Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Makna Strategis Kunjungan Modi ke Indonesia bagi Asia

Makna Strategis Kunjungan Modi ke Indonesia bagi Asia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

Oleh Rajiv Bhatia*

Jakarta — Setelah melewati perjalanan panjang yang diwarnai kedekatan, periode saling menjauh, hingga hubungan yang sempat berkembang di bawah potensi sebenarnya, India dan Indonesia kini memasuki babak baru dalam kemitraan strategis mereka. Sejak kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2018, berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan makna yang lebih besar bagi hubungan bilateral tersebut. Momentum itu semakin menguat setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai sukses membuka babak baru kerjasama kedua negara.

Sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam 18 bulan terakhir dan bagaimana hubungan tersebut akan berkembang ke depan akan semakin terlihat ketika Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Jakarta pada pekan pertama Juli. Indonesia menjadi salah satu tujuan dalam lawatan tiga negaranya, bersama Australia dan Selandia Baru.

Kunjungan ini juga berlangsung pada saat penting dalam dinamika kawasan. Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi lebih dahulu melakukan kunjungan ke India. Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian India terhadap kawasan Indo-Pasifik. Di tengah munculnya tanda-tanda melemahnya komitmen Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik maupun Quadrilateral Security Dialogue (Quad), dialog Modi dengan para pemimpin empat negara demokrasi utama di kawasan memiliki arti strategis yang jauh melampaui hubungan bilateral semata.

Saat ini, hubungan India dan Indonesia berada pada kondisi yang sangat kondusif. Tidak terdapat sengketa besar ataupun isu yang berpotensi mengganggu hubungan kedua negara. Hubungan personal antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo juga terjalin dengan baik. Prabowo dikenal mengapresiasi berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan Modi di India, sementara Modi melihat Presiden Prabowo memiliki pendekatan yang lebih seimbang dan realistis dalam memandang peran Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik.

Kedekatan tersebut memberikan ruang bagi kedua pemimpin untuk mendorong para pejabat pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar mempercepat implementasi berbagai agenda kerja sama yang telah disepakati.

Semangat tersebut tercermin dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting) India–Indonesia ke-8 yang digelar pada 7 Juni lalu dan dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar dan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap hubungan bilateral, kedua menteri mengidentifikasi berbagai peluang baru untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, perdagangan dan investasi, farmasi dan kesehatan, ekonomi digital, energi, konektivitas, antariksa, pendidikan, pelayanan konsuler, kebudayaan, hingga hubungan antar masyarakat.

Dari hasil pertemuan tersebut, besar kemungkinan kunjungan Modi ke Jakarta akan menghasilkan sejumlah nota kesepahaman baru sekaligus peta jalan yang lebih jelas untuk memperdalam hubungan kedua negara dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, arti penting kunjungan ini sesungguhnya jauh melampaui penandatanganan berbagai kesepakatan.

India dan Indonesia diperkirakan akan semakin menyelaraskan pandangan mereka terhadap berbagai perkembangan global, terutama setelah perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta munculnya kemungkinan membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Jika dinamika tersebut benar-benar berkembang, dampaknya akan sangat besar bagi kawasan Indo-Pasifik, tempat India dan Indonesia sama-sama memainkan peran penting.

Indo-Pasifik merupakan rumah bersama bagi India dan Indonesia, sebagaimana juga bagi Jepang, Australia, Filipina, dan Korea Selatan. Keenam negara tersebut memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan sebagai fondasi bagi kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.

Dalam situasi ketika sejumlah forum kerja sama seperti Quad mulai menghadapi tantangan internal akibat berkurangnya perhatian Amerika Serikat, muncul kebutuhan akan wadah konsultasi politik dan diplomatik baru yang lebih inklusif bagi negara-negara demokrasi utama di kawasan. Inilah salah satu dimensi strategis yang layak dicermati selama kunjungan Modi ke Jakarta.

Di bidang pertahanan, terdapat harapan baru bahwa kedua negara akhirnya akan mencapai kesepakatan mengenai rencana pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Indonesia. Menteri Pertahanan India Rajesh Kumar Singh sebelumnya mengungkapkan dalam forum Shangri-La Dialogue bahwa negosiasi mengenai transaksi tersebut telah mendekati tahap final.

Apabila terealisasi, kerja sama tersebut berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan pertahanan kedua negara dan membuka jalan bagi peningkatan kerja sama industri pertahanan di masa mendatang.

Di bidang ekonomi, target peningkatan perdagangan bilateral dari 30 miliar dolar AS menjadi 50 miliar dolar AS memang belum tercapai sesuai jadwal. Meski demikian, target tersebut tetap menjadi agenda penting karena akan memperkuat keterkaitan ekonomi kedua negara melalui perdagangan dan investasi yang lebih produktif.

Kerja sama dalam pengembangan mineral kritis serta perdagangan digital juga diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kedua pemimpin. Pernyataan bersama yang akan dikeluarkan setelah pertemuan diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai strategi kedua pemerintah dalam mewujudkan target-target tersebut.

Di era diplomasi plurilateral yang semakin berkembang, India dan Indonesia juga dipastikan akan membahas cara memperkuat koordinasi dalam berbagai forum internasional seperti G20, BRICS, maupun Indian Ocean Rim Association (IORA).

Keanggotaan Indonesia sebagai anggota baru BRICS membuka peluang besar untuk memperdalam kerja sama dengan India sebagai salah satu anggota pendiri organisasi tersebut. Di sisi lain, India juga memerlukan dukungan Indonesia dalam menyukseskan penyelenggaraan KTT BRICS mendatang di New Delhi.

Dalam konteks kawasan, India juga diperkirakan akan menyoroti semakin eratnya hubungan dengan ASEAN, di mana Indonesia selama ini memainkan peran sentral. Kedua pemimpin kemungkinan juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di Myanmar.

Perbedaan pendekatan masih terlihat antara ASEAN yang tetap mengedepankan implementasi Konsensus Lima Poin dan kebijakan India yang mulai beradaptasi dengan realitas politik baru di Myanmar, sebagaimana tercermin dari kunjungan resmi pemimpin Myanmar Min Aung Hlaing ke New Delhi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pengumuman India mengenai Great Nicobar Project pada 1 Mei lalu juga memberikan dimensi baru bagi hubungan kedua negara. Proyek yang bertujuan menjadikan Kepulauan Andaman dan Nicobar sebagai pusat maritim dan ekonomi strategis tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan Indonesia mengingat kedekatan geografis kedua wilayah.

Dalam konteks yang sama, kedua negara juga memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat konektivitas kawasan dan mendorong pengembangan Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation (BIMSTEC). Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar dalam mewujudkan visi terbentuknya komunitas ekonomi Teluk Benggala yang lebih terintegrasi.

Berbagai isu tersebut sesungguhnya telah menjadi pembahasan dalam dua putaran Dialog Track 1.5 antara Gateway House: Indian Council on Global Relations dari Mumbai dan Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia yang diselenggarakan di Mumbai dan Jakarta pada September 2024 dan September 2025.

Rekomendasi yang dihasilkan dari dialog tersebut bahkan mendapat pengakuan resmi dan dicantumkan dalam pernyataan bersama India dan Indonesia pada Januari 2025.

Kini, kedua ibu kota telah memiliki berbagai gagasan kebijakan yang bersifat visioner sekaligus pragmatis. Tantangan berikutnya bukan lagi mencari ide baru, melainkan menerjemahkan berbagai gagasan tersebut menjadi langkah nyata yang mampu mempererat hubungan India dan Indonesia, sekaligus memperkuat keterhubungan antara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Bagi kedua negara, kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta bukan sekadar agenda diplomatik. Kunjungan ini berpotensi menjadi momentum untuk membentuk konfigurasi baru kerja sama strategis di Indo-Pasifik dan memperkuat peran India maupun Indonesia sebagai dua kekuatan demokrasi yang semakin menentukan arah masa depan Asia.

*Rajiv Bhatia adalah Mantan diplomat India, Distinguished Fellow di Gateway House, serta pernah menjabat sebagai Deputy Chief of Mission di Jakarta dan Duta Besar India untuk Myanmar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45%  di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

    Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR Hingga 45% di Tengah Gejolak USD Sentuh Rp17.115

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 April 2026 – Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.115 per dolar Amerika Serikat (USD) per hari ini 10 April 2026. Selaras dengan ini, Bittime Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) juga mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 45% […]

  • Bandara Perintis Papua Kembali Kondusif, Kepala Staf Kogabwilhan III Pastikan Aktivitas Masyarakat Segera Normal

    Bandara Perintis Papua Kembali Kondusif, Kepala Staf Kogabwilhan III Pastikan Aktivitas Masyarakat Segera Normal

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kepala Staf Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto meninjau langsung 11 bandara perintis di Papua yang telah diamankan TNI setelah sebelumnya ditutup akibat gangguan KKB. Pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan terjaga sehingga aktivitas perekonomian, distribusi logistik, dan pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua dapat kembali berjalan normal. Jakarta – Kepala […]

  • Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, BRI KC Jakarta Otista Salurkan Bingkisan untuk Anak Yatim melalui Kelurahan Bidara Cina

    Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, BRI KC Jakarta Otista Salurkan Bingkisan untuk Anak Yatim melalui Kelurahan Bidara Cina

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 36
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mengisi kemuliaan bulan Ramadhan 1447 H dengan aksi nyata, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melalui Kantor Cabang (KC) Jakarta Otista melaksanakan kegiatan santunan bagi anak-anak yatim di wilayah Bidara Cina, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Acara penyerahan bingkisan yang […]

  • Libur Panjang Isra’ Mi’raj 2026, Penumpang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 27 Persen, Tembus 48 Ribu Orang

    Libur Panjang Isra’ Mi’raj 2026, Penumpang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 27 Persen, Tembus 48 Ribu Orang

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Berdasarkan data pantauan okupansi, selama periode long weekend peringatan Isra’ Mi’raj yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (15/1) hingga Minggu (18/1), total penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mencapai 48.209 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 27 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada pekan sebelumnya (8-11 Januari) […]

  • Cara Memilih Besi Siku Tebal yang Kuat untuk Struktur Penopang Beban Berat

    Cara Memilih Besi Siku Tebal yang Kuat untuk Struktur Penopang Beban Berat

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dalam proyek konstruksi dan industri, memilih besi siku tidak bisa dilakukan secara asal. Struktur penopang beban berat seperti rak gudang, rangka mesin, mezzanine, hingga platform kerja membutuhkan spesifikasi yang tepat agar aman digunakan dalam jangka panjang. Kesalahan memilih ketebalan atau kualitas material bisa menyebabkan lendutan, retak sambungan, bahkan kegagalan struktur. Karena itu, berikut panduan praktis […]

  • Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

    Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Mengapa harga Bitcoin sempat tembus ke US$79.000 di minggu ini. Apa pengaruh kondisi makro global terhadap aset kripto. Cermati analisa minggu ini dengan Tim Trading Desk FLOQ. Jakarta, 25 April 2026 — Pasar kripto global menunjukkan penguatan signifikan pada pekan keempat April, dipimpin oleh lonjakan harga Bitcoin yang berhasil menembus level psikologis US$79.000 di pertengahan minggu. Kenaikan […]

expand_less