Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bittime: Perkembangan Regulasi Berpotensi Jadi Penopang Pasar Kripto pada Semester II 2026

Bittime: Perkembangan Regulasi Berpotensi Jadi Penopang Pasar Kripto pada Semester II 2026

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Jakarta, 06 Juli 2026 – Platform pedagang aset keuangan digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menilai pasar aset kripto masih akan menghadapi berbagai tantangan pada semester kedua 2026. Ketegangan geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, fluktuasi harga minyak, hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk aset kripto.

Tekanan tersebut tercermin pada kinerja Bitcoin sepanjang semester pertama 2026. Harga aset kripto terbesar di dunia itu turun lebih dari 30% sepanjang tahun berjalan dan sempat diperdagangkan di bawah US$59.000. Dibandingkan puncaknya di kisaran US$126.000 pada Oktober tahun lalu, harga Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 50%, menghapus lebih dari US$2 triliun kapitalisasi pasarnya. Kinerja Bitcoin juga tertinggal dibandingkan saham AS, emas, maupun minyak mentah pada periode yang sama.

Selain dipengaruhi faktor makroekonomi, pasar kripto juga menghadapi pergeseran minat sebagian investor ke sektor artificial intelligence (AI). Di tengah kondisi tersebut, perkembangan regulasi dinilai berpotensi menjadi katalis baru bagi industri aset digital.

Regulasi Jadi Harapan Baru di Tengah Volatilitas Pasar

Di Eropa, implementasi penuh Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 menjadi tonggak penting dalam menciptakan standar regulasi aset kripto yang lebih seragam. Sementara di Amerika Serikat, pelaku industri menaruh harapan pada pembahasan The Digital Asset Market Clarity Act (Clarity Act) yang diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital.

Di Indonesia, penguatan regulasi juga terus berlanjut melalui revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). Selain itu, POJK Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan dinilai dapat meningkatkan transparansi informasi dan perlindungan investor, terutama di tengah besarnya peran influencer dan key opinion leader (KOL).

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan volatilitas pasar kemungkinan masih akan berlanjut. Namun, menurutnya, kepastian regulasi di berbagai negara menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

“Ketidakpastian ekonomi global masih akan mempengaruhi pasar kripto. Namun, kami melihat perkembangan regulasi di berbagai negara memberikan kepastian yang dibutuhkan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Ryan.

Menurut Ryan, regulasi yang semakin matang juga membuka ruang bagi pelaku industri untuk terus berinovasi.

“Regulasi yang jelas tidak selalu membuat pasar langsung bullish, tetapi menjadi fondasi bagi terciptanya ekosistem yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan inovasi, Bittime hadirkan fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks, menjadikannya sebagai exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan tersebut. Melalui Tokenized US Stocks, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham-saham perusahaan teknologi global, termasuk sektor artificial intelligence (AI) seperti NVDAX, METAX, GOOGLX, dan AAPLX, dalam bentuk aset digital.

Melalui flexible staking di platform Bittime, pengguna dapat memperoleh reward hingga 7% APR sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan dividen saham yang umumnya dibagikan setiap kuartal atau tahunan, reward pada staking ini didistribusikan setiap hari tanpa periode lock-up, sehingga pengguna tetap memiliki fleksibilitas untuk mengelola asetnya kapan saja.

Ryan menambahkan, di tengah dinamika pasar, investor tetap perlu mengedepankan manajemen risiko dan berfokus pada tujuan investasi jangka panjang.

“Semester kedua masih akan diwarnai berbagai tantangan. Namun, di tengah dinamika tersebut, investor perlu tetap disiplin dalam mengelola risiko serta fokus pada tujuan investasi jangka panjang. Seiring semakin matangnya regulasi, kami optimistis industri aset digital akan berkembang ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

    Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    LRT Jabodebek menghadirkan nuansa Lebaran di 18 stasiun dengan dekorasi tematik dan busana muslim petugas untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hangat. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, LRT Jabodebek menghadirkan nuansa Lebaran di 18 stasiunmelalui sentuhan layanan dan dekorasi tematik yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih hangat dan berkesan bagi […]

  • Bangun Tim Sales & Customer Service 24 Jam dengan AI Agent Barantum

    Bangun Tim Sales & Customer Service 24 Jam dengan AI Agent Barantum

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Lead Masuk Tengah Malam, Tapi Tidak Ada yang Menjawab? Siap Kehilangan Closing Anda mungkin sudah mengeluarkan biaya iklan jutaan rupiah setiap bulan. […]

  • Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

    Perbedaan WF vs H Beam untuk Gudang & Pabrik: Mana Lebih Hemat Jangka Panjang?

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jika Anda berdiri di tengah proyek gudang yang baru dimulai, semua besi terlihat hampir sama: besar, abu-abu, dan tampak sangat kuat. Namun, bagi para pemilik bisnis, keputusan memilih antara Baja WF (Wide Flange) atau H Beam adalah pertarungan nyata antara menekan budget hari ini atau menjaga kelangsungan operasional di masa depan. Sekilas memang mirip, tapi […]

  • 3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy

    3 Restoran di Ubud untuk Brunch Dengan Suasana Instaworthy

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Ini dia tiga restoran yang menghadirkan suasana brunch santai di salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi di Bali. Tanpa antri, tanpa keramaian, hanya hidangan yang memang enak di lokasi Instaworthy khas Ubud! Dunia kuliner Ubud selalu berubah dengan inovasi baru. Yang terkadang kurang adalah pengendalian diri. Seiring kota ini terus menarik wisatawan yang sadar […]

  • KAI Bandara Hadirkan Jadwal Perjalanan yang Semakin Fleksibel, Perkuat Konektivitas Menuju Bandara Yogyakarta International Airport

    KAI Bandara Hadirkan Jadwal Perjalanan yang Semakin Fleksibel, Perkuat Konektivitas Menuju Bandara Yogyakarta International Airport

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang andal, nyaman, dan terintegrasi melalui Kereta Api Bandara YIA. Seiring diberlakukannya penyesuaian jadwal dan tarif mulai 1 Juli 2026, pelanggan kini memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan untuk mendukung mobilitas menuju maupun dari Bandara Yogyakarta International Airport. Layanan KA Bandara YIA terdiri atas KA […]

  • Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

    Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Penegakan UU PDP kini berlaku aktif bagi seluruh sektor, OJK telah menyampaikan secara spesifik bagaimana tata kelola AI perbankan akan dinilai, dan Perpres tentang Etika AI nasional diperkirakan ditandatangani tahun ini. BSSN mencatat 3,64 miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos hingga tahun lalu. Veranthios hadir di Indonesia bersama mitra lokal PT […]

expand_less