Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mulai 17 Agustus, Setiap Transaksi Wajib Gunakan Payment ID: Ini Penjelasan Lengkap BI, OJK, dan Kemenkeu

Mulai 17 Agustus, Setiap Transaksi Wajib Gunakan Payment ID: Ini Penjelasan Lengkap BI, OJK, dan Kemenkeu

  • account_circle redaktur reputasi
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Jakarta, ReputasiPlus.com – Dalam langkah besar menuju sistem keuangan yang lebih transparan dan akuntabel, Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mewajibkan penggunaan Payment ID dalam setiap transaksi keuangan mulai 17 Agustus 2025. Kebijakan ini mencakup seluruh transaksi perbankan, platform digital, dompet elektronik, hingga marketplace.

Apa Itu Payment ID dan Mengapa Ini Penting?

Payment ID adalah kode unik transaksi yang secara otomatis dilampirkan pada setiap aktivitas keuangan. Kode ini memuat informasi krusial seperti identitas pengirim dan penerima, nominal dana, serta tujuan transaksi. Sistem ini akan menjadi standar baru dalam pencatatan arus uang, baik di sektor perbankan, fintech, maupun layanan keuangan berbasis digital lainnya.

“Dengan Payment ID, setiap transaksi dapat ditelusuri secara presisi. Ini bukan hanya alat kontrol, tapi fondasi integritas sistem keuangan nasional,” tegas Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/7/2025).

Siapa Saja yang Akan Terdampak?

Kebijakan ini bersifat wajib bagi seluruh pihak yang melakukan transaksi keuangan, termasuk:

  • Nasabah perbankan individu maupun korporasi
  • Pengguna e-wallet, dompet digital, dan layanan paylater
  • Pelaku UMKM hingga korporasi berskala besar
  • Konsumen dan pelaku usaha di e-commerce
  • Instansi pemerintahan dan lembaga swasta lainnya

Khusus untuk transaksi bernilai lebih dari Rp10 juta per hari, penggunaan Payment ID menjadi keharusan tanpa pengecualian. Meski penerapannya bertahap, kewajiban tersebut resmi berlaku mulai 17 Agustus 2025.

Terintegrasi dengan Sistem Perpajakan Nasional

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak menegaskan bahwa Payment ID akan diintegrasikan ke dalam basis data perpajakan nasional. Tujuannya adalah memperkuat modernisasi sistem pelaporan pajak dan pengawasan kepatuhan wajib pajak.

Namun, pemerintah memastikan bahwa seluruh informasi pengguna tetap dilindungi secara ketat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Ini bukan upaya membatasi aktivitas masyarakat, melainkan memastikan ekosistem keuangan nasional berjalan dengan tertib, transparan, dan berkeadilan,” ujar salah satu pejabat di Kemenkeu, seperti dikutip dari Kontan dan Bisnis Indonesia.

Bagaimana Prosesnya?

Mulai pertengahan Agustus, pengguna aplikasi perbankan maupun platform digital akan diminta untuk memasukkan atau memilih Payment ID sebelum menyelesaikan transaksi. Kode tersebut akan otomatis tercatat dalam sistem, dan hanya berlaku untuk satu transaksi.

Beberapa layanan seperti OVO, DANA, ShopeePay, dan Tokopedia dilaporkan telah menguji coba fitur Payment ID otomatis sejak Juli 2025, sebagai bentuk kesiapan infrastruktur.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha?

Bagi masyarakat umum, penggunaan Payment ID diharapkan dapat meningkatkan ketertiban transaksi dan mencegah potensi penyalahgunaan dana, seperti kasus penipuan atau pencucian uang.

Namun, sejumlah pelaku usaha—terutama sektor UMKM—mengaku khawatir akan kompleksitas sistem baru ini. Meski demikian, banyak pihak tetap menyambutnya dengan optimis.

“Asalkan implementasinya smooth dan tidak memberatkan UMKM, saya rasa ini langkah bagus untuk menciptakan kepercayaan dalam transaksi digital,” kata Rudi Hartanto, pelaku usaha daring asal Surabaya, dalam wawancara dengan ReputasiPlus.

Sanksi Tegas bagi yang Tidak Patuh

OJK menegaskan bahwa ketidakpatuhan dalam penerapan Payment ID akan dikenai sanksi administratif, berupa:

  • Teguran tertulis
  • Denda administratif
  • Pembekuan layanan transaksi tertentu

Lembaga keuangan diminta memastikan seluruh sistem dan sumber daya manusia siap menghadapi kebijakan baru ini.

Sosialisasi Nasional Dimulai

Perbankan nasional, asosiasi fintech, dan penyedia jasa pembayaran digital kini tengah gencar melakukan edukasi publik. Nasabah dan pengguna diimbau untuk memantau pengumuman resmi dari bank, e-wallet, maupun marketplace yang digunakan.

“Edukasi pengguna menjadi kunci. Pemerintah juga akan menggandeng media dan komunitas digital untuk memperluas pemahaman masyarakat,” ungkap juru bicara Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). (SGS)

  • Penulis: redaktur reputasi

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Editor Reputasi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Strategi Influencer Marketing sebagai Pilar Penguatan Citra Brand Perusahaan Multifinance   Dalam industri multifinance, membangun dan mempertahankan citra merek yang kuat merupakan kunci keberlanjutan bisnis. Selama ini, banyak perusahaan multifinance mengandalkan mitra strategis seperti dealer otomotif, showroom kendaraan, maupun platform e-commerce untuk mendorong penjualan sekaligus membentuk persepsi merek di mata konsumen. Pendekatan ini memang efektif […]

  • Satu Tahun Aksi Bersama: Dari Ruang Titian Jakarta Hingga Peresmian Jembatan Kemerleng di Aceh Tengah

    Satu Tahun Aksi Bersama: Dari Ruang Titian Jakarta Hingga Peresmian Jembatan Kemerleng di Aceh Tengah

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Menandai perjalanan satu tahun dalam memperjuangkan pemerataan akses di pelosok Indonesia, gerakan komunitas Aksi Bersama menggelar rangkaian agenda strategis yang menghubungkan ruang refleksi publik di ibu kota dengan aksi nyata pembangunan fisik di tingkat tapak. Diawali melalui gelaran forum publik “Ruang Titian: Titik Sambung” di Jakarta (19/7), gerakan ini memuncaki peringatan ulang tahunnya dengan peresmian Jembatan Titian […]

  • Lengkapi Koleksi Commander dan Skin dengan Top Up Magic Chess

    Lengkapi Koleksi Commander dan Skin dengan Top Up Magic Chess

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Lengkapi Koleksi Commander dan Skin dengan Top Up Magic Chess  Bagi pemain Magic Chess, memiliki commander favorit dan skin keren bisa membuat pengalaman bermain terasa lebih seru. Selain mempercantik tampilan akun, berbagai item premium juga membantu progres permainan menjadi lebih maksimal. Top up menjadi solusi praktis untuk mendapatkan diamonds dengan cepat tanpa harus menunggu resource […]

  • CoreX Messenger Resmi Diluncurkan: Aplikasi Perpesanan Modern Besutan Orbis Elite untuk Era Komunikasi Baru

    CoreX Messenger Resmi Diluncurkan: Aplikasi Perpesanan Modern Besutan Orbis Elite untuk Era Komunikasi Baru

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Orbis Elite, perusahaan teknologi multinasional asal Indonesia, hari ini resmi meluncurkan CoreX Messenger, aplikasi perpesanan instan modern yang dirancang untuk menghadirkan komunikasi cepat, aman, dan terintegrasi bagi pengguna di wilayah Asia Tenggara dan pasar global. Diluncurkan pertama kali untuk Android pada 13 juni 2025, CoreX Messenger mengusung arsitektur server Erlang/Elixir dengan sistem real-time yang dapat […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Mangga Dua Semarakkan Kantor dengan Nuansa Merah Putih

    Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Mangga Dua Semarakkan Kantor dengan Nuansa Merah Putih

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BRI Branch Office (BO) Mangga Dua turut memeriahkan momentum kemerdekaan dengan menghias lingkungan kantor menggunakan dekorasi bernuansa merah putih. Berbagai ornamen khas kemerdekaan menghiasi sejumlah sudut kantor BRI BO Mangga Dua. Perpaduan warna merah dan putih membuat suasana kantor terlihat semakin semarak, ceria, dan […]

  • Jumlah Penumpang KA Bandara YIA Januari–April 2026 Tumbuh 3,63 Persen

    Jumlah Penumpang KA Bandara YIA Januari–April 2026 Tumbuh 3,63 Persen

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Layanan KA Bandara YIA mencatat pertumbuhan positif pada periode Januari hingga April 2026. Total jumlah penumpang KA Bandara YIA mencapai 920.898 penumpang atau meningkat 3,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 888.653 penumpang. Peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api bandara yang terintegrasi, nyaman, aman, dan tepat […]

expand_less