indonesia mencatatkan capaian penting dalam peta riset global tahun 2024. Berdasarkan data terbaru, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-19 dunia dalam jumlah publikasi ilmiah serta peringkat ke-5 di kawasan Asia. Pencapaian […]

  • Ciara Jadi Inisiator Body Salve Kemangi Pertama di Indonesia, Hadirkan Inovasi Body Care Berbasis Bahan Lokal dan Riset Ilmiah

    Ciara Jadi Inisiator Body Salve Kemangi Pertama di Indonesia, Hadirkan Inovasi Body Care Berbasis Bahan Lokal dan Riset Ilmiah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Ciara tidak hanya fokus pada kecantikan, tapi juga mendukung kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Produk-produk Ciara dibuat dengan bahan alami dan organik yang aman digunakan tanpa kandungan kimia berbahaya. Ciara berkomitmen penuh terhadap keberlanjutan dan etika dalam setiap aspek bisnis. Bahan-bahan produk diperoleh dari sumber yang bertanggung jawab dan mendukung pertanian lokal, dengan fokus […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Partisipasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva dalam CEO Forum ASEAN Ports and Logistics 2026 Jakarta, 23 Agustus 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan dengan berpartisipasi sebagai pembicara pada CEO Forum dalam ajang 24th ASEAN Ports and Logistics 2026 yang diselenggarakan pada 7–9 Juli 2026 di Sofitel Kuala […]

  • JTT Pastikan Kesiapan Layanan Operasional Hadapi Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih 2026

    JTT Pastikan Kesiapan Layanan Operasional Hadapi Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih 2026

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Bekasi (13/05) – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di seluruh ruas jalan tol yang dikelola dalam rangka menghadapi periode libur panjang Kenaikan Isa Almasih Tahun 2026. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman, nyaman, dan lancar selama periode peningkatan mobilitas masyarakat. Vice President Corporate Secretary & […]

expand_less