Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

BRI Finance Perketat Efisiensi Operasional di Tengah Tingginya Cost of Fund

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Jakarta, 17 Juni 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat efisiensi operasional di tengah tantangan industri pembiayaan yang masih dibayangi tingginya biaya dana serta kompetisi pasar yang semakin ketat. Hingga Mei 2026, perseroan berhasil mencatatkan perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 511 basis poin (bps) secara year-on-year (YoY).

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menyampaikan, “Perbaikan rasio BOPO ini menunjukkan bahwa langkah-langkah efisiensi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil positif. Kami terus mendorong optimalisasi proses bisnis, pengendalian biaya operasional secara disiplin, serta peningkatan kualitas pendapatan untuk menjaga kinerja perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan.” 

Transformasi digital juga menjadi salah satu fokus utama BRI Finance dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses layanan pembiayaan kepada nasabah. Di tengah dinamika industri multifinance yang terus berkembang, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan investasi strategis jangka panjang.

BRI Finance menilai tantangan industri pada tahun 2026 masih cukup kompleks, terutama dipengaruhi oleh tingginya cost of fund, kebutuhan investasi teknologi untuk mendukung transformasi digital, serta persaingan yang semakin agresif di sektor pembiayaan.

Meski demikian, perusahaan tetap optimistis dengan terus memperkuat berbagai program efisiensi berbasis digitalisasi, penyederhanaan proses kerja, serta penguatan manajemen biaya yang adaptif terhadap kondisi pasar.

Secara industri, tren efisiensi juga mulai terlihat pada sektor multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio BOPO industri pembiayaan per April 2026 tercatat sebesar 79,21%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 80,25%.

“Kami meyakini bahwa penguatan efisiensi operasional menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga daya saing perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang,” tutup Dhani.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

    Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Pernah bertanya-tanya kenapa limit pinjaman yang kamu dapat berbeda dengan orang lain, padahal nominal yang diajukan sama? Hal ini wajar. Setiap pengajuan pinjaman dapat memiliki hasil berbeda karena penyedia pinjaman mempertimbangkan kondisi dan profil masing-masing nasabah. Ada yang mendapatkan pinjaman limit besar, sementara yang lain memperoleh limit lebih rendah. Lalu, apa saja yang dapat memengaruhi […]

  • Pelindo Dukung Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan Aceh – Sumut

    Pelindo Dukung Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan Aceh – Sumut

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Medan, Januari 2026 – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan melalui layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik. Sepanjang periode 30 November 2025 hingga 11 Januari 2026, Pelindo Regional 1 mencatat pelayanan terhadap 127 kunjungan kapal yang mengangkut logistik bantuan kemanusiaan untuk wilayah Aceh dan Sumatera […]

  • HSB Investasi Pertegas Penerapan Standar Keamanan di Tengah Maraknya Pialang Ilegal

    HSB Investasi Pertegas Penerapan Standar Keamanan di Tengah Maraknya Pialang Ilegal

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Di tengah maraknya aplikasi trading ilegal, HSB Investasi mempertegas standar keamanan dana, transparansi transaksi, dan edukasi nasabah sebagai salah satu broker forex terbaik di Indonesia. Meningkatnya minat masyarakat terhadap trading forex, komoditas, dan indeks global turut mendorong pertumbuhan industri pialang berjangka di Indonesia. Namun, di tengah tren positif tersebut, kasus investasi ilegal dan broker tidak […]

  • Dari Balik Jeruji ke Panggung Rakyat: Nato Band & Musik Daul Lapas Pamekasan Guncang Ribuan Warga Pamekasan

    Dari Balik Jeruji ke Panggung Rakyat: Nato Band & Musik Daul Lapas Pamekasan Guncang Ribuan Warga Pamekasan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Pamekasan, 25 Januari 2025 – Narapidana Lapas Kelas IIA Pamekasan tampil percaya diri dan sukses menghibur sekitar 5.000 warga Pamekasan melalui penampilan Nato Band dan musik daul khas Madura dalam rangkaian kegiatan Jalan Jalan Sehat (JJS) yang digelar oleh Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Pamekasan. Kegiatan yang diselenggarakan dalam […]

  • XAUUSD Gagal Tembus 4.355, Harga Emas Berisiko Lanjut Melemah

    XAUUSD Gagal Tembus 4.355, Harga Emas Berisiko Lanjut Melemah

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Harga emas dunia atau XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Selasa (15/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada time frame Daily menunjukkan kecenderungan bearish yang masih cukup kuat. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tekanan jual berpotensi berlanjut apabila harga belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level resistance penting 4.355. Menurut […]

  • KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara

    KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Mengawali tahun 2026, KAI Logistik mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan barang yang relatif stabil. Pada Januari 2026, perusahaan berhasil mengelola total volume angkutan sebesar 1,1 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebesar 47% berasal dari segmen angkutan non batu bara, sementara sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa capaian […]

expand_less