Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kekuatan dalam Keheningan

Kekuatan dalam Keheningan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Di dunia saat ini, hampir tak terbayangkan sebuah bandara internasional yang sibuk berhenti beroperasi sepenuhnya selama satu hari penuh. Ini bukan kejadian satu kali, melainkan berlangsung setiap tahun. Tidak hanya Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang ditutup untuk seluruh penerbangan, tetapi seluruh aktivitas transportasi di pulau tersebut juga berhenti total. Masyarakat tetap berada di dalam rumah dan pada malam hari tidak ada lampu yang dinyalakan. Keheningan menyelimuti pulau yang biasanya ramai itu. Pembaca mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi. Ini bukan masa berkabung. Ini adalah sebuah perayaan. Inilah Tahun Baru Bali, Nyepi, hari hening untuk kontemplasi.

Tahun ini, Nyepi diperingati dari pagi hari tanggal 19 Maret hingga pagi hari tanggal 20 Maret, sesuai kalender Hindu Saka. Nyepi merupakan perayaan spiritual dan budaya yang sangat mendalam, sekaligus unik bagi Pulau Bali. Pada hari ini, masyarakat diharapkan merenungkan perjalanan tahun yang telah berlalu dalam keheningan, serta memulai tahun baru dengan niat yang positif. Pelaksanaan Nyepi sangat ketat, dengan pengamanan oleh petugas adat yang dikenal sebagai Pecalang. Dalam beberapa tahun, bahkan layanan internet dan komunikasi seluler pernah dibatasi. Wisatawan pun diharapkan tetap berada di dalam area hotel, dengan pembatasan pergerakan di luar.

Sebagian besar masyarakat Bali beragama Hindu. Indonesia bahkan menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki umat Hindu yang tidak berasal dari anak benua India. Meskipun terdapat banyak kesamaan dalam keyakinan antara masyarakat Bali dan umat Hindu di India, terdapat pula berbagai perbedaan yang tampak jelas, khususnya dalam perayaan hari besar. Jika di India festival besar meliputi Holi, Diwali, Durga Puja, Ganesh Chaturthi, atau Makar Sankranti, di Bali perayaan tersebut tidak begitu dikenal. Sebaliknya, masyarakat Bali memiliki tradisi dan perayaan sendiri, dengan Nyepi sebagai yang paling utama.

Nyepi dirayakan melalui tiga tahapan. Tahap pertama adalah Melasti, yang dilaksanakan beberapa hari sebelum Nyepi. Ini merupakan ritual penyucian yang bertujuan membersihkan alam semesta, baik secara lahir maupun batin, dari karma buruk dan dosa. Prosesi dilakukan secara meriah menuju pantai atau sumber air suci untuk mengambil tirta yang digunakan dalam penyucian benda-benda sakral, termasuk arca dewa.

Tahap kedua adalah Bhuta Yajna dan pawai Ogoh-ogoh yang berlangsung sehari sebelum Nyepi. Kata Ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali ogah-ogah yang berarti sesuatu yang digoyangkan. Dalam pawai ini, patung-patung besar berbentuk makhluk menyeramkan yang terbuat dari bambu dan kain diarak dan digoyangkan, melambangkan pengusiran energi negatif. Setelah itu, patung-patung tersebut dibakar di kuburan desa. Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan antara Tuhan, manusia, dan alam, serta untuk menenangkan Batara Kala, dewa dunia bawah dan kehancuran.

Tahap ketiga sekaligus yang paling penting adalah Nyepi itu sendiri, hari yang dikhususkan untuk refleksi diri. Kata Nyepi berasal dari kata “sepi” yang berarti sunyi atau hening. Segala hal yang dapat mengganggu tujuan utama tersebut dilarang keras. Masyarakat Bali menghabiskan hari dengan berdoa, berpuasa, dan bermeditasi untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan yang mereka sebut Sang Hyang Widhi Wasa.

Nyepi berlandaskan pada Catur Brata atau empat pantangan utama. Pertama, Amati Geni yang melarang penggunaan api dan cahaya, termasuk listrik, bahkan memasak pun dihindari. Kedua, Amati Karya yang melarang aktivitas fisik kecuali yang berkaitan dengan penyucian diri secara spiritual. Ketiga, Amati Lelungan yang melarang bepergian. Keempat, Amati Lelanguan yang menekankan puasa serta melarang segala bentuk hiburan. Masyarakat Bali meyakini bahwa keheningan dalam segala bentuk mampu menyembuhkan, membersihkan, dan mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan.

Sehari setelah Nyepi, yang dikenal sebagai Ngembak Geni, suasana berubah total. Keluarga dan kerabat saling berkumpul, bersilaturahmi, melaksanakan ritual keagamaan bersama, dan kembali aktif dalam kehidupan sosial. Pada Nyepi hari ini, saya merenungkan bagaimana jadinya jika kita merayakan tahun baru seperti masyarakat Bali, jauh dari hiruk-pikuk perayaan tanpa makna yang kerap mewarnai tanggal 31 Desember setiap tahunnya.

Artikel ini ditulis oleh Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waringin Megah General Contractor Tegaskan Komitmen Dengan Perkuat Standar Kualitas dan SDM

    Waringin Megah General Contractor Tegaskan Komitmen Dengan Perkuat Standar Kualitas dan SDM

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Di tengah persaingan industri konstruksi yang semakin dinamis, Waringin Megah General Contractor menegaskan komitmennya sebagai perusahaan kontraktor nasional yang mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Berdiri sejak 1987, Waringin Megah memulai perjalanan bisnisnya dengan mengerjakan proyek- proyek pengembangan internal sebelum berkembang dan menangani berbagai proyek berskala nasional, khususnya di […]

  • Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Krisis minyak global sering kali terjadi akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan, atau ketegangan di jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz. Ketika pasokan minyak terganggu, harga minyak dunia cenderung naik secara signifikan. Bagi negara importir, kondisi ini menjadi tantangan karena meningkatkan biaya energi dan inflasi. Namun, bagi negara produsen energi, krisis minyak justru dapat menjadi peluang […]

  • Krakatau Steel Gelar “Simfoni Ramadhan” Pererat Sinergi Lintas Sektoral Di Banten

    Krakatau Steel Gelar “Simfoni Ramadhan” Pererat Sinergi Lintas Sektoral Di Banten

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Cilegon (26/2) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menyelenggarakan agenda silaturahmi akbar bertajuk “Simfoni Ramadhan: Istighosah dan Buka Puasa Sinergi Lintas Sektoral” di Convention Hall, The Royale Krakatau Hotel Cilegon, Rabu (25/02). Mengusung tema “Sinergi dalam Doa, Berbagi dalam Keberkahan”, acara ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara korporasi, pemerintah daerah, […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Jakarta, 19 Maret 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) kembali menorehkan prestasi dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Indonesia Fire Safety Excellence Award (IFSEA) 2026 yang diselenggarakan di Menara Peninsula Hotel, Jakarta, pada Jumat (6/3). Dalam ajang apresiasi nasional di bidang keselamatan kebakaran tersebut, SPSL memperoleh peringkat tiga bintang sebagai bentuk pengakuan atas komitmen […]

  • KAI Divre IV Tanjungkarang Ingatkan Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Jalur Kereta Api

    KAI Divre IV Tanjungkarang Ingatkan Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Jalur Kereta Api

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api. Aktivitas di jalur rel maupun ruang manfaat jalur kereta api sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pelanggaran di perlintasan sebidang maupun keberadaan masyarakat di jalur kereta […]

  • SusHi Tech Tokyo 2026 – Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Akan Diselenggarakan di Tokyo Mendorong Kota Berkelanjutan Melalui Teknologi Tinggi

    SusHi Tech Tokyo 2026 – Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Akan Diselenggarakan di Tokyo Mendorong Kota Berkelanjutan Melalui Teknologi Tinggi

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    TOKYO, JEPANG — Pemerintah Metropolitan Tokyo akan menyelenggarakan “SusHi Tech Tokyo 2026,” salah satu konferensi inovasi global terbesar di Asia. Dengan mengusung konsep “Sustainable Cities through High Technology,” acara ini akan mempertemukan berbagai pelaku inovasi—termasuk startup, investor, perusahaan, universitas, dan pemerintah—dari seluruh dunia untuk menciptakan aksi dan solusi baru terhadap tantangan global. ■ Detail Acara– […]

expand_less