Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bantu Brand Agar Direkomendasikan oleh AI, Avonetiq luncurkan AVO AI

Bantu Brand Agar Direkomendasikan oleh AI, Avonetiq luncurkan AVO AI

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Perubahan perilaku pencarian informasi yang semakin bergeser ke platform berbasis kecerdasan buatan (AI) menciptakan tantangan baru bagi perusahaan untuk memastikan brand mereka tetap mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Menjawab kebutuhan tersebut, Avonetiq resmi meluncurkan AVO AI (getavo.ai), platform yang membantu perusahaan mengukur, memantau, dan meningkatkan kehadiran brand di berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, hingga Google AI Overviews.

Jika sebelumnya strategi digital berfokus pada optimasi mesin pencari (SEO), kini semakin banyak konsumen yang mengandalkan AI untuk memperoleh rekomendasi, membandingkan produk, hingga mencari referensi sebelum mengambil keputusan. Dalam kondisi ini, posisi sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh peringkat di halaman pencarian, tetapi juga oleh seberapa sering dan seberapa akurat brand tersebut direkomendasikan oleh sistem AI.

Pergeseran tersebut diperkirakan akan terus berlanjut. Gartner memprediksi volume penggunaan mesin pencari tradisional akan turun hingga 25 persen pada 2026 seiring meningkatnya penggunaan chatbot AI dan virtual agents sebagai sumber informasi. 

Sementara itu, Adobe Analytics mencatat traffic dari platform AI generatif ke situs retail meningkat hingga 1.200 persen dalam kurun tujuh bulan terakhir, menunjukkan AI mulai berperan sebagai jalur baru bagi konsumen dalam menemukan informasi, produk, dan layanan.

Melihat perubahan tersebut, AVO AI hadir untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka direpresentasikan dalam jawaban AI sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya.

Melalui platform ini, pengguna dapat memantau kemunculan brand pada berbagai model AI, menganalisis sumber informasi yang digunakan AI dalam menghasilkan jawaban, membandingkan posisi dengan kompetitor, serta memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan peluang brand direkomendasikan dalam percakapan berbasis AI.

Berbeda dengan tools analitik digital konvensional yang berfokus pada performa website atau mesin pencari, AVO AI dirancang untuk memantau bagaimana sebuah brand muncul dan dipersepsikan di berbagai platform AI generatif. Pendekatan ini membantu perusahaan memahami posisi mereka di kanal pencarian yang semakin banyak digunakan konsumen saat ini.

“Selama bertahun-tahun, perusahaan mengukur keberhasilan kehadiran digital melalui peringkat pencarian, traffic website, atau engagement. Namun ketika konsumen mulai bertanya langsung kepada AI, metrik tersebut tidak lagi cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah brand ditemukan dan dipertimbangkan. Di sinilah kebutuhan baru mulai muncul,” kata Alexandro Wibowo, Co-Founder & Partner Avonetiq, dalam konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, perusahaan yang mampu membangun otoritas dan representasi yang kuat di platform AI akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pertimbangan konsumen sejak tahap awal proses pengambilan keputusan.

AVO AI dikembangkan untuk digunakan oleh brand, praktisi pemasaran, hingga agensi yang ingin beradaptasi dengan perubahan perilaku pencarian digital. Selain menyediakan pemantauan secara berkala, platform ini juga membantu pengguna mengidentifikasi peluang peningkatan melalui analisis konten, struktur informasi, dan sumber referensi yang paling berpengaruh terhadap jawaban AI.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada pemanfaatan AI untuk pemasaran dan komunikasi digital, Avonetiq melihat munculnya AI Search sebagai salah satu perubahan paling signifikan dalam lanskap pemasaran digital sejak hadirnya mesin pencari modern. Karena itu, pengembangan AVO AI menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu brand memahami bagaimana mereka muncul, dipersepsikan, dan direkomendasikan di era AI.

“Sebelumnya, brand fokus mencari cara agar ditemukan di mesin pencari. Sekarang, tantangannya berkembang menjadi bagaimana brand direpresentasikan dalam jawaban AI. Ke depan, kemampuan sebuah brand untuk dipahami dan direkomendasikan oleh AI akan menjadi faktor penting yang memengaruhi cara konsumen menemukan, mengenal, dan mempertimbangkan sebuah produk maupun layanan,” tambah Alexandro.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai AVO AI, kunjungi getavo.ai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sederet Penghargaan BRI Life Selama Q3 Tahun 2026,  Tegaskan Kepemimpinan dalam Inovasi Digital, serta GCG  di Industri Asuransi Jiwa

    Sederet Penghargaan BRI Life Selama Q3 Tahun 2026, Tegaskan Kepemimpinan dalam Inovasi Digital, serta GCG di Industri Asuransi Jiwa

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PT Asuransi BRI Life kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu market leader asuransi jiwa di Indonesia. Hingga bulan Juli 2026, BRI Life sukses meraih penghargaan Nasional hingga International atas pencapaian  kinerjanya dalam bidang inovasi teknologi, pertumbuhan bisnis, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta menjaga kinerja bisnis yang berkelanjutan. Keempat penghargaan […]

  • Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya

    Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Banyak bisnis masih mengumpulkan data pelanggan melalui chat WhatsApp secara manual. Biasanya tim sales akan meminta calon pelanggan mengirimkan informasi seperti nama, […]

  • BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 89% hingga Juli 2026, Perkuat Pertumbuhan Berkualitas

    BRI Finance Bukukan Pertumbuhan Laba 89% hingga Juli 2026, Perkuat Pertumbuhan Berkualitas

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta, 21 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 89% secara year-on-year (YoY) hingga Juli 2026. Kinerja tersebut mencerminkan strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas pembiayaan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko. Pencapaian tersebut diraih di tengah dinamika industri pembiayaan dan perubahan lanskap pasar yang terus berkembang. […]

  • BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat

    BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Januari 2026 – Industri jamu nasional resmi memasuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan bahwa jamu kini bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap […]

  • Jembatan Tak Kasatmata: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mendefinisikan Ulang Hubungan Indonesia–India

    Jembatan Tak Kasatmata: Bagaimana Infrastruktur Digital Diam-Diam Mendefinisikan Ulang Hubungan Indonesia–India

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Oleh Sachin V. Gopalan* Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Jakarta pada 7 Juli, kunjungannya akan dipandang dari berbagai perspektif. Para diplomat akan menyoroti penguatan kemitraan strategis, pelaku usaha akan mencari peluang investasi baru, sementara para analis keamanan akan mencermati perubahan keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Namun, di balik berbagai isu tersebut, terdapat […]

  • Target Pensiunmu di Usia Berapa?

    Target Pensiunmu di Usia Berapa?

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Pensiun mungkin masih terasa jauh, terutama jika kamu masih berada di usia produktif. Namun, semakin cepat menentukan target usia pensiun, semakin mudah menyusun persiapannya. Misalnya, kamu ingin berhenti bekerja di usia 55 tahun. Artinya, kamu punya waktu tertentu untuk menyiapkan dana yang akan digunakan setelah tidak lagi memiliki penghasilan rutin. Karena itu, memiliki tabungan target […]

expand_less