Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul

Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa, Pertamina Gelar Panen Raya Nangka di Hutan Wanaboga Gunungkidul

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • visibility 1
  • comment 0 komentar

Gunungkidul, 3 Oktober 2026 — Pertamina melalui Pertamina Foundation sebagai pelaksana program, bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat desa melalui program Hutan Lestari Wanaboga Nangka di kawasan Petak 58 RPH Candi, BDH Karangmojo, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

Program tersebut ditandai dengan panen raya dan penanaman lanjutan pohon nangka pada Sabtu (3/10). Pengembangan kawasan hutan seluas 87 hektare tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku nangka muda atau gori bagi industri kuliner gudeg Yogyakarta, sekaligus membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kebutuhan nangka muda untuk industri kuliner gudeg di Yogyakarta saat ini diperkirakan mencapai sekitar sembilan ton per hari, sementara produksi lokal dari wilayah DIY baru mampu memenuhi sekitar dua ton per hari. Dengan demikian, masih terdapat defisit sekitar tujuh ton yang selama ini harus dipenuhi dari luar daerah. Optimalisasi kawasan hutan di Gunungkidul diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan bahan baku secara mandiri sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, mengatakan keterlibatan Pertamina melalui program yang dilaksanakan Pertamina Foundation merupakan bentuk kepedulian dunia usaha dalam mendukung ketahanan pangan nasional, di samping menjaga ketahanan energi.

“Yogyakarta ini identik dengan gudeg, namun selama ini belum memiliki sumber bahan baku mandiri sehingga harus mendatangkan dari luar daerah. Pemanfaatan lahan di Gunungkidul ini adalah bagian nyata dari program ketahanan pangan,” ujar Nanik di sela-sela kegiatan panen dan penanaman pohon nangka bersama warga.

Pengembangan kawasan hutan pangan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Daerah DIY serta arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaannya melibatkan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka yang beranggotakan sekitar 400 petani lokal.

Perwakilan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka, Ngatimin, mengapresiasi dukungan berkelanjutan yang diberikan melalui program tersebut. Menurutnya, kelompok tani telah melakukan sedikitnya tiga kali panen dan berharap pendampingan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus berlanjut agar hasil kebun dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menegaskan komitmen Pertamina dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pertamina berkomitmen untuk memastikan setiap program TJSL yang kami gulirkan tidak hanya bersifat karitatif atau momentum sesaat, tetapi memiliki dampak yang terukur, berjangka panjang, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi Hutan Lestari Wanaboga Nangka ini, kami ingin memastikan adanya transparansi dampak sosial-ekonomi yang tercipta, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi petani, hingga pelestarian ekosistem lingkungan secara konsisten,” ungkap Arya.

Untuk memperkuat keberlanjutan pertanian di lahan karst Gunungkidul yang cenderung kering pada musim kemarau, program ini dikembangkan melalui sistem tumpangsari serta dukungan pengairan berbasis energi bersih.

Dalam jangka panjang, kawasan ini tidak hanya diarahkan menjadi lumbung pangan dan sumber bahan baku kuliner, tetapi juga dikembangkan menuju kawasan eduwisata.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan tidak cukup diukur dari kegiatan seremonial, tetapi dari keberlanjutan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Ukuran keberhasilan kita adalah seberapa besar dampak yang tersisa lima hingga sepuluh tahun mendatang. Melalui Wanaboga Nangka, kita membuktikan bahwa ketika pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha bergandengan tangan, hutan tidak hanya lestari, tetapi juga memberi pangan, menjaga iklim, dan menyejahterakan desa,” ungkap Agus.

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Erry Sugiharto, menambahkan bahwa hilirisasi produk pangan berbasis potensi lokal menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi desa.

“Hilirisasi tidak hanya milik sektor pertambangan, tetapi bisa kita mulai dari sebatang pohon nangka untuk mendukung swasembada pangan serta harmoni lingkungan,” kata Erry.

Sebagai bagian dari penguatan dukungan bagi petani dan masyarakat sekitar, Pertamina Foundation menyerahkan dua unit kendaraan angkut roda tiga untuk mendukung mobilitas hasil panen kelompok tani. Selain itu, diserahkan pula 20 paket bantuan pendidikan SESAMA yang berisi tas dan alat tulis sekolah bagi anak-anak di sekitar kawasan hutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi Kembul Bujono, yakni makan bersama dengan menikmati olahan nangka yang dibuat oleh masyarakat lokal, serta alunan musik tradisional Rinding Gumbeng khas Gunungkidul sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan panen.

Melalui kolaborasi Pertamina, Pertamina Foundation, pemerintah daerah, UGM, dan masyarakat tani, Hutan Wanaboga Nangka diharapkan terus berkembang sebagai model pengelolaan hutan pangan di lahan kering yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebun Kopi Ijen, Warisan yang Terus Menghidupi

    Kebun Kopi Ijen, Warisan yang Terus Menghidupi

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Tahun 1890-an, Gerhard David Birnie, seorang pengusaha asal Belanda membangun kebun kopi arabika di Lereng Gunung Ijen, Bondowoso, Jawa Timur. Beberapa literatur menyebut pengusaha yang datang sebagai bagian dari misi ekonomi Pemerintahan Hindia Belanda itu juga mengembangkan tanaman tembakau. Dua komoditas yang dikelola perusahaan Belanda yang kemudian dinasionalisasi pascakemerdekaan itu kini dikelola PTPN I sebagai […]

  • KVA Kembali Buka VA Bootcamp 2026: Program Pelatihan Virtual Assistant Paling Komprehensif di Indonesia

    KVA Kembali Buka VA Bootcamp 2026: Program Pelatihan Virtual Assistant Paling Komprehensif di Indonesia

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kursus Virtual Assistant (KVA) yang didirikan oleh Mimi Amilia membuka VA Bootcamp Online 2026 pada 28 April–27 Mei 2026 untuk menjawab kebutuhan keterampilan kerja digital, melalui program intensif lima minggu berbasis praktik yang dirancang sesuai kebutuhan industri dan pasar global. Perubahan lanskap kerja global dalam beberapa tahun terakhir semakin memperlihatkan pergeseran signifikan dalam cara perusahaan […]

  • BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pasar EV dengan Pembiayaan Bunga Mulai 3,97%

    BRI Finance Bidik Pertumbuhan Pasar EV dengan Pembiayaan Bunga Mulai 3,97%

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 15 Juli 2026 – Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di tengah meningkatnya pilihan model EV dan dukungan berbagai insentif pemerintah, penjualan kendaraan roda empat nasional juga terus menguat. Data GAIKINDO mencatat penjualan mobil nasional mencapai 436.564 unit pada semester I 2026, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun […]

  • BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan

    BINUS Book Review: Menguatkan Kewirausahaan sebagai Proses Membina dan Memberdayakan di Era Perubahan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kewirausahaan tidak lagi dipahami semata sebagai aktivitas mendirikan usaha baru. Kewirausahaan kini dipandang sebagai sebuah proses strategis dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, baik bagi individu, organisasi, maupun masyarakat. Tantangan global menuntut pola pikir kewirausahaan yang adaptif, berbasis data, dan mampu merespons perubahan dengan […]

  • BRI KCP Rawasari Layani Nasabah Tetap Optimal Saat Libur Weekend

    BRI KCP Rawasari Layani Nasabah Tetap Optimal Saat Libur Weekend

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh BRI KCP Rawasari melalui kehadiran layanan Weekend Banking yang tetap beroperasi di saat akhir pekan dan hari libur. Melalui layanan ini, nasabah tetap dapat melakukan berbagai transaksi perbankan dengan mudah dan nyaman tanpa harus menunggu hari kerja. Adapun layanan yang tersedia meliputi setor tunai, tarik […]

  • MIND ID Bina Lebih dari 10.000 UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal dan Tekan Kemiskinan

    MIND ID Bina Lebih dari 10.000 UMKM untuk Perkuat Ekonomi Lokal dan Tekan Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah menurunkan tingkat kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM. Hingga 2025, Grup MIND ID telah membina lebih dari 10.000 pelaku UMKM di seluruh daerah operasional, menjadikannya salah satu BUMN yang paling proaktif dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan lokal. Wakil […]

expand_less