Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Telkom AI Center Bali Perkuat Literasi AI Pelaku Usaha melalui AI Clinic for Business “Mastering the Art of Prompting”

Telkom AI Center Bali Perkuat Literasi AI Pelaku Usaha melalui AI Clinic for Business “Mastering the Art of Prompting”

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Telkom Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan kecerdasan buatan (AI) yang praktis dan berdampak bagi dunia usaha melalui penyelenggaraan AI Clinic for Business bertajuk “Mastering the Art of Prompting” pada Jumat (28/2). Kegiatan yang digelar secara luring di Telkom AI Center of Excellence Bali ini merupakan hasil kolaborasi dengan ADPList dan Buildclub AI. Acara tersebut menjadi wadah edukasi bagi pelaku bisnis, praktisi teknologi, dan talenta digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI melalui teknik prompting yang efektif dan terstruktur.

AI Bukan Ensiklopedia Ajaib, Kualitas Output Bergantung pada Instruksinya

Sesi pertama dibuka oleh I Gede Teguh Permana, Founder Doublehouse sekaligus Co-Founder RapiMedika. Teguh memperkenalkan framework YTTA (You, Task, Target, Action) sebagai kerangka dasar menyusun prompt yang efektif, mencakup elemen Persona, Goal, Context, Constraint, dan Example. Melalui demonstrasi langsung menggunakan studi kasus analisis prospek klinik di Padangsambian, Bali, ia memperlihatkan perbedaan hasil yang sangat signifikan antara lazy prompt dan smart prompt.

Berdasarkan praktik nyata yang diterapkannya, Teguh menegaskan tiga aspek penting yang perlu dipahami pelaku bisnis dalam mengadopsi AI, yakni memahami keterbatasan teknologi seperti risiko AI hallucination, bias algoritmik, dan vendor lock-in yang berpotensi merugikan dalam jangka panjang; memperhatikan regulasi sesuai sektor, termasuk kewajiban integrasi dengan SATUSEHAT, perlindungan data pasien berdasarkan UU PDP, serta menempatkan AI sebatas Clinical Decision Support System, bukan pengambil keputusan medis; serta menyiapkan langkah awal yang tepat dengan melatih staf menyusun prompt secara efektif, merapikan pencatatan data klinik, dan mempertimbangkan adopsi sistem AI seperti Arcanum untuk meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

Genius Needs a Brief, Jadikan AI Mitra Kerja yang Terkendali

Melengkapi perspektif bisnis, Dana Putra, Product Designer Farmacare, hadir dengan materi “Genius Needs a Brief: Making AI Your Controlled Engineering Partner”. Dana membedah cara kerja AI sebagai pengendali pola berkecepatan tinggi yang belajar dari contoh dan memprediksi apa yang paling sesuai selanjutnya, bukan entitas yang “tahu” seperti manusia.

Dana memperkenalkan konsep Source of Truth (SoT), menyematkan referensi resmi seperti brand guidelines, API schema, price list, atau temuan riset ke dalam prompt agar AI berhenti menebak-nebak dan hasilnya dapat diaudit. Konsep ini ia terapkan dalam dua konteks nyata: design generation (menghasilkan desain konsisten dengan design system yang ada) dan app building (membangun fitur sesuai data model dan business rules).

Peserta juga diperkenalkan pada sticky-note trick sebagai mental model praktis menyusun prompt, mencakup lima elemen: Goal, User/Context, Steps/Method, Output Format dan Quality Checks. Dana menutup sesinya dengan memperkenalkan dua tools yang dapat langsung dipraktikkan: Prompt Cowboy untuk mengubah ide kasar menjadi prompt terstruktur, dan OpenAI Prompt Optimizer untuk menganalisis dan memperbaiki draft prompt secara otomatis.

Dari Teori ke Solusi Nyata untuk Optimasi Bisnis 

Keistimewaan utama acara ini terletak pada sesi klinik konsultasi yang dibuka setelah pemaparan materi. Para peserta, mulai dari pelaku usaha kecil, praktisi bisnis, hingga talenta digital, hadir membawa permasalahan konkret dari bisnis mereka dan mendapatkan arahan langsung dari narasumber.

Salah satu sesi konsultasi yang menarik yaitu masalah seorang perempuan pengusaha Skyrenttoys, jasa sewa mainan anak. Beliau menceritakan tantangannya dalam menggunakan ChatGPT untuk mendukung operasional bisnisnya. Ia kerap menggunakan AI untuk menjawab pertanyaan seputar cara penggunaan mainan, mencari referensi jenis mainan baru untuk kelompok usia 3–5 tahun, hingga  rekomendasi pengembangan produk. Namun beliau selalu terganjal oleh jawaban AI yang terlalu panjang dan memakan waktu untuk dibaca di tengah kesibukan mengelola usaha. Setelah dianalisa dan dipahami, narasumber kemudian memberikan solusi melalui teknik prompting yang tepat yang dibantu dengan Prompt Cowboy dan OpenAI Prompt Optimizer. Selain itu, beliau juga diajari untuk dapat menambahkan instruksi spesifik seperti format output, batasan jumlah poin, atau panjang pendek ke dalam prompt sehingga AI akan menghasilkan respons yang lebih ringkas, menarik dan langsung menjawab kebutuhan.

Pertanyaannya sederhana namun mewakili banyak pengguna AI awam: bagaimana cara mendapatkan output AI yang lebih ringkas dan langsung ke intinya? Narasumber langsung memberikan solusi praktis: masalah tersebut bukan terletak pada AI-nya, melainkan pada cara prompt disusun. Dengan menambahkan instruksi output yang spesifik ke dalam prompt, seperti jumlah poin maksimal, format jawaban (bullet atau paragraf), atau batas panjang respons, AI akan menghasilkan jawaban yang padat, ringkas, dan langsung menjawab kebutuhan tanpa perlu membaca paragraf panjang yang tidak relevan.

Momen ini mempertegas esensi dari format klinik yang dipilih: bahwa pemahaman tentang prompting bukan hanya tentang teori, tetapi tentang kemampuan menerjemahkan kebutuhan bisnis yang nyata ke dalam instruksi AI yang tepat sasaran.

Perkuat Ekosistem  Bisnis memulai AI  Praktis yang  Berdampak

Sesi diskusi berlangsung sangat hidup dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan mendapatkan arahan langsung dari para narasumber. Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya konsisten Telkom AI Center dalam membangun kapabilitas AI yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai nyata bagi operasional bisnis. Prompting adalah keterampilan strategis, dan siapapun bisa menguasainya dengan pendekatan yang tepat.”

Senada dengan hal tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menambahkan bahwa penguatan literasi AI di kalangan pelaku usaha menjadi kunci agar transformasi digital tidak berhenti pada wacana.

“AI akan memberikan dampak optimal ketika dipahami sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang terstruktur. Melalui forum seperti AI Clinic, kami ingin memastikan pelaku bisnis memiliki pemahaman yang benar sekaligus keterampilan praktis untuk mengintegrasikan AI secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Mizan.

Kolaborasi antara Telkom AI Center Bali, ADPList, dan Buildclub AI dalam acara ini membuktikan bahwa ekosistem AI di Indonesia terus tumbuh dan semakin solid. Melalui penyelenggaraan AI Clinic for Business ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya pelaku bisnis yang melek AI – yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak luas bagi kemajuan ekonomi bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi Sunscreen untuk Bayi & Anak yang Aman Digunakan Sehari-hari

    Rekomendasi Sunscreen untuk Bayi & Anak yang Aman Digunakan Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sekarang ini, pakai sunscreen bukan cuma untuk orang dewasa saja. Bayi dan anak juga butuh perlindungan kulit sejak dini, apalagi kalau sering diajak aktivitas di luar rumah. Entah itu jalan pagi, ke playground, berangkat sekolah, atau sekadar ikut orang tua belanja sebentar. Paparan sinar matahari tetap ada, bahkan saat cuaca terlihat mendung. Karena itu, memilih […]

  • Tak Ada Kota Menang Adipura 2025: Pemda Tak Bisa Lagi “Poles” Data Persampahan

    Tak Ada Kota Menang Adipura 2025: Pemda Tak Bisa Lagi “Poles” Data Persampahan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sirkularium menilai hasil Adipura 2025 sudah tepat, yakni belum ada satu pun kota di Indonesia yang layak menang Adipura. Adanya perombakan standar penilaian oleh Kementerian Lingkungan Hidup telah mengakhiri era ‘Adipura-pura’ di bidang pengelolaan sampah. Kini kota yang ingin menang Adipura wajib menganggarkan pengelolaan sampah minimal 3% dari APBD, memiliki Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), […]

  • Krakatau IT Dukung Peningkatan Kompetensi Guru YPKS Melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)

    Krakatau IT Dukung Peningkatan Kompetensi Guru YPKS Melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Cilegon, 16 Maret 2026 – PT Krakatau Information Technology (Krakatau IT) sebagai narasumber dengan tema seputar pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan teknologi informasi. Program […]

  • Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

    Midweek Volatility: Strategi Aman Menghadapi Rilis Data Ekonomi Berdampak Tinggi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Memasuki pertengahan pekan, dinamika pasar keuangan internasional sering kali berada pada tingkat volatilitas tertinggi. Hari Rabu biasanya menjadi jadwal rutin rilis berbagai indikator ekonomi utama, mulai dari laporan cadangan energi mingguan, data ketenagakerjaan, hingga keputusaan kebijakan moneter dan suku bunga dari bank sentral global. Bagi para pelaku pasar, pengumuman data makroekonomi ini bagaikan pedang bermata […]

  • Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%

    Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, 14 April 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), anak usaha BRI Group yang bergerak di bidang pembiayaan, mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang signifikan, seiring mulai terbentuknya stabilitas permintaan di pasar pembiayaan nasional. Hingga Maret 2026, BRI Finance membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 131,53% secara tahunan (year-on-year/YoY). […]

  • Resmi Dibentuk! Inilah Daftar Pengurus BPPD Manado 2025–2029, Sosok-Sosok Kunci yang Bakal Dongkrak Pariwisata Kota Manado

    Resmi Dibentuk! Inilah Daftar Pengurus BPPD Manado 2025–2029, Sosok-Sosok Kunci yang Bakal Dongkrak Pariwisata Kota Manado

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Manado resmi dibentuk dan mulai bekerja untuk periode 2025–2029. Wali Kota Manado, Andrei Angouw, pada Rabu (19/11) melantik Pengurus Penentu Kebijakan dan Pelaksana BPPD di Ruang Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado. Pembentukan BPPD ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Manado Nomor 9 Tahun 2025. Lembaga […]

expand_less