Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Indonesia Turun ke Peringkat 14 Kripto Global, Ada Apa dengan Penggunanya?

Indonesia Turun ke Peringkat 14 Kripto Global, Ada Apa dengan Penggunanya?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Jakarta, 29 September 2026 — Posisi Indonesia dalam peta adopsi kripto global mengalami perubahan. Laporan terbaru Chainalysis menempatkan Indonesia di peringkat ke-14 dunia pada 2026, turun dari posisi ketujuh pada tahun sebelumnya. Namun di dalam negeri, jumlah akun konsumen aset kripto justru terus tumbuh hingga mendekati 23 juta.

Fenomena tersebut memperlihatkan tantangan baru bagi industri kripto nasional. Pertumbuhan jumlah pengguna ternyata belum otomatis menghasilkan aktivitas dan nilai transaksi yang lebih tinggi.

Dalam 2026 Global Crypto Adoption Index, Indonesia berada di peringkat ke-14 dari 117 negara. Indonesia menempati posisi ke-11 untuk total aliran transaksi, peringkat ke-12 untuk saldo aset kripto, posisi ke-13 untuk aktivitas peer-to-peer (P2P), serta peringkat ke-10 untuk transaksi lintas negara. Brasil menjadi negara dengan skor adopsi tertinggi pada 2026, disusul Amerika Serikat, Nigeria, Jepang, Korea Selatan, India, Ukraina, Thailand, Afrika Selatan, dan Kanada dalam jajaran sepuluh besar.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai penurunan peringkat tersebut tidak tepat jika langsung diterjemahkan sebagai hilangnya minat masyarakat Indonesia terhadap kripto. Menurutnya, perubahan peringkat lebih perlu dilihat dalam konteks dinamika adopsi, pertumbuhan pengguna, serta perkembangan pasar kripto di negara-negara lain yang juga terus mengalami perubahan.

“Peringkat ini penting sebagai benchmark global, tetapi jangan dibaca seperti rapor tunggal industri. Di dalam negeri kita justru melihat jumlah pengguna masih bertambah cukup kuat. Pertanyaan yang lebih relevan sekarang adalah seberapa aktif pengguna tersebut, berapa besar likuiditas yang berputar, dan apakah mereka menemukan produk serta utilitas yang membuat mereka bertahan di ekosistem,” ujar Yudho.

Perbandingan ranking antar-tahun juga perlu dilakukan secara hati-hati. Chainalysis menggunakan metodologi baru pada edisi 2026 dengan empat indikator utama, yaitu aliran dana melalui layanan kripto, aktivitas P2P domestik, aliran lintas negara, serta saldo aset on-chain. Periode pengukuran mencakup Juli 2025 hingga Juni 2026.

Pengguna Naik, Uang yang Berputar Justru Turun

Di dalam negeri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, meningkat 1,03% dari 22,69 juta akun pada Juni. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang masih sekitar 16,50 juta akun, basis pengguna bertambah sekitar 39% dalam setahun.

Namun tren transaksi bergerak ke arah sebaliknya.

Nilai transaksi aset kripto pada Juli 2026 tercatat hanya Rp20,52 triliun, turun 28,2% dibandingkan Rp28,58 triliun pada Juni. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang mencapai Rp52,46 triliun, nilai transaksi bulanan turun sekitar 60,9%.

Secara kumulatif, transaksi sepanjang Januari-Juli 2026 tercatat sekitar Rp171,12 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp276,45 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Yudho, data tersebut menggambarkan perubahan yang cukup fundamental dalam perilaku pengguna kripto Indonesia.

“Kita sekarang punya lebih banyak orang yang mengenal dan memiliki akses ke kripto, tetapi nominal dan frekuensi transaksinya belum tentu ikut naik. Jadi tantangan industri sudah bergeser. Bukan hanya bagaimana mendapatkan user baru, melainkan bagaimana mengubah user menjadi partisipan yang aktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menilai kondisi ekonomi, volatilitas pasar global, serta kecenderungan investor menjadi lebih selektif turut memengaruhi aktivitas transaksi domestik.

“Pengguna saat ini cenderung lebih hati-hati. Mereka tidak otomatis meninggalkan pasar, tetapi lebih selektif menentukan kapan masuk, berapa besar dana yang dialokasikan, dan produk apa yang digunakan,” tambah Yudho.

Ranking Turun di Tengah Pasar Global yang Bertahan

Menariknya, laporan Chainalysis menunjukkan pelemahan harga tidak serta-merta membuat aktivitas kripto dunia menghilang.

Sepanjang periode pengukuran, kapitalisasi pasar kripto global sempat menyusut sekitar 50% atau sekitar US$2,1 triliun. Namun, aktivitas ekonomi on-chain secara global hanya mengalami penurunan sekitar 1,6%, dari US$9,5 triliun menjadi US$9,4 triliun. Chainalysis menilai, semakin beragamnya penggunaan aset kripto membuat aktivitas on-chain tetap relatif bertahan, meski pasar sedang berada dalam periode bearish.

Bagi Yudho, tren tersebut menjadi pesan penting bagi industri Indonesia. Pertumbuhan ke depan tidak bisa terlalu bergantung pada kenaikan harga aset dan aktivitas trading spot semata.

“Pasar global menunjukkan bahwa ekosistem kripto semakin luas. Aktivitas tidak lagi hanya ditentukan oleh orang membeli Bitcoin atau altcoin untuk menunggu harga naik. Ada stablecoin, tokenisasi aset, derivatif, layanan institusi, hingga berbagai aktivitas berbasis blockchain lainnya,” katanya.

Industri RI Mulai Masuk Fase Baru

Dari sisi infrastruktur, industri aset digital Indonesia sebenarnya terus berkembang.

Per Juli 2026, ekosistem domestik telah ditopang oleh dua bursa aset keuangan digital, dua lembaga kliring, dua pengelola tempat penyimpanan, dan 26 pedagang aset keuangan digital berizin.

Ruang inovasi juga semakin luas. Sejumlah model bisnis telah melewati regulatory sandbox OJK, termasuk tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, tokenisasi manfaat kepemilikan properti, stablecoin Rupiah, kustodian aset digital non-perdagangan, hingga manajer dana kripto.

Menurut Yudho, perkembangan ini dapat menjadi fondasi agar fase pertumbuhan industri berikutnya tidak hanya mengandalkan jumlah akun baru.

“Kalau fase pertama industri adalah memperbesar awareness dan akses, fase berikutnya adalah memperdalam pasar. Kita membutuhkan variasi produk, likuiditas yang lebih baik, edukasi yang lebih relevan, serta use case yang membuat masyarakat melihat aset digital bukan sekadar instrumen spekulasi jangka pendek,” tutur Yudho.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang masih berada di peringkat ke-10 dunia untuk aktivitas kripto lintas negara dalam indeks Chainalysis 2026. Menurutnya, posisi tersebut menunjukkan Indonesia tetap memiliki keterhubungan yang kuat dengan ekosistem aset digital global.

“Indonesia masih memiliki modal yang besar: hampir 23 juta akun konsumen, infrastruktur regulasi yang semakin lengkap, dan pasar digital yang besar. Penurunan ranking seharusnya menjadi momentum evaluasi untuk meningkatkan kualitas adopsi, bukan sekadar mengejar posisi di tabel,” katanya.

CEO FLOQ menilai ukuran keberhasilan industri ke depan perlu diperluas. Bukan hanya jumlah pengguna baru, tetapi juga tingkat pengguna aktif, kedalaman likuiditas, keberagaman produk, serta kemampuan industri domestik mempertahankan aktivitas transaksi di dalam ekosistem yang berizin.

“Kalau jumlah pengguna terus tumbuh dan pada saat yang sama kita mampu meningkatkan aktivitas, literasi, serta pilihan produknya, Indonesia masih punya peluang besar untuk kembali memperkuat posisinya dalam industri aset digital global,” pungkas Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Hari Pelanggan Nasional, Pemimpin Cabang BRI BO Cut Mutiah Sambut Nasabah dengan Hangat

    Semarak Hari Pelanggan Nasional, Pemimpin Cabang BRI BO Cut Mutiah Sambut Nasabah dengan Hangat

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, BRI Branch Office (BO) Cut Mutiah menghadirkan momen spesial bagi para nasabah yang datang ke banking hall untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Peringatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Berbeda dari pelayanan pada umumnya, momentum Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan jajaran BRI BO Cut Mutiah untuk memberikan […]

  • KAI Divre IV Tanjungkarang Laksanakan Medical Check Up Bagi Seluruh Pegawai, Pastikan Kesehatan dan Keselamatan Operasional

    KAI Divre IV Tanjungkarang Laksanakan Medical Check Up Bagi Seluruh Pegawai, Pastikan Kesehatan dan Keselamatan Operasional

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Medical Check Up (MCU) bagi seluruh pegawai yang berjumlah 2.182 orang. Pelaksanaan MCU ini dilakukan secara bertahap dan menyeluruh sebagai bagian dari […]

  • Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi

    Perkuat Pengamanan Aset HGU, PTPN Group Gandeng Kejati Lintas Provinsi

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    JAKARTA — Upaya memperkuat tata kelola dan pengamanan aset negara kian menjadi perhatian badan usaha milik negara (BUMN) sektor perkebunan. PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero) menggandeng sejumlah Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Sumatera dan Kalimantan untuk memperkuat perlindungan hukum atas aset Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola perusahaan. Kerja sama yang dijalankan […]

  • Indonesia Naik Kelas: FisTx Bawa Teknologi Tambak Nasional ke Pasar Asia Selatan dan Timur Tengah

    Indonesia Naik Kelas: FisTx Bawa Teknologi Tambak Nasional ke Pasar Asia Selatan dan Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Startup teknologi akuakultur asal Yogyakarta, FisTx, menandatangani kerja sama distribusi eksklusif dengan perusahaan Pakistan, menandai pergeseran Indonesia dari pengekspor komoditas perikanan menjadi pengekspor teknologi budidaya. PT Aditya Inovasi Makmur (FisTx), perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pak Gharo Agri & Livestock Farms, perusahaan konsultan dan pengembang proyek akuakultur komersial asal Pakistan. […]

  • Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

    Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Telkom AI Center mendorong penguatan talenta AI melalui pendekatan Human-in-the-Loop dalam Workshop METC, hasil kolaborasi bersama Microsoft dan Dicoding untuk menjawab kebutuhan industri di era transformasi digital. Bandung, 15 April 2026 — Di tengah pesatnya transformasi industri global, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi standar baru di berbagai sektor. Namun, keberhasilan implementasinya sangat ditentukan […]

  • KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Atur Waktu Perjalanan Mudik H1 Lebaran

    KAI Daop 1 Jakarta Ajak Masyarakat Atur Waktu Perjalanan Mudik H1 Lebaran

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa ketersediaan tempat duduk kereta api jarak jauh reguler pada masa Angkutan Lebaran 2026 masih mencukupi, khususnya untuk sejumlah tanggal keberangkatan yang relatif belum padat. Hingga Rabu (4/2), total pemesanan tiket KA reguler keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir tercatat 228.506 tiket. Meski […]

expand_less