Muswil PKB Sulut Tampilkan Toleransi Beragama, Gubernur Yulius Selvanus Beri Apresiasi
- account_circle redaktur reputasi
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 22
- comment 0 komentar

Manado, ReputasiPlus.com – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara yang digelar di Swiss-Belhotel Manado, Sabtu (13/12/2025), berlangsung dalam suasana penuh toleransi dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sorotan karena diawali dengan doa Kristen yang dipimpin oleh Pdt. Renata Ticonuwu, sebuah potret nyata kerukunan antarumat beragama dalam ruang politik.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa semangat toleransi dan kerukunan di Sulawesi Utara bukan sekadar jargon, melainkan nilai hidup yang telah mengakar dan dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut, menurutnya, juga tercermin dalam pelaksanaan Muswil PKB Sulut.
Dalam kesempatan tersebut, Yusra Alhabsyi turut menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada umat Nasrani. Ucapan tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari seluruh peserta Muswil, menandai kuatnya semangat persaudaraan dan saling menghormati di antara kader dan undangan yang hadir.

Muswil PKB Sulut yang berlangsung di masa Adven dinilai sebagai momentum refleksi nilai-nilai kebangsaan. Pesan Natal tentang kasih, perdamaian, dan persaudaraan sejalan dengan komitmen PKB Sulut untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah, bukan sebagai sumber perpecahan.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, yang hadir bersama jajaran DPP PKB serta pimpinan partai Koalisi Merah Putih, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Muswil tersebut. Ia menilai langkah PKB Sulut mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan saling menghormati dalam keberagaman.
Selain membahas agenda strategis organisasi, Muswil PKB Sulut juga berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Interaksi lintas daerah serta kebersamaan antar kader semakin menegaskan bahwa Muswil ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga pernyataan nyata bahwa toleransi dan kerukunan hidup merupakan napas politik di Sulawesi Utara. (SGS)
- Penulis: redaktur reputasi


