Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

Profesor Kardiologi University College London (UCL) Inggris: Pencegahan Jadi Kunci Penting Ketahanan Kesehatan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL), menekankan pentingnya memperkuat ketahanan kesehatan melalui pendekatan preventif dan pengendalian faktor risiko sejak dini. Dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, ia mendorong pergeseran sistem kesehatan yang selama ini berorientasi pada pengobatan menuju pencegahan penyakit berbasis bukti ilmiah. Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui perubahan perilaku dan gaya hidup secara bertahap, seperti meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola konsumsi makanan, mengurangi asupan gula, serta menyediakan alternatif yang lebih baik, termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, dan produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk tetap mengonsumsi nikotin.

Hasil survei terhadap 2.000 responden di Indonesia menunjukkan 77% masyarakat lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan, sementara 82% percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu transisi menuju gaya hidup sehat. Deanfield menegaskan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung kebijakan berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi lintas sektor, dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Jakarta – Sistem ketahanan kesehatan selama ini kerap dimaknai sebagai kemampuan merespons penyakit atau krisis. Namun, upaya pencegahan sejak dini dan pengendalian risiko perlu menjadi bagian penting dari strategi penguatan ketahanan kesehatan nasional.

Topik tersebut disampaikan Profesor John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL) dalam sambutannya di The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta, (21/10/2026). Menurut Deanfield, sistem kesehatan yang tangguh tidak hanya dibangun dengan meningkatkan kemampuan dalam mengobati penyakit. “Kita harus meningkatkan kemampuan dalam mencegah penyakit dan mengelola risiko. Ini adalah konsep yang paling penting,” ujarnya.

Deanfield menambahkan, hal ini tercermin pada sistem medis saat ini yang berorentasi pada pengobatan. Di banyak negara, sekitar 98 persen belanja kesehatan digunakan untuk pengobatan, sementara hanya 2 persen dialokasikan bagi perawatan preventif atau pencegahan.

“Kita harus bergerak ke hulu untuk mengatasi konsekuensi yang muncul di hilir. Kita perlu menangani faktor-faktor penyebab penyakit sejak dini, bukan hanya menangani dampaknya ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.

Deanfield memberikan sejumlah contoh tantangan kesehatan yang dapat diintervensi melalui pendekatan preventif. Misalnya, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan risiko kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau dapat dikelola sejak dini melalui perubahan perilaku dan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Sebaliknya, langkah-langkah kecil yang realistis dan dapat dijalankan secara konsisten justru berpotensi memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang.

Pentingnya pendekatan yang realistis dalam pencegahan penyakit juga tercermin dalam hasil survei yang dipaparkan Deanfield. Survei terhadap 2.000 responden di Indonesia itu menunjukkan masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya kesehatan preventif. Sebanyak 92% responden menilai program Cek Kesehatan Gratis yang dijalankan Pemerintah bermanfaat bagi mereka.

Di sisi lain, survei yang sama juga menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih menghadapi tantangan dalam menerapkan berbagai rekomendasi kesehatan Pemerintah dalam kehidupan sehari-hari, jika rekomendasi tersebut terlampau ketat dan malah menciptakan kekhawatiran yang berujung stres. Aktivitas yang dinilai sulit dilakukan secara konsisten antara lain berolahraga setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran sesuai anjuran, serta membatasi konsumsi gula.

Menurut Prof. Deanfield, temuan ini menunjukkan bahwa penetapan rekomendasi kesehatan sebagai strategi pencegahan perlu mempertimbangkan kondisi dan kapasitas masyarakat dalam menjalankannya. Rekomendasi kesehatan yang terlalu sulit dicapai berisiko menimbulkan tekanan atau stres tambahan yang justru dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Karena itu, upaya pencegahan perlu bersifat realistis, bertahap, dan langkah-langkah yang dapat dicapai dalam kehidupan sehari-hari.

”Survei tersebut menemukan bahwa 77% masyarakat Indonesia lebih memilih pendekatan kesehatan yang realistis dan mudah diterapkan. Selain itu, 82% responden percaya bahwa alternatif yang lebih baik dapat membantu masyarakat bertransisi menuju gaya hidup yang lebih sehat. Contoh dari alternatif-alternatif tersebut termasuk produk rendah atau tanpa gula, beras multigrain, hingga produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa yang memilih untuk terus mengonsumsi nikotin,” Deanfield menambahkan.

Menutup paparannya, Deanfield menekankan bahwa ketahanan kesehatan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap penyakit dan krisis. Karena itu, ia mendorong pergeseran fokus dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada pengobatan menuju pencegahan yang berbasis bukti ilmiah dan pengurangan faktor risiko. Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten, didukung lingkungan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, dapat memberikan manfaat kesehatan yang besar bagi individu maupun masyarakat secara luas dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan ketahanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana alam, ancaman penyakit menular, dan berbagai krisis kesehatan menunjukkan pentingnya sistem kesehatan yang mampu mengantisipasi, merespons, dan pulih dari berbagai ancaman secara cepat dan efektif.

“Untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap krisis kesehatan, memperkuat sinergi kesehatan sipil dan militer, mendorong inovasi serta kemandirian teknologi kesehatan, dan membangun kolaborasi global. Ancaman kesehatan tidak mengenal batas wilayah sehingga pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, dan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya dalam video sambutan yang ditayangkan sebagai pembuka SIERA 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Ekonomi Lokal di Kediri,  BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

    Dorong Ekonomi Lokal di Kediri, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kediri, 13 Februari 2026 – Di tengah denyut aktivitas ekonomi yang terus bergerak, Kota Kediri menunjukkan ketangguhannya sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan di Jawa Timur. Pada tahun 2024, perekonomian Kota Kediri tumbuh 3,43 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp168,75 triliun. Struktur ekonomi daerah ini didominasi […]

  • Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

    Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin, 6 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya dolar Amerika Serikat dan belum meredanya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di tingkat global. Kondisi ini membuat emas belum mampu kembali menarik minat investor secara signifikan, meskipun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih berlangsung. Berdasarkan analisis Dupoin Futures […]

  • 5 Kandungan Penting dalam Skincare Bayi yang Wajib Diperhatikan Orang Tua

    5 Kandungan Penting dalam Skincare Bayi yang Wajib Diperhatikan Orang Tua

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Memilih skincare bayi sering kali terasa membingungkan, terutama bagi orang tua baru. Rak toko penuh dengan berbagai produk, semuanya mengklaim “aman untuk bayi”. Padahal, kulit bayi sangat berbeda dengan kulit orang dewasa. Lebih tipis, lebih sensitif, dan masih dalam tahap perkembangan. Karena itu, memahami kandungan skincare bayi, ingredients skincare bayi, dan kandungan aman untuk bayi […]

  • KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

    KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan CSR Lebih dari Rp1,7 Miliar, Wujud Komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR). Sepanjang tahun 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang telah menyalurkan bantuan CSR di 38 lokasi dengan total nilai mencapai Rp1.251.755.800. Sementara itu, hingga April 2026, realisasi penyaluran CSR telah […]

  • HIT Piece: Lindungi Rumah dari Ancaman DBD di Musim Hujan

    HIT Piece: Lindungi Rumah dari Ancaman DBD di Musim Hujan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Jakarta — Indonesia merupakan salah satu negara yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD), terutama ketika musim hujan tiba. Curah hujan yang meningkat dapat menciptakan lebih banyak genangan air di sekitar lingkungan rumah, yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue. Nyamuk ini tidak hanya berkembang biak di genangan besar. […]

  • FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

    FLOQ Gandeng Blibli Tiket Rewards, Hadirkan Program “First Trade, First Reward” bagi Pengguna

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Maret 2026 – Platform jual beli aset kripto FLOQ mengumumkan kolaborasi dengan platform e-commerce Blibli melalui ekosistem Blibli Tiket Rewards, menghadirkan program bertajuk “First Trade, First Reward”.  Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh reward setelah menyelesaikan transaksi pertama pada aplikasi FLOQ. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan untuk menghadirkan pengalaman baru yang menghubungkan ekosistem e-commerce dan aset digital.  Program seperti Blibli Tiket Rewards menghadirkan pengalaman untuk pengguna mengumpulkan dan menukarkan poin dari berbagai aktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi, yang mencakup belanja melalui e-commerce Blibli, pemesanan tiket perjalanan dan hiburan melalui tiket.com, serta transaksi gaya hidup seperti dining dan berbelanja di merchant seperti Ranch Market dan berbagai partner retail lainnya.  Melalui kolaborasi dengan FLOQ, poin yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan konsumsi kini memiliki utilitas tambahan sebagai pintu masuk ke ekosistem aset digital. Dengan demikian, pengguna dapat menikmati journey yang lebih luas dengan mengumpulkan poin Blibli Tiket, menukarkan poin tersebut untuk mendapatkan benefit FLOQ, kemudian dapat mulai investasi kripto di FLOQ.  Pendekatan ini menghadirkan evolusi dari loyalty program konvensional menjadi gerbang menuju ekosistem finansial yang mumpuni, sekaligus menjembatani dunia lifestyle dengan dunia investasi digital. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi pengguna Blibli Tiket Rewards untuk memanfaatkan poin loyalitas yang mereka miliki menjadi manfaat yang lebih luas, termasuk untuk mengakses layanan perdagangan aset kripto.  Program loyalty seperti Blibli Tiket Rewards memungkinkan pengguna mengumpulkan dan menukarkan poin dari berbagai aktivitas dalam satu ekosistem terintegrasi, mulai dari e-commerce hingga layanan gaya hidup lainnya.   Melalui integrasi dengan FLOQ, poin tersebut kini memiliki utilitas tambahan sebagai pintu masuk ke ekosistem aset digital. Pendekatan ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri digital, di mana platform non-finansial mulai berperan dalam memperluas akses ke layanan keuangan berbasis teknologi.  “Kolaborasi dengan Ekosistem Blibli Tiket Rewards menjadi langkah strategis kami untuk menghadirkan akses yang lebih luas terhadap aset kripto melalui ekosistem digital yang sudah akrab dengan masyarakat. Kami melihat bahwa integrasi dengan platform lifestyle seperti Blibli dapat mempercepat adopsi kripto dengan cara yang lebih relevan dan mudah dipahami oleh pengguna,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ.  “Melalui program First Trade, First Reward, kami ingin memberikan pengalaman awal yang lebih seamless bagi pengguna baru untuk mulai bertransaksi aset digital. Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi lintas industri untuk memperluas inklusi keuangan digital di Indonesia,” tambahnya.  Bagi FLOQ, kemitraan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai platform digital, termasuk e-commerce dan lifestyle. Sementara itu, bagi Blibli, integrasi ini menambah opsi pemanfaatan poin dalam ekosistem loyalitas yang terus berkembang. Program loyalitas sendiri terbukti mampu meningkatkan engagement pengguna, di mana pelanggan cenderung lebih aktif bertransaksi setelah bergabung dalam program reward.   […]

expand_less