Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H, Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi

Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H, Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Bandung (Jawa Barat), 24 Maret 2026 – Memasuki dua hari pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, yakni pada Senin (23/3) dan Selasa (24/3), volume pengguna jasa kereta api di wilayah Daop 2 Bandung masih terpantau tinggi. Arus pergerakan penumpang baik yang berangkat maupun datang menunjukkan angka yang signifikan, mencerminkan masih berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (24/3) siang, jumlah pengguna jasa kereta api yang berangkat pada Senin (23/3) tercatat sebanyak 27.290 pelanggan. Sementara itu, untuk keberangkatan pada Selasa (24/3), jumlah pengguna jasa kereta api telah mencapai 24.712 pelanggan dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga malam hari.

Tidak hanya keberangkatan, jumlah pengguna jasa kereta api yang datang di wilayah Daop 2 Bandung juga masih tinggi. Pada Senin (23/3), tercatat sebanyak 27.031 pelanggan tiba di berbagai stasiun. Sedangkan pada Selasa (24/3) hingga siang hari, jumlah pengguna jasa kereta api yang datang telah mencapai 24.103 pelanggan.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tingginya volume penumpang pada periode pasca Lebaran ini merupakan indikasi kuat bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat. “Kami melihat antusiasme masyarakat tetap tinggi pada masa arus balik ini. KAI Daop 2 Bandung terus berupaya memberikan layanan terbaik agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kuswardojo.

Secara kumulatif, tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api juga tercermin dari penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026. Hingga hari ini, untuk periode 11 Maret 2026 s.d. 1 April 2026, tercatat sebanyak 351.252 tiket telah terjual dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan, atau dengan tingkat okupansi mencapai 101,6%.

Tingkat okupansi yang melebihi 100% tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, sekaligus adanya pola perjalanan dinamis seperti penumpang parsial (naik-turun di stasiun antara) yang memungkinkan optimalisasi kapasitas tempat duduk.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat pasca Lebaran masih cukup tinggi, terutama bagi para pemudik yang kembali ke kota asal untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari. Kereta api masih menjadi moda transportasi andalan karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan perjalanan.

Seluruh data tersebut merupakan akumulasi dari stasiun-stasiun yang melayani naik dan turun penumpang KA Jarak Jauh di wilayah Daop 2 Bandung, termasuk stasiun utama seperti Bandung dan Kiaracondong serta stasiun lainnya di wilayah Daop 2 Bandung.

KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan di masa arus balik ini. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan petugas di lapangan guna memastikan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama. KAI memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan, sehingga pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun, guna menghindari keterlambatan serta memastikan proses boarding berjalan dengan lancar, terutama di tengah tingginya volume penumpang.

Dengan tingginya angka pergerakan penumpang ini, KAI Daop 2 Bandung optimis dapat terus melayani masyarakat secara maksimal selama periode arus balik Lebaran 2026. Diharapkan seluruh pelanggan dapat menikmati perjalanan yang selamat, nyaman, dan berkesan bersama kereta api.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liburan Singkat Tak Perlu Tertunda,  BRI Finance Hadir dengan Solusi Dana Tunai Cepat dan Praktis

    Liburan Singkat Tak Perlu Tertunda, BRI Finance Hadir dengan Solusi Dana Tunai Cepat dan Praktis

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Juni 2025 – Ritme kehidupan yang semakin cepat dan tuntutan pekerjaan yang kian tinggi, mendorong kebutuhan masyarakat untuk beristirahat sejenak dari rutinitas menjadi semakin penting. Tidak sedikit pekerja yang memanfaatkan akhir pekan panjang maupun musim liburan untuk melakukan perjalanan singkat, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar menikmati waktu untuk memulihkan energi dan menjaga keseimbangan […]

  • Wall Street Melemah Tajam, Saham Teknologi dan Semikonduktor Jadi Penekan Utama

    Wall Street Melemah Tajam, Saham Teknologi dan Semikonduktor Jadi Penekan Utama

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Wall Street mengalami tekanan tajam dengan sektor teknologi kembali menjadi pusat aksi jual. Salah satu indikator yang paling mencuri perhatian adalah pelemahan Philadelphia Semiconductor Index atau SOX yang jatuh hampir 5%. Koreksi ini menunjukkan bahwa saham-saham semikonduktor, yang selama beberapa waktu menjadi motor utama reli pasar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mulai menghadapi […]

  • Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua

    Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dengan semangat Iduladha 1447 H, Grup MIND ID kembali menyalurkan hewan kurban ke berbagai wilayah operasional di seluruh Indonesia sebagai wujud kepedulian perusahaan dan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disalurkan mencapai 1.735 ekor. Kontribusi tersebut terdiri dari 825 ekor sapi dan 748 ekor kambing. Hewan kurban […]

  • 7 Fakta Menarik Mengenai Kucing Maine Coon

    7 Fakta Menarik Mengenai Kucing Maine Coon

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Mengenal Kucing Maine Coon dan Karakteristiknya yang Unik Kucing Maine Coon adalah salah satu ras kucing yang sangat populer di kalangan cat lover. Dengan tubuhnya yang besar dan bulu yang lebat, kucing ini memiliki pesona tersendiri yang membuatnya digemari. Namun, selain penampilannya yang memikat, Maine Coon juga memiliki karakteristik unik yang membuatnya istimewa. Berikut adalah […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Dari Study Abroad hingga Research di Belgia, Farih Muhammad Berani Melangkah Lebih Jauh

    Dari Study Abroad hingga Research di Belgia, Farih Muhammad Berani Melangkah Lebih Jauh

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta – Setelah melewati perjalanan akademik yang dipenuhi berbagai pengalaman internasional, Farih Muhammad akhirnya resmi menjadi salah satu dari 4.758 lulusan dalam WISUDA-75 BINUS University. Prosesi wisuda yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, menjadi penanda berakhirnya perjalanan Farih sebagai mahasiswa Computer Science – Global Class, BINUS @Alam Sutera, […]

expand_less