Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Kembali Tertekan, CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya

Bitcoin Kembali Tertekan, CPI dan The Fed Jadi Penentu Arah Berikutnya

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Jakarta, 5 September 2026 – Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah sempat menembus US$82.000 pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Per sekitar pukul 09.00 WIB pada Sabtu (5/9), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$79.578, melemah sekitar 1,9% dalam 24 jam. Dalam periode yang sama, BTC sempat menyentuh level tertinggi US$82.108 dan terendah sekitar US$78.706.

Tekanan terhadap Bitcoin meningkat setelah Bureau of Labor Statistics (BLS) AS melaporkan penambahan 162.000 lapangan kerja nonpertanian pada Agustus 2026, jauh di atas perkiraan ekonom. Tingkat pengangguran juga bertahan di level 4,1%. Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat dan memberi ruang lebih besar bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, bahkan membuka kembali kemungkinan kenaikan suku bunga.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi masih menjadi salah satu penggerak utama pasar aset kripto dalam jangka pendek.

“Pergerakan Bitcoin saat ini memperlihatkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan likuiditas global. Data tenaga kerja AS yang kuat membuat investor kembali menghitung kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih ketat. Jadi, koreksi ini lebih banyak mencerminkan perubahan sentimen makro dibandingkan perubahan fundamental Bitcoin itu sendiri,” ujar Yudho.

Bitcoin Uji Area Penting US$78.500–US$79.200

Dari sisi teknikal, data internal FLOQ melihat area US$78.500–US$79.200 menjadi zona yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Kemampuan Bitcoin mempertahankan area tersebut dapat menjadi fondasi untuk kembali menguji US$80.600 dan kemudian area US$82.000.

Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan BTC kehilangan US$78.500 secara meyakinkan, ruang koreksi menuju area sekitar US$76.800 dapat kembali terbuka.

“Selama Bitcoin masih mampu mempertahankan area US$78.500 sampai US$79.200, kami melihat struktur pemulihannya belum sepenuhnya hilang. Pasar membutuhkan buying momentum baru untuk merebut kembali US$80.600 dan terutama US$82.000. Jika US$82.000 berhasil ditembus secara konsisten, ruang menuju US$85.000 akan kembali terbuka,” kata Yudho.

Meski tekanan makro meningkat, terdapat sinyal positif dari sisi permintaan institusional. Spot Bitcoin ETF di AS mencatat sekitar US$730,9 juta net inflow pada 3 September, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Arus dana tersebut terjadi ketika Bitcoin kembali menembus level US$82.000 sebelum akhirnya terkoreksi pascarilis data tenaga kerja AS.

Menurut Yudho, kondisi tersebut menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan makro jangka pendek dan minat investor institusional terhadap aset kripto.

“Hal yang menarik adalah ketika harga mengalami volatilitas akibat faktor makro, kita masih melihat arus modal institusional masuk melalui ETF. Ini memberikan gambaran bahwa investor besar belum sepenuhnya meninggalkan Bitcoin. Karena itu, investor perlu membedakan volatilitas jangka pendek dengan perkembangan permintaan struktural yang terjadi di pasar,” jelasnya.

CPI dan Keputusan The Fed Jadi Katalis Berikutnya

Perhatian pasar kini beralih ke laporan inflasi AS untuk Agustus yang dijadwalkan dirilis pada 11 September 2026. Data tersebut menjadi semakin penting setelah CPI AS pada Juli tercatat naik 3,4% secara tahunan. Angka inflasi berikutnya berpotensi menentukan seberapa agresif The Fed perlu merespons kondisi ekonomi AS.

Setelah laporan CPI, investor akan menghadapi agenda yang lebih besar melalui pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada 16 September.

Menurut FLOQ, kombinasi data inflasi dan keputusan The Fed akan menjadi dua katalis terpenting bagi arah Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.

“Untuk beberapa hari ke depan, fokusnya bukan hanya apakah Bitcoin berada di US$79.000 atau US$80.000. Yang lebih penting adalah bagaimana data inflasi mengubah ekspektasi kebijakan The Fed. Jika tekanan inflasi mulai melandai dan The Fed memilih mempertahankan suku bunga, ruang pemulihan risk assets termasuk Bitcoin bisa kembali terbuka. Sebaliknya, inflasi yang masih tinggi dan sinyal kebijakan yang lebih hawkish berpotensi mempertahankan volatilitas,” ungkap Yudho.

Dengan kondisi tersebut, prospek Bitcoin dalam jangka pendek masih cenderung netral dengan volatilitas tinggi. Area US$78.500 menjadi level penting untuk menjaga struktur pemulihan, sementara US$82.000 menjadi resistance utama yang perlu ditembus untuk memberikan konfirmasi bullish yang lebih kuat.

Namun, di luar fluktuasi jangka pendek, berlanjutnya arus dana institusional menjadi salah satu faktor yang dapat menopang prospek pasar. Karena itu, pergerakan Bitcoin sepanjang September diperkirakan akan lebih banyak ditentukan oleh interaksi antara inflasi AS, kebijakan The Fed, kondisi likuiditas global, serta keberlanjutan permintaan dari investor institusional.

Disclaimer: Materi ini disampaikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual aset kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

    Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya), bank digital bagian dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui program Inspiraya. Inspiraya Goes to Campus kali ini digelar di Universitas Gunadarma Depok pada 10 Agustus 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa, dengan mengangkat tema […]

  • BRI KK ITC Cempaka Mas Hadir Layani Pengunjung Mall dan Nasabah Umum Melalui Weekend Banking

    BRI KK ITC Cempaka Mas Hadir Layani Pengunjung Mall dan Nasabah Umum Melalui Weekend Banking

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Dalam upaya memberikan kemudahan akses layanan perbankan kepada masyarakat, BRI Kantor Kas (KK) ITC Cempaka Mas menghadirkan layanan Weekend Banking guna melayani kebutuhan transaksi pengunjung mall maupun nasabah umum di akhir pekan dan hari libur. Melalui layanan ini, masyarakat tetap dapat melakukan berbagai transaksi perbankan seperti setor tunai, tarik tunai, transfer, pembayaran, pembukaan rekening, aktivasi […]

  • Bank Mandiri Taspen dan KIW Perkuat Sinergi Lewat Penandatanganan MoU

    Bank Mandiri Taspen dan KIW Perkuat Sinergi Lewat Penandatanganan MoU

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SEMARANG, 24 September 2026 – PT Bank Mandiri Taspen dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Hotel Somerset, Semarang, Kamis (24/9/2026). MoU ini ditujukan sebagai fondasi kolaborasi antarkorporasi jangka panjang. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen Panji Irawan dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) […]

  • Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

    Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Transfer uang antarbank sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengirim uang kepada keluarga, membayar kebutuhan bulanan, hingga membagi tagihan bersama teman, semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi perbankan. Namun, biaya administrasi transfer antarbank bisa menjadi pengeluaran tambahan, terutama jika transaksi dilakukan berkali-kali dalam sebulan. Karena itu, tidak sedikit orang mencari aplikasi transfer uang gratis […]

  • Presiden Direktur Bittime: Investasi Aset Kripto berbasis Emas ($XAUT) Sekarang jadi Lebih Mudah dengan Rupiah (IDR)

    Presiden Direktur Bittime: Investasi Aset Kripto berbasis Emas ($XAUT) Sekarang jadi Lebih Mudah dengan Rupiah (IDR)

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Maret 2026 – Kondisi gejolak ekonomi dan volatilitas pasar saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi investor dalam memilih alternatif aset investasi. Di saat bersamaan investasi aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust Tokenized ETF (Ondo) ($SLVON) menjadi pilihan yang diminati saat ini. Sebelumnya, di tengah dinamika […]

  • India–Indonesia Golf Cup 2026 Kembali Digelar untuk Keempat Kalinya, Rayakan Persahabatan, Bisnis, Olahraga, dan Harapan

    India–Indonesia Golf Cup 2026 Kembali Digelar untuk Keempat Kalinya, Rayakan Persahabatan, Bisnis, Olahraga, dan Harapan

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta — Kedutaan Besar India di Jakarta dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan India–Indonesia Golf Cup 2026 untuk keempat kalinya, yang akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, India–Indonesia Golf Cup telah berkembang menjadi salah satu agenda tahunan unggulan Kedutaan Besar India, yang mempertemukan para diplomat, […]

expand_less