Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa, 10 Maret 2026 diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, tren harga emas atau XAU/USD saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish meskipun sempat mengalami tekanan pada awal pekan.

Pada awal perdagangan pekan ini, harga emas sempat mengalami pelemahan dan berada lebih dari 1,50% di bawah harga pembukaan. Tekanan tersebut muncul setelah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia akibat gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak lebih dari 30% dan mendekati level USD113 per barel. Kondisi ini memicu volatilitas di pasar komoditas global, termasuk logam mulia. Meski demikian, emas masih mampu bertahan dan diperdagangkan di sekitar level USD5.090 per troy ounce.

Menurut Andy Nugraha, dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga emas masih menunjukkan sinyal penguatan. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average pada timeframe H1 mengindikasikan bahwa tren bullish masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Struktur pergerakan harga saat ini mencerminkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar, meskipun pelaku pasar tetap mewaspadai fluktuasi yang dipicu oleh perkembangan situasi global.

Dalam proyeksi pergerakan hari Selasa, 10 Maret 2026, Dupoin Futures memperkirakan bahwa jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD5.245. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila minat beli investor terus meningkat. Namun demikian, jika harga gagal mempertahankan momentum bullish dan mengalami koreksi, maka potensi penurunan diperkirakan akan mengarah ke area support terdekat di sekitar level USD5.126.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas tercatat bergerak naik tipis dan diperdagangkan di kisaran USD5.140. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven masih relatif kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih berlangsung dan telah memasuki hari ke-11. Beberapa serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Iran tengah serta Beirut. Di sisi lain, Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia masih dilaporkan tertutup secara efektif. Jalur ini diketahui menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak global sehingga setiap gangguan pada wilayah tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut juga memaksa sejumlah negara produsen minyak utama di kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, untuk menyesuaikan produksi mereka. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global yang lebih luas. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk mencari instrumen lindung nilai, di mana emas menjadi salah satu aset yang paling banyak diburu saat kondisi pasar sedang tidak stabil.

Meski demikian, kenaikan harga emas juga menghadapi tantangan dari penguatan dolar Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi di AS yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi terus meningkat, bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Suku bunga yang tinggi biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih besar.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat naik sekitar 0,26% ke level 99,11. Penguatan ini membawa dolar ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat melalui laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk periode Februari yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu mendatang. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,4%, sementara inflasi inti diproyeksikan berada di kisaran 2,5%.

Jika angka inflasi yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menekan harga komoditas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut, termasuk emas.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perkembangan situasi geopolitik global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77

    Kedutaan Besar India di Jakarta Peringati Hari Republik India ke-77

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan peringatan Hari Republik India ke-77 di Gama Tower, Jakarta, Senin (26/01/2026). Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri komunitas India, perwakilan diplomatik, mitra Indonesia, serta para sahabat India. Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Nasional India oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, diikuti dengan lagu kebangsaan India yang […]

  • Kolaborasi BINUS Online dan Tribun: Mendorong Literasi Jurnalistik Generasi Muda di Era Digital

    Kolaborasi BINUS Online dan Tribun: Mendorong Literasi Jurnalistik Generasi Muda di Era Digital

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    25 Februari 2026 – BINUS Online berkolaborasi dengan Tribun menggelar Webinar Jurnalistik Ilmu Komunikasi Di Era Digital: Cara Media Bekerja dan Masa Depannya di Tangan Anak Muda, yang diikuti oleh 9 Sekolah yang ada di Jakarta. Di era transformasi digital yang berkembang sangat pesat, kemampuan literasi media dan komunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang […]

  • Barantum Optimalkan Komunikasi dengan WhatsApp CRM

    Barantum Optimalkan Komunikasi dengan WhatsApp CRM

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Awalnya terlihat sederhana. Chat masuk, tim balas, transaksi terjadi. Tapi begitu jumlah pelanggan meningkat, semuanya mulai terasa berantakan. Chat tercecer, respons tidak […]

  • Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy

    Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Telkom AI Center membekali kreator dengan insight monetisasi, strategi positioning, serta pemanfaatan AI untuk bersaing di era gig economy. Sepanjang Februari 2026, Telkom AI Center of Excellence Bandung menghadirkan rangkaian kegiatan AI Connect: From Idea to Income. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bagi content creator, talenta digital, dan pelaku industri kreatif untuk memahami bagaimana […]

  • Perubahan Preferensi Pasar Dorong Tren Hampers Lebaran Kekinian, Lokasoka Hadirkan Solusi Terkurasi

    Perubahan Preferensi Pasar Dorong Tren Hampers Lebaran Kekinian, Lokasoka Hadirkan Solusi Terkurasi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Lokasoka membagikan insight pasar kepada perusahaan dan klien korporasi bahwa tren hampers Lebaran 2026 bergeser dari sekadar hadiah musiman menjadi media komunikasi brand dan relationship marketing; perubahan gaya hidup dan ekspektasi penerima mendorong kebutuhan hampers yang lebih personal, estetik, dan berbasis experience, karena nilai hampers kini diukur dari dampaknya pada brand recall dan hubungan jangka […]

  • BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat

    BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Januari 2026 – Industri jamu nasional resmi memasuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan bahwa jamu kini bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap […]

expand_less