Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

FLOQ Market Outlook: Tekanan Global dan Kebijakan Moneter Uji Ketahanan Pasar di Awal 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Memasuki awal Februari 2026, pasar keuangan global menghadapi tekanan akibat dinamika geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS, serta koreksi tajam di pasar kripto dan logam mulia, yang memicu lonjakan volatilitas. FLOQ menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian risiko global, di mana investor perlu tetap disiplin, terukur, dan fokus pada tujuan jangka panjang. Melalui edukasi dan riset, FLOQ berkomitmen membantu investor Indonesia memahami risiko dan peluang pasar secara lebih komprehensif.

FLOQ Market Outlook – Memasuki pekan pertama Februari 2026, pasar keuangan global bergerak dalam tekanan yang datang dari berbagai arah secara bersamaan. Isu geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, serta koreksi tajam di pasar logam mulia menciptakan lingkungan pasar yang volatil dan sangat sensitif terhadap perkembangan global. Kondisi ini mendorong investor, baik global maupun domestik, untuk kembali mengevaluasi profil risiko serta struktur portofolio mereka. 

Tekanan di pasar global semakin terlihat setelah pelepasan dokumen Epstein memicu spekulasi bahwa investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin. Narasi ini tercermin dari arus keluar dana yang signifikan pada produk ETF kripto. Pada 29 Januari 2026, spot Bitcoin ETF mencatat outflow sebesar 818 juta dolar AS, dengan total arus keluar sepanjang Januari mencapai sekitar 1,1 miliar dolar AS. ETF Ethereum juga mengalami tekanan dengan outflow sekitar 258 juta dolar AS. Situasi ini mendorong harga Bitcoin terkoreksi tajam dari kisaran 90.000 dolar AS ke level 60.000 dolar AS, hal ini sekaligus menguji strategi institusi yang mengadopsi pendekatan leverage dalam akumulasi aset digital. 

Di saat yang sama, pasar juga merespons pengumuman nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa kebijakan moneter ke depan akan memperkuat ekonomi AS karena sifat Warsh yang cenderung hawkish, namun tidak menutup kemungkinan terhadap pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, aset berisiko seperti saham dan kripto justru tertekan karena meningkatnya kekhawatiran bahwa pemangkasan suku bunga akan tertunda, terutama dengan hasil terakhir suku bunga ditetapkan tidak berubah. Meskipun Kevin Warsh sebelumnya pernah menyampaikan pandangan bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai bentuk disiplin pasar terhadap kebijakan moneter, dalam jangka pendek perubahan ekspektasi kebijakan tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi sentimen investor. 

Tekanan juga melanda pasar logam mulia yang sebelumnya mencatat reli kuat sepanjang 2025. Setelah emas naik lebih dari 60 persen dan perak melonjak signifikan, pasar memasuki fase koreksi tajam di awal 2026. Dalam waktu singkat, harga perak terkoreksi sekitar 30 persen ke area 75 dolar AS, sementara emas turun sekitar 20 persen ke kisaran 4.400 dolar AS. Koreksi ini dipicu oleh penguatan dolar AS, aksi ambil untung dari investor besar, serta margin call akibat tingginya penggunaan leverage di pasar futures. Perak mengalami tekanan paling besar karena berperan sebagai aset moneter sekaligus komoditas industri, sehingga terdampak oleh perlambatan permintaan dan kondisi moneter yang lebih ketat. 

Di dalam negeri, tekanan global diperparah oleh isu potensi perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market oleh MSCI pada akhir Januari 2026. Kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan terkoordinasi memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham. IHSG sempat terkoreksi hingga 16 persen dalam dua hari sebelum akhirnya pulih sebagian ke level 7.922 pada awal Februari. Untuk menjaga stabilitas pasar, otoritas merespons dengan berbagai langkah, termasuk peningkatan free float minimum, perbaikan transparansi data, serta dukungan stabilisasi melalui akumulasi saham oleh lembaga terkait. 

Menanggapi kondisi tersebut, Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, menyampaikan bahwa volatilitas di awal 2026 mencerminkan fase penyesuaian risiko yang sangat sensitif terhadap dinamika global. “Volatilitas yang terjadi di awal 2026 ini menunjukkan bahwa pasar global sedang berada dalam fase penyesuaian risiko yang sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting bagi investor bukanlah bereaksi secara emosional terhadap setiap headline, melainkan tetap berpegang pada strategi yang terukur, disiplin dalam manajemen risiko, dan memahami tujuan investasi jangka panjang mereka,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa periode volatilitas juga menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi finansial masyarakat. “Kami melihat kondisi pasar saat ini sebagai peluang untuk mendorong investor Indonesia menjadi lebih matang dan mandiri dalam mengambil keputusan. Di FLOQ, kami terus berkomitmen menghadirkan edukasi, riset, dan fitur yang membantu pengguna memahami risiko sekaligus potensi pasar secara lebih menyeluruh,” jelas Yudhono Rawis. 

Dari sisi teknikal, pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pola yang cukup jelas. Sejak akhir Januari, Bitcoin berada dalam tren penurunan dan sempat menyentuh level terendah di sekitar 60.000 dolar AS pada 5 Februari 2026. Tekanan jual dipicu oleh pergerakan whale wallet serta akumulasi outflow ETF yang mencapai sekitar 1,2 miliar dolar AS hingga awal Februari. Namun, pada 6 Februari, Bitcoin mulai membentuk titik balik jangka pendek dan mengalami rebound, didukung oleh inflow ETF sekitar 330 juta dolar AS yang mendorong harga kembali ke area 72.000 dolar AS. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di sekitar area keseimbangan jangka pendek di kisaran 71.000 dolar AS, yang mencerminkan titik temu antara minat beli dan jual dalam rentang pergerakan terakhir. Pergerakan harga juga menunjukkan adanya konsentrasi likuiditas tinggi di area 77.000 dolar AS, yang secara historis sering menjadi magnet pergerakan harga karena menjadi target eksekusi transaksi dalam skala besar oleh pelaku institusional. 

Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, investor disarankan untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing. Pendekatan bertahap, disiplin manajemen risiko, serta diversifikasi lintas aset menjadi fondasi penting dalam membangun portofolio yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. 

Pekan pertama Februari 2026 menunjukkan bagaimana pasar dapat bergerak secara ekstrem ketika berbagai faktor global dan domestik terjadi secara bersamaan. Namun, kondisi ini lebih mencerminkan fase penyesuaian risiko dibandingkan pelemahan struktural jangka panjang.  

Bagi investor, situasi ini menegaskan pentingnya memahami konteks global, menjaga disiplin, serta tetap berpegang pada strategi yang selaras dengan tujuan jangka panjang, bukan sekadar bereaksi terhadap dinamika jangka pendek. 

Ketentuan Tanggung Jawab: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat umum dan disediakan untuk tujuan edukasi serta referensi. Seluruh analisis, pandangan, dan proyeksi yang disajikan bukan merupakan saran investasi, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli maupun menjual aset tertentu. Investor diharapkan melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi. FLOQ tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini

Tentang FLOQ 

FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,5 juta pengguna, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 25.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. 

 

 

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Divre IV Tanjungkarang Pastikan Keselamatan Jelang Angkutan Mudik Lebaran 2026

    Divre IV Tanjungkarang Pastikan Keselamatan Jelang Angkutan Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Menjelang masa Angkutan Mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang terus melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan keselamatan dan kelancaran operasional kereta api serta memberikan pelayanan yang aman, selamat, nyaman, dan andal bagi masyarakat. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, KAI Divre IV Tanjungkarang telah melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana, prasarana, […]

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Lewat Roadmap Net Zero Emission, Jasa Marga Wujudkan Komitmen ‘Saatnya Beraksi untuk Iklim’

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Lewat Roadmap Net Zero Emission, Jasa Marga Wujudkan Komitmen ‘Saatnya Beraksi untuk Iklim’

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Jakarta (06/06), Menandai momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema nasional “Saatnya Beraksi untuk Iklim”, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program strategis pemerintah untuk mitigasi perubahan iklim. Langkah ini selaras dengan target nasional Indonesia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar […]

  • Penyebab dan Cara Atasi Jamur Pada Kucing

    Penyebab dan Cara Atasi Jamur Pada Kucing

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Masalah jamur pada kucing merupakan salah satu penyakit kulit yang cukup sering dialami oleh anabul. Kondisi jamur pada kucing biasanya muncul dalam bentuk bercak pada kulit, kerontokan bulu, hingga rasa gatal yang membuat kucing tidak nyaman. Bagi Pawfriends yang memelihara kucing di rumah, memahami penyebab jamur pada kucing sangat penting agar bisa melakukan pencegahan dan […]

  • Pengalaman Internship Internasional Mahasiswa Business Hotel Management BINUS @Bekasi dalam Pengembangan Kompetensi Global

    Pengalaman Internship Internasional Mahasiswa Business Hotel Management BINUS @Bekasi dalam Pengembangan Kompetensi Global

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Valencia Angela, mahasiswa Program Business Hotel Management di BINUS @Bekasi, telah menunjukkan minat yang kuat pada bidang pastry dan bakery sejak awal perkuliahan. Minat ini ia wujudkan tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi kuliner, yang membantunya mengasah keterampilan teknis dan memperkuat kesiapan mental dalam menghadapi dunia profesional. […]

  • Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja Jelang Angleb, KAI Services Kolaborasi Bersama Primaya Hospital

    Tingkatkan Standar Keselamatan Kerja Jelang Angleb, KAI Services Kolaborasi Bersama Primaya Hospital

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan standar keselamatan di lingkungan kerja jelang masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026, Petugas satuan keamanan KAI Services yang bertugas di wilayah Regional 1 Jakarta mengikuti kegiatan pembinaan bertema First Aid dan Basic Life Support (BLS) yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga […]

  • Autonomous Underwater Vehicles vs ROV: Panduan untuk Industri

    Autonomous Underwater Vehicles vs ROV: Panduan untuk Industri

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    AUV unggul untuk survei luas, ROV untuk inspeksi rinci. Pemilihan yang tepat menekan biaya dan mempercepat pengambilan keputusan. Jakarta — Halo Robotics menerbitkan panduan yang membandingkan Autonomous Underwater Vehicles (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk kebutuhan inspeksi bawah air industri. Keduanya adalah robot bawah air, tetapi dirancang untuk pekerjaan berbeda. AUV bekerja tanpa kabel […]

expand_less