Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Bogor – Penambang Tanpa Izin (PETI) menjadi permasalahan di banyak wilayah tambang, praktik penambangan ilegal yang tidak hanya menimbulkan keresahan lingkungan dan sosial, tetapi tak jarang membahayakan nyawa. Tak terkecuali di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, isu PETI bergulir sejak lama.

Namun, seiring waktu, kesadaran baru tumbuh. Tidak sedikit mantan PETI yang mulai menyadari banyaknya sisiko yang muncul dari pekerjaan yang dilakukan. Di berbagai sudut desa sekitar Pongkor, muncul kegelisahan yang sama, keinginan untuk menemukan penghidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi salah satu cermin perubahan tersebut. Kawasan yang berada dalam bentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini pernah menghadapi tekanan sosial ekonomi yang kuat.

Sebagian warga kala itu menggantungkan hidup pada aktivitas yang beririsan dengan pembalakan liar dan penambangan ilegal. Hutan menjadi ruang yang rentan, sementara masyarakat berada dalam situasi yang serba terbatas.

Di tengah situasi itulah Hendrik mulai bergerak dengan niat untuk kembali membangun desa agar kembali memberikan manfaat bagi masyarakatnya.

“Di Pongkor dulu isu penambang liar itu seperti hal yang biasa terdengar. Banyak orang melihatnya sebagai pilihan hidup, tapi semakin dijalani, saya merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Risiko besar, hasil tidak pasti, hidup juga penuh rasa khawatir,” ujar Hendrik.

Kesadaran itu menjadi titik balik. Bersama masyarakat, Hendrik terlibat dalam penguatan Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku, sebuah ruang kolektif yang perlahan menggeser orientasi dari eksploitasi menuju pelestarian. Perubahan tersebut kemudian menemukan momentumnya melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor.

Melalui Program Pepeling Cisangku, masyarakat diperkenalkan pada alternatif mata pencaharian yang bertumpu pada konservasi dan pemulihan lingkungan. Persemaian bibit tanaman endemik, pengembangan pupuk bokashi, hingga inovasi pupuk hayati mikoriza menjadi bagian dari ekosistem baru yang dibangun bersama.

Lahan yang dahulu menyimpan jejak aktivitas PETI kini menampilkan pemandangan berbeda. Bibit-bibit tanaman tumbuh teratur dalam polybag. Aktivitas yang berjalan bukan lagi menggali, melainkan menanam. Bagi masyarakat, perubahan itu menghadirkan stabilitas baru sekaligus rasa aman yang sebelumnya jarang dirasakan.

“Sekarang kami belajar melihat alam dengan cara yang berbeda. Dulu mungkin orang berpikir bagaimana mengambil dari hutan. Sekarang kami justru merawat dan menanam. Ada rasa bangga ketika melihat pohon tumbuh di tempat yang dulu rusak.” lanjut Hendrik.

Transformasi di Cisangku tidak hanya mengubah lanskap fisik, tetapi juga struktur sosial dan ekonomi warga. Kegiatan produktif melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, dari kelompok ibu ibu hingga pemuda desa. Potensi alam berkembang menjadi ruang eduekowisata, sementara aktivitas konservasi menciptakan sumber penghidupan alternatif yang lebih stabil.

Cerita perubahan di Pongkor tidak berhenti di Cisangku. Di desa lain yang masih berada dalam bentang wilayah yang sama, kisah serupa tumbuh dengan warna berbeda.

Sudin, yang lebih dikenal sebagai Kang Gemer, adalah salah satu di antaranya. Lahir dan besar di Kampung Parigi, Desa Cisarua, Kang Gemer pernah menjalani kehidupan sebagai gurandil dalam kurun waktu yang panjang. Selama bertahun tahun, aktivitas PETI menjadi bagian dari realitas hidupnya. Namun perjalanan waktu membawa refleksi yang tak terhindarkan.

“Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti.” ujar Kang Gemer.

Keputusan untuk beralih profesi menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Melalui Program Sistem Pengembangan Usaha dan Perlindungan Lingkungan Cisarua atau Sundung Cisarua yang dijalankan Antam UBPE Pongkor, Kang Gemer mulai mengenal dunia yang sepenuhnya berbeda: peternakan.

Dari serangkaian pelatihan dan pendampingan, ia menapaki usaha budidaya domba. Aktivitas yang awalnya asing perlahan menjadi sumber penghidupan yang stabil sekaligus ruang pembelajaran baru.

“Beternak domba memberi saya rasa yang berbeda, Ada kepastian yang dulu tidak saya rasakan. Kami bisa merencanakan, bisa mengembangkan. Hidup terasa lebih tenang.” Lanjut Kang Gemer.

Seiring waktu, peran Kang Gemer berkembang melampaui dirinya sendiri. Ia dikenal sebagai mantri domba, aktif berbagi pengetahuan kepada warga dan bahkan menjadi narasumber di berbagai kegiatan pelatihan. Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana perubahan individu dapat memicu perubahan sosial yang lebih luas.

Baik di Cisangku maupun Cisarua, benang merahnya serupa. Kesadaran, ketika bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, mampu menggeser arah hidup. Dari aktivitas berisiko tinggi menuju penghidupan yang lebih aman, dari eksploitasi menuju keberlanjutan.

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto menyebutkan, upaya pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi menjadi tanggung jawab dan bagian yang integral dari bisnis Antam. Di Pongkor, Antam bersama masyarakat bersinergi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pelibatan para mantan PETI menjadi bagian dari upaya perusahaan tambang tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan memingkatkan perekonomian melalui cara yang harmonis dengan alam.

“Melalui berbagai program inovasi sosial yang dilakukan UBPE Pongkor, kami bersama masyarakat termasuk para mantan PETI berjalan bersama untuk membangun Pongkor menjadi desa yang mandiri dan hijau,” kata Wisnu.

Wisnu menegaskan, komitmen para mantan PETI dalam membangun Pongkor sangatlah penting karena alam yang ada saat ini bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi perlu dilestarikan demi generasi yang akan datang.

“Kami sangat bersyukur tidak sedikit mantan PETI yang sudah bergerak bersama untuk membangun Pongkor. Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama memajukan perekonomian wilayah sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik demi masa depan yang lebih baik,” tutup Wisnu.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • First Lady Sulut Ani Andriani : “Brenti Jo Boros Pangan!” Ajak Warga Ubah Gaya Hidup dari Rumah

    First Lady Sulut Ani Andriani : “Brenti Jo Boros Pangan!” Ajak Warga Ubah Gaya Hidup dari Rumah

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ani Wandriani Selvanus, menyerukan gerakan “Stop Boros Pangan” sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan solidaritas sosial di masyarakat. ‎Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulut melalui Dinas Ketahanan Pangan Daerah, di bawah arahan Gubernur Yulius Selvanus dan didukung penuh oleh Tim Penggerak PKK Sulut. ‎Dalam sosialisasi […]

  • KAI Daop 2 Bandung Semarakkan Imlek 2026 dengan Dekorasi Meriah dan Atraksi Barongsai, Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Long Weekend

    KAI Daop 2 Bandung Semarakkan Imlek 2026 dengan Dekorasi Meriah dan Atraksi Barongsai, Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Long Weekend

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 17 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung turut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 dengan menghadirkan ornamen dan hiasan khas Imlek di sejumlah stasiun wilayah operasionalnya. Suasana semarak tampak menghiasi area pelayanan penumpang dengan dekorasi lampion merah, pernak-pernik bernuansa emas, serta ornamen shio yang menambah semangat perayaan bagi […]

  • Pentingnya Regulasi dalam Melindungi Investor di Industri Keuangan

    Pentingnya Regulasi dalam Melindungi Investor di Industri Keuangan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Keamanan dana dan transparansi transaksi merupakan fondasi utama dalam industri keuangan global. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi perdagangan, risiko munculnya entitas tidak bertanggung jawab yang menjanjikan keuntungan tidak realistis menjadi tantangan besar bagi para pelaku pasar. Oleh karena itu, keberadaan regulasi yang ketat bukan sekadar formalitas hukum, melainkan mekanisme perlindungan vital yang memastikan bahwa setiap […]

  • Tepat Waktu dan Legalitas Terjamin, Podomoro Park Bandung Siap Serah Terima 700 Unit Millennial Home!

    Tepat Waktu dan Legalitas Terjamin, Podomoro Park Bandung Siap Serah Terima 700 Unit Millennial Home!

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Podomoro Park Bandung secara resmi menggelar The Grand Handover Ceremony of Millennial Home pada Sabtu (31/1/2025) di Podomoro Pavilion, Podomoro Park Bandung. Acara ini menandai dimulainya serah terima tahap awal hunian Millennial Home kepada para konsumen, sekaligus menegaskan komitmen pengembang dalam menghadirkan hunian yang diselesaikan tepat waktu dengan legalitas yang terjamin. Podomoro Park Bandung secara […]

  • Kementerian PU Ambil Langkah Perbaikan Darurat pada Jalan dan Jembatan Terputus di Jeumpa, Aceh

    Kementerian PU Ambil Langkah Perbaikan Darurat pada Jalan dan Jembatan Terputus di Jeumpa, Aceh

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor yang memutus konektivitas di sejumlah wilayah Sumatera. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan akses jalan dan jembatan merupakan prioritas utama tanggap darurat guna menjamin kelancaran logistik dan mobilitas warga. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody saat meninjau langsung kondisi infrastruktur terdampak […]

  • Solusi Lingkungan Berbasis Teknologi, Mahasiswa BINUS @Bandung Bersinar di Kompetisi Bisnis Nasional

    Solusi Lingkungan Berbasis Teknologi, Mahasiswa BINUS @Bandung Bersinar di Kompetisi Bisnis Nasional

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Bandung, Oktober 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa BINUS @Bandung. Tiga mahasiswa Program Studi Digital Business Innovation, yakni Audrey Olivia Christianto, Carla Leony Hirmawan, dan Kathleen Navella Aprilia, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Business Plan Competition National Level “Decision FPP UNDIP 2025” yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Kompetisi berskala nasional ini berlangsung […]

expand_less