Memperkuat Fondasi Ekonomi, Menekan Angka Kemiskinan di Bumi Nyiur Melambai
- account_circle editor reputasi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar

REPUTASIPLUS.COM — Provinsi Sulawesi Utara terus memantapkan posisinya sebagai salah satu lokomotif ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Melalui rilis terbaru “Sulawesi Utara Dalam Angka 2026”, daerah yang dikenal dengan semboyan Si Tou Timou Tumou Tou ini mencatatkan performa impresif di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay.
Pencapaian ini tercermin dari struktur ekonomi yang kian tangguh, lonjakan nilai ekspor yang signifikan, hingga keberhasilan menekan angka kemiskinan ke level terendah dalam lima tahun terakhir.
Stabilitas ekonomi Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif yang konsisten.
Data mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku berhasil menyentuh angka Rp 204,75 triliun.
Angka ini didorong oleh laju pertumbuhan ekonomi yang stabil di level 5,66 persen.

Dampak dari pertumbuhan ini tidak hanya terlihat secara makro, tetapi juga mulai menyentuh aspek kesejahteraan individu.
PDRB per kapita masyarakat Sulut melonjak cukup tajam menjadi Rp 75,24 juta per tahun, meningkat dari angka Rp 69,35 juta pada tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mengindikasikan adanya peningkatan daya beli dan produktivitas masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.
Di kancah internasional, komoditas asal Sulawesi Utara kian menunjukkan taringnya. Nilai ekspor barang sepanjang 2025 menembus angka 1.236,40 juta dollar AS, atau tumbuh sebesar 48,31 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Sektor pengolahan masih menjadi motor penggerak utama. Tiga komoditas yang mendominasi pasar global meliputi:
Lemak dan Minyak Hewani/Nabati: Menyumbang nilai sebesar 873,79 juta dollar AS.
Ikan, Krustasea, dan Moluska: Mencapai 95,79 juta dollar AS.
Olahan Daging dan Ikan: Memberikan kontribusi 69,87 juta dollar AS.

Tiongkok, Belanda, dan Filipina tetap menjadi mitra dagang utama, yang sekaligus menegaskan standar kualitas produk lokal Sulut telah memenuhi kualifikasi pasar internasional yang ketat.
Di luar angka-angka pertumbuhan, keberhasilan paling esensial terletak pada upaya pengentasan kemiskinan.
Hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 172,13 ribu orang. Angka ini merupakan titik terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Penurunan ini merupakan hasil dari sinergi kebijakan perlindungan sosial dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif.
Bagi pemerintah provinsi, statistik ini bukan sekadar deretan angka, melainkan representasi nyata dari perubahan taraf hidup masyarakat di akar rumput.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa momentum “Sulut Makin Keren, Makin Maju” bukan hanya slogan pembangunan, melainkan komitmen untuk memastikan setiap warga Sulawesi Utara mendapatkan akses yang adil terhadap kesejahteraan dan kemajuan ekonomi. (Advetorial)
- Penulis: editor reputasi


