Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.

JAKARTA – Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir
ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin
diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam
terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.

Fasilitator Ekspor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa
Perdagangan  (PPEJP) Dede Saputra
mengatakan, pengusaha UMKM perlu mengubah pendekatan dari produk sebagai pusat
(product centric) menjadi kebutuhan pembeli (buyer centric) di
negara tujuan ekspor.

“Produk yang bagus saja tidak cukup. Buyer tidak hanya membeli
produk tapi keberlanjutan dan kepatuhan pada regulasi di negaranya. Pengusaha
UMKM harus paham bagaimana negara tujuan ekspor memutuskan dalam memilih
pemasok,” ujar Dede di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dia menegaskan hal itu ketika menjadi pembicara pada sesi Export
Bootcamp
yang merupakan rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia
(UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global.
Acara
yang diselenggarakan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di
bawah Payung Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia” ini menghadirkan
lebih dari 180 UMKM dari seluruh Nusantara.

Dede yang juga Tenaga Ahli Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu
melanjutkan terdapat tiga pilar yang menjadi pertimbangan buyer untuk
memilih pemasok, khususnya jika menggunakan skema Business-to-Business (B2B).

Pertama, kepatuhan regulasi dan sertifikasi. Buyer internasional, katanya,
akan melakukan mitigasi risiko seperti kontainer barang yang tertahan di bea
cukai atau pemanggilan kembali produk (recall). Untuk menghindari hal
itu, pengusaha UMKM wajib memenuhi kelayakan mutu produk dan sejumlah syarat
sertifikasi di negara tujuan.

Dia mencontohkan untuk ekspor produk pangan ke pasar China, pengusaha UMKM
wajib memiliki sertifikat General Administration of Customs of the People’s
Republic of China
(GACC), sementara untuk masuk ke pasar Amerika Serikat, suatu
produk wajib memenuhi standar Food and Drug Administration (FDA).

Kedua, pengusaha UMKM harus memperhatikan keandalan pasokan produk. Keandalan
pasokan produk, tambahnya, terkait dengan jaminan kelancaran stok, memenuhi
standar operasional perusahaan (SOP), dan kualitas produk secara konsisten.

Dede mengingatkan ketika UMKM membawa contoh produk pada pameran
internasional atau business matching, pengusaha usaha harus bisa
memastikan pasokan jangka panjang. Ukuran keberhasilan dari pameran
internasional pertama-tama ialah mendapatkan buyer berkelanjutan, bukan
tentang produk yang laris.

“Jangan sampai saat diajak oleh Kemendag atau Bank Indonesia dalam
ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI), kita hanya jadi penghibur. Harus siap
segala macamnya,” tegas Dede.

Pilar ketiga, lanjut Dede, berkaitan dengan skema perdagangan
khususnya B2B. Buyer umumnya menghitung berdasarkan satuan palet atau
kontainer dan bukan berdasarkan produk eceran. Pengusaha UMKM perlu merinci
penetapan harga, kapasitas produksi bulanan, kemampuan mesin, jumlah SDM,
manajemen pasokan, hingga biaya jalur pengiriman (forwarder).

“Perlu diingat untuk B2B, lebih dari 78% buyer mengeliminasi
calon pemasok jika spesifikasi teknis, kualitas, sertifikasi food safety,
kapasitas tidak tercantum secara transparan sejak awal,” tegasnya.

Tren Pasar Global

Dede menambahkan pengusaha UMKM juga perlu belajar untuk membaca tren
kebutuhan pasar global atau validasi pasar. Cara paling sederhana, katanya,
ialah dengan melihat produk asal Indonesia yang paling laris di pasar global.

“Siapa pembeli terbesar, bagaimana tren pertumbuhan suatu produk,
karakter produk seperti apa, termasuk mapping Indonesian Trade Promotion
Center
(ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang bisa membantu
ekspor,” jelasnya.

Selain membaca tren pasar global, pengusaha UMKM juga perlu mengecek produk
yang potensial asal Indonesia yang diterima di pasar global. Saat ini, tiga
produk UMKM Indonesia yang banyak diminati antara lain kopi, cokelat, dan
sepatu olahraga.

Selain mengubah pola pikir, Dede meminta pengusaha UMKM untuk menghindari
empat hal yang membuat produk tidak diterima pasar global. Pertama,
materi promosi atau brosur yang tidak sesuai dengan pasar negara tujuan.

“Jangan buat profil perusahaan dalam bahasa Indonesia ketika mengincar
pasar ekspor,” paparnya.

Kedua, hindari membuat klaim palsu terkait kapasitas produksi. Alih-alih
menyebut mampu memproduksi dalam skala tak terbatas, pengusaha UMKM lebih tepat
menjelaskan secara rinci kapasitas produksi riil secara jujur. Ketiga, pengusaha
UMKM juga perlu memperjelaskan minimum order quantity (MOQ) yang jelas
dan realistis.

“Terakhir, pahami ada perbedaan zona waktu dengan buyer
sehingga harus responsif ketika berkomunikasi,” imbuhnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khidmat Peringati HUT ke-81 RI, Jajaran Manajemen BRI Region 6 Hadiri Upacara Kemerdekaan

    Khidmat Peringati HUT ke-81 RI, Jajaran Manajemen BRI Region 6 Hadiri Upacara Kemerdekaan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jajaran manajemen BRI Region 6 turut hadir dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar oleh BRI Region 6. Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme, menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat rasa cinta Tanah Air. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Regional Chief […]

  • Dua Demokrasi, Satu Ruang Digital: Apa Arti Kunjungan Narendra Modi bagi UMKM Indonesia?

    Dua Demokrasi, Satu Ruang Digital: Apa Arti Kunjungan Narendra Modi bagi UMKM Indonesia?

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Oleh T Koshy* Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Jakarta pada 7 Juli mendatang, perhatian publik kemungkinan akan tertuju pada agenda-agenda besar yang biasa menyertai kunjungan kenegaraan. Akan ada pembicaraan mengenai perdagangan, investasi, kerjasama strategis, hingga dinamika geopolitik Indo-Pasifik. Namun, dampak terbesar dari hubungan Indonesia dan India justru mungkin akan dirasakan […]

  • KAI Divre III Palembang Ajak Masyarakat Rencanakan Mudik Lebaran 2026 Lebih Awal

    KAI Divre III Palembang Ajak Masyarakat Rencanakan Mudik Lebaran 2026 Lebih Awal

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Palembang, 24 Januari 2026 – Mudik bukan sekadar perjalanan, tetapi momen pulang yang penuh cerita. Kabar gembira bagi masyarakat yang sudah merencanakan mudik Lebaran 2026, untuk membantu masyarakat merencanakan kepulangan ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga tercinta, PT KAI (Persero) membuka pemesanan tiket Lebaran 2026 lebih awal pada 25 Januari 2026. KAI Divre III […]

  • Indeks Hang Seng: Fungsi dan Perannya di Pasar Global

    Indeks Hang Seng: Fungsi dan Perannya di Pasar Global

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pasar keuangan kawasan Asia Timur telah lama menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi dunia yang perkembangannya selalu dipantau ketat oleh para pelaku pasar global. Di jantung aktivitas finansial kawasan ini, terdapat satu indikator performa pasar saham yang memegang peranan sangat vital, yaitu Indeks Hang Seng. Sebagai indeks pasar saham utama di Hong Kong, pergerakan nilainya […]

  • Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin

    Membangun Kekayaan Melalui Literasi Aset Kripto, Belajar dari Konsistensi Strategi Global dan Keunggulan Bitcoin

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Februari 2026 – Akhir-akhir ini Michael Saylor, sebagai tokoh sentral di balik transformasi perusahaan Strategy, telah memposisikan dirinya sebagai salah satu pendukung Bitcoin paling vokal di dunia melalui strategi akumulasi yang sangat konsisten. Hingga awal tahun 2026, perusahaan yang dipimpinnya telah memiliki lebih dari 714.644 BTC. Sebuah jumlah yang luar biasa dan menempatkan […]

  • Nira: Platform Cloud untuk Visualisasi 3D dan Pemantauan Perubahan Aset

    Nira: Platform Cloud untuk Visualisasi 3D dan Pemantauan Perubahan Aset

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Data survei drone menghasilkan model 3D beresolusi tinggi yang nilainya bergantung pada seberapa mudah data tersebut diakses, dianalisis, dan dibagikan kepada tim yang membutuhkannya. Platform visualisasi yang membutuhkan instalasi software khusus sering menjadi hambatan dalam siklus penggunaan data tersebut. Nira hadir sebagai platform cloud untuk visualisasi dan analisis model 3D yang dapat diakses langsung melalui […]

expand_less