Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

Harga Emas Menguat Seiring Redanya Ketegangan Global, Tren Positif Diproyeksikan Berlanjut

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan terkini, didorong oleh meredanya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat. Kombinasi sentimen tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, sekaligus memicu minat beli dari pelaku pasar global.

Kondisi ini terjadi setelah muncul sinyal positif terkait kemungkinan de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan dari otoritas Iran yang membuka peluang untuk mengakhiri konflik, dengan syarat adanya jaminan keamanan, disambut optimistis oleh pelaku pasar. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga dikabarkan mempertimbangkan untuk menghentikan langkah militernya, meskipun jalur strategis seperti Selat Hormuz masih belum sepenuhnya pulih. Harapan terhadap proses perdamaian yang semakin nyata ini turut menopang penguatan harga emas dalam beberapa sesi terakhir.

Dari perspektif teknikal, Dupoin Futures melalui analisnya, Andy Nugraha, menilai bahwa tren pergerakan emas (XAU/USD) masih berada dalam fase bullish, khususnya dalam timeframe jangka pendek. Hal ini tercermin dari terbentuknya pola candlestick yang mengindikasikan dominasi tekanan beli, yang diperkuat oleh posisi harga di atas indikator Moving Average. Sinyal tersebut menjadi indikasi bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat untuk mendorong harga ke level yang lebih tinggi.

Dalam perdagangan sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level 4.482 dolar AS. Namun, tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena pasar dengan cepat merespons sentimen positif, sehingga harga berbalik arah dan naik ke kisaran 4.648 dolar AS. Rebound ini menunjukkan adanya area support yang solid, sekaligus memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan setiap pelemahan sebagai peluang untuk masuk.

Andy Nugraha memproyeksikan bahwa apabila momentum bullish terus terjaga, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mendekati level resistance di 4.862 dolar AS. Sebaliknya, jika terjadi koreksi akibat aksi ambil untung atau perubahan sentimen, maka penurunan diperkirakan akan tertahan di sekitar level 4.539 dolar AS yang menjadi area support terdekat.

Selain faktor teknikal, pergerakan emas juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,31% menjadi salah satu faktor pendorong utama penguatan emas. Penurunan yield ini berimbas pada melemahnya dolar AS, yang tercermin dari penurunan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 99,91. Pelemahan dolar membuat harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan di sektor ketenagakerjaan. Laporan Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) mencatat penurunan jumlah lowongan pekerjaan, yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Meski demikian, tekanan inflasi masih menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi inflasi tetap tinggi, yang pada akhirnya memengaruhi arah kebijakan moneter. Pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang menegaskan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa bank sentral masih akan berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Bahkan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga dalam beberapa tahun ke depan mulai berkurang.

Dengan latar belakang tersebut, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dinamis dalam jangka pendek. Meskipun tren bullish masih mendominasi, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah harga, termasuk perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik sebagai lindung nilai, sekaligus peluang investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

    Tak Sekadar ASI Pertama, Ini Alasan Kolostrum Dijuluki Liquid Gold

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Agustus 2026 – Bagi sebagian calon ibu, istilah ASI liquid gold (emas cair) mungkin sudah tidak asing lagi. Sebutan ini merujuk pada kolostrum, yaitu ASI pertama yang diproduksi tubuh sejak akhir masa kehamilan hingga beberapa hari setelah persalinan. Meski hanya keluar dalam jumlah sedikit, kolostrum memiliki kandungan nutrisi dan zat kekebalan tubuh yang […]

  • Enervon Active Dukung Generasi After Work Gerakkan Budaya Hidup Aktif, Sehat, & Produktif

    Enervon Active Dukung Generasi After Work Gerakkan Budaya Hidup Aktif, Sehat, & Produktif

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PT Darya-Varia Laboratoria Tbk melalui Enervon Active yang kembali menggelar Level Up After Work 2026 sebagai upaya mendorong budaya hidup aktif, sehat, dan produktif di kalangan generasi urban. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, kampanye ini mengangkat konsep “Lifestyle After Work is the Prime Time” melalui berbagai aktivitas bertema Sports, Play, dan Social Expression, termasuk Cardio Karaoke […]

  • Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

    Jaga Standar Global Perhotelan, SUCOFINDO kembali Serahkan Sertifikat Hotel Bintang 5 Berbasis Risiko di Bali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar, (13/3) – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan standar industri pariwisata nasional. Melalui layanan sertifikasi, PT SUCOFINDO (PERSERO) Cabang Denpasar menyerahkan Sertifikat Usaha Pariwisata Berbasis Risiko sekaligus menetapkan kembali Star Rating Hotel Bintang 5 kepada PT Sarana Arga Mandiri / The Kuta Beach Heritage Hotel Bali. Sertifikasi tersebut merupakan hasil proses […]

  • BRI Finance Tawarkan Ragam Keuntungan Pembiayaan Kendaraan di BRI KKB Expo Sumatera Barat

    BRI Finance Tawarkan Ragam Keuntungan Pembiayaan Kendaraan di BRI KKB Expo Sumatera Barat

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Padang, 10 Juli 2026 – Antusiasme masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan terus mendorong hadirnya berbagai solusi pembiayaan yang semakin mudah dijangkau. Menjawab kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”), bagian dari BRI Group, menggelar BRI KKB Expo 2026 di sejumlah wilayah Sumatera Barat sebagai upaya menghadirkan layanan pembiayaan kendaraan yang lebih dekat dengan masyarakat. Memasuki […]

  • KS Padel Movement: Komunitas KS Ajak Nasabah BPR KS Aktif Bergerak di Lapangan Padel

    KS Padel Movement: Komunitas KS Ajak Nasabah BPR KS Aktif Bergerak di Lapangan Padel

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Komunitas BPR KS Bandung sukses gelar KS Padel Movement — event padel gratis untuk nasabah. Yuk, bergabung dan temukan manfaat lebih bersama Komunitas KS! BANDUNG, Komunitas KS — Olahraga padel kini semakin digandrungi masyarakat urban Indonesia, dan Komunitas KS tak mau ketinggalan tren ini. Komunitas KS dari BPR KS menggelar “KS Padel Movement”, sebuah event […]

  • Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

    Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Meskipun sejumlah faktor fundamental masih memberikan dukungan terhadap logam mulia, sinyal teknikal menunjukkan bahwa harga berpeluang melanjutkan fase koreksi dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada grafik harian masih berpotensi melemah menuju area support berikutnya di 4.310 […]

expand_less