Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional

Paradoks Ekspor Baja Tiongkok dan Pentingnya Perlindungan Industri Baja Nasional

  • account_circle adm9l9jps
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Jakarta, 27 Maret 2026 – Dominasi ekspor baja Tiongkok kerap dipersepsikan sebagai bukti keunggulan daya saing global. Namun, analisis lebih dalam menunjukkan paradoks mendasar: ekspor baja Tiongkok justru berlangsung bersamaan dengan rapuhnya profitabilitas industri di dalam negeri. Kondisi ini menegaskan bahwa volume ekspor besar tidak otomatis mencerminkan industri yang efisien dan berkelanjutan.

Bagi PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group fenomena ini menegaskan pentingnya
kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional. Sebagai
tulang punggung pembangunan dan penopang hilirisasi industri, industri baja
membutuhkan ekosistem usaha yang adil dan berimbang agar investasi jangka
panjang tetap terjaga.

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa
persaingan harga baja global saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dalam level
playing field
. “Industri baja nasional, termasuk Krakatau Steel Group,
membutuhkan kepastian kebijakan agar investasi dan transformasi bisnis yang
kami jalankan tidak tergerus oleh praktik perdagangan yang terdistorsi,” jelas
Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron
& Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).  

Tekanan Global Akibat Harga Baja
yang Tertekan
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining
Insights menilai ekspor baja Tiongkok lebih merupakan saluran penyaluran
tekanan domestik akibat kelebihan kapasitas dan melemahnya permintaan dalam
negeri. “Dalam struktur industri yang mengalami tekanan profitabilitas luas,
ekspor tidak lagi mencerminkan daya saing sehat, melainkan respons defensif
untuk menjaga operasi tetap berjalan,” ujar Widodo.

Arus
ekspor baja Tiongkok dalam skala besar telah berdampak nyata terhadap industri
baja di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Asia. Penurunan utilisasi,
penyempitan margin, hingga penutupan fasilitas produksi menjadi fenomena lintas
negara. Kondisi ini mendorong lebih dari 60 negara menerapkan ratusan instrumen
pengamanan perdagangan sebagai upaya korektif terhadap distorsi harga global.

Widodo
menegaskan, maraknya penerapan trade remedies menunjukkan bahwa harga ekspor
baja Tiongkok dinilai tidak wajar secara ekonomi dan menimbulkan kerugian
material bagi industri domestik negara pengimpor. “Ini bukan proteksionisme
semata, melainkan respons sistemik atas distorsi struktural yang diekspor ke
pasar global,” jelasnya. 

 Momentum
Penguatan Baja Nasional
 

Penguatan
instrumen perlindungan perdagangan sejalan dengan Asta Cita Presiden RI,
khususnya dalam membangun kedaulatan ekonomi dan memperkuat industri strategis
nasional. Perlindungan yang tepat sasaran bukan untuk menutup pasar, melainkan
memastikan persaingan yang adil serta menjaga keberlanjutan industri dalam
negeri.

 “Industri
baja yang sehat adalah fondasi pembangunan nasional. Dengan kebijakan yang
tepat, kami optimistis industri baja Indonesia mampu tumbuh berkelanjutan dan
memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi negara,” tutup Dr.
Akbar Djohan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: adm9l9jps

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pariwisata Malioboro Yogyakarta Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas

    Pariwisata Malioboro Yogyakarta Saat Ramadhan dan Lebaran: Tren Wisata Kota dan Alternatif Berbasis Komunitas

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Selain Malioboro, wisatawan yang datang ke Yogyakarta pada periode Lebaran biasanya juga mengunjungi berbagai destinasi populer seperti kawasan Keraton Yogyakarta, Taman Sari, hingga desa wisata di wilayah Sleman dan Bantul. YOGYAKARTA – Kawasan Malioboro kembali menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Yogyakarta selama periode Ramadhan hingga libur Lebaran. Selain dikenal sebagai ikon wisata kota, […]

  • Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Wilayah Daop 4 Semarang Capai 45 Ribu Lebih

    Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Wilayah Daop 4 Semarang Capai 45 Ribu Lebih

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KAI Daop 4 Semarang mencatat per Selasa (17/2) pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di wilayah Daop 4 Semarang pada periode libur Tahun Baru Imlek, yakni 13 hingga 17 Februari 2026, sebanyak 250.013 penumpang. KAI Daop 4 Semarang mencatat per Selasa (17/2) pukul 08.00 WIB jumlah penumpang di wilayah Daop 4 Semarang pada periode libur Tahun […]

  • Tiket KA Lebaran dari Daop 2 Bandung Masih Banyak Tersedia

    Tiket KA Lebaran dari Daop 2 Bandung Masih Banyak Tersedia

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 24 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan bahwa tiket Kereta Api (KA) Jarak Jauh untuk periode Angkutan Lebaran dari wilayah Daop 2 Bandung hingga saat ini masih banyak tersedia. Masyarakat yang telah merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik diimbau untuk segera melakukan pemesanan melalui kanal […]

  • Program ACCES Kementerian UMKM Catat Permintaan Pembiayaan Hingga Rp150 Miliar, Restock Perkuat Peran Pembiayaan Alternatif bagi Usaha Menengah

    Program ACCES Kementerian UMKM Catat Permintaan Pembiayaan Hingga Rp150 Miliar, Restock Perkuat Peran Pembiayaan Alternatif bagi Usaha Menengah

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kementerian UMKM RI resmi menutup batch terbaru program ACCES yang menggandeng Restock (PT Cerita Teknologi Indonesia) sebagai mitra pembiayaan non-bank untuk memperluas akses permodalan bagi usaha menengah melalui skema kolaboratif. Program ini berhasil mengurasi 56 pengusaha dari 12 provinsi melalui metode pendampingan intensif dan business matching, yang menghasilkan realisasi pembiayaan sebesar Rp20–30 miliar dengan memanfaatkan […]

  • Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Budaya ONE PTPN melalui Implementasi 3ON3 di PT Industri Karet Nusantara

    Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Budaya ONE PTPN melalui Implementasi 3ON3 di PT Industri Karet Nusantara

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adm9l9jps
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Medan — Holding Perkebunan Nusantara melalui anak perusahaannya, PT Industri Karet Nusantara, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi dan peningkatan kinerja berkelanjutan melalui program Internalisasi dan Implementasi 3ON3 di seluruh unit kerja. Program ini menjadi bagian penting dalam penguatan budaya ONE PTPN sekaligus pembentukan karakter Nusantara EntrePlanters yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Program […]

  • Nomor Aman dengan Tools WhatsApp Blaster Resmi dari Barantum

    Nomor Aman dengan Tools WhatsApp Blaster Resmi dari Barantum

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Mengapa Banyak Nomor WhatsApp Terblokir Saat Broadcast? Awalnya terlihat efektif. Pesan terkirim, balasan mulai masuk, penjualan terasa bergerak. Lalu suatu hari, tanpa […]

expand_less