Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

Pemerintah Bahas Skema Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Melalui pembahasan ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan skema pembiayaan perumahan bagi MBT. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh fasilitas KPR yang tersedia dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Jakarta, 3 November 2026 – Pemerintah bersama asosiasi pengembang perumahan membahas pengembangan skema pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT), yakni kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tersedia saat ini. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses kepemilikan rumah melalui skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat di Gedung Kantor Pos Ibukota, Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta. Rapat dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, serta dipimpin oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, bersama Staf Khusus Kementerian PKP. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan asosiasi pengembang, di antaranya Realestat Indonesia (REI), Pengembang Indonesia, Himperra, dan APERSI.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel, menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi seluruh asosiasi pengembang untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat pemasaran dan sosialisasi perumahan. “Kita harus terus bekerja keras dan berpikir progresif untuk mendorong pencapaian program perumahan. Dukungan asosiasi pengembang sangat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi dan membantu pemasaran serta sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menekankan perlunya integrasi berbagai sumber daya ekonomi untuk membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih inklusif. Menurutnya, pengembangan skema pembiayaan perlu melibatkan pemerintah, perbankan, sektor swasta, dan pengembang agar akses kepemilikan rumah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani. “Yang paling penting adalah bagaimana kita mengintegrasikan seluruh sumber daya ekonomi Indonesia, baik pemerintah maupun swasta, sehingga ekosistem perumahan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Heru.

Berdasarkan data BP Tapera periode 2025 hingga 9 Oktober 2026, dari total 456.029 penerima manfaat FLPP, sebanyak 93,7 persen merupakan masyarakat berpenghasilan hingga Rp8 juta per bulan. Rinciannya, 28,07 persen memiliki penghasilan hingga Rp4 juta, 45,29 persen berpenghasilan Rp4 juta hingga Rp6 juta, dan 20,34 persen berpenghasilan Rp6 juta hingga Rp8 juta. Sementara itu, kelompok berpenghasilan di atas Rp8 juta mencapai 6,3 persen dari total penerima manfaat.

Data tersebut menunjukkan adanya ruang pengembangan pembiayaan perumahan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan di atas Rp8 juta yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh skema FLPP. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pembiayaan yang mempertimbangkan preferensi, daya beli, serta kapasitas finansial kelompok masyarakat tersebut.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah juga menyoroti perlunya pengembangan skema pembiayaan yang dapat menjembatani kebutuhan masyarakat di antara kelompok penerima KPR subsidi dan kelompok yang mampu mengakses KPR komersial. Skema baru diharapkan memberikan alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau sekaligus memperluas segmen masyarakat yang dapat memiliki rumah.

Selain pengembangan skema pembiayaan, rapat turut membahas pentingnya integrasi dukungan pemerintah, perbankan, pengembang, dan sektor swasta. Sejumlah masukan dari asosiasi pengembang disampaikan, antara lain terkait penyesuaian batas harga rumah berdasarkan karakteristik wilayah, kepastian regulasi, insentif perpajakan, serta peningkatan kapasitas penyediaan hunian.

Melalui pembahasan ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan skema pembiayaan perumahan bagi MBT. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini belum terjangkau oleh fasilitas KPR yang tersedia dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Emas Digital Menjadi Opsi Baru Investor untuk Diversifikasi Aset

    Aset Emas Digital Menjadi Opsi Baru Investor untuk Diversifikasi Aset

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Ketidakpastian global kembali mendorong investor mencari perlindungan nilai. Inflasi yang masih fluktuatif, tensi geopolitik, serta pergerakan pasar keuangan yang sulit diprediksi membuat strategi diversifikasi aset semakin relevan. Dalam konteks ini, emas kembali mendapat perhatian, tidak hanya dalam bentuk konvensional, tetapi juga sebagai aset digital berbasis blockchain yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi bagi investor modern. Secara […]

  • Perkuat Akses Pembiayaan di Nusa Tenggara Barat, BRI Finance Resmikan KC Mataram

    Perkuat Akses Pembiayaan di Nusa Tenggara Barat, BRI Finance Resmikan KC Mataram

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Mataram, 5 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui ekspansi jaringan dan penguatan layanan pembiayaan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Kantor Cabang (KC) Mataram yang berlokasi di Jl. Brawijaya No.005A, Cakranegara Selatan, Kota Mataram, pada hari Kamis (5/3). Langkah […]

  • Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala Serukan Gotong-Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026

    Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala Serukan Gotong-Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Festival UMKM bertema “Cerita Lokal, Karya Nusantara” sukses digelar tiga hari di M Bloc Space, Jakarta Selatan, menghadirkan model baru pemberdayaan UMKM berbasis solusi nyata. JAKARTA, 26 April 2026 — Tiga hari penuh, Melting Pop M Bloc Space, Jakarta Selatan, bertransformasi menjadi pusat gravitasi bagi ekosistem UMKM Indonesia. MitMe Fest 2026, yang berlangsung pada 24–26 […]

  • KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah

    KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia Bangun Kolaborasi, Dorong Pengembangan SDM Sejak Usia Sekolah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KLTC® dan Kognitif Edu Indonesia bekerja sama menghadirkan pelatihan leadership dan pengembangan kurikulum bagi siswa usia sekolah sebagai upaya membangun kualitas SDM sejak dini melalui pendekatan akademik, karakter, dan pengembangan diri. Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) resmi menjalin kolaborasi dengan Kognitif Edu Indonesia (KEI) sebagai langkah untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) […]

  • Prediksi Harga Emas Berpeluang Menguat ke US.233 Pekan Depan

    Prediksi Harga Emas Berpeluang Menguat ke US$4.233 Pekan Depan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Harga emas dunia atau XAUUSD berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan depan dengan target pengujian resistance US$4.208–US$4.233. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe Daily masih menunjukkan secondary trend yang mengarah naik. Selama momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji zona resistance terdekat tersebut. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai pergerakan […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle reputasi
    • visibility 497
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less