Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak?

Mengapa Biaya Makan dan Jajan Saat Traveling Sering Membengkak?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Banyak orang sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum traveling, mulai dari tiket transportasi, penginapan, hingga itinerary perjalanan. Namun ketika liburan selesai, tidak sedikit yang terkejut melihat total pengeluaran yang ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Menariknya, salah satu penyebab yang paling sering membuat anggaran membengkak justru bukan tiket atau hotel, melainkan biaya makan dan jajan selama perjalanan.

Meski terlihat sebagai pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali, biaya konsumsi saat traveling dapat menyumbang porsi yang cukup besar dalam total anggaran liburan.

Liburan Membuat Orang Lebih Santai dalam Mengeluarkan Uang

Saat berada di rumah, banyak orang memiliki kebiasaan dan rutinitas yang membantu mengontrol pengeluaran sehari-hari. Namun ketika traveling, pola tersebut sering berubah.

Suasana liburan membuat sebagian orang lebih permisif terhadap pengeluaran. Mencoba kuliner lokal, nongkrong di kafe yang sedang viral, membeli camilan khas daerah, atau sekadar menikmati kopi di tempat wisata sering dianggap sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.

Karena dilakukan beberapa kali dalam sehari, total pengeluaran yang awalnya terlihat kecil dapat bertambah dengan cepat.

Ingin Mencoba Semua Kuliner yang Menarik

Salah satu daya tarik traveling adalah kesempatan mencicipi makanan yang mungkin tidak tersedia di kota asal.

Mulai dari sarapan khas daerah, makan siang di restoran populer, jajanan kaki lima, dessert viral, hingga kopi sore hari sering masuk dalam daftar aktivitas wisata.

Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Namun ketika setiap destinasi kuliner dianggap wajib dicoba, anggaran makan bisa meningkat jauh di atas perkiraan awal.

Dalam beberapa kasus, biaya makan saat liburan bahkan bisa mendekati atau melebihi biaya penginapan per hari.

Pengeluaran Kecil yang Terjadi Berulang

Banyak orang fokus menghitung biaya besar sebelum berangkat, tetapi kurang memperhatikan pengeluaran kecil yang terjadi sepanjang perjalanan.

Sebagai contoh:

– Air minum beberapa kali sehari

– Kopi atau minuman dingin

– Camilan selama perjalanan

– Dessert atau makanan penutup

– Oleh-oleh makanan

– Biaya layanan atau pajak restoran

Jika dijumlahkan selama beberapa hari, nominalnya bisa menjadi cukup besar.

Karena itu, pengeluaran konsumsi sering terasa lebih banyak dibanding yang diperkirakan sebelum berangkat.

Efek FOMO Saat Traveling

Media sosial juga ikut memengaruhi pola konsumsi saat liburan. Banyak wisatawan merasa ingin mencoba tempat makan yang sedang ramai dibicarakan atau kuliner yang viral di suatu daerah.

Fenomena ini membuat keputusan pembelian sering dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan anggaran yang sudah disiapkan sebelumnya.

Akibatnya, dana yang awalnya diperuntukkan untuk kebutuhan lain bisa ikut terpakai untuk aktivitas konsumtif selama perjalanan.

Menyiapkan Dana Makan Khusus Bisa Membantu

Salah satu cara yang cukup sering dilakukan untuk mengelola pengeluaran saat traveling adalah memisahkan anggaran berdasarkan kategori.

Misalnya:

– Dana transportasi

– Dana penginapan

– Dana makan dan kuliner

– Dana oleh-oleh

– Dana darurat

Dengan cara ini, wisatawan dapat lebih mudah memantau pengeluaran selama perjalanan dan mengurangi risiko menggunakan seluruh dana liburan dalam waktu singkat.

Liburan Lebih Nyaman dengan Persiapan Keuangan yang Baik

Traveling bukan hanya soal menentukan destinasi, tetapi juga mempersiapkan kebutuhan finansial sejak jauh hari. Dengan menabung secara bertahap, biaya liburan dapat terasa lebih ringan dibanding harus menyiapkan seluruh dana sekaligus menjelang keberangkatan.

Saat ini, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan tabungan digital untuk membantu memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan tertentu, termasuk dana liburan dan dana kuliner selama perjalanan.

Melalui bank dengan layanan digital seperti neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat memanfaatkan Tabungan NOW sebagai salah satu pilihan tabungan online untuk membantu mengelola dan menyimpan dana sesuai kebutuhan.

Dengan pengelolaan melalui aplikasi, pengguna dapat memantau saldo dan aktivitas rekening secara lebih praktis saat mempersiapkan berbagai rencana keuangan, termasuk kebutuhan traveling.

***

Fitur, biaya, bunga, dan ketentuan produk dapat berubah sesuai kebijakan bank.

Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% (https://apps.lps.go.id/BankPesertaLPSRate). Bunga di atas tingkat penjaminan tidak dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Jika ingin mempelajari produk tabungan yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link Tabungan NOW atau https://s.id/fbtabungannow. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).⁣ 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

    Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif untuk Investor Global

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Hal ini terlihat dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2022. Kenaikan PMI menjadi sorotan penting bagi investor karena mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur. Data ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat masih aktif […]

  • Utamakan Keselamatan Selama Bulan Ramadan, KAI Ingatkan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel

    Utamakan Keselamatan Selama Bulan Ramadan, KAI Ingatkan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Palembang, 23 Februari 2026 – Memasuki bulan suci Ramadan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi menjaga keselamatan bersama. Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih ada masyarakat yang berkumpul, bermain, maupun beraktivitas di […]

  • Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

    Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    JAKARTA — Selama bertahun-tahun, kekayaan mineral Indonesia lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Pola tersebut membuat manfaat ekonomi yang dihasilkan belum optimal dalam mendukung penguatan struktur perekonomian nasional. Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong pengolahan mineral di dalam negeri agar nilai tambah dapat dinikmati secara lebih luas. Kebijakan ini mulai menunjukkan […]

  • Jangan Salah Pilih, Ini Ciri-Ciri Kucing Anggora Asli yang Perlu Diketahui

    Jangan Salah Pilih, Ini Ciri-Ciri Kucing Anggora Asli yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Pawfriends, tahukah kamu kalau tidak semua kucing berbulu lebat otomatis merupakan ras Anggora? Anggora asli sebenarnya memiliki karakteristik fisik dan kepribadian yang sangat spesifik. Agar tidak salah mengenali sebelum mengadopsinya, yuk pahami ciri khas, perbedaan dengan ras lain, hingga panduan merawat kucing Anggora agar tumbuh sehat dan bahagia dalam artikel ini! Apa Itu Kucing Anggora […]

  • Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua

    Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA — Dengan semangat Iduladha 1447 H, Grup MIND ID kembali menyalurkan hewan kurban ke berbagai wilayah operasional di seluruh Indonesia sebagai wujud kepedulian perusahaan dan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disalurkan mencapai 1.735 ekor. Kontribusi tersebut terdiri dari 825 ekor sapi dan 748 ekor kambing. Hewan kurban […]

  • Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

    Kejar Target ROA 7,6% di 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Bogor (17 April 2026) – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur finansial dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini diambil sebagai respon strategis terhadap target Return on Asset(ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. Dalam acara […]

expand_less