Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Penegakan UU PDP kini berlaku aktif bagi seluruh sektor, OJK telah menyampaikan secara spesifik bagaimana tata kelola AI perbankan akan dinilai, dan Perpres tentang Etika AI nasional diperkirakan ditandatangani tahun ini. BSSN mencatat 3,64 miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos hingga tahun lalu. Veranthios hadir di Indonesia bersama mitra lokal PT Digivla Indonesia untuk membantu perusahaan menata kelola AI sebelum regulator, atau penyerang, lebih dulu menemukan celahnya.

JAKARTA. Tata kelola AI di Indonesia bergeser dari sekadar panduan
menjadi penegakan pada tahun ini. Masa transisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun
2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) berakhir pada Oktober 2024.
Regulator kini aktif melakukan audit, dan sanksi denda hingga 2 persen dari
pendapatan tahunan, ditambah ancaman pidana hingga enam tahun penjara, berlaku
bagi setiap organisasi yang memproses data pribadi di Indonesia, tanpa
memandang sektor.

Sektor jasa keuangan memikul pengawasan sektoral tambahan di atas
ketentuan tersebut. Pada April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan
AI Governance Handbook bagi perbankan Indonesia, yang menetapkan siklus hidup
AI dalam enam tahap dan menilainya berdasarkan tiga prinsip: akuntabilitas,
pengawasan manusia, dan keandalan. Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2026 tentang
tata kelola teknologi informasi bagi bank umum mulai berlaku pada Maret lalu.
Sementara itu, rancangan Peraturan Presiden tentang Etika dan Keamanan AI, yang
diperkirakan ditandatangani tahun ini dan berlaku lintas sektor ekonomi, akan
memperkenalkan registri model AI nasional serta kewajiban penilaian risiko bagi
sistem berisiko tinggi. Bank Indonesia mengawasi penggunaan AI pada sistem
pembayaran, Komdigi menegakkan kewajiban pendaftaran PSE dan aturan lokalisasi
data berdasarkan PP 71/2019, dan BSSN menetapkan standar keamanan siber.

Hasilnya, setiap perusahaan memikul eksposur UU PDP, sementara lembaga
keuangan berhadapan dengan sedikitnya empat regulator tambahan yang
masing-masing memiliki kewenangan penegakan tersendiri atas sistem AI yang
sama.

Pada saat yang sama, eksposurnya sudah berskala besar. BSSN mencatat 3,64
miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos yang berdampak pada
461 organisasi. Secara global, 68 persen perusahaan melaporkan keberadaan
Shadow AI, yaitu penggunaan perangkat AI oleh karyawan tanpa persetujuan tim
IT, dan sebagian besar di antaranya tidak mampu menyediakan jejak audit yang
sewaktu-waktu diminta regulator.

Perusahaan kini menghadapi kesenjangan dua sisi yang juga terlihat di
negara lain di kawasan, dan diperuncing oleh lanskap multiregulator Indonesia.
Di satu sisi, mereka tidak dapat membuktikan kepada Komdigi, atau bagi
perbankan juga kepada OJK dan Bank Indonesia, bahwa sistem AI mereka memenuhi standar
yang diharapkan masing-masing otoritas. Di sisi lain, mereka tidak dapat
melihat risiko AI yang terbentuk di dalam perimeter mereka sendiri dengan cukup
cepat untuk mendahului tenggat notifikasi insiden 72 jam.

Veranthios menjawab keduanya. Platform ini menemukan perangkat dan agen
AI yang beroperasi di seluruh organisasi, baik yang telah disetujui maupun
tidak. Seiring perusahaan mengadopsi AI agentik, Veranthios dirancang untuk
menata kelolanya pada lapisan protokol (MCP dan A2A) sehingga dapat membakukan
apa yang sebenarnya dikerjakan setiap agen, koneksi yang dimilikinya, dan
topologi multiagen yang terbentuk di antaranya: melampaui pemeriksaan lapisan
identitas yang selama ini menjadi batas sebagian besar perangkat tata kelola.
Setiap klaim kepatuhan dibuktikan melalui bukti berpenanda kriptografis yang
mengungkap setiap upaya manipulasi, bukan sekadar log yang masih dapat diubah.
Veranthios memetakan bukti tersebut langsung ke AI Governance Handbook OJK dan
UU PDP, di samping cakupan bawaan untuk kerangka utama lain di kawasan: MAS
FEAT (Singapura), IMDA AI Verify (Singapura), BNM RMiT (Malaysia), panduan
METI/FSA Jepang, ISO/IEC 42001, dan EU AI Act. Dengan demikian, satu paket
bukti dapat memenuhi kebutuhan seluruh regulator tempat perusahaan melapor di
kawasan Asia Pasifik.

Tata kelola tidak berhenti pada tahap penerapan. Veranthios
menjalankan pemantauan risiko berkelanjutan atas setiap sistem dan agen AI di
lingkungan produksi: deteksi drift secara real-time, observabilitas saat
runtime, serta guardrail otomatis yang menilai risiko secara terus-menerus,
bukan hanya pada satu titik waktu audit. Ketika perilaku, akses data, atau
koneksi protokol suatu agen bergeser keluar dari batas yang disetujui,
Veranthios menandai dan mendokumentasikannya saat itu juga. Paket bukti pun
sudah tersusun dan siap disampaikan kepada regulator jauh sebelum tenggat
notifikasi insiden 72 jam yang diwajibkan UU PDP, bukan disusun terburu-buru
setelah kejadian.

Untuk menghadirkan solusi ini bagi perusahaan Indonesia, Veranthios
menggandeng PT Digivla Indonesia yang berbasis di Jakarta Selatan,
memadukan platform tata kelola Veranthios dengan keahlian Digivla di bidang
regulasi dan implementasi di pasar jasa keuangan dan korporasi Indonesia.

“Arah regulasi di Indonesia kini sudah sangat jelas. Tantangannya
bukan lagi memahami apa yang diwajibkan aturan, melainkan membuktikan, kapan
pun diminta, bahwa sistem AI perusahaan berjalan secara berkelanjutan di dalam
koridor tersebut. Banyak organisasi masih belum memiliki visibilitas menyeluruh
atas penggunaan AI, terlebih ketika AI agentik makin banyak dipakai. Kemitraan
kami dengan Veranthios memungkinkan perusahaan Indonesia menerapkan tata kelola
AI dengan bukti yang dapat diverifikasi, sehingga memperkuat kepatuhan, menekan
risiko operasional, dan mempercepat adopsi AI yang bertanggung jawab,”
ujar Reza Maulana, Direktur Utama PT Digivla Indonesia.

Veranthios kini tersedia di Indonesia melalui PT Digivla Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

    Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, (17/4) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam mendukung perdagangan biomassa berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang melalui partisipasi aktif dalam Business Forum on Palm Biomass Collaboration Japan–Indonesia di acara International Biomass Expo 2026, Tokyo. Forum dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari para pengusaha power plant sebagai […]

  • Gugik.id Hadirkan Solusi Server Dell Enterprise Berperforma Tinggi untuk Akselerasi Bisnis

    Gugik.id Hadirkan Solusi Server Dell Enterprise Berperforma Tinggi untuk Akselerasi Bisnis

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dukung pengolahan data masif, analisis waktu nyata (real-time analytics), dan komputasi intensif tanpa hambatan downtime demi mendorong ekspansi perusahaan. Di era ketika keputusan bisnis ditentukan oleh kecepatan olah data, kegagalan infrastruktur atau lambatnya pemrosesan sistem dapat menjadi penghambat besar bagi pertumbuhan perusahaan. Memahami krusialnya aspek kecepatan dan stabilitas komputasi, Gugik.id secara resmi menghadirkan jajaran solusi […]

  • CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

    CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bittime menyoroti perkembangan CLARITY Act setelah Senat AS gagal memajukan RUU regulasi aset digital tersebut. Di tengah dinamika regulasi dan pasar kripto global, Bittime Futures turut menjadi bagian dari ekosistem Bittime untuk perdagangan kontrak futures aset kripto dengan posisi long maupun short. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, […]

  • Fokus pada ESG, Bank Raya Optimalkan Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Energi Operasional

    Fokus pada ESG, Bank Raya Optimalkan Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Energi Operasional

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 32
    • 0Komentar

    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus memperkuat strategi bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan UMKM, pengembangan inovasi digital, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terus memperkuat strategi bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan UMKM, […]

  • Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

    Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bandar Lampung – PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektare lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi […]

  • Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

    Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Gangguan pada jaringan transmisi listrik tegangan tinggi jarang terjadi tiba-tiba tanpa tanda. Komponen yang mengalami kerusakan awal seperti isolator retak, sambungan longgar, atau transformator dengan pendinginan tidak optimal akan menunjukkan perbedaan suhu sebelum kegagalan total terjadi. Kamera termal Hikmicro dapat menangkap perbedaan suhu ini jauh sebelum menjadi gangguan yang memutus aliran listrik. Kamera termal Hikmicro […]

expand_less