Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Komitmen BRI Life Perkuat Implementasi ESG Melalui Program Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Serta Kepedulian Lingkungan

Komitmen BRI Life Perkuat Implementasi ESG Melalui Program Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Serta Kepedulian Lingkungan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Asuransi BRI Life terus
menunjukkan peran aktif dalam hal mengimplementasikan program Corporate
Social Responsibility
(CSR), melalui berbagai inisiatif yang berorientasi pada
peningkatan kualitas kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta
kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai program tersebut merupakan wujud
komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan
lingkungan sekitar. Pelaksanaan kegiata CSR ini juga sejalan dengan
implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) serta mendukung
Program Nawacita Pemerintah.

Salah satu implementasi
program CSR yang dilaksanakan BRI Life adalah kegiatan pemeriksaan
mata bagi pekerja BRI Group di lingkungan Menara BRILian. Kegiatan yang
berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 tersebut mendapat antusiasme tinggi dan diikuti
oleh lebih dari 300 pekerja BRI Group yang berkantor di Menara BRILian, Jakarta.

Program pemeriksaan mata ini
merupakan hasil kolaborasi antara BRI Life bersama KL Klinik Mata, yang
menghadirkan berbagai layanan kesehatan mata, meliputi pemeriksaan oleh dokter
spesialis mata, konsultasi kesehatan mata, hingga rekomendasi penggunaan lensa yang
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Kegiatan ini turut dihadiri
oleh Direktur Pemasaran BRI Life Tina Meilina, serta
CEO KL Klinik Mata, dr. Kelvin Alim Sp.M.

Direktur Pemasaran BRI Life
Tina Meilina

menyampaikan bahwa, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan
terhadap kesehatan pekerja sebagai bagian penting dari produktivitas dan
kualitas hidup.“Kesehatan mata adalah aset penting dalam menunjang
performa kerja. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan setiap individu
di lingkungan Menara BRIlian mendapatkan akses layanan medis berkualitas,”

ujar Tina.

Tina menambahkan, “Melalui
kegiatan pemeriksaan mata ini, BRI Life ingin menghadirkan manfaat nyata bagi
pekerja BRI Group, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan
mata di tengah tingginya aktivitas kerja digital saat ini”
.

Menurut Tina, program ini
juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung implementasi SDGs,
khususnya tujuan ke-3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera, dan juga sejalan
dengan Program Nawacita ke-5 pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup
manusia Indonesia melalui peningkatan akses layanan kesehatan yang
berkualitas”.

Selanjutnya, BRI Life akan
terus menghadirkan berbagai inisiatif yang berorientasi pada peningkatan
kualitas hidup dan keberlanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam
memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena
itu, perusahaan terus berupaya menghadirkan berbagai program yang memberikan
manfaat nyata bagi pekerja maupun masyarakat luas.

 

Pemberdayaan Ekonomi dan
Pelestarian Lingkungan

Sebagai bentuk komitmen
perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis
desa, BRI Life bekerja sama dengan Pokdakan Mina Guyub Rukun Kampung Gurame, memberikan
bantuan sarana & prasarana yang terdiri dari 20 kolam ikan gurame berikut 2000
bibit benih gurame, serta puluhan sak pakan gurami di desa Kretek, Bantul,
Yogyakarta, pada 30 April 2026.

Melalui kegiatan ini, BRI
Life berupaya untuk turut berpartisipasi dalam mendorong kemandirian pelaku
usaha lokal, sebagai bagian komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi
nyata terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Sebagai entitas bisnis yang tidak
hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, BRI Life juga terus menghadirkan
berbagai program sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Inisiatif ini sejalan dengan
SDGs terkait pekerjaan layak serta  pertumbuhan
ekonomi dan  tanpa kemiskinan. Sementara
dari sisi Nawacita, program ini sejalan dengan Nawacita ke-3 yaitu membangun
Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, dalam kerangka
mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain fokus pada
pemberadayaan ekonomi, BRI Life juga mendukung pelestarian lingkungan dan
keberlanjutan, melalui kerjasama dengan Yayasan Konservasi dan Inovasi Al-Fatih
melaksanakan penanaman 200 bibit pohon buah seperti mahoni, kayu manis,
tabebuia, jambu air dan lain-lain sebagai tanaman pelindung dan penahan erosi di
wilayah Bogor pada Rabu, 13 Mei 2026.

Tina menyampaikan, kegiatan
ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung upaya pelestarian
lingkungan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan
ekosistem.

“Penanaman pohon adalah
investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi selanjutnya. Melalui kegiatan
ini, BRI Life ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekaligus
mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.
Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan memberikan
manfaat bagi generasi mendatang,”
tutup Tina.

Ke depan, BRI Life akan terus
berkomitmen menjalankan berbagai program social, pemberdayaan ekonomi, dan
pelestarian lingkungan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan,
serta mendukung terciptanya pembangunan nasional yang inklusif berwawasan
lingkungan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Tujuan Universitas? UPH Ajak Mahasiswa Baru Melihat Kuliah Lebih dari Sekadar Gelar dan Karier

    Apa Tujuan Universitas? UPH Ajak Mahasiswa Baru Melihat Kuliah Lebih dari Sekadar Gelar dan Karier

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sesi ‘What Is a University For?’ pada UPH Festival 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, 13 Agustus 2026. Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa biasanya membawa berbagai harapan, mulai dari lulus tepat waktu, meraih gelar, membangun karier, hingga membanggakan orang tua. Namun, apakah universitas hanya tentang gelar dan pekerjaan? Pertanyaan tersebut menjadi titik awal bagi para mahasiswa […]

  • Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

    Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Jakarta 20 Juni 2026 – Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah lanskap dunia kerja. Sejumlah pekerjaan teknis mulai terdampak otomatisasi, tetapi kebutuhan terhadap human-centric skills atau kemampuan yang berpusat pada manusia justru semakin meningkat karena dinilai tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic […]

  • Silaturahmi Strategis BRI Region 6 dan PT Askrindo Perkuat Sinergi Kerja Sama

    Silaturahmi Strategis BRI Region 6 dan PT Askrindo Perkuat Sinergi Kerja Sama

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Dalam upaya mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi kerja sama, BRI Region 6 menggelar pertemuan silaturahmi dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang berlangsung pada 7 April 2026 di Kantor Pusat PT Askrindo. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi kedua institusi dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama […]

  • Dari Pensiunan Menjadi Pengusaha Kuliner Viral, Kisah Abram Bersama Bank Mandiri Taspen

    Dari Pensiunan Menjadi Pengusaha Kuliner Viral, Kisah Abram Bersama Bank Mandiri Taspen

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Abram, pensiunan PNS RSUD Arifin Ahmad, berhasil mengembangkan usaha kuliner Pondok Nasi Kapau Fina menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Pekanbaru dengan dukungan pendampingan dan pemberdayaan dari Bank Mandiri Taspen. Melalui program pelatihan dan pembinaan, Bank Mandiri Taspen mendorong para pensiunan tetap produktif dan mandiri secara ekonomi setelah memasuki masa purna bakti. PEKANBARU – […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • ElysianGo Hadirkan Sistem Umrah End-to-End dari Indonesia, Integrasikan Persiapan hingga Layanan di Arab Saudi

    ElysianGo Hadirkan Sistem Umrah End-to-End dari Indonesia, Integrasikan Persiapan hingga Layanan di Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 35
    • 0Komentar

    ElysianGo menghadirkan sistem layanan Umrah end-to-end yang menghubungkan seluruh tahapan perjalanan jamaah, mulai dari persiapan di Indonesia hingga layanan di Arab Saudi. Pendekatan ini didukung operasional terkoordinasi, jaringan lintas negara, serta AI Mutawwif multilingual untuk membantu jamaah menjalani ibadah dengan lebih siap dan nyaman. Jumlah jamaah Umrah dari Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. […]

expand_less