Veritask Luncurkan AiYU Generasi Terbaru, Ungguli Model AI Generik dalam Pengujian Hukum Indonesia
- account_circle vritimes
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
Pengujian menunjukkan AI yang dibangun khusus untuk hukum Indonesia lebih andal menemukan dasar hukum yang tepat dan masih berlaku dibanding AI serbaguna.
Jakarta, 27 Oktober 2026 — Seberapa akurat AI menjawab pertanyaan hukum Indonesia? Untuk mengukurnya, Veritask menguji AiYU generasi terbaru, agentic AI hukum yang dikembangkannya, bersama tiga model AI serbaguna menggunakan 150 pertanyaan hukum Indonesia. Pengujian internal ini menilai ketepatan dasar hukum, relevansi sitasi dan pemahaman konteks regulasi Indonesia. Hasilnya, AiYU mencatat skor 82.1%. Angka ini lebih tinggi dari Chat GPT- Astra (73.6%), Claude Opus 5.5 (74.7%), dan Gemini 3.8 Flash (66.4%).
Pertanyaan ini penting karena masalah terbesar penggunaan AI di sektor hukum adalah jawaban yang terdengar meyakinkan, padahal pasalnya keliru atau aturannya sudah tidak berlaku. Veritask mempublikasikan metodologi dan hasil pengujian tersebut di https://veritask.link/report, sehingga publik dapat menilai sendiri seberapa akurat model AI dalam menjawab persoalan hukum Indonesia.
Berbeda dari AI serbaguna yang dirancang untuk berbagai topik, generasi terbaru AiYU dibangun khusus untuk sistem hukum Indonesia, termasuk memahami hierarki peraturan, status keberlakuan, dan perubahan ketentuan. Sumbernya adalah Indonesian Legal Corpus yang mencakup 99% regulasi Indonesia. Setiap jawaban disertai pasal, sumber, dan status keberlakuan yang bisa diperiksa langsung oleh pengguna. Saat ini AiYU telah digunakan oleh lebih dari 5.000 pengguna, mulai dari in-house counsel, advokat, dan konsultan hukum baik secara tim atau individu.
“Dalam membangun AI untuk sektor hukum, kualitas adalah prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, bahkan di atas faktor biaya dan waktu. Karena itu, kami menerapkan pendekatan quality-first dalam setiap tahap pengembangan AI. Sistem RAG (Retrieval-Augmented Generation) yang canggih tidak akan menghasilkan jawaban berkualitas tanpa didukung fondasi data yang kuat dan akurat. Melalui rilis terbaru ini, kami meningkatkan akurasi fondasi data hingga 98%, dengan cakupan yang meliputi 99% peraturan di Indonesia. Selain itu, setiap sumber yang digunakan dalam proses RAG dilengkapi dengan sitasi yang terhubung langsung ke naskah asli peraturan. Dengan demikian, pengguna AiYU dapat menelusuri dan memverifikasi dasar hukum di balik setiap jawaban yang dihasilkan AI,” ujar Eugenius Mario, Chief Product & Technology Veritask.
Teknologi Agentic di Balik Ekosistem Veritask
AiYU dibangun dengan teknologi agentic AI, yang memungkinkan AI merencanakan dan menjalankan serangkaian langkah secara mandiri melalui orkestrasi model AI, perangkat pencarian, dan mekanisme evaluasi. Dalam riset hukum, AiYU dapat menelusuri regulasi, memeriksa status keberlakuan, membandingkan ketentuan, lalu menyusun analisis berbasis sumber. Teknologi ini menjadi fondasi bagi tiga produk Veritask.
1. Core OS: basis peraturan terlengkap dengan pembaruan regulasi harian.
2. Legal OS: solusi untuk firma hukum dan tim legal in-house.
3. Compliance OS: pengelolaan kepatuhan perusahaan.
Manfaat bagi Industri Hukum Indonesia
Veritask melihat empat dampak utama bagi industri hukum. Pertama, risiko salah kutip dan penggunaan aturan yang sudah dicabut menjadi lebih kecil. Kedua, riset hukum yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa dilakukan dalam satu platform sehingga lebih cepat dan efisien. Ketiga, akses informasi hukum menjadi lebih merata, termasuk bagi firma kecil, UMKM, dan praktisi di luar kota besar. Keempat, budaya verifikasi semakin kuat: profesional hukum terbiasa memeriksa sumber primer,bukan sekadar menerima jawaban AI.
“Sebagai seorang pengacara atau advokat, penting bagi saya untuk mengetahui betul bahwa dokumen dan sumber informasi hukum yang saya gunakan akurat, benar, terkini, dan relevan. dan AiYU dibangun bukan untuk menggantikan keahlian praktisi hukum, tetapi untuk membantu mereka bekerja dengan akses informasi dan teknologi yang lebih baik,” ujar Dr. Sri Rahayu, Co-Founder Veritask
Generasi terbaru AiYU kini dapat dicoba melalui veritask.ai. Pengguna dapat langsung mengujinya dengan pertanyaan hukum mereka sendiri dan memeriksa dasar hukum di balik setiap jawaban.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
- Penulis: vritimes


