Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

Gen-Z Enggan Jadi Pemimpin? Ini Analisis Pakar Kepemimpinan Puguh Dwi Kuncoro tentang Fenomena ‘Conscious Unbossing’

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Minat Gen-Z terhadap posisi pemimpin menurun tajam, dengan mayoritas tidak tertarik menjadi manajer. Fenomena ini dikenal sebagai conscious unbossing, di mana generasi muda mulai meninggalkan model leadership lama yang dianggap tidak seimbang. Puguh Dwi Kuncoro menilai hal ini sebagai sinyal bahwa organisasi perlu segera mengubah pendekatan kepemimpinan agar tetap relevan di masa depan.

Minat generasi muda terhadap posisi kepemimpinan di dunia kerja mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Laporan dari Enigma Business School (2026) mencatat hanya sekitar 11% Gen Z yang menjadikan posisi senior leadership sebagai tujuan karier utama. Sementara itu, laporan Robert Walters menunjukkan lebih dari 50% profesional Gen Z tidak tertarik untuk menjadi manajer. Fenomena ini menandai adanya perubahan mendasar dalam cara pandang terhadap kepemimpinan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang melihat posisi pemimpin sebagai simbol pencapaian karier, banyak Gen Z kini memandang peran tersebut sebagai beban dengan tekanan tinggi, tanggung jawab besar, namun tidak selalu diiringi dengan otonomi dan keseimbangan hidup yang memadai. Pergeseran ini bukan menunjukkan hilangnya ambisi, melainkan perubahan definisi tentang kesuksesan dan kualitas hidup.

Dalam diskursus global, fenomena ini mulai dikenal dengan istilah conscious unbossing, yaitu kecenderungan individu untuk secara sadar tidak mengejar peran kepemimpinan dalam bentuk tradisional. Pilihan ini didorong oleh keinginan untuk memiliki kontrol lebih besar atas waktu, kesehatan mental, serta fleksibilitas dalam bekerja.

Menanggapi fenomena ini, Puguh Dwi Kuncoro, pakar kepemimpinan, konsultan manajemen bisnis sekaligus pendiri Kuncoro Leadership Training & Consulting (KLTC), menilai bahwa fenomena conscious unbossing bukan sekadar tren generasi, tetapi merupakan respons terhadap model kepemimpinan yang belum berevolusi.

“Banyak organisasi masih mempertahankan pola kepemimpinan lama yang identik dengan kontrol, tekanan tinggi, dan tanggung jawab besar tanpa diimbangi dengan dukungan yang memadai. Di sisi lain, generasi sekarang mencari makna, fleksibilitas, dan ruang untuk berkembang. Ketika kedua hal ini tidak selaras, wajar jika peran pemimpin menjadi kurang diminati,” ujar Puguh.

Menurutnya, fenomena ini harus dipahami sebagai sinyal perubahan dalam sistem kerja. Jika organisasi tidak segera beradaptasi, maka mereka berisiko kehilangan potensi pemimpin masa depan yang sebenarnya memiliki kapasitas, namun memilih jalur yang berbeda.

Perubahan ini juga diperkuat dengan berkembangnya pola kerja fleksibel, seperti freelance dan side hustle, yang memberikan alternatif karier di luar jalur struktural. Dalam kondisi ini, posisi kepemimpinan tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan dalam dunia profesional.

Puguh menambahkan bahwa untuk menjawab tantangan ini, pendekatan kepemimpinan perlu mengalami pergeseran. Leadership tidak lagi dapat berfokus pada instruksi dan kontrol, tetapi harus berkembang menjadi lebih suportif dan memberdayakan. Salah satu pendekatan yang semakin relevan adalah coaching leadership, di mana pemimpin berperan sebagai fasilitator yang membantu anggota tim bertumbuh, bukan sekadar mengarahkan.

“Jika kepemimpinan masih dipersepsikan sebagai beban, maka orang akan cenderung menghindarinya. Namun jika leadership dimaknai sebagai proses bertumbuh bersama, maka peran ini akan kembali menarik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa redefinisi kepemimpinan menjadi kunci dalam menghadapi fenomena conscious unbossing. Organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mendukung kesejahteraan dan perkembangan individu secara berkelanjutan.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa masa depan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang siap memimpin, tetapi juga oleh bagaimana sistem mempersiapkan dan mendukung mereka. Tanpa perubahan pendekatan, kesenjangan antara organisasi dan generasi pemimpin berikutnya akan semakin besar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah

    Holding Perkebunan Nusantara Tebar Manfaat Idul Adha, 1.713 Hewan Kurban PalmCo Disalurkan ke Berbagai Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, karyawan muslim PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyiapkan sedikitnya 1.713 ekor hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di berbagai daerah. Jumlah tersebut terdiri dari 1.483 ekor sapi dan 230 ekor kambing atau domba. Hewan […]

  • Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

    Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Selasa, 26 Mei 2026 Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Daop 2 Sediakan Lebih Dari 102 Ribu Tempat Duduk Bandung (Jawa Barat), 26 Mei 2026 – Menghadapi masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyiapkan sebanyak 102.186 tempat duduk untuk melayani […]

  • Rayakan Momen Hari Valentine, KAI Logistik Bagikan Cokelat Untuk Pelanggan

    Rayakan Momen Hari Valentine, KAI Logistik Bagikan Cokelat Untuk Pelanggan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Dalam rangka merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day, KAI Logistik menunjukkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pelanggan setia melalui kegiatan spesial berupa pemberian cokelat kepada pelanggan layanan pengiriman barang ritel KALOG Express. Pemberian cokelat ini merupakan inisiatif Perusahaan dalam merayakan hari-hari penting dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional kepada pelanggan. Cokelat dibagikan […]

  • KAI Bandara Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026

    KAI Bandara Raih Top Digital Corporate Brand Award 2026

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PT Railink sebagai pengelola layanan KAI Bandara kembali menorehkan prestasi dengan meraih Top Digital Corporate Brand Award 2026 dalam kategori  Subsidiary BUMN. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport Hotel. Penghargaan ini diselenggarakan oleh TRAS N CO Indonesia, berdasarkan hasil survei yang menilai kekuatan brand perusahaan di ranah digital. […]

  • Transportasi Publik Bukan Lagi Alternatif, Kepastian Rute dan Tarif Jadikan LRT Jabodebek Pilihan Utama

    Transportasi Publik Bukan Lagi Alternatif, Kepastian Rute dan Tarif Jadikan LRT Jabodebek Pilihan Utama

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Kepastian rute, jadwal, dan tarif yang transparan menjadikan LRT Jabodebek pilihan utama mobilitas masyarakat perkotaan, terutama pada jam sibuk harian. Mobilitas masyarakat Jabodebek semakin menuntut kepastian. Data operasional menunjukkan kepadatan perjalanan tertinggi terjadi pada jam berangkat kerja pukul 06.00–08.00 WIB dan jam pulang kerja pukul 16.30–18.30 WIB, ketika waktu tempuh perjalanan berbasis jalan raya kerap […]

  • Gubernur Yulius Selvanus Komaling Bahas Penguatan Sektor Kelautan Sulut Bersama Menteri KKP RI

    Gubernur Yulius Selvanus Komaling Bahas Penguatan Sektor Kelautan Sulut Bersama Menteri KKP RI

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, ReputasiPlus.com — Langkah serius Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan kembali ditunjukkan melalui pertemuannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (3/11/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh substansi itu turut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). […]

expand_less