Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

Pertumbuhan Kripto Tinggi, Apakah Investor Indonesia Sudah Aman?

  • account_circle editor News
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Jakarta, 22 Januari 2026 – Ramainya kripto belakangan ini menempatkan aspek keamanan dan perlindungan investor kembali ke pusat perhatian. Di tengah pertumbuhan adopsi yang cepat, penguatan regulasi dan literasi dinilai penting agar ekosistem berkembang secara sehat dan inklusif.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan bahwa mayoritas investor kripto di Indonesia memiliki tingkat pendapatan yang relatif terbatas. 

Dari 1.225 responden survei, sebanyak 1.093 investor tercatat memiliki pendapatan bulanan di bawah Rp8 juta, sementara hanya 132 responden yang berpenghasilan di atas angka tersebut. Dari sisi demografi, sebagian besar investor berusia di bawah 35 tahun dan mayoritas merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi kripto di Indonesia banyak digerakkan oleh kelompok usia produktif awal yang secara finansial belum memiliki bantalan ekonomi yang kuat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Jumlah investor juga terus meningkat, dengan total 19,56 juta investor hingga November 2025, naik dari 19,08 juta investor pada Oktober 2025. Data tersebut mempertegas bahwa kripto telah berkembang menjadi fenomena besar dalam sistem keuangan nasional, bahkan menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar negara dengan adopsi kripto tercepat di dunia.

LPEM FEB UI dalam riset berjudul “Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia” menekankan bahwa potensi pertumbuhan aset kripto perlu dibarengi kebijakan strategis agar ekosistemnya tetap sehat dan berkelanjutan. Peralihan status kripto dari komoditas menjadi aset keuangan digital melalui Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 dinilai memperkuat posisi kripto dalam sistem keuangan, namun sekaligus meningkatkan risiko apabila tidak diiringi praktik pasar yang sehat, termasuk pengawasan terhadap platform ilegal dan perlindungan investor.

Kuatkan Perlindungan Konsumen Kripto

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai temuan ini menegaskan bahwa perlindungan investor harus menjadi fokus utama, terutama karena mayoritas investor datang dari kelompok yang ruang amannya terbatas.

“Ketika mayoritas investor kripto berpenghasilan di bawah Rp8 juta dan didominasi usia produktif awal, kita tidak bisa memandang kripto hanya dari sisi tren atau keuntungan sesaat. Tantangan utamanya adalah memastikan mereka punya pemahaman yang cukup, akses ke platform legal, dan perlindungan yang kuat,” ujar Calvin.

Ia menambahkan, peralihan pengawasan aset kripto ke OJK perlu dimaknai sebagai momentum memperkuat praktik pasar yang sehat. “Peraturan OJK Nomor 27 Tahun 2024 adalah langkah penting karena menegaskan kripto sebagai aset keuangan digital. Namun, transisi ini harus diikuti dengan penguatan pengawasan, penindakan platform ilegal, serta standar perlindungan konsumen yang makin ketat agar ekosistemnya bertumbuh dengan cara yang benar,” kata Calvin.

Di sisi lain, riset LPEM FEB UI juga mencatat kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi investor kripto. Kanal seperti Twitter, Telegram, dan Discord disebut sangat mempengaruhi keputusan investasi sebesar 57,89%, disusul oleh influencer dan YouTuber kripto sebesar 30,77%. 

Kondisi ini memperkuat urgensi peningkatan literasi keuangan digital serta peninjauan ulang aturan periklanan kripto agar tidak menyesatkan masyarakat, terutama investor pemula. “Di era ketika informasi bergerak cepat di media sosial, literasi menjadi benteng pertama. Edukasi tidak boleh kalah cepat dari promosi, dan platform legal harus aktif membangun pemahaman yang seimbang tentang risiko dan kehati-hatian,” ujar Calvin.

Tantangan Perkembangan Industri Kripto

Tantangan lain yang disoroti adalah masih maraknya aktivitas di platform ilegal. Meski investor di platform legal tercatat lebih aktif dengan rata-rata 60 transaksi per tahun senilai Rp55 juta, transaksi di platform ilegal justru mencatat nilai jual beli lebih besar, mencapai rata-rata Rp88,7 juta per tahun. Akibatnya, potensi penerimaan pajak yang hilang diperkirakan mencapai Rp1,1–1,7 triliun per tahun. Kondisi ini dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan ekosistem kripto yang legal dan terpercaya.

Calvin menekankan bahwa upaya memberantas platform ilegal perlu dibarengi penguatan literasi dan kolaborasi multipihak agar manfaat kripto tidak berubah menjadi risiko sosial. 

“Kita perlu ekosistem yang aman dan inklusif, karena kripto punya potensi mendorong inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat bermodal kecil. Tapi tanpa literasi yang memadai, perlindungan data, dan penegakan terhadap pihak ilegal, kelompok yang paling rentan justru bisa menjadi pihak yang paling terdampak,” tutur Calvin.

Menurutnya, kolaborasi antara regulator, industri, komunitas, dan akademisi menjadi kunci agar perdagangan aset kripto dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia secara aman dan berkelanjutan.

 “Kunci pertumbuhan yang sehat adalah kolaborasi. Regulator memastikan rambu dan penegakan, industri memastikan kepatuhan dan perlindungan pengguna, komunitas memperluas edukasi, dan akademisi menyediakan riset sebagai dasar kebijakan. Kalau ini berjalan bersama, kripto bisa memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan keamanan investor,” pungkas CEO Tokocrypto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: editor News

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan, XAU/USD Berpotensi Uji Area Resistance 5.041

    Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan, XAU/USD Berpotensi Uji Area Resistance 5.041

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Harga emas global kembali memperlihatkan performa positif pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026 setelah sebelumnya mengalami tekanan signifikan. Pemulihan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan meningkatnya risiko geopolitik global. Kondisi tersebut memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia untuk mempertahankan momentum penguatannya, dengan […]

  • Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga, Perkuat Pengalaman Perjalanan melalui Travoy Rest dan Jasamarga Tollroad Command Center

    Danantara Indonesia Tinjau Transformasi Layanan Jasa Marga, Perkuat Pengalaman Perjalanan melalui Travoy Rest dan Jasamarga Tollroad Command Center

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta (22/07), Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mendampingi Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria meninjau Travoy Rest KM 88A dan Travoy Rest KM 88B Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Jawa Barat, pada Selasa (21/07). Tinjauan kemudian dilanjutkan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), […]

  • Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T

    Inspeksi Visual dan Thermal Jarak Jauh dengan DJI Zenmuse H30T

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Inspeksi aset industri dari jarak aman membutuhkan sistem yang bisa menghasilkan data visual dan thermal beresolusi tinggi tanpa mengharuskan tim berada di dekat aset. Flare stack, menara transmisi, dan fasilitas produksi aktif adalah contoh aset yang tidak bisa diinspeksi secara langsung tanpa risiko keselamatan yang signifikan. DJI Zenmuse H30T hadir sebagai payload inspeksi multi-sensor yang […]

  • MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

    MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    AKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap daerah operasional. Komitmen ini tidak semata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi sebagai cara perusahaan mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan, keseimbangan lingkungan serta sosial di sekitar wilayah operasional. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy […]

  • Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

    Dukung Swasembada Pangan, PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA – Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo, menyambut baik sinergi antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) dalam mendukung pengembangan kedelai nasional. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi menuju swasembada kedelai sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian di Indonesia. Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan […]

  • KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026

    KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Memasuki paruh kedua 2026, KAI Logistik melalui layanan KALOG Express terus memperkuat perannya dalam menghadirkan konektivitas logistik yang andal bagi masyarakat Indonesia. Pada Agustus 2026, volume pengiriman KALOG Express mencapai 8.369 ton atau lebih dari 310 ribu paket, meningkat sekitar 30% dibandingkan rata-rata volume bulanan Semester I 2026 sekaligus menjadi capaian volume bulanan tertinggi sepanjang […]

expand_less