Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

Emas Stabil di Level Tinggi, Dupoin Futures Prediksi Potensi Kenaikan ke 5231

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Harga emas dunia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai sentimen global yang memengaruhi pasar keuangan. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, pergerakan emas (XAU/USD) saat ini masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penguatan emas masih cukup solid dalam jangka pendek.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. XAU/USD tercatat diperdagangkan di sekitar level $5.187 per troy ounce, meningkat lebih dari 0,50% dibandingkan sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pelemahan Dolar AS yang terjadi setelah harga minyak dunia mengalami penurunan tipis. Pergerakan harga minyak diketahui memiliki korelasi tertentu dengan nilai tukar dolar AS. Ketika harga minyak melemah, tekanan terhadap dolar dapat meningkat sehingga memberikan dorongan tambahan bagi aset safe haven seperti emas.

Selain faktor mata uang dan komoditas energi, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat turut memberikan pengaruh terhadap dinamika pergerakan pasar emas. Data penjualan rumah yang sudah ada (existing home sales) di AS menunjukkan pemulihan pada bulan Februari setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam pada Januari. Penjualan rumah tercatat meningkat sebesar 1,7%, membaik dari penurunan sebelumnya yang mencapai -5,9%. Perbaikan ini mengindikasikan bahwa sektor properti mulai menunjukkan stabilisasi meskipun kondisi ekonomi global masih dipenuhi ketidakpastian.

Sementara itu, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Data rata-rata perubahan tenaga kerja ADP selama empat minggu terakhir tercatat meningkat menjadi 15,5 ribu, lebih tinggi dibandingkan angka sebelumnya sebesar 12,8 ribu. Peningkatan ini memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan, meskipun tekanan ekonomi global tetap menjadi perhatian bagi para pelaku pasar.

Memasuki perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, harga emas terlihat relatif stabil di sekitar level $5.190. Stabilitas ini terjadi setelah pasar sempat mengalami volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga komoditas global, termasuk emas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa operasi militer AS di Iran kemungkinan akan segera berakhir, meskipun belum ada kepastian mengenai waktu penghentian operasi tersebut. Pernyataan ini sempat memicu penurunan harga minyak karena pasar menilai potensi de-eskalasi konflik. Penurunan harga minyak tersebut juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, yang pada akhirnya memberikan dukungan bagi harga emas.

Meski demikian, ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika serangan dari AS dan Israel terus berlanjut, Iran dapat mengambil langkah drastis dengan memblokir ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ancaman ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga memberikan peringatan keras terhadap kemungkinan gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz. Jika jalur vital tersebut terganggu, ketegangan geopolitik berpotensi meningkat dan memicu lonjakan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Selain faktor geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Rabu. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Februari diperkirakan naik sebesar 2,4% secara tahunan, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat hingga 2,5%. Jika angka inflasi tersebut dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal ini berpotensi memperkuat Dolar AS. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan bagi harga komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, termasuk emas.

Dari sisi teknikal, analisis Dupoin Futures menunjukkan bahwa struktur tren emas masih didominasi oleh sentimen positif. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati area resistance di sekitar level $5.231. Namun demikian, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi apabila momentum kenaikan mulai melemah. Dalam skenario tersebut, level support terdekat yang dapat menjadi area penopang harga berada di kisaran $5.126.

Dengan kombinasi sentimen teknikal yang masih bullish, pelemahan dolar AS, serta faktor geopolitik global yang belum sepenuhnya mereda, harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dalam jangka pendek. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu volatilitas di pasar komoditas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMW Motorrad Days Bali 2026 Hadirkan Semangat Berkendara Global di Pulau Dewata

    BMW Motorrad Days Bali 2026 Hadirkan Semangat Berkendara Global di Pulau Dewata

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Nusa Dua, Bali – 14, September 2026 – BMW Motorrad Days Bali 2026 akan menghadirkan salah satu ajang komunitas sepeda motor ternama dunia ke Indonesia untuk pertama kalinya. Festival yang berlangsung selama tiga hari ini akan digelar pada 24 hingga 26 September 2026 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali. Mengusung semangat “Joy of Riding” dan […]

  • Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai

    Struktur Rangka Melengkung? Cek Dulu Spesifikasi Besi CNP yang Anda Pakai

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Rangka atap tiba-tiba terlihat turun di tengah? Kuda-kuda terasa tidak simetris? Atau setelah beberapa bulan dipasang, struktur mulai melengkung perlahan? Kalau itu terjadi, besar kemungkinan masalahnya bukan pada tukangnya tapi pada spesifikasi Besi CNP yang digunakan. Di lapangan, banyak proyek gudang, kanopi, workshop, hingga bangunan komersial mengalami penurunan performa struktur karena salah memilih ukuran CNP […]

  • Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

    Prodia Resmikan ‘Stemcell Clinic by Prodia’, Perkuat Layanan Preventif dan Regeneratif untuk Masa Depan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta, 18 April 2026 — PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA), penyedia layanan laboratorium dan klinik terdepan di Indonesia, meresmikan layanan Stemcell Clinic by Prodia sebagai pusat terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca bagi masyarakat yang berlokasi di Prodia Senior Health Centre (PSHC), Jl. Metro Pondok Indah TB-31, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan-12310. […]

  • BUKTI TANGAN DINGIN SANG MENTOR! Gubernur YSK Sukses ‘Saring’ Talenta Super, Dr. Manumpil Lolos Kawah Candradimuka PKN I!

    BUKTI TANGAN DINGIN SANG MENTOR! Gubernur YSK Sukses ‘Saring’ Talenta Super, Dr. Manumpil Lolos Kawah Candradimuka PKN I!

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle reputasi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Manado, Media.Reputsiplus.com Awal masa jabatan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), ditandai dengan sebuah seruan tegas kepada jajarannya: birokrat harus “berlari” dan proaktif menunjukkan kompetensi demi akselerasi kemajuan daerah. Kini, seruan tersebut mulai menunjukkan hasil konkret. Prestasi gemilang yang ditorehkan Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, M.Env.Mgmt, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sulut, yang baru saja […]

  • Apakah Bitcoin Akan Menembus US0.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto

    Apakah Bitcoin Akan Menembus US$100.000? Clarity Act dan Sentimen Makro Jadi Sorotan Pasar Kripto

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia (17 May 2026) Pasar aset kripto global memasuki minggu ketiga Mei dengan sentimen yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan regulasi Amerika Serikat, penguatan narasi institusional Bitcoin, serta dinamika geopolitik global yang mempengaruhi energi dan pergerakan dolar AS.  Berdasarkan data pasar pada 17 Mei 2026 pukul 17.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$78,235, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan Clarity Act di Amerika Serikat dan potensi perubahan struktur pasar aset digital global.  Tim trading desk di FLOQ menyoroti bahwa pasar saat ini mulai bergerak bukan hanya berdasarkan volatilitas jangka pendek, tetapi juga berdasarkan perubahan persepsi terhadap legitimasi aset digital secara global.  Salah satu perkembangan terbesar minggu ini datang dari Amerika Serikat setelah Senate Banking Committee mendorong Clarity Act maju pada 14 Mei. Bagi pasar, perkembangan ini dipandang sebagai langkah penting menuju kerangka regulasi aset digital yang lebih jelas, khususnya terkait pengawasan token, struktur pasar, dan batas otoritas regulator.  Menurut FLOQ, arah regulasi yang semakin jelas berpotensi meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap industri aset digital.  “Pasar mulai melihat Bitcoin bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai aset yang semakin mendekati legitimasi finansial arus utama. Ketika regulasi mulai lebih jelas, investor institusional cenderung lebih percaya diri untuk membangun eksposur jangka panjang terhadap aset digital,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan founder FLOQ.  Sentimen tersebut turut mendorong kembali narasi Bitcoin menuju level psikologis US$100.000. FLOQ melihat bahwa penguatan narasi ini tidak berdiri sendiri, tetapi datang bersamaan dengan meningkatnya pembahasan mengenai adopsi institusional, aliran modal ke ETF Bitcoin, dan perubahan cara pasar melakukan valuasi terhadap aset digital.  Di sisi lain, pasar global […]

  • Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Krisis minyak global sering kali terjadi akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan, atau ketegangan di jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz. Ketika pasokan minyak terganggu, harga minyak dunia cenderung naik secara signifikan. Bagi negara importir, kondisi ini menjadi tantangan karena meningkatkan biaya energi dan inflasi. Namun, bagi negara produsen energi, krisis minyak justru dapat menjadi peluang […]

expand_less