Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » ESDM: Standar ESG Kini Jadi Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

ESDM: Standar ESG Kini Jadi Penentu Akses Ekosistem Industri EV Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini tidak lagi sekadar menjadi standar kepatuhan di sektor pertambangan, tetapi telah berkembang menjadi faktor penentu dalam akses ekosisstem industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global.

Di tengah meningkatnya kebutuhan mineral kritis untuk mendukung transisi energi, pasar internasional semakin selektif dalam memilih sumber pasokan tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi juga proses produksi yang berkelanjutan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa tuntutan terhadap implementasi standar ini menjadi menjadi peluang bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama mineral dunia.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengatakan, mineral yang diproduksi secara bertanggung jawab dan memenuhi standar ESG memiliki nilai tambah sekaligus peluang pasar yang lebih besar, terutama dalam rantai pasok industri kendaraan listrik, energi bersih, dan manufaktur global.

“Pasar global saat ini tidak hanya menilai kualitas produk mineral yang dihasilkan, tetapi juga menilai bagaimana mineral tersebut diproduksi,” kata Cecep dalam Seri Dialog Mineral Kritis INDEF-GTI bertajuk Menavigasi Ketegangan Geopolitik dan Mengamankan Peran Indonesia dalam Rantai Pasok Mineral Kritis Menuju Kedaulatan Energi, Rabu (17/6/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran penting dalam industri global. Bagi produsen kendaraan listrik dan manufaktur teknologi, standar ESG kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan mitra rantai pasok. Tanpa pemenuhan standar keberlanjutan, akses terhadap pasar global berisiko semakin terbatas.

Menurut Cecep, pemerintah pun terus memperkuat penerapan ESG dalam tata kelola pertambangan nasional. Komitmen tersebut mulai diintegrasikan dalam proses evaluasi dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang.

Dari aspek sosial, perusahaan diwajibkan menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun bersama pemerintah daerah. Sementara dari aspek lingkungan, perusahaan didorong meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, memperkuat pengelolaan limbah dan air tambang, serta melaksanakan reklamasi dan pascatambang secara bertanggung jawab.

“Di beberapa tambang juga telah menerapkan ESG melalui standar seperti IRMA serta melakukan efisiensi energi dan pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat berat maupun penggunaan sumber energi yang lebih bersih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cecep menjelaskan bahwa Ditjen Minerba saat ini tengah melakukan kajian untuk menyelaraskan standar nasional dengan praktik ESG global melalui analisis kesenjangan antara regulasi domestik dan standar internasional. Langkah ini dinilai krusial mengingat semakin banyak perusahaan global yang mensyaratkan standar keberlanjutan sebagai bagian dari kontrak pasokan bahan baku.

Sebagai contoh, perusahaan tambang yang memasok kebutuhan industri kendaraan listrik harus mampu memenuhi standar ESG yang ditetapkan produsen otomotif dunia.

“Salah satu contohnya adalah kerja sama Vale Indonesia dengan Ford dan Volkswagen yang menerapkan standar ESG global dalam rantai pasoknya,” kata Cecep.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa ESG telah bergeser dari sekadar prinsip tata kelola menjadi instrumen strategis dalam persaingan industri.

Bagi Indonesia, yang memiliki cadangan nikel, tembaga, timah, dan bauksit yang besar, tantangan utamanya bukan lagi pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kemampuan memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan pasar global.

Sejalan dengan itu, pelaku industri pertambangan nasional juga mulai menjadikan ESG sebagai bagian integral dari strategi bisnis. Holding industri pertambangan MIND ID bersama anggota grupnya terus memperkuat implementasi ESG melalui berbagai inisiatif, mulai dari pengurangan emisi, reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang, konservasi lingkungan, hingga peningkatan tata kelola dan transparansi pelaporan keberlanjutan.

Menurut Cecep, tren ini menegaskan bahwa industri pertambangan global tengah bergerak menuju standar baru, di mana keberhasilan bisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya cadangan mineral atau kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam memenuhi tuntutan keberlanjutan di seluruh rantai pasok.

Dengan dinamika tersebut, ESG kini tidak hanya menjadi faktor reputasi, tetapi telah menjadi prasyarat untuk menjaga akses pasar dan memenangkan kontrak di industri kendaraan listrik global.

“Pasar global saat ini bergerak ke arah yang semakin menuntut praktik pertambangan berkelanjutan. Karena itu ESG bukan lagi sekadar kepatuhan, tetapi telah menjadi faktor penentu daya saing dan akses pasar bagi industri mineral,” ujar Cecep.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momentum Ramadan, MyRepublic Indonesia Tingkatkan Kecepatan Internet Pelanggan Setia

    Momentum Ramadan, MyRepublic Indonesia Tingkatkan Kecepatan Internet Pelanggan Setia

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Pelanggan setia MyRepublic Indonesia mendapatkan peningkatan kecepatan internet secara otomatis tanpa biaya tambahan di program “Bagi-Bagi Berkah Ramadan.” Jakarta, 13 Maret 2026 — Bulan Ramadan sering kali menjadi momen meningkatnya aktivitas digital masyarakat, mulai dari menonton hiburan bersama keluarga setelah berbuka puasa hingga mengikuti kajian secara daring menjelang sahur. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, MyRepublic Indonesia […]

  • Bittime Hadirkan Peluang Baru Melalui Bittime Mining Points, Maksimalkan Keuntungan Trading dengan Total Prize Pool Lebih dari 30.000 Palapa

    Bittime Hadirkan Peluang Baru Melalui Bittime Mining Points, Maksimalkan Keuntungan Trading dengan Total Prize Pool Lebih dari 30.000 Palapa

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta, 8 April 2026 – Bittime akan kembali hadirkan Bittime Mining Points 2.0, sebagai bentuk apresiasi berkelanjutan bagi investor Indonesia. Program insentif berbasis aktivitas trading dan referral ini dirancang untuk mendorong partisipasi investor terhadap platform Bittime dengan total prize pool lebih dari $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Melalui skema terbaru, pengguna dapat […]

  • KAI Perkuat Keselamatan Operasional melalui Pemeriksaan Kesehatan Pekerja

    KAI Perkuat Keselamatan Operasional melalui Pemeriksaan Kesehatan Pekerja

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 81
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek lakukan sosialisasi Medical Check Up 2026 untuk memastikan pekerja sehat dan siap menjalankan tugas, demi keselamatan operasional transportasi publik. Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan layanan transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaksanakan sosialisasi program Medical Check Up (MCU) Tahun 2026 yang diawali dengan kegiatan di lingkungan LRT Jabodebek. Sosialisasi […]

  • Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Ribuan Pengunjung

    Samsung Sukses Meriahkan Jakarta Running Festival 2026: Galaxy Runners Station Dipadati Ribuan Pengunjung

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    – Sebanyak 5.000 pelari merayakan garis finis Samsung Galaxy 5K di GBK. – Galaxy Runners Station di Istora Senayan mencatat 10.000+ pengunjung yang mengeksplorasi ekosistem Galaxy selama 22–25 Oktober 2026. – Workshop bersama praktisi kesehatan dan content creator perkenalkan efektivitas Energy Score, Vitals, dan Horizontal Lock pada perangkat Galaxy terbaru. Jakarta, 27 Oktober 2026 – […]

  • Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

    Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Bianka (BINUS Automated Angklung) adalah inovasi angklung otomatis yang dapat memainkan musik tanpa pemain manusia. Dikembangkan oleh Computer Engineering BINUS @Kemanggisan, Bianka menghadirkan cara baru menikmati alat musik tradisional yang lebih modern, interaktif, dan relevan bagi generasi masa kini. Inovasi ini turut berpartisipasi dalam Techman Day pada 31 Maret 2026 sebagai bagian dari showcase teknologi […]

  • Membangun Masa Depan Riset dan Teknologi, Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana Capai Progres 47,11%

    Membangun Masa Depan Riset dan Teknologi, Pembangunan Gedung L-SSIT Universitas Udayana Capai Progres 47,11%

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, Agustus 2026 – Pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana, Bali terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 47,11%. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dipercaya sebagai kontraktor pelaksana pembangunan Gedung Laboratorium L-SSIT Universitas Udayana. Dalam proyek ini, WSBP bertanggung jawab atas seluruh […]

expand_less