Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » 57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?

57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

Penggunaan AI mengubah cara pengguna internet cari informasi, brand kini harus masuk dalam jawaban AI agar tetap terlihat.

Perubahan besar sedang terjadi terkait cara konsumen mencari informasi di internet. Jika sebelumnya pencarian didominasi oleh klik ke berbagai situs web melalui mesin pencari, kini semakin banyak pengguna yang langsung mendapatkan jawaban instan dari sistem berbasis kecerdasan buatan (AI).

Data terbaru menunjukkan bahwa perubahan ini bukan sekadar tren sementara. Riset terhadap 5.600 pencarian menemukan bahwa lebih dari separuh respons Google AI Overviews, yakni sebesar 57,5%, tidak menyebutkan brand apa pun. Artinya, dalam banyak kasus, pengguna mendapatkan jawaban tanpa eksposur terhadap brand tertentu.

Fenomena ini diperkuat oleh perubahan perilaku pencarian. Laporan SparkToro mencatat bahwa 58,5% pencarian Google berakhir tanpa klik ke situs eksternal. Sementara itu, Ahrefs menemukan bahwa kehadiran AI Overviews dapat menurunkan click-through rate (CTR) hasil pencarian nomor satu hingga 58%, dengan zero-click rate mencapai 83% pada jenis pencarian tertentu.

Di Indonesia, tren serupa juga mulai terlihat. Dalam riset yang dipublikasikan oleh Dedy Budiman, Champion Sales Trainer sekaligus Founder Sales Director Indonesia (SDI),  sebanyak 74,6% pengguna internet aktif menggunakan AI untuk riset produk, dan 52,3% keputusan pembelian dipengaruhi oleh brand yang disebut dalam jawaban AI.

Temuan ini menunjukkan bahwa visibilitas dalam sistem AI tidak hanya berdampak pada pencarian informasi, tetapi juga pada tahap awal pengambilan keputusan konsumen. Brand yang tidak muncul dalam jawaban AI berisiko tidak masuk dalam pertimbangan sejak awal.

Menurut analisis Avonetiq, kondisi ini menciptakan perubahan mendasar dalam cara brand bersaing di ranah digital. Jika sebelumnya keberhasilan diukur dari peringkat dan traffic, kini visibilitas ditentukan oleh apakah sebuah brand dianggap cukup kredibel untuk dirangkum sebagai jawaban.

“Dulu kompetisinya soal ranking. Sekarang, kompetisinya soal kepercayaan. AI tidak menampilkan semua opsi, [melainkan] hanya yang dianggap paling relevan dan bisa diverifikasi,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq.

Berbeda dengan mesin pencari tradisional, sistem berbasis AI bekerja dengan menggabungkan berbagai sumber informasi, mengevaluasi konsistensi narasi, serta menilai kredibilitas sebelum menyusun jawaban. Dalam sistem ini, brand dengan jejak digital yang tidak konsisten atau minim validasi eksternal berisiko tidak muncul sama sekali.

Sejumlah praktisi mulai melihat bahwa perubahan ini menandai fase baru dalam strategi digital. Fokus tidak lagi hanya pada optimasi website, tetapi pada bagaimana sebuah brand dipahami sebagai entitas yang kredibel di berbagai sumber.

Pendekatan ini sering dikaitkan dengan konsep AI Visibility Optimization (AVO), yaitu strategi yang berfokus pada pembangunan otoritas digital secara menyeluruh agar brand dapat dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI.

AVO melibatkan kombinasi antara struktur konten yang lebih mudah diproses oleh AI, konsistensi narasi lintas platform, serta penguatan referensi eksternal melalui publikasi dan validasi pihak ketiga.

“Di era AI, visibilitas bukan lagi soal seberapa sering brand muncul, tetapi apakah brand tersebut cukup jelas, konsisten, dan memiliki bukti yang bisa diverifikasi,” tambah Alexandro.

Dengan semakin dominannya peran AI dalam proses pencarian, perusahaan didorong untuk mengevaluasi ulang strategi digital mereka. Tantangan utama tidak lagi sekadar menarik traffic, tetapi memastikan brand tetap relevan dalam sistem yang kini menjadi perantara utama antara informasi dan keputusan konsumen.

Dalam lanskap baru ini, hanya brand yang mampu membangun kredibilitas secara konsisten yang memiliki peluang untuk tetap muncul—bukan hanya di hasil pencarian, tetapi dalam jawaban AI itu sendiri.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembiayaan Digital BRI Finance Melaju 65%, KKB Mobil Baru Mendominasi

    Pembiayaan Digital BRI Finance Melaju 65%, KKB Mobil Baru Mendominasi

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 2 Oktober 2026 – Pemanfaatan kanal digital dalam layanan keuangan terus berkembang seiring dengan semakin luasnya penggunaan layanan keuangan berbasis digital di masyarakat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi mobile banking pada Agustus 2026 tumbuh 47,08% secara tahunan (year-on-year/YoY), sementara secara keseluruhan volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36% YoY. Bank […]

  • Kenali Modus Email Pishing dan Cara Menghindarinya

    Kenali Modus Email Pishing dan Cara Menghindarinya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi digital turut diikuti dengan meningkatnya modus kejahatan siber, salah satunya email phishing. Di tengah penggunaan email yang masih menjadi bagian penting dalam komunikasi modern, celah ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi. Email hingga saat ini masih digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi formal, pengiriman dokumen, hingga aktivitas promosi. Meski […]

  • Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga

    Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air melalui gerakan penghijauan yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah operasional perusahaan. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat total penanaman 76.555 bibit pohon di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Program ini […]

  • KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun, Khusus Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Jam Keberangkatan KA

    KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun, Khusus Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong Boarding Ditutup 5 Menit Sebelum Jam Keberangkatan KA

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Bandung (Jawa Barat), 12 Maret 2026 – Masa Angkutan Lebaran 2026 telah berlangsung dan diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api. Untuk memastikan kelancaran perjalanan serta kenyamanan seluruh pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghimbau para pelanggan kereta api agar datang lebih awal ke stasiun sebelum jadwal […]

  • Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

    Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juni 2026 — Masyarakat pesisir Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi biru nasional. Namun, di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2025 […]

  • IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

    IIBF Gelar Social & Business Networking Evening, Perkuat Jejaring Bisnis Indonesia-India

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta  — Indonesia India Business Forum (IIBF) bersama Indoindians menggelar Social & Business Networking Evening pada Kamis (17/9/2026) di Nautilus Bar, Four Seasons Hotel Jakarta, yang mempertemukan anggota komunitas bisnis Indonesia-India untuk membangun koneksi, bertukar informasi, dan membuka peluang kolaborasi baru. Digelar dalam suasana santai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para tamu dari berbagai latar […]

expand_less