Breaking News
light_mode
Beranda » Blog » Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

  • account_circle Vrit Time
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Sebuah berita terbaru di Jakarta Post mengenai para penjual e-commerce di Indonesia yang harus menghadapi kenaikan biaya platform menarik perhatian saya. Berita itu juga mengingatkan saya pada sebuah komitmen bilateral antara India dan Indonesia.

Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Januari 2025 atas undangan Perdana Menteri Modi, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk mempercepat kerja sama di berbagai bidang seperti Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI) untuk pertumbuhan inklusif dan penanganan tantangan global, serta menyatakan keyakinan bahwa kekuatan teknologi baru dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menindaklanjuti arahan dari para pemimpin kita, sebuah inisiatif terobosan dalam bentuk Indonesia Open Network (ION) akan segera merevolusi cara e-commerce dijalankan di negara ini.

Secara global, terdapat pergeseran nyata dalam arsitektur digital—menjauh dari platform tertutup menuju infrastruktur publik yang terbuka dan saling terhubung (interoperable). Seperti yang ditunjukkan India melalui dokumen identitas unik Aadhaar, United Payment Interface (UPI) untuk pembayaran digital, serta Open Network for Digital Commerce (ONDC), fase berikutnya dari globalisasi digital bukanlah tentang mengekspor perusahaan atau produk digital, melainkan membangun “rel” digital yang memungkinkan persaingan, inklusi, dan inovasi.

ION merepresentasikan lompatan Indonesia ke dalam paradigma baru ini, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemimpin di antara negara-negara berkembang yang memilih keterbukaan dibandingkan konsentrasi. Di tengah dunia yang bergulat dengan dominasi platform, meningkatnya biaya bagi usaha kecil, dan pasar digital yang terfragmentasi, jaringan perdagangan terbuka menawarkan alternatif yang dapat direplikasi dan relevan secara global.

Terdapat dua model e-commerce yang beroperasi: gudang (warehouse) atau marketplace, yang masing-masing dapat menggunakan arsitektur digital tertutup atau terbuka. Sebagian besar platform yang kita kenal, termasuk merek e-commerce global besar dan bahkan yang ada di Indonesia, merupakan platform tertutup terlepas dari apakah mereka menggunakan model gudang atau marketplace.

E-commerce model gudang adalah platform yang memiliki produk sendiri dan mengirimkannya langsung kepada pelanggan. Sementara itu, marketplace menampilkan produk dari lebih banyak peserta, dengan platform berperan sebagai koordinator.

Sebagian besar platform global merupakan model gudang, di mana mereka melakukan pengadaan dan distribusi produk. Sebagian lainnya merupakan marketplace, terutama di negara berkembang, karena regulasi lokal tidak mengizinkan model gudang beroperasi, sebab dapat mengkanibalisasi pelaku usaha kecil dan menengah.

Baik gudang maupun marketplace, perusahaan e-commerce global umumnya menggunakan arsitektur tertutup untuk mengikutsertakan pembeli dan penjual, serta memperoleh pendapatan melalui komisi dan biaya berlangganan. Mereka juga menggunakan algoritma untuk menonjolkan barang dan jasa yang memberikan margin keuntungan lebih tinggi bagi mereka.

Sebaliknya, jaringan terbuka bukanlah sebuah platform, melainkan jaringan dari berbagai platform—berbasis jaringan (network-centric).

Dengan pemanfaatan teknologi, pembeli dan penjual dapat saling terlihat satu sama lain. Aplikasi pembeli dan aplikasi penjual dapat saling terhubung dan saling beroperasi (interoperable) melalui jaringan ION, yang dikelola oleh sebuah perusahaan perantara kecil nirlaba. Biaya untuk bergabung rendah dan pelanggan tidak perlu membayar biaya berlangganan.

Model ini memungkinkan toko-toko kecil, seperti warung, untuk mengakses basis pelanggan nasional, sehingga menciptakan ekosistem luas di mana perdagangan dapat berlangsung dari siapa saja kepada siapa saja.

Biaya bagi penjual lebih rendah karena komisi berkisar 2–4%, dibandingkan 18–30% yang biasanya dikenakan oleh agregator makanan besar dan platform e-commerce. Jaringan ini memperkuat pengantaran hiper-lokal (hyperlocal delivery), memperpendek waktu pengiriman, serta mendorong penciptaan lapangan kerja lokal.

Sebagai protokol terbuka berbasis Beckn, model ini memungkinkan seorang pembeli pada satu aplikasi membeli dari penjual pada aplikasi lain—sesuatu yang tidak diizinkan oleh model yang berpusat pada platform.

ONDC India adalah inisiatif nirlaba yang didukung pemerintah dan dirancang untuk mendemokratisasi e-commerce dengan beralih dari model yang berpusat pada platform menuju jaringan terbuka. ONDC dibentuk sebagai respons terhadap kecenderungan monopolisasi oleh platform e-commerce besar. ONDC beroperasi sebagai seperangkat spesifikasi, bukan sebagai platform itu sendiri, dengan tujuan mengurangi dominasi raksasa e-commerce dan memberdayakan usaha kecil dan menengah (MSME).

Dalam kasus India, lebih dari 12 juta penjual menggantungkan hidup dengan menjual atau menjual kembali produk dan layanan. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang telah memanfaatkan e-commerce. Misi ONDC adalah meningkatkan penetrasi e-commerce secara drastis dengan memungkinkan inklusi berskala populasi bagi penjual dari berbagai jenis dan ukuran. Hingga akhir 2025, ONDC telah menyebar ke 600 kota di India dan mengikutsertakan hampir satu juta penjual.

Dalam perjalanannya, ONDC menghadapi berbagai tantangan, termasuk kritik dari platform-platform besar yang telah terganggu oleh keberadaannya. Karena ONDC memisahkan layanan (aplikasi pembeli, aplikasi penjual, dan penyedia logistik berdiri terpisah), akuntabilitas atas pengiriman yang gagal, salah, atau rusak dapat menjadi tidak jelas. Tantangan-tantangan ini diatasi melalui pelatihan dan peningkatan kesadaran, dan dua tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan dramatis dalam standar layanan.

Terinspirasi oleh ONDC, Indonesia Open Network (ION) dirancang untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi penjual dalam ekosistem e-commerce. Perdagangan digital Indonesia berkembang pesat dan kini mewakili sekitar 31,9% dari penjualan ritel—lebih tinggi dibandingkan banyak negara tetangga ASEAN dan kompetitif dengan pasar maju. Nilainya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$ 194 miliar pada tahun 2030, dari tingkat pra-Covid sekitar US$ 25 miliar. Sekitar 67% volume e-commerce berasal dari perangkat seluler.

ION dimaksudkan untuk mendemokratisasi e-commerce dan meningkatkan penetrasinya di seluruh Nusantara. Kesadaran juga semakin meningkat bahwa perdagangan digital bukan lagi sekadar isu bisnis: melainkan inti dari rantai pasok, ekspor MSME, inklusi keuangan, dan stabilitas sosial.

Dengan memungkinkan usaha kecil berpartisipasi dalam perdagangan digital melalui jaringan terbuka, ION memperkuat ekonomi domestik Indonesia sekaligus membangun fondasi bagi perdagangan terbuka lintas negara di ASEAN dan mitra dagang lainnya termasuk India dalam kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.

ION dapat menjadi instrumen strategis bagi Indonesia karena menjembatani kesenjangan digital, meningkatkan kepercayaan pada pasar digital, dan memperkuat tatanan digital berbasis aturan yang inklusif dan selaras dengan nilai-nilai demokrasi.

Dengan peluncuran dan peningkatan skala ION, India dan Indonesia akan muncul sebagai arsitek bersama Masa Depan Digital Global Selatan. Ini bukan tentang transfer pengetahuan, melainkan penciptaan bersama (co-creation). Jika India adalah negara pertama yang memperkenalkan Open Network for Digital Commerce, Indonesia dapat menjadi pengadopsi tercepat dari jaringan terbuka, karena Indonesia bersiap mengikutsertakan jutaan MSME yang penuh ide serta produk dan layanan inovatif, tetapi belum memiliki sarana terjangkau untuk membawa ide tersebut ke pasar.

ION merupakan jawaban Indonesia atas tantangannya sendiri, yang disesuaikan dan dibangun untuk mencerminkan kondisi unik Indonesia, geografi, basis MSME, serta lingkungan regulasinya.

Hal ini menandakan kemitraan India–Indonesia yang lebih dalam di mana dua demokrasi besar di Global Selatan secara kolaboratif membentuk barang publik digital yang dapat menginspirasi ASEAN, Afrika, dan Amerika Latin. ION membuktikan bahwa kerja sama Selatan–Selatan dapat menghasilkan infrastruktur digital kelas dunia tanpa ketergantungan pada Big Tech atau model yang bersifat eksploitatif.

Hari ini, ketika ION diluncurkan di Indonesia dengan dukungan sektor publik dan perusahaan swasta, ION menjadi studi kasus DPI global yang memberikan peluang bagi pertumbuhan inklusif sejalan dengan tujuan Asta Cita Presiden Prabowo.

Mudah untuk membayangkan Koperasi Merah Putih atau rantai pasok yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh manfaat dari ION.

India dengan senang hati menjadi mitra dalam inisiatif yang dapat menjadi simbol abadi kepemimpinan bersama India–Indonesia dalam ekonomi digital.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Vrit Time

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Branch Office Veteran Perkuat Sinergi dengan DJTPD Kementerian Komdigi RI melalui Sosialisasi Produk dan Layanan BRI

    BRI Branch Office Veteran Perkuat Sinergi dengan DJTPD Kementerian Komdigi RI melalui Sosialisasi Produk dan Layanan BRI

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dalam upaya memperkuat sinergi dan memperluas pemanfaatan layanan perbankan bagi instansi pemerintah, BRI Branch Office Veteran melaksanakan Sosialisasi Produk dan Layanan BRI kepada Satuan Kerja Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital (DJTPD) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kementerian Komdigi RI). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan solusi keuangan yang inovatif, mudah diakses, […]

  • 43 Ribu Pelanggan Telah Miliki Tiket KA Jarak Jauh dari Wilayah Daop 2 Bandung pada Libur Panjang Imlek 2026

    43 Ribu Pelanggan Telah Miliki Tiket KA Jarak Jauh dari Wilayah Daop 2 Bandung pada Libur Panjang Imlek 2026

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 13 Februari 2026 – Menyambut libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, sebanyak 43.944 pelanggan tercatat telah memiliki tiket untuk menggunakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh yang berangkat dari wilayah KAI Daop 2 Bandung. Tingginya angka pemesanan ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan selama masa […]

  • Langkah Baru, Semangat Baru:  PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

    Langkah Baru, Semangat Baru: PT Pelindo Sinergi Lokaseva Hadirkan Harapan dan Kemandirian bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 4 Mei 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan yang inklusif, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) melalui Program Sahabat Inspiratif Pelindo menyampaikan bantuan kaki palsu gratis bagi 20 penerima manfaat di wilayah operasional Jakarta. Mengusung tema “Langkah Baru, Semangat Baru”, program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian, meningkatkan […]

  • Menabung untuk Target Akhir Tahun Mulai dari Sekarang

    Menabung untuk Target Akhir Tahun Mulai dari Sekarang

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Menjelang akhir tahun, banyak orang mulai menyadari pengeluaran terasa lebih besar dibanding bulan-bulan biasa. Mulai dari liburan, belanja keluarga, kebutuhan sekolah, acara tahun baru, sampai dana darurat sering datang hampir bersamaan dalam waktu singkat. Tidak sedikit juga yang akhirnya merasa kondisi keuangan menjadi lebih berat karena persiapan dilakukan terlalu mendadak. Apalagi sekarang transaksi digital semakin […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

    Holding Perkebunan Nusantara Siaga Hadapi Kemarau, PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla dan Strategi Agronomi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    JAKARTA — PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap anomali iklim yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino. Wacana kemarau ekstrem yang belakangan populer dengan sebutan “El Nino Godzilla” memicu perhatian berbagai pihak, termasuk pelaku industri perkebunan. Meski istilah tersebut tidak dikenal secara ilmiah, […]

  • Godrej Perkuat Investasi di Indonesia, Bidik Generasi Digital Lewat Produk yang Relevan dengan Kebutuhan Konsumen

    Godrej Perkuat Investasi di Indonesia, Bidik Generasi Digital Lewat Produk yang Relevan dengan Kebutuhan Konsumen

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, Juli 2026 – Indonesia terus menjadi pasar strategis bagi perusahaan multinasional India, Godrej Consumer Products Limited (GCPL). Dengan pertumbuhan bisnis yang konsisten selama lebih dari satu dekade, Godrej kini semakin memperkuat komitmennya melalui peningkatan investasi, penguatan produksi lokal, hingga strategi pemasaran yang berfokus pada generasi digital. Hal tersebut disampaikan oleh Rajesh Sethuraman, CEO Godrej […]

expand_less