Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Gejolak Timur Tengah Guncang Kripto, Ke Mana Arah Bitcoin?

Gejolak Timur Tengah Guncang Kripto, Ke Mana Arah Bitcoin?

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Jakarta, 2 Maret 2026 – Pasar kripto kembali mengalami tekanan tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa serangan udara terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuan militer tercapai. Pernyataan tersebut memicu gelombang risk-off di pasar global dan mendorong harga aset kripto utama kembali melemah.

Bitcoin (BTC) tercatat turun ke kisaran US$65.954 pada Senin (⅔) setelah sempat rebound menembus level US$68.000. Dalam 24 jam terakhir, BTC terkoreksi sekitar 1% dan masih mencatatkan penurunan sekitar 20% dalam sebulan terakhir. Tekanan juga terjadi pada altcoin utama, dengan Ethereum (ETH) turun sekitar 2,46% ke level US$1.947, sementara XRP melemah hampir 3% ke kisaran US$1,35. Solana (SOL) turut mencatatkan pelemahan seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Pelemahan ini terjadi setelah eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat menyusul serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ketegangan semakin meningkat ketika Iran menolak laporan mengenai pembukaan kembali negosiasi nuklir dengan AS, sementara Inggris menyatakan kesediaannya mengizinkan penggunaan pangkalan militer untuk mendukung serangan defensif terhadap situs rudal Iran.

Lonjakan konflik tersebut memicu reli pada aset safe haven tradisional. Harga minyak mentah mencatat kenaikan terbesar dalam empat tahun terakhir di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi, sementara emas melonjak lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Di sisi lain, indeks saham global seperti Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong dibuka melemah.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai bahwa volatilitas yang terjadi saat ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar kripto terhadap sentimen makro global.

“Dalam jangka pendek, Bitcoin kembali bergerak sebagai aset berisiko yang sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global. Ketika terjadi eskalasi konflik dan lonjakan harga minyak, investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas, sehingga pasar kripto mengalami tekanan,” ujar Calvin.

Analisis Pasar Kripto

Secara teknikal, Bitcoin kini berada di bawah area support penting US$65.000. Jika tekanan berlanjut dan harga menembus area US$64.000, terdapat risiko pengujian ulang level US$63.000 bahkan mendekati US$60.000. Sementara itu, untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek, BTC perlu kembali menembus resistance di kisaran US$68.500–US$69.000 dan melampaui level US$70.800.

Data pasar juga menunjukkan pelemahan dari sisi on-chain dan derivatif. Aktivitas akumulasi whale dilaporkan menurun, sementara likuidasi posisi leverage mempercepat tekanan harga. Kondisi ini mengindikasikan bahwa struktur pasar saat ini masih cenderung bearish, dengan minimnya dorongan beli besar yang mampu menopang reli berkelanjutan.

Meski demikian, Calvin menekankan bahwa dinamika makro dapat menciptakan dua skenario berbeda bagi kripto dalam jangka menengah.

“Jika eskalasi konflik mendorong bank sentral, khususnya The Fed, untuk kembali melonggarkan kebijakan moneternya, maka likuiditas tambahan di sistem keuangan global berpotensi menjadi katalis positif bagi Bitcoin. Namun, jika lonjakan harga energi memicu inflasi baru dan menunda penurunan suku bunga, maka tekanan terhadap aset berisiko bisa bertahan lebih lama,” jelasnya.

Di sisi lain, prospek jangka menengah industri kripto masih ditopang oleh potensi katalis regulasi di Amerika Serikat, termasuk pembahasan CLARITY Act yang diproyeksikan dapat memberikan kepastian hukum bagi aset digital pada pertengahan 2026. Kejelasan regulasi dinilai menjadi prasyarat penting untuk membuka aliran modal institusional yang lebih besar ke pasar kripto.

Kondisi di Dalam Negeri

Di dalam negeri, menurut Calvin, dinamika pasar kripto juga dipengaruhi oleh pergerakan harga yang cenderung sideways dan mulai terasa jenuh dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini membuat banyak investor memilih bersikap wait and see sambil menunggu momentum baru yang lebih kuat. 

“Di saat yang sama, ketidakpastian global, mulai dari tensi geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga The Fed, mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam menambah eksposur dan melakukan ekspansi portofolio,” jelasnya.

Meski begitu, dari sisi fundamental dan aktivitas pengguna, minat terhadap aset kripto tetap terjaga. Di platform Tokocrypto, investor saat ini cenderung melakukan akumulasi secara bertahap serta lebih selektif dalam memilih aset, alih-alih melakukan transaksi agresif seperti pada periode bullish. Kondisi ini mencerminkan fase konsolidasi yang relatif sehat, di mana investor menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang dipengaruhi sentimen makro global.

Calvin menekankan pentingnya sikap disiplin di tengah kondisi yang masih fluktuatif. “Di fase volatilitas tinggi seperti sekarang, investor perlu lebih mengutamakan manajemen risiko dan tetap rasional dalam mengambil keputusan. Perhatikan perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak, serta rilis data ekonomi AS yang sangat mempengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed,” ujar Calvin. Ia menambahkan, strategi yang terukur dan berbasis fundamental menjadi kunci agar investor tetap tangguh menghadapi dinamika pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Stasiun Pekalongan Capai Empat Ribu Lebih

    Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Stasiun Pekalongan Capai Empat Ribu Lebih

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang mencatat per pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di Stasiun Pekalongan pada hari Selasa (17/2) mencapai 4.009 penumpang. KAI Daop 4 Semarang mencatat per pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di Stasiun Pekalongan pada hari Selasa (17/2) mencapai 4.009 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.326 penumpang berangkat atau naik dan 1.683 penumpang datang […]

  • LRT Jabodebek Bagikan 3.350 Paket Takjil di 14 Stasiun Selama Ramadan

    LRT Jabodebek Bagikan 3.350 Paket Takjil di 14 Stasiun Selama Ramadan

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 2
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menghadirkan program pembagian takjil gratis bagi pengguna selama Ramadan, sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan. LRT Jabodebek menghadirkan program pembagian takjil bagi pengguna selama bulan Ramadan 1447 H sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari pada periode 5 hingga 13 Maret 2026 dan dilaksanakan […]

  • KAI Divre III Palembang Pastikan Keandalan Prasarana melalui Cek Lintas Jalan Kaki Wilayah Penimur.

    KAI Divre III Palembang Pastikan Keandalan Prasarana melalui Cek Lintas Jalan Kaki Wilayah Penimur.

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Penimur, 24 Januari 2026 – Dalam rangka memastikan keandalan prasarana serta menjamin keselamatan perjalanan kereta api, manajemen KAI Divre III Palembang melaksanakan kegiatan Cek Lintas Jalan Kaki di Lintas Penimur pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini dilakukan dengan menyusuri lintas mulai dari Km 327+600 hingga Stasiun Penimur dengan total jarak sekitar 6 kilometer . Kegiatan tersebut […]

  • BRI Finance Jaga Momentum Pembiayaan Motor Premium di Tengah Dinamika Pasar

    BRI Finance Jaga Momentum Pembiayaan Motor Premium di Tengah Dinamika Pasar

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 Februari 2026 – Berakhirnya program insentif kendaraan motor listrik pada Desember 2025 menjadi salah satu dinamika kebijakan yang turut diperhatikan pelaku industri pembiayaan nasional. Penyesuaian harga yang terjadi di pasar sebagai konsekuensi kebijakan tersebut berpotensi mempengaruhi preferensi dan daya beli masyarakat, sekaligus mempengaruhi laju pertumbuhan pembiayaan di segmen kendaraan listrik. PT BRI Multifinance […]

  • Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

    Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan.

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Layanan Prima dan Infrastruktur Andal, Tol Batang Semarang Jadi Pilihan Pengguna Jalan. Semarang(20/01) PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) terus berkomitmen menghadirkan layanan prima dan infrastruktur jalan tol yang andal bagi para pengguna Jalan Tol Batang–Semarang. Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan rutin dan berkala guna memastikan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan […]

  • Pelindo Multi Terminal Perluas Dampak Ekonomi Lokal lewat Program UMKM Kedelai

    Pelindo Multi Terminal Perluas Dampak Ekonomi Lokal lewat Program UMKM Kedelai

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Surabaya, Maret 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bidang operasional terminal nonpetikemas, terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar Terminal Teluk Lamong melalui program pembinaan UMKM pengolahan kedelai. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan bersama FKS Group ini sebelumnya telah mendampingi kelompok masyarakat di wilayah Tambak Sarioso, […]

expand_less