Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Komisi XII DPR RI Apresiasi Hilirisasi Tembaga MIND ID Grup, Kontribusi ke Negara Diproyeksikan Tembus Rp120 Triliun

Komisi XII DPR RI Apresiasi Hilirisasi Tembaga MIND ID Grup, Kontribusi ke Negara Diproyeksikan Tembus Rp120 Triliun

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

JAKARTA — Komisi XII DPR RI mengapresiasi langkah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam memperkuat hilirisasi tembaga nasional melalui pembangunan smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik.

Investasi tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri, memperkuat rantai pasok industri pengolahan, sekaligus mendorong kontribusi terhadap penerimaan negara yang diproyeksikan menembus lebih dari Rp 120 triliun per tahun saat produksi kembali normal.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI bersama PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Internasional.

Anggota Komisi XII DPR RI Arif Riyanto Uopdana menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah strategis yang dilakukan Freeport, mulai dari penguatan kepemilikan nasional hingga keberlanjutan investasi jangka panjang.

“Saya apresiasi karena kemarin telah terjadi kesepakatan untuk investasi kembali sebesar 12 persen bersama pemerintah Indonesia. Ini juga menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia, di mana izin usahanya diperpanjang sesuai usia cadangan,” kata Arif.

Ia juga mengapresiasi komitmen Freeport dalam menjalankan berbagai program sosial, khususnya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, maupun wilayah Papua secara umum.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Alfons Manibui. Menurut dia, Freeport telah memberikan kontribusi besar bagi negara sekaligus membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan masyarakat Papua.

“Kami ingin berterima kasih kepada PT Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan,” kata Alfons.

Menurut Alfons, kontribusi tersebut menjadi modal penting agar Freeport terus berkembang sebagai salah satu aset strategis nasional yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia sekaligus mendorong pembangunan di Tanah Papua.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan pembangunan smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi mineral nasional yang dijalankan pemerintah bersama MIND ID.

Smelter baru tersebut memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Bersamaan dengan ekspansi kapasitas PT Smelting Gresik sebesar 300 ribu ton konsentrat per tahun, total tambahan kapasitas pengolahan mencapai 2 juta ton konsentrat. Dengan kapasitas PT Smelting yang telah beroperasi sebelumnya sebesar 1 juta ton, total konsentrat yang dapat dimurnikan di dalam negeri oleh Freeport Indonesia mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.

“Dengan beroperasinya smelter dan Precious Metal Refinery di Gresik, seluruh rantai nilai tembaga dari konsentrat, katoda tembaga, hingga logam mulia seperti emas dan perak kini dapat diproses di dalam negeri. Ini merupakan lompatan besar bagi hilirisasi mineral Indonesia,” kata Tony.

Selain smelter, Freeport juga membangun Precious Metal Refinery (PMR) berkapasitas 6.000 ton lumpur anoda per tahun untuk memurnikan emas, perak, serta logam kelompok platinum (Platinum Group Metals/PGM). Fasilitas tersebut menggunakan teknologi double flash smelting and converting, sedangkan pemurnian logam mulia dilakukan menggunakan teknologi hydrometallurgy.

Melalui fasilitas hilirisasi tersebut, Freeport mampu menghasilkan sekitar 600 ribu ton katoda tembaga setiap tahun. Bersama produksi PT Smelting, total produksi katoda tembaga mencapai sekitar 800 ribu ton per tahun.

Selain itu, PMR menghasilkan sekitar 50 ton emas, 200 ton perak, 30 kilogram platinum, 375 kilogram paladium, 285 ton selenium, 220 ton bismut, dan 2.200 ton timbal setiap tahun. Seluruh produksi emas direncanakan akan di-offtake oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), sedangkan perak dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

Fasilitas tersebut juga menghasilkan produk samping bernilai ekonomi berupa sekitar 1,5 juta ton asam sulfat, 1,3 juta ton copper slag, dan 150 ribu ton gipsum per tahun yang sebagian besar dipasarkan untuk kebutuhan industri dalam negeri.

Tony menjelaskan operasional smelter sempat menghadapi tantangan setelah terjadi kebakaran di fasilitas Gas Cleaning Plant pada Oktober 2024. Perbaikan berhasil diselesaikan sehingga smelter kembali beroperasi pada Mei 2025. Namun, operasi kembali terganggu akibat longsoran di Grasberg Block Cave yang menyebabkan pasokan konsentrat terhenti.

Saat ini perusahaan memanfaatkan masa penghentian operasi untuk melakukan inspeksi menyeluruh dan penyempurnaan fasilitas sebelum smelter kembali menerima pasokan konsentrat dari Papua mulai September tahun ini.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan proses pemulihan tambang berjalan aman sehingga pasokan konsentrat kembali normal. Ketika sisi hulu pulih dan smelter beroperasi penuh, manfaat hilirisasi akan semakin optimal, baik dalam bentuk peningkatan produksi logam, penguatan industri dalam negeri, maupun peningkatan penerimaan negara,” ujar Tony.

Menurut dia, produksi tambang pada 2026 diperkirakan masih berada di kisaran 65 persen kapasitas akibat proses pemulihan pascalongsor. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 75 persen pada semester pertama 2027 sebelum kembali mencapai 100 persen menjelang akhir tahun.

“Kami melakukan proses ramp up secara bertahap karena keselamatan operasi menjadi prioritas utama. Ketika produksi kembali normal pada akhir 2027, seluruh fasilitas hilirisasi akan dapat beroperasi secara optimal sesuai kapasitas yang telah dibangun,” kata Tony.

Sejalan dengan pemulihan tersebut, produksi logam juga meningkat secara bertahap. Pada 2026, Freeport menargetkan menghasilkan sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas atau sekitar 21 ton emas. Produksi diproyeksikan meningkat menjadi 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ounce emas atau sekitar 31 ton pada 2027, kemudian mencapai 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounce emas atau sekitar 43 ton pada 2028.

Mulai 2029, produksi akan ditopang oleh tambang bawah tanah Kucing Liar yang dipersiapkan menggantikan tambang DMLZ sehingga kapasitas produksi dapat dipertahankan di kisaran 220 ribu ton bijih per hari. Keberadaan tambang tersebut diharapkan menjamin pasokan bahan baku bagi industri pengolahan tembaga nasional dalam jangka panjang.

Dengan asumsi harga tembaga sebesar 6 dolar AS per pound dan harga emas sebesar 4.500 dolar AS per ounce, penerimaan negara pada 2026 diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS.

Seiring pulihnya produksi, penerimaan negara diproyeksikan meningkat menjadi 4,7 miliar dolar AS pada 2027, yang terdiri atas sekitar 1,9 miliar dolar AS penerimaan pajak, 1,9 miliar dolar AS dividen melalui MIND ID, serta sekitar 800 juta dolar AS penerimaan negara bukan pajak (PNBP) termasuk royalti.

Saat kapasitas produksi telah pulih sepenuhnya, kontribusi Freeport kepada negara diperkirakan menembus lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp120 triliun per tahun.

Melalui kepemilikan nasional di bawah MIND ID, manfaat hilirisasi tembaga tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat industri pengolahan mineral nasional, tetapi juga meningkatkan dividen kepada negara, memperbesar penerimaan pajak dan PNBP, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk tembaga bernilai tambah di pasar global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • ZTE dan MoraRepublic Tandatangani Nota Kesepahaman Strategis untuk Memperluas Layanan FWA dan FTTH di Indonesia

    ZTE dan MoraRepublic Tandatangani Nota Kesepahaman Strategis untuk Memperluas Layanan FWA dan FTTH di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    – Kemitraan ini membentuk kerangka kolaborasi strategis antara ZTE dan MoraRepublic untuk bersama-sama mengembangkan dan memperluas layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-Home (FTTH), dengan fokus pada peningkatan cakupan jaringan, kapasitas, kualitas layanan, dan pengalaman pelanggan di seluruh Indonesia. – Kolaborasi ini mendukung strategi pertumbuhan layanan broadband jangka panjang MoraRepublic dengan memanfaatkan keahlian global ZTE […]

  • BRI BO Sudirman Semanggi Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    BRI BO Sudirman Semanggi Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Sudirman Semanggi menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Sudirman Semanggi. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, […]

  • Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30%  pasca USDT Sentuh Rp17.000

    Bittime Catat Lonjakan Trading Volume USDT/IDR hingga 30% pasca USDT Sentuh Rp17.000

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan ini Bittime mencatatkan kenaikan trading volume USDT/IDR hingga 30% pada platform nya dalam seminggu terakhir. Jakarta, 7 April 2026 – Nilai tukar Rupiah terus melemah bahkan sempat menembus level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (USD). Bertepatan dengan ini […]

  • RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

    RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dukung Swasembada Gula Nasional

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Riset Perkebunan Nusantara memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi perkebunan dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Riset dan Inovasi Komoditas Tebu serta Pemanfaatan Hasilnya bersama PT Sinergi Gula Nusantara dan PT Triasindo Agro Sejahtera, […]

  • Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

    Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Jakarta, Agustus 2026 — Setelah hampir 25 tahun hadir di Jakarta, The Grill by Kawano Group membuka babak baru dengan memperkenalkan The Grill Unlimited, sebuah pengalaman All You Can Grill yang untuk pertama kalinya membawa cita rasa dan kualitas khas The Grill ke dalam konsep bersantap tanpa batas. Sejak berdiri di tahun 2002, The Grill […]

  • BRI Sudirman Semanggi Gelar Olahraga Bersama dan Sosialisasi BRIGuna Karya di Lingkungan BPN

    BRI Sudirman Semanggi Gelar Olahraga Bersama dan Sosialisasi BRIGuna Karya di Lingkungan BPN

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BRI Sudirman Semanggi melaksanakan kegiatan olahraga bersama sekaligus sosialisasi produk BRIGuna Karya bersama pegawai di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memberikan edukasi mengenai solusi pembiayaan yang dapat mendukung kebutuhan finansial para pegawai. Suasana kebersamaan terasa dalam kegiatan olahraga bersama yang diikuti oleh jajaran […]

expand_less