Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Pangan di Pasar Manado Tetap Murah di Tengah Krisis! Sekali Lagi, Walikota Angouw Turun Tangan

Harga Pangan di Pasar Manado Tetap Murah di Tengah Krisis! Sekali Lagi, Walikota Angouw Turun Tangan

  • account_circle redaktur reputasi
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Manado, ReputasiPlus.com— Perumda Pasar Kota Manado terus menunjukkan perannya dalam menjaga kestabilan harga pangan di Kota Manado. Di tengah gejolak harga komoditas nasional, stok bahan pokok di pasar tradisional dikelola dengan baik dan tetap terjangkau bagi masyarakat

Salah satu langkah terbaru adalah penyaluran bantuan pangan yang dihadiri langsung oleh Walikota Manado, Andrei Angouw, lewat kegiatan di gudang Bulog Paceda, Bitung. Pada 11 November 2025, Angouw menyaksikan peluncuran program distribusi beras dan minyak goreng untuk 139.966 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga mendapatkan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, dengan alokasi untuk bulan Oktober dan November, sehingga total yang diterima masing-masing KPM adalah 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.

Program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemkot Manado, Bulog, dan lembaga terkait dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu warga yang paling membutuhkan. Andrei Angouw menegaskan bahwa distribusi bantuan ini bukan semata operasi jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan lokal.

Sementara itu, di tingkat akar rumput, Polresta Manado menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa kelurahan untuk menjual beras SPHP dengan harga Rp 11.600 per kg.

Pada GPM yang berlangsung pada 13 November 2025 di Kelurahan Bitung Karang Ria, Kecamatan Tuminting, stok 4 ton beras SPHP habis terjual dalam waktu singkat.

Walikota Angouw menyatakan apresiasi atas sinergi antara Polri, Bulog, dan Perumda Pasar Manado yang membuat program pasar murah bisa dijalankan secara efektif. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk meredam tekanan inflasi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Meski Perumda Pasar Manado tidak selalu secara langsung menjadi penyedia komoditas stabilisasi seperti Bulog, perannya sebagai pengelola pasar tradisional sangat vital. Dengan memastikan pasar tradisional tetap aktif dan pasokan pangan lancar, Pasar Manado menjadi pemangku kepentingan penting dalam rantai distribusi lokal.

Dari pantauan harga di pasar, sejumlah komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng masih relatif stabil. Menurut laporan media lokal, harga beras di Pasar Kota Manado berkisar antara Rp 15.000–Rp 17.000 per kg, sementara minyak goreng dijual di kisaran Rp 18.000 per liter.

Analisis pengamat ekonomi lokal menyebut bahwa aksi kolaboratif ini , antara Pemkot, Perumda Pasar, Bulog, dan Polri ,menjadi kunci dalam menjaga keterjangkauan pangan di Manado. Dengan manajemen pasar yang baik dan dukungan pemerintah daerah, masyarakat kelas menengah-bawah sangat diuntungkan.

  • Penulis: redaktur reputasi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui PT RPN, Holding Perkebunan Nusantara Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI sebagai Pusat Edukasi dan Ekonomi

    Melalui PT RPN, Holding Perkebunan Nusantara Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI sebagai Pusat Edukasi dan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    PASURUAN – PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus menghidupkan kembali kawasan bersejarah Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) sebagai pusat edukasi dan penggerak ekonomi berbasis heritage. Melalui penataan kawasan cagar budaya dan pengembangan museum gula, PT RPN mendorong pemanfaatan warisan sejarah tidak hanya sebagai objek pelestarian, […]

  • Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 3 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang emerging markets, investor mulai menggeser fokus dari sekadar mengejar imbal hasil ke arah yang lebih strategis: melindungi nilai portofolio tanpa kehilangan fleksibilitas untuk menangkap peluang.  Dalam beberapa waktu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS, mencerminkan tekanan dari penguatan dolar global serta ekspektasi kebijakan suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini mendorong investor untuk semakin selektif dalam mengelola eksposur risiko, sekaligus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar.  Dalam konteks tersebut, pendekatan terhadap portofolio pun mulai berubah. Portofolio tidak lagi dipandang semata sebagai alat untuk pertumbuhan, tetapi sebagai sistem yang membutuhkan keseimbangan antara proteksi, likuiditas, dan potensi upside. Di tengah dinamika ini, stablecoin mulai memainkan peran yang semakin signifikan sebagai bagian dari strategi alokasi aset modern.  Fenomena ini tercermin dari perkembangan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Kapitalisasi stablecoin global terus menunjukkan peningkatan, dengan USDT berada di kisaran US$189 miliar, diikuti USDC sekitar US$77 miliar, sementara pemain baru seperti RLUSD telah menembus US$1,5 miliar dalam waktu relatif singkat. Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah volatilitas pasar kripto, mengindikasikan bahwa likuiditas tidak keluar dari ekosistem, melainkan berpindah ke posisi yang lebih defensif.  Peningkatan ini tidak terjadi secara terisolasi. Dalam beberapa bulan terakhir, kombinasi faktor global telah mendorong investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan likuid. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, serta inflasi global yang masih berada di atas target, menciptakan lingkungan pasar yang lebih defensif.  Di saat yang sama, kebijakan moneter yang cenderung higher-for-longer membuat biaya risiko menjadi lebih tinggi, sehingga investor semakin berhati-hati dalam menempatkan modal. Dalam kondisi seperti ini, terjadi pergeseran alokasi aset secara global, dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang mampu menjaga nilai sekaligus mempertahankan fleksibilitas.  Stablecoin berada di titik pertemuan dari kebutuhan tersebut. Berbeda dengan emas yang bersifat defensif namun kurang likuid dalam konteks repositioning cepat, atau dolar konvensional yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas, stablecoin menawarkan eksposur terhadap dolar AS dengan likuiditas tinggi serta akses pasar selama 24 jam. Hal ini menjadikannya alternatif yang semakin relevan bagi investor yang ingin tetap berada dalam ekosistem pasar global tanpa terekspos langsung pada volatilitas tinggi.  Akibatnya, aliran dana yang sebelumnya berpotensi keluar dari pasar kripto tidak sepenuhnya meninggalkan ekosistem, melainkan berpindah ke stablecoin sebagai bentuk reposisi sementara. Dalam konteks ini, pertumbuhan stablecoin bukan sekadar refleksi dari kehati-hatian investor, tetapi indikasi bahwa likuiditas global masih berada di dalam system, menunggu momentum berikutnya.  Perubahan ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor. Jika sebelumnya kondisi risk-off sering diartikan sebagai keluar dari pasar sepenuhnya, kini semakin banyak pelaku pasar yang memilih untuk tetap berada dalam ekosistem melalui stablecoin. Dengan demikian, mereka tetap memiliki fleksibilitas untuk kembali masuk ke aset berisiko ketika kondisi mulai membaik.  Dalam konteks Indonesia, pilihan safe haven juga menjadi semakin beragam. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai dalam jangka panjang, sementara dolar AS mempertahankan posisinya sebagai mata uang global yang dominan. Namun, stablecoin menghadirkan dimensi baru dengan menggabungkan karakteristik dolar dengan fleksibilitas aset digital yang dapat diakses secara real-time.  “Kita sedang berada di fase pasar yang tidak nyaman, dan justru di situlah peluang biasanya muncul. Dalam jangka pendek, tekanan makro masih tinggi dan volatilitas tidak akan hilang. Karena itu, sebagian investor mulai lebih taktis, termasuk meningkatkan alokasi ke stablecoin sebagai ‘dry powder’,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.  Menurut Yudhono, pertanyaan yang lebih relevan bagi investor saat ini bukan lagi sekadar arah pasar, tetapi kesiapan dalam merespons perubahan tersebut. “Bukan soal apakah pasar akan naik atau turun, tetapi apakah kita siap saat likuiditas kembali masuk. […]

  • Ribuan Siswa SD Tanam Bunga, Nissin Soklat & PT Monde Mahkota Biskuit Raih Rekor MURI

    Ribuan Siswa SD Tanam Bunga, Nissin Soklat & PT Monde Mahkota Biskuit Raih Rekor MURI

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Jakarta, 24 April 2026 – Komitmen dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini membuahkan hasil. PT Monde Mahkota Biskuit melalui brand Nissin Soklat resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian “Penanaman Bibit Tanaman Berbunga Terbanyak oleh Siswa Sekolah Dasar.” Sebanyak 5.193 siswa sekolah dasar berpartisipasi dalam kegiatan bertajuk “Gerak untuk Bumi Bersama […]

  • Nomor Aman dengan Tools WhatsApp Blaster Resmi dari Barantum

    Nomor Aman dengan Tools WhatsApp Blaster Resmi dari Barantum

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle editor News
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Mengapa Banyak Nomor WhatsApp Terblokir Saat Broadcast? Awalnya terlihat efektif. Pesan terkirim, balasan mulai masuk, penjualan terasa bergerak. Lalu suatu hari, tanpa […]

  • Rekomendasi Sunscreen untuk Bayi & Anak yang Aman Digunakan Sehari-hari

    Rekomendasi Sunscreen untuk Bayi & Anak yang Aman Digunakan Sehari-hari

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Sekarang ini, pakai sunscreen bukan cuma untuk orang dewasa saja. Bayi dan anak juga butuh perlindungan kulit sejak dini, apalagi kalau sering diajak aktivitas di luar rumah. Entah itu jalan pagi, ke playground, berangkat sekolah, atau sekadar ikut orang tua belanja sebentar. Paparan sinar matahari tetap ada, bahkan saat cuaca terlihat mendung. Karena itu, memilih […]

  • Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Krisis minyak global sering kali terjadi akibat konflik geopolitik, gangguan pasokan, atau ketegangan di jalur distribusi energi seperti Selat Hormuz. Ketika pasokan minyak terganggu, harga minyak dunia cenderung naik secara signifikan. Bagi negara importir, kondisi ini menjadi tantangan karena meningkatkan biaya energi dan inflasi. Namun, bagi negara produsen energi, krisis minyak justru dapat menjadi peluang […]

expand_less