Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global

Kebijakan Baja Nasional Berbasis Data dan Struktur Persaingan Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Jakarta, 18 Maret 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) menilai bahwa pembacaan ulang terhadap narasi daya saing baja global menjadi krusial dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional.

Di tengah tekanan
baja impor berharga rendah, pendekatan kebijakan yang berbasis data objektif
dinilai lebih relevan dibanding sekadar asumsi bahwa harga murah identik dengan
efisiensi tinggi.

Arah Kebijakan Baja Nasional
2026

Direktur
Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya memastikan
persaingan industri berlangsung secara adil.

“Tantangan
industri baja nasional bukan sekadar mengejar harga terendah, melainkan
memastikan level playing field yang sehat agar industri domestik dapat tumbuh
berkelanjutan dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,”
ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &
Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Perlu
diketahui, Penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda hilirisasi
dan kemandirian ekonomi dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto. Dengan kebijakan berbasis pembacaan biaya yang objektif dan
terverifikasi, Indonesia dapat menjaga ketahanan industri strategis sekaligus
memperkuat daya saing jangka panjang.

Dominasi Ekspor dan Ketimpangan
Pasar Global

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining
Insights menyoroti perlunya menggugat mitos daya saing baja Tiongkok.

Data
World Steel Association menunjukkan ekspor baja Tiongkok melonjak dari 53,7
juta ton pada 2020 menjadi 117,1 juta ton pada 2024. Sementara itu, menurut
General Administration of Customs of China, ekspor Januari–November 2025 telah
mencapai 107,7 juta ton dan diperkirakan kembali menyentuh kisaran 117–118 juta
ton hingga akhir tahun.

Di
sisi lain, impor baja Tiongkok terus menurun. Struktur ini memperlihatkan
ketimpangan pasar global yang semakin terpusat pada satu eksportir dominan.

Fakta Biaya Produksi Tidak
Mendukung Mitos Efisiensi Terendah

Sejumlah
publikasi internasional menunjukkan bahwa Tiongkok bukan produsen baja berbiaya
terendah.

Laporan
Selvaraju (2025) dari Grantham Research Institute on Climate Change and the
Environment di London School of Economics memperkirakan biaya produksi rute
BF–BOF Tiongkok sekitar US$545 per ton, berada di kelompok menengah. Biaya
Indonesia diperkirakan sekitar US$475 per ton, lebih rendah dari Tiongkok dan
kompetitif di antara produsen global.

Temuan
serupa juga ditunjukkan oleh TransitionZero dan European Commission Joint
Research Centre yang menyimpulkan bahwa harga ekspor rendah tidak otomatis
mencerminkan struktur biaya paling efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspor Curah Cair Kembali Menguat dari Pelabuhan Krueng Geukueh, 11.490 Ton Dikirim ke Pasar Global

    Ekspor Curah Cair Kembali Menguat dari Pelabuhan Krueng Geukueh, 11.490 Ton Dikirim ke Pasar Global

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Aceh Utara, Februari 2026 — Aktivitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) asal Aceh kembali berlangsung di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara. Pengapalan ini menjadi penegasan posisi Aceh sebagai bagian dari jalur perdagangan global dengan komoditas bernilai tinggi dan kualitas yang diakui pasar internasional. Total CPO yang diekspor mencapai 11.490 metrik ton, terbagi […]

  • 54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

    54% Investor Pasar Modal Indonesia di Bawah 30 Tahun, BRIDS Catat Lonjakan Transaksi Digital 1.327% di 2025

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    FinanceAsia dan IDIA 2026 memberikan penghargaan kepada BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) di tengah pertumbuhan basis investor ritel Indonesia yang kini didominasi segmen usia di bawah 30 tahun Jakarta, 04 Mei 2026 – Jumlah investor pasar modal Indonesia melampaui 20,34 juta pada Desember 2025, tumbuh dari 12,16 juta pada 2022. Lebih dari separuh basis investor tersebut […]

  • Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua

    Kulit Bayi Kering dan Kasar: 5 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Tua

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Kulit bayi yang kering dan kasar sering memunculkan pertanyaan yang mirip dari banyak orang tua. Berikut lima yang paling sering, beserta penjelasan singkatnya. 1. Kenapa kulit bayi cepat kering lagi padahal sudah dioleskan pelembap? Karena skin barrier (lapisan pelindung terluar) pada bayi masih berkembang. Bila barrier lemah, kelembapan di permukaan mudah menguap kembali, sehingga kulit […]

  • Evolusi Cuatrodia Creative Circle: Transformasi Ekosistem Kreatif Jakarta dengan Standar Kriya Kelas Dunia

    Evolusi Cuatrodia Creative Circle: Transformasi Ekosistem Kreatif Jakarta dengan Standar Kriya Kelas Dunia

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Warisan Kriya: Dari Nominasi Menjadi Standar Industri Transisi ini bukanlah tanpa landasan yang kuat. Selama 13 tahun terakhir, Cuatrodia telah membangun reputasi melalui dedikasi pada craftsmanship yang diakui secara luas. Reputasi ini diperkuat dengan konsistensi mereka di panggung penghargaan nasional, di mana Cuatrodia kerap dinobatkan sebagai salah satu Craft House of the Year terbaik. Keahlian […]

  • Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

    Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Perlindungan anak perlu menjadi bagian dari tata kelola dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan KPAI, BINUS Business School, IGCN, pemerintah, dan dunia usaha, para pemangku kepentingan mendorong penguatan kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis yang ramah anak dan bebas dari eksploitasi. Diskusi menekankan pentingnya integrasi prinsip […]

  • BINA NUSANTARA Raih LinkedIn Talent Insights Pioneer 2025, Perkuat Ekosistem Talenta Berbasis Data

    BINA NUSANTARA Raih LinkedIn Talent Insights Pioneer 2025, Perkuat Ekosistem Talenta Berbasis Data

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 Mei 2026 – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, kemampuan institusi pendidikan untuk memahami perkembangan talenta, kebutuhan industri, serta arah kompetensi masa depan menjadi semakin penting. BINA NUSANTARA terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada kesiapan Binusian untuk bertumbuh dan berkontribusi di dunia profesional. […]

expand_less