Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa, 10 Maret 2026 diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, tren harga emas atau XAU/USD saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish meskipun sempat mengalami tekanan pada awal pekan.

Pada awal perdagangan pekan ini, harga emas sempat mengalami pelemahan dan berada lebih dari 1,50% di bawah harga pembukaan. Tekanan tersebut muncul setelah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia akibat gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak lebih dari 30% dan mendekati level USD113 per barel. Kondisi ini memicu volatilitas di pasar komoditas global, termasuk logam mulia. Meski demikian, emas masih mampu bertahan dan diperdagangkan di sekitar level USD5.090 per troy ounce.

Menurut Andy Nugraha, dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga emas masih menunjukkan sinyal penguatan. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average pada timeframe H1 mengindikasikan bahwa tren bullish masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Struktur pergerakan harga saat ini mencerminkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar, meskipun pelaku pasar tetap mewaspadai fluktuasi yang dipicu oleh perkembangan situasi global.

Dalam proyeksi pergerakan hari Selasa, 10 Maret 2026, Dupoin Futures memperkirakan bahwa jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD5.245. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila minat beli investor terus meningkat. Namun demikian, jika harga gagal mempertahankan momentum bullish dan mengalami koreksi, maka potensi penurunan diperkirakan akan mengarah ke area support terdekat di sekitar level USD5.126.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas tercatat bergerak naik tipis dan diperdagangkan di kisaran USD5.140. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven masih relatif kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih berlangsung dan telah memasuki hari ke-11. Beberapa serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Iran tengah serta Beirut. Di sisi lain, Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia masih dilaporkan tertutup secara efektif. Jalur ini diketahui menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak global sehingga setiap gangguan pada wilayah tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut juga memaksa sejumlah negara produsen minyak utama di kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, untuk menyesuaikan produksi mereka. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global yang lebih luas. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk mencari instrumen lindung nilai, di mana emas menjadi salah satu aset yang paling banyak diburu saat kondisi pasar sedang tidak stabil.

Meski demikian, kenaikan harga emas juga menghadapi tantangan dari penguatan dolar Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi di AS yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi terus meningkat, bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Suku bunga yang tinggi biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih besar.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat naik sekitar 0,26% ke level 99,11. Penguatan ini membawa dolar ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat melalui laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk periode Februari yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu mendatang. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,4%, sementara inflasi inti diproyeksikan berada di kisaran 2,5%.

Jika angka inflasi yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menekan harga komoditas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut, termasuk emas.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perkembangan situasi geopolitik global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Likuiditas Tetap Optimal,  BRI Finance Siap Penuhi Kewajiban Obligasi Juli 2026

    Jaga Likuiditas Tetap Optimal, BRI Finance Siap Penuhi Kewajiban Obligasi Juli 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memastikan telah menyiapkan seluruh dana yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban pelunasan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 Seri B yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026. Kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga disiplin keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kinerja […]

  • MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA,  Saturday, August 15, 2026

    MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA, Saturday, August 15, 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Tanggal August 16, 2026 Acara: PURANA 17: “Renjana Perca” Lokasi: Grand Indonesia, Main Atrium, East Mall level 1 Talkshow 1: From Bottle to Beauty (11:00 AM – 1:00 PM) Pembicara: Nonita Respati (Founder & CCO, PURANA) dan Perwakilan dari ParagonCorp. Diskusi Utama: Menyoroti perjalanan 17 tahun PURANA dalam mengubah limbah kain menjadi Livable Art (karya […]

  • CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US1 Miliar per Tahun

    CUC dan RSCM Memperkuat Kemitraan Strategis di Bidang Oftalmologi: Mempercepat Penanganan Kelainan Refraksi yang Mengakibatkan Kerugian Produktivitas Global Senilai US$411 Miliar per Tahun

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Mendorong Peningkatan Standar Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Usia Produktif melalui Penyelesaian Masalah Penglihatan PT CUC HEALTHCARE INDONESIA (CHI), yang merupakan anak perusahaan di Indonesia dari CUC Inc. yang bergerak dalam bisnis dukungan institusi medis baik di dalam maupun luar negeri, telah menandatangani kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM […]

  • Satya Vijay Bergabung sebagai Online Marketing Manager SawitPRO

    Satya Vijay Bergabung sebagai Online Marketing Manager SawitPRO

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PT Digital Sawit Pro resmi menunjuk Satya Vijay sebagai Online Marketing Manager SawitPRO untuk memperkuat strategi digital marketing perusahaan. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang digital marketing, termasuk di OpenAI dan Home Credit Indonesia, Satya akan fokus pada pengembangan kampanye digital, akuisisi pengguna, serta optimalisasi performa pemasaran. Ia juga dikenal sebagai Founder PT […]

  • Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45%  di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

    Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 April 2026 – Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.115 per dolar Amerika Serikat (USD) per hari ini 10 April 2026. Selaras dengan ini, Bittime Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) juga mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 45% […]

  • KPB Wajibkan Kontraktor Segera Selesaikan Hak Pekerja Subkontraktor

    KPB Wajibkan Kontraktor Segera Selesaikan Hak Pekerja Subkontraktor

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Menanggapi aksi penyampaian aspirasi pekerja subkontraktor di proyek RDMP Balikpapan, PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) menyampaikan keprihatinan atas keterlambatan pemenuhan hak upah pekerja, sekaligus menegaskan bahwa sebagai pemilik proyek, perusahaan telah melunasi seluruh kewajiban pembayaran kepada kontraktor utama sesuai progres terverifikasi dan bahkan rata-rata lebih cepat dari batas waktu kontraktual. PT KPB menjelaskan bahwa […]

expand_less