Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

Sebuah berita terbaru di Jakarta Post mengenai para penjual e-commerce di Indonesia yang harus menghadapi kenaikan biaya platform menarik perhatian saya. Berita itu juga mengingatkan saya pada sebuah komitmen bilateral antara India dan Indonesia.

Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Januari 2025 atas undangan Perdana Menteri Modi, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk mempercepat kerja sama di berbagai bidang seperti Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI) untuk pertumbuhan inklusif dan penanganan tantangan global, serta menyatakan keyakinan bahwa kekuatan teknologi baru dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menindaklanjuti arahan dari para pemimpin kita, sebuah inisiatif terobosan dalam bentuk Indonesia Open Network (ION) akan segera merevolusi cara e-commerce dijalankan di negara ini.

Secara global, terdapat pergeseran nyata dalam arsitektur digital—menjauh dari platform tertutup menuju infrastruktur publik yang terbuka dan saling terhubung (interoperable). Seperti yang ditunjukkan India melalui dokumen identitas unik Aadhaar, United Payment Interface (UPI) untuk pembayaran digital, serta Open Network for Digital Commerce (ONDC), fase berikutnya dari globalisasi digital bukanlah tentang mengekspor perusahaan atau produk digital, melainkan membangun “rel” digital yang memungkinkan persaingan, inklusi, dan inovasi.

ION merepresentasikan lompatan Indonesia ke dalam paradigma baru ini, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemimpin di antara negara-negara berkembang yang memilih keterbukaan dibandingkan konsentrasi. Di tengah dunia yang bergulat dengan dominasi platform, meningkatnya biaya bagi usaha kecil, dan pasar digital yang terfragmentasi, jaringan perdagangan terbuka menawarkan alternatif yang dapat direplikasi dan relevan secara global.

Terdapat dua model e-commerce yang beroperasi: gudang (warehouse) atau marketplace, yang masing-masing dapat menggunakan arsitektur digital tertutup atau terbuka. Sebagian besar platform yang kita kenal, termasuk merek e-commerce global besar dan bahkan yang ada di Indonesia, merupakan platform tertutup terlepas dari apakah mereka menggunakan model gudang atau marketplace.

E-commerce model gudang adalah platform yang memiliki produk sendiri dan mengirimkannya langsung kepada pelanggan. Sementara itu, marketplace menampilkan produk dari lebih banyak peserta, dengan platform berperan sebagai koordinator.

Sebagian besar platform global merupakan model gudang, di mana mereka melakukan pengadaan dan distribusi produk. Sebagian lainnya merupakan marketplace, terutama di negara berkembang, karena regulasi lokal tidak mengizinkan model gudang beroperasi, sebab dapat mengkanibalisasi pelaku usaha kecil dan menengah.

Baik gudang maupun marketplace, perusahaan e-commerce global umumnya menggunakan arsitektur tertutup untuk mengikutsertakan pembeli dan penjual, serta memperoleh pendapatan melalui komisi dan biaya berlangganan. Mereka juga menggunakan algoritma untuk menonjolkan barang dan jasa yang memberikan margin keuntungan lebih tinggi bagi mereka.

Sebaliknya, jaringan terbuka bukanlah sebuah platform, melainkan jaringan dari berbagai platform—berbasis jaringan (network-centric).

Dengan pemanfaatan teknologi, pembeli dan penjual dapat saling terlihat satu sama lain. Aplikasi pembeli dan aplikasi penjual dapat saling terhubung dan saling beroperasi (interoperable) melalui jaringan ION, yang dikelola oleh sebuah perusahaan perantara kecil nirlaba. Biaya untuk bergabung rendah dan pelanggan tidak perlu membayar biaya berlangganan.

Model ini memungkinkan toko-toko kecil, seperti warung, untuk mengakses basis pelanggan nasional, sehingga menciptakan ekosistem luas di mana perdagangan dapat berlangsung dari siapa saja kepada siapa saja.

Biaya bagi penjual lebih rendah karena komisi berkisar 2–4%, dibandingkan 18–30% yang biasanya dikenakan oleh agregator makanan besar dan platform e-commerce. Jaringan ini memperkuat pengantaran hiper-lokal (hyperlocal delivery), memperpendek waktu pengiriman, serta mendorong penciptaan lapangan kerja lokal.

Sebagai protokol terbuka berbasis Beckn, model ini memungkinkan seorang pembeli pada satu aplikasi membeli dari penjual pada aplikasi lain—sesuatu yang tidak diizinkan oleh model yang berpusat pada platform.

ONDC India adalah inisiatif nirlaba yang didukung pemerintah dan dirancang untuk mendemokratisasi e-commerce dengan beralih dari model yang berpusat pada platform menuju jaringan terbuka. ONDC dibentuk sebagai respons terhadap kecenderungan monopolisasi oleh platform e-commerce besar. ONDC beroperasi sebagai seperangkat spesifikasi, bukan sebagai platform itu sendiri, dengan tujuan mengurangi dominasi raksasa e-commerce dan memberdayakan usaha kecil dan menengah (MSME).

Dalam kasus India, lebih dari 12 juta penjual menggantungkan hidup dengan menjual atau menjual kembali produk dan layanan. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang telah memanfaatkan e-commerce. Misi ONDC adalah meningkatkan penetrasi e-commerce secara drastis dengan memungkinkan inklusi berskala populasi bagi penjual dari berbagai jenis dan ukuran. Hingga akhir 2025, ONDC telah menyebar ke 600 kota di India dan mengikutsertakan hampir satu juta penjual.

Dalam perjalanannya, ONDC menghadapi berbagai tantangan, termasuk kritik dari platform-platform besar yang telah terganggu oleh keberadaannya. Karena ONDC memisahkan layanan (aplikasi pembeli, aplikasi penjual, dan penyedia logistik berdiri terpisah), akuntabilitas atas pengiriman yang gagal, salah, atau rusak dapat menjadi tidak jelas. Tantangan-tantangan ini diatasi melalui pelatihan dan peningkatan kesadaran, dan dua tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan dramatis dalam standar layanan.

Terinspirasi oleh ONDC, Indonesia Open Network (ION) dirancang untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi penjual dalam ekosistem e-commerce. Perdagangan digital Indonesia berkembang pesat dan kini mewakili sekitar 31,9% dari penjualan ritel—lebih tinggi dibandingkan banyak negara tetangga ASEAN dan kompetitif dengan pasar maju. Nilainya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$ 194 miliar pada tahun 2030, dari tingkat pra-Covid sekitar US$ 25 miliar. Sekitar 67% volume e-commerce berasal dari perangkat seluler.

ION dimaksudkan untuk mendemokratisasi e-commerce dan meningkatkan penetrasinya di seluruh Nusantara. Kesadaran juga semakin meningkat bahwa perdagangan digital bukan lagi sekadar isu bisnis: melainkan inti dari rantai pasok, ekspor MSME, inklusi keuangan, dan stabilitas sosial.

Dengan memungkinkan usaha kecil berpartisipasi dalam perdagangan digital melalui jaringan terbuka, ION memperkuat ekonomi domestik Indonesia sekaligus membangun fondasi bagi perdagangan terbuka lintas negara di ASEAN dan mitra dagang lainnya termasuk India dalam kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.

ION dapat menjadi instrumen strategis bagi Indonesia karena menjembatani kesenjangan digital, meningkatkan kepercayaan pada pasar digital, dan memperkuat tatanan digital berbasis aturan yang inklusif dan selaras dengan nilai-nilai demokrasi.

Dengan peluncuran dan peningkatan skala ION, India dan Indonesia akan muncul sebagai arsitek bersama Masa Depan Digital Global Selatan. Ini bukan tentang transfer pengetahuan, melainkan penciptaan bersama (co-creation). Jika India adalah negara pertama yang memperkenalkan Open Network for Digital Commerce, Indonesia dapat menjadi pengadopsi tercepat dari jaringan terbuka, karena Indonesia bersiap mengikutsertakan jutaan MSME yang penuh ide serta produk dan layanan inovatif, tetapi belum memiliki sarana terjangkau untuk membawa ide tersebut ke pasar.

ION merupakan jawaban Indonesia atas tantangannya sendiri, yang disesuaikan dan dibangun untuk mencerminkan kondisi unik Indonesia, geografi, basis MSME, serta lingkungan regulasinya.

Hal ini menandakan kemitraan India–Indonesia yang lebih dalam di mana dua demokrasi besar di Global Selatan secara kolaboratif membentuk barang publik digital yang dapat menginspirasi ASEAN, Afrika, dan Amerika Latin. ION membuktikan bahwa kerja sama Selatan–Selatan dapat menghasilkan infrastruktur digital kelas dunia tanpa ketergantungan pada Big Tech atau model yang bersifat eksploitatif.

Hari ini, ketika ION diluncurkan di Indonesia dengan dukungan sektor publik dan perusahaan swasta, ION menjadi studi kasus DPI global yang memberikan peluang bagi pertumbuhan inklusif sejalan dengan tujuan Asta Cita Presiden Prabowo.

Mudah untuk membayangkan Koperasi Merah Putih atau rantai pasok yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh manfaat dari ION.

India dengan senang hati menjadi mitra dalam inisiatif yang dapat menjadi simbol abadi kepemimpinan bersama India–Indonesia dalam ekonomi digital.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR RI Dorong Penguatan Kapasitas Angkut Kereta Api di Sumatera

    DPR RI Dorong Penguatan Kapasitas Angkut Kereta Api di Sumatera

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong penguatan kapasitas angkut kereta api di wilayah Sumatera sebagai fondasi utama dalam membangun sistem transportasi nasional yang andal dan berkelanjutan. Dorongan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, didampingi oleh Kepala KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, saat melakukan kunjungan […]

  • Indonesia Masuk Grup Neraka di Putaran 4: Bertemu Saudi & Irak, Tantangan Berat di Oktober 2025

    Indonesia Masuk Grup Neraka di Putaran 4: Bertemu Saudi & Irak, Tantangan Berat di Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle editor News
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Hasil undian Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menempatkan Timnas Indonesia di Grup B bersama Arab Saudi dan Irak. Semua partai digelar secara centralized venue mulai 8–14 Oktober 2025, dengan tuan rumah Saudi dan Qatar membagi zona pertandingan dalam dua grup. Jadwal Lengkap Grup B (Venue: Arab Saudi) Hari Tanggal […]

  • Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026

    Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Saham Intel Corporation (INTC) mengalami tekanan pasar signifikan setelah rilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2025. Meskipun hasil pendapatan dan laba per saham melampaui ekspektasi analis, panduan perusahaan untuk kuartal pertama 2026 dianggap kurang menggembirakan, memicu aksi jual kuat di pasar saham Amerika Serikat. Dalam laporan Q4 2025, Intel mencatat pendapatan sekitar US$13,7 miliar, […]

  • Panduan Lengkap Memilih Besi Plat untuk Rumah dan Proyek: Jenis, Fungsi, dan Tips Pemilihan

    Panduan Lengkap Memilih Besi Plat untuk Rumah dan Proyek: Jenis, Fungsi, dan Tips Pemilihan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Besi plat merupakan material penting dalam konstruksi rumah dan proyek industri dengan berbagai pilihan seperti plat aluminium, bordes, galvanis, hitam, kapal, perforated, hingga stainless steel 201 dan 304, yang masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan berbeda. Pemilihan besi plat harus disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan, mulai dari aspek fungsi, ketebalan, kekuatan, hingga ketahanan terhadap lingkungan seperti area […]

  • Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

    Rebranding KVB Indonesia: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Trading Globa

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Dalam industri finansial yang terus berkembang, perubahan bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah brand merepresentasikan visi jangka panjangnya. KVB Indonesia kini hadir dengan branding baru yang lebih modern dan relevan, sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat posisinya di pasar trading global. Branding baru ini bukan sekadar pembaruan visual, melainkan simbol […]

  • Kolaborasi dengan CGV, KAI Services Kini Kelola Layanan Kebersihan di 40 Bioskop CGV

    Kolaborasi dengan CGV, KAI Services Kini Kelola Layanan Kebersihan di 40 Bioskop CGV

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 5
    • 0Komentar

    KAI Services terus melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas jangkauan melalui kolaborasi dengan perusahaan di luar KAI Group. Salah satunya unit Cleaning KAI Services, Resclean, melakukan pelayanan di 40 bioskop CGV yang tersebar di 11 Provinsi yang meliputi wilayah Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Purwakarta, Karawang, Pekanbaru, Batam, Medan, Padang, Palembang, Cirebon, Tegal, Banyumas, Sukoharjo, Sleman, […]

expand_less