Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

Perlindungan anak perlu menjadi bagian dari tata kelola dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan KPAI, BINUS Business School, IGCN, pemerintah, dan dunia usaha, para pemangku kepentingan mendorong penguatan kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis yang ramah anak dan bebas dari eksploitasi. Diskusi menekankan pentingnya integrasi prinsip perlindungan anak dalam praktik bisnis, tata kelola, serta rantai pasok, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi, riset, dan dunia usaha dalam menciptakan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

JAKARTA,
14 Juli 2026
—
Perlindungan anak perlu ditempatkan sebagai bagian dari tata kelola dan
strategi bisnis, bukan semata-mata kewajiban untuk memenuhi regulasi. Hal ini
mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Road to Hari Anak
Nasional 2026: Gerak Bersama Mewujudkan Ekosistem Bisnis yang Ramah Anak dan
Bebas dari Eksploitasi’ yang mempertemukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia
(KPAI), UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), BINUS Business School,
dunia usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di BINUS
@Senayan-Kampus FX, Jakarta, Selasa (14/7).

Diskusi
menyoroti bahwa risiko pelanggaran hak anak dapat muncul di berbagai titik
aktivitas bisnis, mulai dari pekerja anak dan rantai pasok hingga kebijakan
ketenagakerjaan serta praktik bisnis yang belum mempertimbangkan perspektif
perlindungan anak. Karena itu, diperlukan perubahan pendekatan agar
perlindungan anak terintegrasi dalam proses bisnis, bukan hanya menjadi respons
ketika pelanggaran terjadi.

Komisioner
KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, hasil pengawasan masih menemukan
ekosistem bisnis dan rantai pasok yang berpotensi bertentangan dengan prinsip
perlindungan anak, termasuk keberadaan pekerja anak dan kebijakan yang belum
memiliki perspektif perlindungan anak.

“Pertemuan
ini menjadi momentum yang kembali menguatkan. Kami tidak ingin perlindungan
anak hanya menjadi urusan Komisi Perlindungan Anak dan dunia usaha. Kami juga
ingin melibatkan dunia pendidikan karena universitas memiliki peran melalui
riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat untuk membangun iklim yang
mendukung perlindungan anak,” ujar Ai.

Menurutnya,
keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mendorong edukasi, kerja nyata,
advokasi kebijakan, serta penguatan dukungan terhadap perlindungan anak,
termasuk melalui kontribusi dunia usaha.

Ina
A. Murwani
,
pengajar di BINUS Business School Master Program, menjelaskan bahwa dari
perspektif akademik, BINUS Business School menempatkan pendidikan, riset, dan
pengembangan masyarakat sebagai jalur penting untuk membangun kesadaran tentang
perlindungan anak di dunia bisnis. Calon pemimpin dan wirausaha perlu memahami
isu tersebut sebagai bagian dari etika bisnis dan keberlanjutan.

Pendekatan
ini sejalan dengan semangat BINUS University, yaitu fostering and empowering
the society in building and serving the nation
. Melalui pembelajaran,
penelitian, dan berbagai program pengembangan masyarakat, perguruan tinggi
dapat berkontribusi dalam capacity building generasi yang kelak
mengambil keputusan dan menjalankan aktivitas bisnis.

Dalam
konteks riset, BINUS menyoroti bahwa risiko pekerja anak kerap berada di bagian
rantai pasok yang paling jauh, informal, dan sulit dilacak. Karena itu, perusahaan
membutuhkan tata kelola yang mampu mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, dan
memulihkan potensi pelanggaran hak asasi manusia.

Perspektif
dunia usaha dalam FGD ini turut disampaikan oleh Inra Gunawan, Legal
Compliance and Human Resources Head RAPP (APRIL Group). Ia memaparkan bagaimana
praktik bisnis dan tata kelola perusahaan dapat dikaitkan dengan upaya
perlindungan serta pemenuhan hak anak. Kehadiran perspektif praktis dari dunia
usaha menjadi penting untuk menunjukkan bagaimana prinsip perlindungan anak
dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan dan praktik operasional perusahaan,
termasuk dalam konteks ketenagakerjaan dan rantai pasok.

Sementara
itu, IGCN membawa perspektif global melalui prinsip Children’s Rights and
Business Principles
(CRBP). Senior Manager Member Relations and
Communications IGCN, Evi Rostiani, mengatakan, tantangan perusahaan
dalam menerapkan prinsip tersebut berbeda-beda, bergantung pada skala dan
kompleksitas bisnis.

“Dengan
adanya kolaborasi antar pihak, dampaknya akan lebih cepat dan lebih luas,”
katanya.

Menurut
Evi, praktik baik yang telah dilakukan oleh satu perusahaan dapat menjadi
pembelajaran bagi pelaku usaha lainnya. “Apa yang sudah dijelaskan dan
disampaikan oleh industri lain seperti APRIL Group dapat diduplikasi atau
direplikasi oleh industri bisnis lainnya,” ujarnya.

FGD
ini mendorong agar komitmen perlindungan anak ditindaklanjuti melalui
pertukaran praktik baik, penguatan kapasitas, pengembangan riset, advokasi
kebijakan, serta integrasi prinsip perlindungan anak dalam tata kelola dan
rantai pasok perusahaan.

Bagi
BINUS Business School, keterlibatan dalam kolaborasi ini merupakan bagian dari
kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya pengetahuan, pemimpin, dan
praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga
berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih beretika, inklusif, dan
melindungi hak anak.

Melalui
gerak bersama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku
kepentingan lainnya, perlindungan anak diharapkan menjadi bagian dari praktik
bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus mendukung
terwujudnya Indonesia yang ramah terhadap anak. ***

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • PTPP Tegaskan Kesiapan Percepat Pembangunan Hunian Layak di Kawasan  Senen

    PTPP Tegaskan Kesiapan Percepat Pembangunan Hunian Layak di Kawasan Senen

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 April 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) menegaskan kesiapan untuk mendukung percepatan pembangunan 324 unit hunian layak di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebagai bagian dari program pemerintah dalam penataan kawasan permukiman perkotaan. Langkah ini merupakan bentuk dukungan PTPP terhadap program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo […]

  • Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

    Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Deli Serdang, 19 September 2026 – PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Unit Riset Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sei Putih, Puskesmas Galang, dan Babinsa Desa Sei Putih melaksanakan kegiatan pengasapan atau fogging sebagai upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Dusun 8, Desa Sei Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli […]

  • Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

    Cara Mengatur Cicilan Agar Tidak Mengganggu Kebutuhan Rumah Tangga

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Mengatur cicilan dengan baik membantu kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan. Salah satu caranya adalah menyusun anggaran bulanan, membatasi jumlah cicilan sesuai kemampuan, serta menggunakan pinjaman secara bijak sesuai kebutuhan. Memiliki cicilan bukanlah hal yang salah. Baik pinjaman untuk biaya pendidikan, renovasi rumah, kebutuhan kesehatan, maupun modal usaha dapat membantu mewujudkan rencana […]

  • BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BRI BO Cempaka Mas melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Cempaka Mas. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat dengan semangat kebangsaan. Pelaksanaan upacara menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang serta menghargai nilai-nilai perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Dengan penuh […]

  • Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI

    Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 96
    • 0Komentar

    JAKARTA, 19 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Upaya itu diwujudkan melalui inovasi portal data real-time untuk memantau pelayanan publik, salah satunya dalam hal penanganan bencana di wilayah Sumatera. Perkembangan penanganan bencana ini kini dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui dashboard Sistem […]

  • Hadirkan Ratusan Pengembangan Inovasi Fitur, Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026

    Hadirkan Ratusan Pengembangan Inovasi Fitur, Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Bank Raya bank digital BRI Group kembali meraih penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 pada kategori Mobile Banking App yaitu Aplikasi Raya. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada brand di industri keuangan yang dinilai berhasil membangun kepercayaan publik dan menjaga reputasi positif secara konsisten. Ajang penganugerahan ini diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat […]

expand_less