Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

Selain membahas tenor 40 tahun, rapat juga menyoroti pentingnya pengembangan rumah susun sebagai salah satu solusi penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam kesempatan yang sama mendorong agar BP Tapera terus memperkuat kerja sama dengan kalangan pekerja dan buruh. Menurutnya, kelompok pekerja merupakan salah satu segmen terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang terjangkau.

Jakarta, 24 Juni 2026 – Mimpi memiliki rumah bagi masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) semakin terbuka lebar. BP Tapera memaparkan skema
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan masa cicilan hingga 40 tahun dalam
Rapat Komite Tapera yang digelar di Kementerian Keuangan, Rabu (24/6).

Dengan masa cicilan yang lebih panjang,
angsuran rumah subsidi diperkirakan menjadi jauh lebih ringan, yakni sekitar
Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. Skema ini diharapkan dapat membantu
lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang berpenghasilan sekitar Rp2,8 juta
per bulan, untuk memiliki rumah pertama.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho,
menjelaskan bahwa perpanjangan tenor hingga 40 tahun akan memperluas jangkauan
penerima manfaat rumah subsidi karena kemampuan bayar masyarakat menjadi lebih
baik.

“Semakin panjang masa cicilan, semakin
ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang
selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki
peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi,” ujar Heru.

Dalam usulan tersebut, suku bunga tetap rumah
subsidi tetap dipertahankan, yaitu sebesar 5 persen untuk rumah tapak dan 6
persen untuk rumah susun selama masa pembiayaan berlangsung. Dengan skema ini,
masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perubahan suku bunga di masa
mendatang.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari Menteri
Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait.
Menurutnya, inovasi pembiayaan perumahan diperlukan agar semakin banyak
masyarakat dapat mengakses rumah layak huni.

“Ada target besar yang harus kita capai.
Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini
merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah,”
kata Maruarar.

Selain membahas tenor 40 tahun, rapat juga
menyoroti pentingnya pengembangan rumah susun sebagai salah satu solusi
penyediaan hunian di kawasan perkotaan. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan
berbagai regulasi yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam
kesempatan yang sama mendorong agar BP Tapera terus memperkuat kerja sama
dengan kalangan pekerja dan buruh. Menurutnya, kelompok pekerja merupakan salah
satu segmen terbesar yang membutuhkan akses terhadap pembiayaan rumah yang
terjangkau.

Sementara itu, Anggota Komite Tapera Purbaya
Yudhi Sadewa mengingatkan pentingnya menjaga kualitas hunian yang dibangun,
khususnya rumah susun. Ia berharap masyarakat mulai melihat rumah susun sebagai
hunian yang nyaman, modern, dan layak untuk ditinggali.

Dalam rapat tersebut, BP Tapera juga
mengajukan sejumlah dukungan yang diperlukan untuk implementasi program, antara
lain penyesuaian kuota rumah susun subsidi, dukungan regulasi terkait perubahan
tenor KPR subsidi hingga 40 tahun, serta penyesuaian premi asuransi 

Selain membahas berbagai inovasi pembiayaan, BP Tapera juga melaporkan
capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang
tahun 2026. Hingga 23 Juni 2026,
sebanyak 81.286 unit rumah yang sudah direalisasikan, ditambah dengan 21.735
unit rumah yang sudah akad kredit. Sehingga total realisasi hingga saat ini
mencapai 103.003 unit rumah FLPP.

Untuk mencapai target penyaluran 350.000 unit
rumah hingga akhir tahun, BP Tapera telah menyiapkan berbagai langkah
percepatan. Dari sisi permintaan, BP Tapera memperkuat kerja sama dengan
kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, dan
serikat pekerja. Berbagai kegiatan sosialisasi, promosi digital, serta kampanye
bersama perbankan dan pengembang juga terus dilakukan.

Dari sisi pasokan, BP Tapera meningkatkan
koordinasi dengan asosiasi pengembang serta memperkuat sinkronisasi data
kebutuhan dan ketersediaan rumah agar penyaluran rumah subsidi dapat berjalan
lebih cepat dan tepat sasaran. Melalui berbagai terobosan tersebut, BP Tapera
optimistis semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki
rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Rapat yang diselenggarakan di Gedung Jusuf Anwar,
Kementerian Keuangan ini dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman selaku Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait bersama dengan Anggota
Komite Tapera lainnya, yaitu : Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri
Ketenagakerjaan, Yassierli, serta unsur Profesional, Eko Djoeli Heripoerwanto.

Sedangkan dari pihak BP Tapera, hadir secara lengkap
jajaran pimpinan Komisioner dan Deputi Komisioner BP Tapera, yaitu Komisioner
BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho bersama dengan Deputi Komisioner Bidang
Pemanfaatan Dana, Sid Herdi Kusuma; Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana,
Sugiyarto; Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana, Doddy Bursman; serta Deputi
Bidang Hukum dan Administrasi, Wilson Lie Simatupang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa

    Pelindo Multi Terminal Edukasi Program Rumah Kelola Sampah kepada Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Medan, April 2026 – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, hadir sebagai narasumber dalam Kuliah Umum bertema Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka Medan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (21/4), bertempat di Auditorium […]

  • BRI Region 6 Ikuti Pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 Bersama Insan Pers Nasional

    BRI Region 6 Ikuti Pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 Bersama Insan Pers Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan Program BRI Fellowship Journalism 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kualitas jurnalisme di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh para wartawan dari berbagai media, mulai dari media online, cetak, hingga elektronik. Dalam sesi pengarahan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tujuan, mekanisme, serta tahapan program fellowship yang dirancang untuk […]

  • Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula

    Risiko Investasi Saham yang Perlu Dipahami Investor Pemula

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Memasuki dunia pasar modal sering kali memberikan harapan akan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun setiap potensi imbal hasil selalu berjalan beriringan dengan risiko. Bagi investor pemula, memahami jenis-jenis risiko bukan bertujuan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan untuk membangun kesiapan mental dan strategi mitigasi yang tepat. Selain fluktuasi harga harian yang dipengaruhi oleh sentimen pasar dan […]

  • BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional

    BRI Cut Mutiah Laksanakan Simulasi Business Continuity Management (BCM) untuk Perkuat Kesiapan Operasional

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    BRI Cut Mutiah melaksanakan kegiatan simulasi Business Continuity Management (BCM) sebagai langkah strategis dalam memastikan kesiapan operasional serta menjaga keberlangsungan layanan perbankan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan maupun kondisi darurat. Kegiatan simulasi BCM ini bertujuan untuk menguji efektivitas prosedur, kesiapan sumber daya manusia, serta koordinasi antarunit kerja dalam menjalankan rencana keberlangsungan bisnis. Melalui kegiatan ini, […]

  • Layanan Pelanggan 24 Jam Jadi Pertimbangan Penting Trader dalam Memilih Broker

    Layanan Pelanggan 24 Jam Jadi Pertimbangan Penting Trader dalam Memilih Broker

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Layanan pelanggan menjadi faktor penting dalam memilih broker forex. Dengan dukungan selama jam trading, sejumlah broker termasuk HSB Investasi mulai menghadirkan layanan yang lebih responsif bagi trader. Dalam aktivitas trading yang bergerak cepat, kebutuhan akan respons yang sigap menjadi salah satu faktor penting yang semakin diperhatikan oleh trader. Tidak hanya soal strategi dan analisis pasar, […]

  • EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan

    EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pendekatan berbasis komunitas dinilai jadi model baru dalam menjangkau pengguna dan memperluas pasar esports Solo, 26 Mei 2026  — Setelah mencatat partisipasi lebih dari 90 anggota komunitas di Tangerang dan menjangkau puluhan publikasi media, program EVOS GoPay Watch Party kembali digelar di Solo sebagai bagian dari upaya memperluas akses pengalaman esports di luar venue besar. […]

expand_less