Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar

Selama puluhan tahun, banyak keluarga Indonesia tumbuh dengan satu nasihat yang hampir selalu sama: rajin menabung dan hidup hemat. Prinsip tersebut menjadi fondasi pengelolaan keuangan lintas generasi. Bahkan, gerakan “Ayo Menabung” yang diperkenalkan sejak era Orde Baru ikut membentuk budaya bahwa menyimpan uang di bank merupakan langkah utama untuk mempersiapkan masa depan.

Namun, memasuki 2026, cara pandang generasi muda terhadap uang mulai berubah. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya mental health, work-life balance, dan menikmati hasil kerja, banyak anak muda memilih menyeimbangkan kebutuhan masa kini dengan pengalaman hidup yang mereka anggap bermakna. Tren seperti self-reward, healing, hingga soft life yang ramai di media sosial pun turut memengaruhi cara generasi muda memaknai kesuksesan dan kebahagiaan.

Menurut Chief Marketing Officer (CMO) Nanovest, Jovita Widjaja, perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang salah. Setiap generasi memiliki tantangan ekonomi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula dalam mengelola keuangan.

“Saya setuju bahwa menjaga kesehatan mental dan menikmati hasil kerja itu penting. Kita bekerja bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menikmati hidup. Namun di saat yang sama, kita juga perlu memastikan bahwa keputusan finansial hari ini tidak mengorbankan masa depan kita.”

Sebagai profesional yang telah berkecimpung di industri investasi dan sekuritas selama lebih dari 14 tahun, sekaligus ibu dari dua anak perempuan, Jovita melihat bahwa financial literacy kini bukan lagi sekadar memahami produk investasi. Lebih dari itu, literasi finansial telah menjadi life skill yang membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak di setiap fase kehidupan.

Menabung Tetap Penting, Tetapi Perlu Diimbangi dengan Investasi

Menurut Jovita, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi pengelolaan keuangan. Namun, di tengah kenaikan biaya hidup dan inflasi, tabungan saja sering kali belum cukup untuk membantu seseorang mencapai tujuan finansial jangka panjang.

“Menabung adalah langkah pertama yang sangat penting. Tetapi jika tujuan kita adalah mempersiapkan pendidikan anak, membeli rumah, atau mencapai kebebasan finansial, maka kita juga perlu memahami bagaimana uang dapat bertumbuh melalui investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan masing-masing.”

Ia menilai masih banyak masyarakat yang terlalu fokus mencari instrumen investasi terbaik, tetapi belum memahami kondisi keuangan mereka sendiri. Padahal, investasi yang sehat selalu dimulai dari pengelolaan cash flow yang baik.

Mulai dari Memahami Kondisi Keuangan hingga Menentukan Profil Risiko

Bagi Jovita, investasi tidak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari pemahaman terhadap kondisi keuangan dan kemampuan mengenali profil risiko masing-masing.

Karena itu, edukasi finansial perlu dibuat lebih sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang baru memulai karier. Salah satu upaya tersebut dilakukan Nanovest melalui Kalkulator Gaji Bersih & Rencana Investasi. Melalui fitur ini, pengguna dapat menghitung estimasi gaji bersih setelah berbagai potongan, kemudian memperoleh rekomendasi alokasi dana yang lebih proporsional untuk kebutuhan harian, dana darurat, hingga investasi.

Lebih dari itu, pengguna juga dapat langsung mengeksplorasi pilihan produk investasi yang sesuai dengan profil risikonya, mulai dari konservatif, moderat, hingga agresif, lengkap dengan simulasi potensi hasil investasi berdasarkan jangka waktu yang dipilih.

“Banyak orang ingin mulai berinvestasi, tetapi bingung memilih produk yang sesuai dengan kondisi keuangan dan tingkat kenyamanan mereka terhadap risiko. Karena itu, langkah pertama bukan hanya memahami berapa penghasilan bersih yang dimiliki, tetapi juga mengenali profil risiko. Dengan begitu, masyarakat dapat memilih instrumen investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansialnya, bukan sekadar mengikuti tren,” jelas Jovita.

Menurutnya, pendekatan yang praktis seperti ini membantu masyarakat mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri karena didasarkan pada kondisi finansial dan profil risiko masing-masing, sehingga kebiasaan berinvestasi dapat dibangun secara lebih realistis dan berkelanjutan.

Menjadi Perempuan yang Mandiri Secara Finansial

Di luar perannya sebagai eksekutif, Jovita juga membawa nilai yang sama dalam mendidik kedua anak perempuannya. Ia percaya perempuan perlu memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam hal mengelola keuangan.

“Saya ingin anak-anak saya tumbuh menjadi perempuan yang mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Salah satu bekal terpenting adalah memahami cara mengelola uang dan mulai mengenal investasi sejak dini.”

Meski demikian, ia menegaskan bahwa menikmati hidup dan mempersiapkan masa depan bukanlah dua pilihan yang saling bertentangan.

“Menurut saya, work-life balance dan perencanaan keuangan bisa berjalan beriringan. Kita tetap bisa menikmati hidup hari ini, selama kita juga disiplin menyisihkan sebagian penghasilan untuk masa depan.”

Financial Literacy Adalah Bekal untuk Semua Generasi

Bagi Jovita, tujuan financial literacy bukan menjadikan semua orang investor profesional, melainkan membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih baik dalam setiap fase kehidupan.

“Kalau dulu orang tua mengajarkan kita untuk rajin menabung, maka tantangan generasi sekarang adalah belajar membuat uang ikut bertumbuh. Dengan begitu, kita tidak hanya siap menghadapi kebutuhan hari ini, tetapi juga lebih siap mewujudkan impian di masa depan.”

Menurutnya, perubahan zaman menuntut perubahan cara berpikir. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, kemampuan mengelola uang dengan bijak bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan keterampilan hidup yang akan menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

    SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sendawar, Kutai Barat, (24/6) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan Sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) (SNI 9042:2021 CHSE) bagi pelaku usaha pariwisata di Sendawar, Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata sekaligus mendukung pembangunan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten […]

  • MyRepublic Air Laksanakan Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Pulau Sumatra

    MyRepublic Air Laksanakan Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Pulau Sumatra

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MyRepublic Air, layanan internet unlimited berbasis Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G-Fiber Quality dan Truly Unlimited, sekaligus memperkuat langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet andal di Pulau Sumatra. Jakarta, 21 Februari 2026 — MyRepublic Indonesia secara resmi melaksanakan Uji Laik Operasi (ULO) layanan MyRepublic Air di Medan. Keberhasilan ULO ini menandai kesiapan […]

  • Fundamental Bisnis Tetap Solid, BRI Finance Siap Hadapi Tekanan Suku Bunga

    Fundamental Bisnis Tetap Solid, BRI Finance Siap Hadapi Tekanan Suku Bunga

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Juni 2026 – Kondisi suku bunga yang masih berada pada level tinggi mendorong pelaku industri pembiayaan untuk semakin adaptif dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan profitabilitas. Bagi perusahaan multifinance, tantangan tidak hanya berasal dari meningkatnya biaya pendanaan (cost of fund), tetapi juga dari kebutuhan untuk mempertahankan kualitas pembiayaan di tengah dinamika ekonomi. […]

  • Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%

    Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5%

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pemerintah terus mendorong pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan tingkat kemiskinan nasional hingga di bawah 5% pada 2029. Ke depan, pembangunan tidak lagi bertumpu pada bantuan sosial semata, tetapi pada penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan produktif, seiring dengan penguatan program hilirisasi dan industrialisasi nasional. Konsep Indonesia Naik Kelas yang diangkat dalam buku […]

  • KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Bersama

    KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Bersama

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 29 April 2026 KAI Daop 2 Bandung Imbau Masyarakat Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Bersama Bandung (Jawa Barat), 29 April 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung kembali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa disiplin dalam berlalu lintas, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang. […]

  • Phapros Hadir Temani Mudik Lebaran: “Sahabat Sehat” di Setiap Perjalanan

    Phapros Hadir Temani Mudik Lebaran: “Sahabat Sehat” di Setiap Perjalanan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang paling dinanti masyarakat Indonesia. Jutaan orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman, menempuh perjalanan panjang dengan berbagai moda transportasi—darat, laut, maupun udara. Namun di balik euforia tersebut, perjalanan mudik juga menyimpan tantangan tersendiri, mulai dari kelelahan, mabuk perjalanan, hingga kondisi kesehatan yang menurun akibat durasi perjalanan yang panjang. Melihat kebutuhan […]

expand_less