Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama

India dan Indonesia Luncurkan Tahun Tagore–Dewantara, Rayakan Satu Abad Warisan Budaya dan Pendidikan Bersama

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Jakarta — Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 tidak hanya menghasilkan penguatan kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi digital, ketahanan pangan, dan pendidikan, tetapi juga melahirkan sebuah inisiatif yang menyoroti kedekatan hubungan budaya kedua negara.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, kedua pemimpin mengumumkan Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan, sebuah rangkaian peringatan selama 15 bulan yang akan berlangsung dari Juli 2026 hingga September 2027. Program ini menjadi salah satu dari enam pengumuman strategis yang disampaikan selama kunjungan Modi ke Indonesia dan akan menghadirkan festival budaya, pemutaran film, pameran tekstil, pertunjukan fesyen, kegiatan sastra, pertukaran akademik, hingga program pendidikan di kedua negara.

Peringatan tersebut sekaligus menandai 100 tahun perjalanan Rabindranath Tagore ke Indonesia, sebuah momen bersejarah yang menjadi simbol hubungan intelektual dan budaya antara India dan Indonesia.

Mengenang Perjalanan Tagore ke Nusantara

Pada tahun 1927, Rabindranath Tagore, penyair, filsuf, pendidik, sekaligus penerima Hadiah Nobel pertama dari Asia, melakukan perjalanan ke Pulau Jawa dan Bali. Dalam kunjungan tersebut, Tagore menyaksikan masyarakat yang tengah membangun identitas nasionalnya melalui seni, pendidikan, dan kebudayaan.

Seratus tahun kemudian, India dan Indonesia memilih untuk mengenang perjalanan tersebut dengan menetapkan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan, sebagai simbol hubungan peradaban yang telah berkembang selama berabad-abad.

Tagore dan Ki Hadjar Dewantara, Dua Tokoh dengan Visi yang Sama

Nama “Tagore–Dewantara” dipilih untuk menghormati dua tokoh pendidikan yang memiliki cita-cita serupa dalam membangun generasi masa depan melalui pendidikan yang memerdekakan.

Rabindranath Tagore mendirikan Shantiniketan pada tahun 1901 dengan keyakinan bahwa pendidikan harus menumbuhkan kebebasan berpikir, kreativitas, rasa ingin tahu, dan kegembiraan belajar. Dua dekade kemudian, pada tahun 1922, Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta dengan filosofi yang hampir sama, yakni menjadikan pendidikan sebagai sarana membangun karakter, kebebasan, dan kemandirian, berbeda dari sistem pendidikan kolonial yang lebih menekankan perintah dan hukuman.

Hubungan antara kedua tokoh tersebut bukan sekadar kesamaan gagasan. Sejumlah akademisi mencatat bahwa pemikiran pendidikan Tagore turut menginspirasi Ki Hadjar Dewantara. Hubungan antara Shantiniketan dan Taman Siswa juga berkembang melalui berbagai pertukaran pendidikan, termasuk pengiriman siswa Taman Siswa seperti Ki Subroto dan Ki Rusli untuk belajar di Shantiniketan.

Pertukaran tersebut mempertemukan dua tradisi pendidikan yang tumbuh di India dan Indonesia. Hingga kini, warisan Ki Hadjar Dewantara tetap menjadi landasan sistem pendidikan Indonesia melalui semboyan Tut Wuri Handayani, sementara gagasan Tagore terus dikenang sebagai salah satu filosofi pendidikan paling berpengaruh di Asia.

Modi dan Prabowo Soroti Warisan Bersama

Dalam pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan kedua negara akan memperingati satu abad kunjungan bersejarah Gurudev Rabindranath Tagore ke Indonesia.

“Perjalanan Indonesia dalam membangun bangsa banyak dipengaruhi oleh pendidik visioner sekaligus Menteri Pendidikan pertamanya, Ki Hajar Dewantara. Falsafah pendidikan beliau sangat dipengaruhi oleh gagasan Gurudev Tagore. Sebagai penghormatan terhadap warisan intelektual dan budaya bersama tersebut, India dan Indonesia akan memperingatinya sebagai Tahun Tagore–Dewantara untuk Diplomasi Budaya dan Pendidikan,” ujar Modi.

Presiden Prabowo Subianto juga menyambut baik peluncuran inisiatif tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, serta penetapan Tahun Tagore–Dewantara 2026–2027, mencerminkan eratnya hubungan peradaban antara Indonesia dan India.

Menurut Prabowo, berbagai inisiatif tersebut sekaligus mempertegas komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, serta hubungan antar masyarakat.

Diawali Pameran Foto dan Peluncuran Buku

Peluncuran Tahun Tagore–Dewantara bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Modi ke Indonesia pada 7 Juli 2026.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Kedutaan Besar India menyelenggarakan pameran foto perjalanan Rabindranath Tagore di Indonesia di Jakarta International Convention Centre (JICC), lokasi penyelenggaraan acara komunitas yang dihadiri Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi.

Pada kesempatan yang sama, penulis Arindam Mukherjee menyerahkan bukunya yang berjudul Rabindranath Tagore’s Indonesian Odyssey: A Cultural Pilgrimage kepada Perdana Menteri Modi sebagai penghormatan terhadap perjalanan bersejarah Tagore di Indonesia.

Beragam Agenda Budaya Hingga September 2027

Selama 15 bulan ke depan, berbagai kegiatan budaya dan pendidikan akan diselenggarakan di Indonesia untuk melibatkan masyarakat luas.

Di bidang fesyen, Indonesia Fashion Week akan menghadirkan desainer Shantiniketan Papri Basak, yang akan memadukan motif khas India dengan batik Indonesia pada Agustus 2026.

Di bidang perfilman, Tagore Film Festival akan menghadirkan adaptasi sinematik berbagai karya Rabindranath Tagore bagi masyarakat umum dan kalangan akademisi di Jakarta pada September 2026.

Di sektor pendidikan, akan diselenggarakan Kuis Tagore–Dewantara di sejumlah kota di Indonesia. Program ini juga akan diikuti dengan pengenalan pembelajaran bahasa Sanskerta di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur dan Bali, mengingat bahasa daerah di kedua wilayah tersebut memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan bahasa Sanskerta.

Berbagai kegiatan masyarakat juga akan digelar, termasuk pertunjukan budaya dalam rangka Bijoya Sammeloni oleh Jakarta Bengali Association pada Oktober 2026, simposium sastra dan akademik mengenai pengaruh Tagore terhadap pemikiran Asia Tenggara pada November 2026, serta festival Tahun Baru Bengali Borsho Boron pada April 2027 yang merayakan tradisi pergantian tahun yang dimiliki kedua negara.

Selain itu, pameran foto mengenai perjalanan Tagore di Indonesia akan berkeliling ke berbagai kota di Indonesia sepanjang tahun dengan dukungan jaringan relawan muda serta berbagai platform digital untuk menjangkau generasi muda.

Perayaan Digelar di India dan Indonesia

Perayaan Tahun Tagore–Dewantara tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di India.

Memasuki Januari 2027, pameran warisan tekstil “Sarong to Saree” akan membuka rangkaian kegiatan tahun kedua. Pameran tersebut menghubungkan tradisi tenun Indonesia dengan Shantiniketan dan akan disertai peluncuran buku karya pakar tekstil Darshan Shah dari Weavers Studio, Kolkata.

Pada Agustus 2026, Nalanda University dan Universitas Jambi juga akan memulai kemitraan pendidikan yang mencakup pemasangan patung Atisha Dipankara di Museum Muara Jambi serta penyerahan replika Prasasti Tembaga Nalanda kepada Museum Balaputradewa di Palembang. Kedua inisiatif tersebut dimaksudkan untuk menghidupkan kembali hubungan sejarah yang telah terjalin lebih dari seribu tahun.

Selain itu, India dan Indonesia juga tengah mengusulkan penerbitan perangko peringatan bersama oleh Pos Indonesia dan India Post sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Rangkaian Tahun Tagore–Dewantara dijadwalkan ditutup pada Agustus atau September 2027 melalui penyelenggaraan konferensi internasional di Bali yang akan mempertemukan para akademisi dan cendekiawan dari berbagai negara di kawasan.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, lokasi, dan mekanisme pendaftaran setiap kegiatan akan diumumkan secara bertahap melalui Kedutaan Besar India di Jakarta, Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC), serta berbagai organisasi masyarakat India di Indonesia yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

    OSL Indonesia Dorong Strategi Investasi Aset Digital yang Lebih Terarah dan Hadirkan Auto-Invest, OSL Elite, dan Launchpool

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta, 06 Oktober 2026 –  OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, melalui Head of Marketing, Vincent Salaka, mendorong masyarakat terkait pentingnya strategi investasi yang lebih terarah dan berdasarkan pada pemahaman atas risiko investasi masing-masing. Perkembangan industri aset digital di Indonesia terus membuka peluang baru bagi masyarakat […]

  • BRI Finance Perkuat Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap dalam Batas Aman Pasca Lebaran

    BRI Finance Perkuat Manajemen Risiko, Jaga NPF Tetap dalam Batas Aman Pasca Lebaran

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Maret 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan tetap solid pasca perayaan Lebaran 2026. Perseroan memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) akan tetap terkendali dan berada dalam koridor risk appetite yang telah ditetapkan, seiring dengan terjaganya kemampuan bayar nasabah di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi musiman. […]

  • Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal

    Tambak Indonesia Merdeka dari Produk Impor, FisTx Hadirkan Alat Uji Nawasena Test Kit dan Nano Disinfektan Buatan Lokal

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Tambak Indonesia merdeka dari produk impor: FisTx hadirkan Nawasena Test Kit, Nano Disinfektan, dan Nano Silver buatan lokal untuk petambak Indonesia. Yogyakarta, Agustus 2026 — FisTx, perusahaan teknologi akuakultur asal Sleman, Yogyakarta, terus memperluas lini produk yang dirancang dan diproduksi secara mandiri di dalam negeri, sebagai bagian dari seruan Tambak Merdeka dari Produk Impor dalam […]

  • Hisense Menampilkan Solusi Smart Home Berbasis Full-Scenario di ASEAN Partner Conference 2026

    Hisense Menampilkan Solusi Smart Home Berbasis Full-Scenario di ASEAN Partner Conference 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Hisense memperkenalkan solusi smart home berbasis full-scenario pada ASEAN Partner Conference 2026. Dengan mempertimbangkan tantangan sehari-hari, karakteristik iklim, serta kebiasaan hidup keluarga di Asia Tenggara, Hisense menghadirkan tiga produk flagship yang inovatif: kulkas PureView Series RQ600, mesin cuci X-zone Master, dan AC Smart Air U8. Dengan mengubah teknologi mutakhir menjadi fungsi sehari-hari, Hisense menghadirkan pengalaman […]

  • Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan  ESG sebagai DNA Bisnis

    Dari Risk High Menuju Transformasi Hijau, PT PP Tegaskan Komitmen Jadikan ESG sebagai DNA Bisnis

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Mei 2026 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi keberlanjutan seiring capaian ESG Risk Rating 2025 dari Sustainalytics dengan skor 32,3. Capaian tersebut melanjutkan tren perbaikan konsisten dalam tiga tahun terakhir, dari 39,5 pada 2023, menjadi 36,9 pada 2024, […]

  • Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

    Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Bogor – Penambang Tanpa Izin (PETI) menjadi permasalahan di banyak wilayah tambang, praktik penambangan ilegal yang tidak hanya menimbulkan keresahan lingkungan dan sosial, tetapi tak jarang membahayakan nyawa. Tak terkecuali di wilayah Pongkor, Kabupaten Bogor, isu PETI bergulir sejak lama. Namun, seiring waktu, kesadaran baru tumbuh. Tidak sedikit mantan PETI yang mulai menyadari banyaknya sisiko […]

expand_less