Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pasar Konstruksi Tembus Rp 5.200 Triliun, Sistem Pintu Jadi Kunci Efisiensi Proyek

Pasar Konstruksi Tembus Rp 5.200 Triliun, Sistem Pintu Jadi Kunci Efisiensi Proyek

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Efisiensi konstruksi kini tidak lagi hanya soal menekan biaya material di awal proyek. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan bangunan berkelanjutan, industri konstruksi Indonesia mulai berfokus pada efisiensi operasional jangka panjang serta kecepatan instalasi di lapangan.

Riset Mordor Intelligence memproyeksikan pasar konstruksi Indonesia tumbuh 5,4 persen secara riil pada 2026, dengan nilai pasar mencapai 329,40 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.200 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, komponen bangunan yang sebelumnya kerap dianggap pelengkap, seperti sistem pintu, mulai diposisikan sebagai bagian penting dalam perencanaan proyek modern. Bangunan saat ini tidak lagi dirancang per komponen, melainkan sebagai sistem terintegrasi yang harus mendukung efisiensi ruang, efisiensi energi, hingga kelancaran mobilitas dan distribusi logistik.

Kebutuhan ini semakin relevan seiring berkembangnya proyek-proyek komersial modern di Indonesia, termasuk pusat data (data center) dan kawasan logistik berskala besar. Tren global juga menunjukkan meningkatnya penggunaan sistem pintu geser berukuran besar (sliding systems) dan teknologi smart lock yang membutuhkan presisi sejak tahap desain agar tidak menghambat proses konstruksi maupun operasional bangunan.

Menanggapi tren tersebut, Bernardus Rizky, COO PT Roda Bangun Mandiri (RBM), menilai pendekatan konvensional dalam pemilihan material bangunan sudah mulai ditinggalkan. Menurutnya, integrasi sistem bangunan sejak tahap perencanaan menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi proyek secara menyeluruh.

“Bangunan modern nggak lagi dibangun komponen demi komponen, melainkan sebagai sistem yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi penting untuk mengatasi berbagai tantangan konstruksi, mulai dari pemborosan ruang, proses instalasi yang lambat di lapangan, hingga membengkaknya biaya perawatan di masa depan,” ujar Bernardus dalam keterangan tertulis yang diterima media, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan, pelaku industri kini mulai melihat investasi pada sistem bangunan yang tepat sejak awal sebagai langkah untuk menekan total biaya operasional properti dalam jangka panjang.

Karena itu, RBM mendorong kolaborasi yang lebih erat antara penyedia teknologi bangunan, arsitek, dan kontraktor sejak tahap awal perencanaan guna menjawab kebutuhan efisiensi, keamanan, dan estetika pada proyek konstruksi modern di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas LRT Jabodebek Dibekali Manajemen Kelelahan agar Keselamatan dan Pelayanan Tetap Optimal

    Petugas LRT Jabodebek Dibekali Manajemen Kelelahan agar Keselamatan dan Pelayanan Tetap Optimal

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menggelar sosialisasi manajemen kelelahan (fatigue management) dan pencegahan cedera akibat kerja bagi pekerja operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan, keandalan, dan kenyamanan layanan. Kegiatan ini diikuti oleh petugas operasi, sarana dan prasarana, serta frontliner stasiun. Materi disampaikan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, dr. M. Arief Novianto, MKK, Sp.Ok, yang membahas penyebab kelelahan […]

  • Dengan Lebih Dari 20 Juta Pengguna, Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Adopsi Kripto Regional di Tengah Lonjakan Pengguna

    Dengan Lebih Dari 20 Juta Pengguna, Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Adopsi Kripto Regional di Tengah Lonjakan Pengguna

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Permintaan institusional global dan pertumbuhan domestik mendorong transformasi struktural industri kripto. Jakarta, Indonesia —22 April 2026  Indonesia dinilai berada pada titik penting dalam evolusi industri kripto global, seiring dengan meningkatnya partisipasi investor domestik dan perubahan struktural yang terjadi di tingkat internasional. Dalam wawancara terbaru bersama CNBC Indonesia, Founder & CEO FLOQ, Yudhono Rawis, menyampaikan bahwa pasar kripto saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai pasar yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari ekosistem keuangan global yang semakin terintegrasi dengan dinamika makro, termasuk pergerakan suku bunga, likuiditas global, serta ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi perilaku investor di berbagai kelas aset. Menurutnya, apa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukanlah penurunan fundamental, melainkan proses penyesuaian harga yang mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi global, di mana investor kini semakin mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dalam pengambilan keputusan terkait aset digital. Interview ini bisa ditonton sepenuhnya di Channel YouTube CNBC Indonesia. Dalam konteks global, salah satu perubahan paling signifikan yang mendorong arah industri adalah meningkatnya keterlibatan institusi besar dalam ekosistem kripto. Berbeda dengan siklus sebelumnya yang didominasi oleh partisipasi ritel, saat ini semakin banyak asset manager, investment bank, perbankan, hingga perusahaan global yang mulai mengalokasikan dana ke Bitcoin, baik sebagai aset utama maupun sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio mereka. Pergeseran ini tidak hanya meningkatkan legitimasi aset kripto sebagai bagian dari lanskap investasi yang lebih luas, tetapi juga memperkuat struktur pasar dari sisi likuiditas dan stabilitas jangka panjang. Yudhono menekankan bahwa institusi tidak bergerak berdasarkan sentimen jangka pendek, melainkan mempertimbangkan faktor-faktor seperti struktur pasar, kedalaman likuiditas, serta potensi pertumbuhan jangka panjang, sehingga kehadiran mereka menjadi salah satu indikator penting bahwa industri ini sedang bergerak menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan.  Di sisi domestik, Indonesia menunjukkan perkembangan yang tidak kalah signifikan. Dengan lebih dari 20 juta investor kripto yang tercatat, serta keberadaan lebih dari 20 pelaku industri yang telah beroperasi dalam kerangka regulasi yang semakin jelas, Indonesia telah melampaui fase awal adopsi dan mulai membangun fondasi sebagai pasar yang lebih terstruktur. Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan pengawasan dan kejelasan regulasi, yang tidak hanya memberikan rasa aman bagi investor, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pelaku industri untuk berkembang secara berkelanjutan. Dalam perspektif ini, Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan tinggi, tetapi sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi pusat adopsi kripto di kawasan Asia, terutama dengan karakteristik demografis yang didominasi oleh populasi digital-native serta meningkatnya penetrasi teknologi finansial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.  Sejalan dengan perkembangan tersebut, FLOQ mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas melalui pendekatan yang menitikberatkan pada kesederhanaan produk, edukasi, serta kolaborasi lintas industri. Dalam waktu kurang dari 10 bulan sejak peluncuran, FLOQ telah mencapai lebih dari 2 juta pengguna, mencerminkan tingginya kebutuhan akan platform yang mampu menjembatani antara kompleksitas teknologi kripto dengan kebutuhan pengguna yang lebih luas, khususnya bagi mereka yang baru memasuki dunia aset digital. Selain penguatan produk, FLOQ […]

  • Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

    Proyek Koperasi Merah Putih Dimulai, Kebutuhan Besi Mulai Diperebutkan di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Program pembangunan Koperasi Merah Putih mulai berjalan di berbagai wilayah Indonesia. Seiring dimulainya pembangunan fasilitas koperasi, gudang distribusi, dan infrastruktur pendukung lainnya, kebutuhan material konstruksi terutama baja struktural meningkat tajam. Dalam beberapa minggu terakhir, banyak kontraktor dan pengelola proyek mulai mengamankan kebutuhan material lebih awal. Hal ini terjadi karena pembangunan dilakukan hampir bersamaan di banyak […]

  • Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah

    Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Di dalam ruang analisis teknikal pasar keuangan global, salah satu seni tersulit yang harus dikuasai oleh seorang trader adalah membaca momentum di sekitar area batasan penting atau level psikologis. Ketika grafik harga bergerak mendekati zona hambatan (resistance) atau zona dukungan (support), pasar biasanya akan menghadapkan kita pada dua skenario utama: harga akan menembus batas tersebut […]

  • Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari

    Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan, Warga Kuala Tanjung Kelola Hingga 2 Ton per Hari

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    JAKARTA — Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Sebagian besar sampah yang dihasilkan setiap hari belum terkelola dengan baik, memicu berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan. Di tengah situasi itu, inisiatif warga di Desa Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan bahwa sampah juga bisa menjadi sumber manfaat ekonomi. Adalah Didi Saputra (41), yang akrab disapa […]

  • Gubernur YSK Tegaskan: Wartawan Harus Cepat, Tapi Tetap Beretika! Dukung UKW 2025, Yulius Selvanus Komaling Dorong Profesionalisme Pers Sulut

    Gubernur YSK Tegaskan: Wartawan Harus Cepat, Tapi Tetap Beretika! Dukung UKW 2025, Yulius Selvanus Komaling Dorong Profesionalisme Pers Sulut

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle redaktur reputasi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Manado, ReputasiPlus.com — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di daerah. Hal itu terlihat dari kehadirannya dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2025 yang digelar Kompas Media Group, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulut dan Bank SulutGo (BSG), di Aula Kantor Cabang Utama […]

expand_less