Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama

Harga Emas Bergerak Negatif, Sentimen The Fed dan Dolar Jadi Penekan Utama

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Harga emas global diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Kamis (25/6), seiring dominasi tren bearish yang belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang berarti. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 masih mengindikasikan kecenderungan penurunan, meskipun sempat terjadi pergerakan naik dalam sesi sebelumnya.

Menurut Geraldo Kofit, penguatan harga emas yang terjadi semalam tidak dapat dianggap sebagai perubahan arah tren. Kenaikan tersebut lebih tepat dipandang sebagai koreksi sementara atau secondary trend dalam struktur penurunan yang lebih besar. Hal ini terlihat dari kegagalan harga untuk menembus area resistance penting di level 4.042. Ketika level tersebut tidak mampu ditembus, tekanan jual kembali meningkat dan mendorong terbentuknya candlestick bearish pada perdagangan pagi. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar masih cenderung didominasi oleh tekanan jual.

Dari sisi struktur teknikal, pergerakan harga emas saat ini masih mengikuti arah tren utama yang bersifat bearish. Selama harga belum mampu keluar dari tekanan resistance yang ada, peluang untuk melanjutkan penurunan masih cukup besar. Dalam proyeksi Dupoin Futures, area support terdekat berada di level 3.958. Apabila level ini berhasil ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut menuju target berikutnya di sekitar 3.915, yang menjadi area support lanjutan.

Selain struktur harga, indikator teknikal juga memberikan konfirmasi terhadap dominasi tren turun. Stochastic saat ini bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Meskipun kondisi ini sering dianggap sebagai potensi rebound, dalam tren yang kuat indikator tersebut justru menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Dengan demikian, momentum penurunan masih memiliki ruang untuk berlanjut sebelum muncul sinyal pembalikan yang lebih kuat.

Sementara itu, indikator Moving Average juga memperkuat gambaran bearish yang sedang berlangsung. Harga emas masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan utama, yang menandakan bahwa struktur downtrend masih terjaga. Selama posisi harga belum mampu kembali menembus area Moving Average tersebut, maka ruang kenaikan diperkirakan tetap terbatas dan setiap penguatan cenderung bersifat sementara.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dolar yang menguat di tengah ekspektasi ekonomi AS yang tetap solid membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor. Dalam kondisi ini, investor cenderung memilih aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas. Lingkungan suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih instrumen dengan return yang lebih pasti, sehingga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai menjadi berkurang. Kondisi ini semakin memperkuat tekanan jual di pasar logam mulia.

Pelaku pasar juga terus mencermati data ekonomi Amerika Serikat, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja. Apabila data tersebut kembali menunjukkan hasil yang kuat, maka ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat dalam waktu lebih lama akan semakin menguat. Hal ini berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi dolar AS dan semakin menekan harga emas.

Di sisi lain, membaiknya sentimen risiko di pasar global turut mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Ketika investor lebih optimistis terhadap aset berisiko seperti saham, maka aliran dana cenderung menjauh dari emas, sehingga tekanan terhadap harga semakin meningkat.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Selama resistance di level 4.042 belum berhasil ditembus dan dolar AS tetap kuat, maka peluang penurunan menuju area 3.958 hingga 3.915 masih terbuka. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS yang dapat menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

    Cerita Mahasiswa Baru di UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman […]

  • Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

    Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Shanghai, (16/8) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama sertifikasi lintas negara dan mendukung perdagangan global berbasis standar mutu melalui partisipasi pada 2026 China Quality Certification Centre (CQC) Conference on High-Quality Development of Cross-Border Cooperation yang diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok. Mengusung tema “Uniting Through Certification, Quality Connecting the World”, forum ini menjadi […]

  • BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026

    BRI Finance Jaga Kualitas Aset, Beban Pencadangan Turun 4,01% hingga Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Juni 2026 – Industri pembiayaan nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 2,08% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp514,65 triliun per April 2026. Namun, di sisi lain, kualitas pembiayaan industri menghadapi tekanan yang tercermin dari meningkatnya rasio […]

  • “HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”

    “HUT ke-81 RI, PAM JAYA Rayakan Kebersamaan dan Dukung Penyerahan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy”

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Bagi PAM JAYA, memperingati kemerdekaan juga berarti terus hadir dan mengambil bagian dalam memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak hanya dibangun melalui pekerjaan masing-masing, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata bagi sesama. Jakarta, 17 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan turut dirasakan keluarga besar PAM JAYA dalam […]

  • Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Tanjung Priok Angkat Wastra Nusantara Lewat Pakaian Nasional

    Peringati Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Tanjung Priok Angkat Wastra Nusantara Lewat Pakaian Nasional

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Kartini, para pekerja laki-laki dan perempuan BRI Branch Office Tanjung Priok tampil dengan mengenakan pakaian nasional bertema wastra nusantara. Kehadiran busana tradisional di lingkungan kerja menghadirkan suasana yang hangat, berwarna, dan sarat nilai budaya. Dengan mengusung tema wastra nusantara, para pekerja mengenakan beragam kain dan busana adat dari berbagai daerah di […]

  • Kanzler Ubah ‘Jam Rawan’ Menjadi ‘Jam Segar’: Inovasi Sosis Tom Yum Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan

    Kanzler Ubah ‘Jam Rawan’ Menjadi ‘Jam Segar’: Inovasi Sosis Tom Yum Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Kanzler kembali mencuri perhatian publik dengan menghadirkan inovasi terbarunya, Sosis Tom Yum, yang resmi diperkenalkan melalui rangkaian acara bertajuk Festival Sosis Jam 3 di Anjungan Sarinah, Jakarta, pada 5–8 Februari 2026. Festival ini menjadi momen pertama masyarakat dapat mencicipi varian terbaru Kanzler sekaligus merasakan pengalaman menikmati sosis dengan cara yang berbeda. Mengambil latar Sarinah sebagai […]

expand_less