Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali

Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Program Maharasa Gastronomy Experience diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh pada 13 April 2026 sebagai kelanjutan dari rangkaian sebelumnya di Candi Ijo, dengan mengangkat konsep eco-teologi Bali yang berakar pada Pantun Masa Padi Taun. Sebanyak 26 peserta dari Indonesia dan mancanegara mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup ritual penyucian, eksplorasi tradisi agraris, hingga Maharasa Dining Experience yang menekankan praktik makan berkesadaran sebagai bentuk penghormatan terhadap Tuhan dan alam. Rangkaian acara ditutup dengan mengajak peserta menjadi saksi ritual sakral Sang Hyang Jaran Gading.

Karangasem, Bali — Program Maharasa Gastronomy Experience diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh pada 13 April 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Maharasa sebelumnya yang digelar di Candi Ijo pada Desember 2025.

Pada penyelenggaraan kali ini, Maharasa mengangkat konsep eco-teologi Bali yang berakar pada praktik ritual Pantun Masa Padi Taun, yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Filosofi ini tercermin dalam kehidupan agraris masyarakat Bali, di mana petani memuliakan sawah sebagai ruang hidup, serta menghormati Dewi Sri sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan. Beras, dalam konteks ini, dipandang bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari proses sakral yang sarat nilai spiritual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ritual Papag Segehan sebagai bentuk penyucian awal bagi peserta. Selanjutnya, peserta menyaksikan atraksi Ngoncang yang dibawakan oleh perempuan desa setempat. Atraksi ini merepresentasikan ungkapan syukur dan kebahagiaan petani perempuan pascapanen melalui gerak ritmis dan ekspresi komunal yang mencerminkan keterhubungan erat dengan alam.

Peserta kemudian mengikuti prosesi Melukat, yakni ritual pembersihan diri secara spiritual menggunakan air suci. Ritual ini dimaknai sebagai upaya penyelarasan antara tubuh, pikiran, dan energi spiritual sebelum memasuki rangkaian pengalaman berikutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Sang Hyang Dedari untuk memahami sejarah serta praktik ritual yang berkembang di desa tersebut. Peserta juga diajak menyusuri area persawahan sambil mengamati padi lokal jenis taun. Dalam sesi ini, Nyoman Subrata selaku Jero Bandesa Adat Geriana Kauh memaparkan sembilan tahapan ritual pertanian yang masih dijalankan masyarakat, mulai dari sebelum masa tanam hingga pascapanen.

Memasuki malam hari, sebanyak 26 peserta mengikuti Maharasa Dining Experience. Sesi ini mengedepankan praktik mindfulness dalam pengolahan dan penyajian makanan, termasuk tata cara makan dan minum secara berkesadaran sebagai bentuk penghormatan terhadap Tuhan, alam, dan sumber pangan.

Dalam rangkaian ini, turut hadir perwakilan Bupati Karangasem, I Made Agus Budiyasa (Asisten II Pemkab. Karangasem) dan Ida Bagus Made Gunawan (Samsara Living Museum) yang memberikan pemaparan mengenai konsep Kanda Pat. Konsep ini merujuk pada empat saudara spiritual yang dipercaya menyertai manusia sejak dalam kandungan hingga akhir kehidupan. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Kanda Pat tidak hanya dimaknai secara simbolik, tetapi juga diimplementasikan dalam praktik keseharian, termasuk dalam etika makan. Aktivitas makan dipandang sebagai tindakan sakral yang melibatkan kesadaran penuh, di mana manusia tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghormati dimensi spiritual yang menyertainya melalui sikap hening, rasa syukur, dan persembahan.

Setelah rangkaian santap malam, peserta menyaksikan ritual sakral Sang Hyang Jaran Gading. Ritual ini menampilkan kondisi trans sebagai media spiritual yang dipercaya memiliki fungsi perlindungan serta menjaga keseimbangan energi dalam kehidupan masyarakat.

Maharasa dihadirkan sebagai upaya mereaktualisasi nilai-nilai leluhur Nusantara melalui pendekatan gastronomi. Program ini mendorong refleksi atas peran budaya dalam membangun hubungan yang lebih selaras antara manusia, Tuhan, dan alam.

“Banyak sekali hal baru yang dipelajari. Di Maharasa dan desa ini, kita melihat Bali dari sisi yang berbeda. Ini sangat menyentuh. Alamnya, orang-orangnya, dan budayanya, inilah Bali yang sesungguhnya,” ujar Winnie, peserta Maharasa asal Singapura.

Ke depan, kegiatan serupa Maharasa direncanakan akan terus diselenggarakan di Desa Adat Geriana Kauh untuk memastikan budaya terus dilestarikan dan masyarakat luas dapat belajar dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari nilai spiritual, praktik hidup berkesadaran, hingga harmoni antara manusia, alam, dan tradisi sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan dan bermakna di masa kini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

    5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Liburan ke luar negeri bisa menjadi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru, mulai dari menjelajahi kota yang belum pernah dikunjungi hingga mencicipi kuliner khas setempat. Namun, perjalanan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada saja kejadian yang tidak terduga, bahkan ketika semua persiapan sudah dilakukan. Mulai dari bagasi yang terlambat datang hingga harus mencari layanan medis di […]

  • Pagi Ceria Memperkuat Layanan Jasa Taman dan Kolam di Area Jabodetabek

    Pagi Ceria Memperkuat Layanan Jasa Taman dan Kolam di Area Jabodetabek

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Guna memberikan solusi hijau yang menyeluruh, Pagi Ceria kini menghadirkan portofolio layanan yang semakin lengkap dan variatif di area Jabodetabek. Kehadiran ruang terbuka hijau yang asri dan elemen air yang menenangkan kini menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat perkotaan, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Menjawab kebutuhan tersebut, Pagi Ceria, penyedia layanan […]

  • PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

    PT Pelindo Sinergi Lokaseva Lestarikan Budaya Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Maret 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan melalui penyelenggaraan ajang adu inovasi, SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025, yang mengusung tema “Ideas Built into Action”. Program inovasi tahunan tersebut mencapai puncaknya melalui tahapan final pitching dan awarding yang diselenggarakan pada 4 Maret 2026. […]

  • 5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

    5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kebiasaan belanja online dan transaksi sehari-hari mengalami banyak perubahan sejak pembayaran digital semakin mudah diakses. Salah satu inovasi yang ikut mendorong perubahan tersebut adalah QRIS, sistem pembayaran berbasis QR Code yang kini digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia. Dulu, banyak orang masih mengandalkan uang tunai atau transfer manual saat berbelanja. Kini, cukup membuka aplikasi perbankan atau […]

  • Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

    Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kisah inspiratif Ghazi Abdullah Muttaqien, pemuda Garut hafiz 30 juz yang sukses mendunia dan mendirikan pesantren internasional berkat bakti kepada orang tuanya Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien, yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Berbekal semangat berbakti kepada orang tua, khususnya sang ibu, ia kini dikenal sebagai […]

  • Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama

    Bawa Pulang Penghargaan Regional, IndoPsyCare Perkuat Layanan Mental Nasional Lewat Peresmian Klinik Utama

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Merayakan kemenangan regional di Healthcare Asia Awards 2026, IndoPsyCare memperkuat lanskap kesehatan nasional melalui peresmian lisensi Klinik Utama. Dengan model “Clinician-Scientist” dan kolaborasi multidisipliner, IndoPsyCare membawa standar kelas dunia ke Indonesia untuk menghadirkan perawatan mental yang lebih presisi, ilmiah, dan berpusat pada pasien. JAKARTA, 5 April 2026 – Di tengah meningkatnya kompleksitas isu kesehatan mental […]

expand_less