Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mentan Soroti Harga Minyak Goreng, Holding Perkebunan Nusantara Jaga Pasokan dan Harga MinyaKita Selama Ramadhan

Mentan Soroti Harga Minyak Goreng, Holding Perkebunan Nusantara Jaga Pasokan dan Harga MinyaKita Selama Ramadhan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Jakarta – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjadi prioritas utama.

Merespons tingginya harga minyak goreng rakyat di pasaran yang sempat menembus angka Rp19.000 per liter, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus mengawal ketersediaan pasokan dan harga jual di tingkat distributor agar program stabilisasi harga pemerintah berjalan optimal.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali harga minyak goreng di pasar domestik. Dalam inspeksi mendadaknya di Pasar Kebayoran, Jakarta, beberapa waktu lalu, Mentan menemukan produk MinyaKita dipasarkan jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Mentan dengan tegas menyatakan bahwa minyak goreng tidak boleh mahal apalagi langka. Ia menilai kenaikan harga di tengah masyarakat ini sebagai sebuah ironi, mengingat mekanisme supply and demand komoditas sawit global berjalan normal. Terlebih, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi posisi strategis Indonesia sebagai produsen terbesar dunia, di mana nilai ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$24,42 miliar, meningkat 21,83% dari tahun sebelumnya.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian untuk menertibkan rantai distribusi dan mengendalikan harga di tingkat hulu-tengah, PTPN IV PalmCo mengambil langkah yang berkelanjutan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan komitmen perusahaan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan, terutama pada momen krusial pertengahan Ramadhan hingga Lebaran nanti.

“Sebagai BUMN yang bergerak di industri perkebunan sawit, kami memiliki tanggung jawab baik moral maupun strategis untuk memastikan masyarakat bisa menjalani ibadah puasa hingga menyambut Idulfitri dengan tenang, tanpa terbebani lonjakan harga minyak goreng. Menindaklanjuti ketegasan Bapak Mentan, kami di PTPN IV PalmCo konsisten menerapkan harga jual yang sangat rasional di tingkat hulu untuk memutus mata rantai anomali harga tersebut,” ujar Jatmiko.

Jatmiko mengungkapkan, PT Industri Nabati Lestari (INL) yang merupakan Anak Perusahaan PTPN IV PalmCo, memproduksi minyak goreng program pemerintah “MinyaKita” dengan harga jual tetap terjaga di angka Rp13.439 per liter.

“Perlu dipahami bahwa harga Rp13.439 per liter ini adalah harga jual kepada customer atau mitra distributor secara B2B (Business to Business), bukan harga jual langsung ke konsumen akhir di pasar. Dengan memberikan margin yang cukup luas di tingkat hulu, kami berharap distributor menyalurkannya ke pedagang eceran dengan harga yang sehat. Tujuannya satu, agar saat tiba di tangan masyarakat, harganya tetap mematuhi HET Rp15.700 per liter sebagaimana instruksi pemerintah,” jelas Jatmiko.

Pacu Kapasitas Produksi Jelang Puncak Konsumsi

Selain memastikan kepatuhan harga di tingkat distributor, PTPN IV PalmCo juga terus memacu produksi harian agar ketersediaan barang di lapangan aman jelang puncak konsumsi Lebaran.

Jatmiko memaparkan, pada sektor hulu, produksi Crude Palm Oil (CPO) perusahaan ditargetkan terus meningkat lebih dari 10,5% menjadi sekitar 225.940 ton pada bulan April 2026. Sementara di sektor hilir, PT Industri Nabati Lestari (INL) juga telah menggenjot kapasitas produksinya secara maksimal di pertengahan bulan puasa ini.

Target produksi minyak goreng ritel oleh INL terus dipacu hingga menyentuh angka sekitar 4,2 juta liter pada bulan Maret ini, dan akan kembali ditingkatkan sebesar 7,6% menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada bulan April 2026 mendatang.

“Seluruh kapasitas produksi pabrik kami saat ini didedikasikan dan difokuskan penuh untuk MinyaKita. Kami bahkan mengambil kebijakan untuk menunda sementara produksi beberapa merek komersial internal perusahaan. Langkah ini semata-mata agar jalur distribusi dan kapasitas pabrik secara penuh menopang ketersediaan MinyaKita di tengah masyarakat hingga Hari Raya Idulfitri,” tutup Jatmiko.

Melalui kolaborasi antara pengawasan Kementerian Pertanian di lapangan dan komitmen pasokan dari BUMN seperti PTPN IV PalmCo, diharapkan anomali harga minyak goreng tidak lagi terjadi, sehingga masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan merayakan Lebaran dengan suka cita.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Internship di Hong Kong, Mahasiswa BINUS @Bekasi Asah Pengalaman Global

    Internship di Hong Kong, Mahasiswa BINUS @Bekasi Asah Pengalaman Global

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Bekasi, 2 April 2026 – Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin global, pengalaman internasional menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kesiapan karier generasi muda. Tidak hanya kompetensi akademik, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki exposure lintas budaya, kemampuan adaptasi tinggi, serta pengalaman profesional di lingkungan global. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui program enrichment […]

  • Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja

    Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Januari 2026 – Pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada forum Business Matching Kementerian Perindustrian pada Desember 2025 mengenai kuatnya pengaruh mafia impor menegaskan bahwa tantangan industri nasional bersifat struktural. Dikatakannya, tekanan impor berharga rendah yang tidak mencerminkan struktur biaya wajar telah mendistorsi pasar dan melemahkan industri dalam negeri. Pengamat industri baja dan […]

  • Sukses Manfaatkan Kulong Bekas Tambang, Berikanesia Lestari Jadi Model Ekonomi Sirkular di Belitung

    Sukses Manfaatkan Kulong Bekas Tambang, Berikanesia Lestari Jadi Model Ekonomi Sirkular di Belitung

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Bangka Belitung, 14 Januari 2026 Changemakers dari Belitung yang tergabung dalam inisiatif Berikanesia Lestari, dengan dukungan dari Instellar, sukses menjalankan inovasi ekonomi biru selama satu tahun terakhir di Pulau Belitung. Melalui kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, kelompok nelayan, petani tambak, kader kesehatan, dan masyarakat setempat, Berikanesia Lestari membagikan hasil, pembelajaran, serta praktik baik program dalam […]

  • Panduan Pemula: 7 Langkah Praktis Kirim Paket Ke Luar Negeri dari Rumah

    Panduan Pemula: 7 Langkah Praktis Kirim Paket Ke Luar Negeri dari Rumah

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Baru pertama kali kirim paket ke luar negeri? Ikuti panduan 7 langkah praktis ini, mulai dari persiapan dokumen hingga paket dijemput langsung dari rumah Anda tanpa repot. Mengatasi Keraguan Kirim Barang Internasional Bagi sebagian besar pemula, proses kirim paket ke luar negeri sering kali terbayang sebagai sesuatu yang sangat rumit dan melelahkan. Banyak yang membayangkan […]

  • PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan

    PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara Siapkan Proyek Percontohan Kedelai untuk Dukung Target Swasembada Pangan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta — Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menyiapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa saat mengunjungi sentra produksi […]

  • Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy

    Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Telkom AI Center membekali kreator dengan insight monetisasi, strategi positioning, serta pemanfaatan AI untuk bersaing di era gig economy. Sepanjang Februari 2026, Telkom AI Center of Excellence Bandung menghadirkan rangkaian kegiatan AI Connect: From Idea to Income. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bagi content creator, talenta digital, dan pelaku industri kreatif untuk memahami bagaimana […]

expand_less