Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Berikutnya

Bitcoin Rebound dari Tekanan Akhir Juli, US$66.500 Jadi Ujian Berikutnya

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

Jakarta, 9 Agustus 2026 — Pasar kripto mulai menunjukkan tanda pemulihan pada pekan pertama Agustus 2026. Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di kisaran US$64.400–US$64.500 pada 6 Agustus, naik sekitar 1,1–1,5% dalam tujuh hari setelah sebelumnya sempat turun menembus level US$64.000.

Berdasarkan Market Outlook W1 Agustus 2026 FLOQ, Bitcoin bergerak dalam rentang US$62.241 hingga US$65.305 sepanjang sepekan terakhir. Pemulihan harga terjadi bersamaan dengan meredanya sejumlah tekanan global, mulai dari menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat hingga koreksi tajam harga minyak dunia.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kembalinya Bitcoin ke atas US$64.000 merupakan perkembangan positif, meskipun pasar masih berada dalam fase yang sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Rebound Bitcoin ke atas US$64.000 menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi pada akhir Juli mulai mereda. Namun, kondisi pasar belum sepenuhnya stabil karena arah suku bunga The Fed, perkembangan geopolitik, dan data ekonomi Amerika Serikat masih dapat memicu volatilitas dalam waktu dekat,” ujar Yudho.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Mulai Mereda

Salah satu faktor yang memberikan ruang bagi pemulihan Bitcoin adalah menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Probabilitas kenaikan suku bunga yang sempat mencapai 72,3% pada 29 Juli turun ke kisaran 57–62% pada awal Agustus. Perubahan tersebut memberikan tekanan yang lebih ringan terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Namun, arah kebijakan The Fed masih dapat berubah seiring rilis sejumlah data ekonomi penting, terutama data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat.

“Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan ruang bagi pasar untuk bernapas. Tetapi investor perlu melihat apakah tren tersebut dapat bertahan setelah rilis data tenaga kerja dan inflasi. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed,” jelas Yudho. 

Harga Minyak Turun Hampir 9%, Tekanan Geopolitik Mulai Mereda

Sentimen positif lainnya datang dari perkembangan konflik di Timur Tengah. Pembicaraan Iran-Oman mengenai Selat Hormuz disebut telah memasuki tahap akhir, meskipun hingga 6 Agustus belum terdapat kesepakatan resmi.

Perkembangan tersebut turut mendorong koreksi harga minyak dunia. Harga Brent turun sekitar 8,9% dari US$86,97 menjadi US$79,26 per barel. Sementara WTI turun sekitar 8,4% menjadi kisaran US$75,16 per barel.

Menurut Yudho, penurunan harga energi dapat menjadi faktor positif bagi aset berisiko karena membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

“Jika harga minyak terus stabil dan proses de-eskalasi berlanjut, tekanan inflasi dapat berkurang dan memberikan sentimen yang lebih kondusif bagi aset berisiko. Namun, pasar tetap perlu berhati-hati karena perkembangan geopolitik dapat berubah dengan cepat,” katanya.

Arus Dana ETF Bitcoin Kembali Positif

Dari sisi institusional, arus dana ETF Bitcoin juga menunjukkan perbaikan. Setelah mencatat outflow sekitar US$265,4 juta pada 31 Juli, ETF Bitcoin berbalik mencatat inflow sekitar US$170,1 juta pada 3 Agustus. IBIT menjadi salah satu kontributor utama dengan inflow sekitar US$111,4 juta.

ETF Ethereum juga mengalami perubahan serupa, dari outflow sekitar US$6,4 juta pada akhir Juli menjadi inflow sekitar US$53,1 juta pada 4 Agustus. Meski demikian, FLOQ menilai data dalam satu hingga dua hari masih terlalu singkat untuk dianggap sebagai tren yang stabil.

“Masuknya kembali dana ke ETF menunjukkan minat institusional terhadap aset kripto masih ada. Namun, yang lebih penting adalah melihat konsistensi arus dana tersebut dalam beberapa pekan ke depan, terutama ketika pasar menghadapi data ekonomi baru,” ujar Yudho.

Bitcoin Hadapi Ujian di US$65.300–US$66.500

Untuk pergerakan selanjutnya, data FLOQ mencatat US$62.241 sebagai level support penting Bitcoin. Sementara area US$65.305 hingga US$66.500 menjadi zona resistance yang perlu dilewati untuk memperkuat momentum pemulihan.

Pasar juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk laporan tenaga kerja, CPI Juli pada 12 Agustus, serta PPI pada 13 Agustus. Data tersebut berpotensi mempengaruhi kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed.

“Selama Bitcoin mampu menjaga pergerakan di atas US$64.000, peluang untuk menguji kembali area US$65.300 hingga US$66.500 masih terbuka. Namun, konfirmasi pemulihan tetap membutuhkan dukungan dari kondisi makro yang lebih stabil dan arus dana institusional yang konsisten,” tutup Yudho.

 

Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 6 Agustus 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu. 

FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila 2026, JTT Pastikan Kesiapan Layanan Operasional di Wilayah Trans Jawa

    Libur Panjang Waisak dan Hari Lahir Pancasila 2026, JTT Pastikan Kesiapan Layanan Operasional di Wilayah Trans Jawa

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di seluruh ruas Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola perusahaan dalam rangka mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Sebagai pengelola jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Pulau Jawa, JTT telah melakukan berbagai langkah […]

  • Emas Rebound Setelah Koreksi Tajam, Pasar Uji Arah di Tengah Tekanan Suku Bunga

    Emas Rebound Setelah Koreksi Tajam, Pasar Uji Arah di Tengah Tekanan Suku Bunga

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Harga emas menunjukkan pemulihan setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa hari terakhir. Logam mulia tersebut kembali naik ke atas level US$4.500 per troy ons, setelah sebelumnya anjlok sekitar 15% dalam sembilan hari perdagangan. Pergerakan ini menandai salah satu volatilitas tertinggi dalam periode singkat, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perubahan sentimen global. Pemulihan harga emas sebagian […]

  • “DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

    “DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Oleh Satish Chandra Mishra* Jakarta — Ketika Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meningkatkan hubungan bilateral Indonesia–India menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2005, mereka sesungguhnya melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama. Keduanya sedang menghidupkan kembali ikatan yang telah terjalin selama berabad-abad untuk menegaskan bahwa Indonesia dan India bukan […]

  • India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

    India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Vrit Time
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan perayaan Hari Republik India ke-77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/01/2026) malam. Acara ini menjadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South. Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Menyikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

    Menyikapi Fase Transformasi Ethereum, Bittime Tekankan Pemahaman Teknis dan Literasi Digital

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Jakarta, 20 Februari 2026 – Pergerakan harga aset Ethereum ($ETH) saat ini memberikan gambaran yang cukup kompleks bagi ekosistem aset kripto secara global, termasuk dampaknya bagi investor Indonesia. Sejalan dengan ini Bittime kembali  tekankan literasi investasi aset kripto dan pengenalan profil risiko sebelum berinvestasi Sebelumnya, dinamika pergerakan harga $ETH yang terjadi belakangan ini dipicu oleh […]

  • Midweek Reversal: Membaca Potensi Pembalikan Arah Tren di Pertengahan Pekan

    Midweek Reversal: Membaca Potensi Pembalikan Arah Tren di Pertengahan Pekan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Dinamika pergerakan pasar keuangan internasional pada pertengahan pekan sering kali memperlihatkan pergeseran momentum yang sangat menarik untuk dicermati. Setelah pasar bergerak dalam satu arah yang dominan pada hari Senin dan Selasa, hari Rabu kerap menjadi titik jenuh di mana para pelaku pasar besar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking). Fenomena teknikal yang dikenal sebagai […]

expand_less