Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Prospek Emas Pekan Depan Masih Positif, Berpotensi Kembali Mendekati Level $5.400

Prospek Emas Pekan Depan Masih Positif, Berpotensi Kembali Mendekati Level $5.400

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting pada perdagangan pekan depan, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik hingga arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Dalam kondisi ketidakpastian global yang masih tinggi, logam mulia tetap menjadi salah satu instrumen yang banyak dicari investor sebagai aset lindung nilai. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, tren pergerakan emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan bullish, meskipun pasar sempat mengalami koreksi setelah reli yang cukup kuat.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, mengungkapkan bahwa dari sisi teknikal pada timeframe H4, harga emas sebelumnya sempat mengalami lonjakan signifikan hingga mendekati level $5.400 per troy ounce. Penguatan tersebut dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran di pasar keuangan global dan mendorong investor untuk mengalihkan sebagian asetnya ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven biasanya meningkat ketika ketidakpastian global meningkat. Kondisi ini juga terlihat dari meningkatnya minat investor terhadap logam mulia dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan geopolitik membuat pasar cenderung berada dalam mode risk-off, di mana pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil risiko dan memilih aset yang memiliki stabilitas nilai lebih baik dibandingkan instrumen berisiko tinggi.

Meski sempat mencatatkan penguatan tajam, harga emas tidak sepenuhnya terlepas dari tekanan. Setelah mencapai level tinggi, harga sempat mengalami koreksi sekitar lima persen. Penurunan tersebut dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya cenderung mengalami tekanan karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang dolar sehingga menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain penguatan dolar, perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve juga turut memengaruhi pergerakan emas. Harapan bahwa suku bunga dapat bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama membuat sebagian investor kembali mempertimbangkan instrumen investasi berbunga seperti obligasi. Kondisi ini sering kali menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Di sisi lain, faktor fundamental yang mendukung harga emas masih cukup kuat. Lonjakan harga energi global akibat konflik geopolitik memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi inflasi yang lebih tinggi di berbagai negara. Dalam situasi inflasi yang meningkat, emas sering dipandang sebagai salah satu instrumen yang mampu menjaga nilai kekayaan. Oleh karena itu, minat investor terhadap emas biasanya meningkat ketika risiko inflasi global mulai meningkat.

Melihat kondisi tersebut, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih terbuka pada perdagangan pekan depan. Selama tren bullish tetap terjaga dan harga mampu bertahan di atas area support utama, maka potensi kenaikan masih cukup besar. Andy Nugraha memproyeksikan bahwa jika tekanan beli tetap kuat, harga emas berpeluang kembali bergerak naik dan menguji area resistance penting di sekitar level $5.400 per troy ounce pada pekan depan.

Meski demikian, pelaku pasar juga diimbau untuk tetap memperhatikan kemungkinan perubahan arah pergerakan harga. Jika tekanan jual meningkat dan harga emas menembus level kunci di sekitar $4.630, maka potensi koreksi yang lebih dalam dapat terjadi. Dalam skenario tersebut, harga emas diperkirakan berpotensi melemah menuju area support berikutnya di sekitar level $4.415.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar, mulai dari dinamika geopolitik hingga kebijakan moneter global, volatilitas harga emas diperkirakan masih akan cukup tinggi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kondisi ekonomi global, arah pergerakan dolar AS, serta kebijakan Federal Reserve yang dapat menjadi penentu utama arah harga emas pada perdagangan pekan depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

    Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memiliki sumber pendapatan tambahan di luar gaji utama, PT Dupoin Futures Indonesia berkolaborasi dengan WeWork Indonesia menggelar program edukasi Dupoin Goes to Office di WeWork, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). Mengusung tema “Futures Trading as Your Side Income”. Kegiatan ini membekali pekerja swasta dengan pemahaman mengenai perdagangan derivatif […]

  • MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

    MiiTel Meetings Kini Dilengkapi Fitur Real-Time Talk Assistant

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 April 2026 – Solusi AI meeting analytics MiiTel Meetings yang dikembangkan oleh RevComm kini dilengkapi dengan fitur Real-Time Talk Assistant. Fitur ini berfungsi sebagai asisten AI yang membantu pengguna secara langsung selama online meeting, sehingga percakapan menjadi lebih efektif dan terarah. Tingginya pergantian karyawan dan perbedaan performa, terutama di tim sales dan customer […]

  • Michaela Elsiana Paruntu Ikuti Bimtek Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota  se-Indonesia di Jakarta

    Michaela Elsiana Paruntu Ikuti Bimtek Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Partai Golkar, Michaela Elsiana Paruntu, turut hadir dan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional bagi Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada 15 September 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh DPP Partai Golkar ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas, peran, serta […]

  • Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara

    Pembangunan Huntap Dipercepat, Satgas PRR Pastikan Penyintas Tak Lama di Huntara

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Huntap di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, yang dibangun Kemenko Polkam. dok. Satgas PRR/Kemenko Polkam Meski huntara membantu memenuhi kebutuhan mendesak pada fase awal penanganan bencana, pemerintah ingin memastikan masa tinggal penyintas di hunian sementara tidak berlangsung terlalu panjang. Pembangunan hunian tetap (huntap) menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di […]

  • Kepadatan Arus Balik Lebaran Di Daop 2 Bandung Terpantau Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Jadi Faktor Pendorong

    Kepadatan Arus Balik Lebaran Di Daop 2 Bandung Terpantau Merata, Kebijakan WFA dan Stimulus Diskon Tiket Jadi Faktor Pendorong

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 28 Maret 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat arus balik Angkutan Lebaran 2026 di wilayahnya berlangsung relatif merata. Hal ini terlihat dari data kedatangan penumpang KA Jarak Jauh di seluruh stasiun wilayah Daop 2 Bandung yang cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan. Berdasarkan pantauan hingga Sabtu, 28 […]

  • Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

    Investor Tak Lagi Sekadar Cari Lahan, Ekosistem Industri Jadi Pertimbangan Utama

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Cara investor memilih kawasan industri di Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya keputusan investasi lebih banyak ditentukan oleh harga lahan dan ketersediaan ruang produksi, kini semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan faktor konektivitas logistik, akses supply chain, ketersediaan utilitas, hingga dukungan ekosistem bisnis sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Perubahan tersebut terjadi seiring masuknya gelombang […]

expand_less